Selasa, Juni 23, 2009

Munajat Malam

Oleh: Syarif istifham

Ya Tuhan...
Hamba tahu diri ini tak berarti apa-apa tanpa-MU
Bagaimana tidak lebih tak berarti lagi jika Engkau melenyapkannya

Ya Tuhan...
Jazad ini tak berdaya apa-apa tanpa pertolongan-Mu
Bagaimana tidak lebih tak berdaya lagi jika Engkau membinasakannya

Ya Tuhan...
Rahmat-Mu meliputi setiap apa yang ada di jagat raya ini
Bagaimana hamba tidak Engkau rahmati jika bagian darinya

Ya Tuhan...
Engkau mengiming-imingi hamba surga dan segala isinya
Bagaimana hamba tidak mengharapkan hal itu

Ya Tuhan...
Engkau menakut-nakuti hamba dengan api neraka dan siksanya
Bagaimana hamba tidak takut akan hal itu

Ya Tuhan...
Padahal Engkau memerintahkan hamba untuk menyembah-Mu
Hanya karena Engkau semata, bukan karena surga ataupun neraka

Ya Tuhan...
Engkau perintahkan hamba untuk selalu sabar
Bagaimana hamba bisa sabar dengan apa yang hamba tidak ketahui

Ya Tuhan...
Engkau perintahkan hamba untuk selalu bersyukur
Bagaimana hamba bisa syukur padahal syukur itu sendiri butuh disyukuri

Ya Tuhan...
Engkau yang maha terpuji....
Engkau yang maha tahu....
Engkau yang maha Rahman...
Engkau yang maha Rahim...

Ya Tuhan...
Hamba pasrahkan segala urusan hamba kepada-Mu
Karena hamba adalah semata-mata milik-Mu

Kairo, 22 juni 2009

Label:


Baca Selengkapnya...!

Sabtu, Juni 13, 2009

Rumah Keabadian

Oleh: Syarif Istifham

Di sana...
ada wajah-wajah yang berkilauan
menikmati warna-warni keindahan
dimana tak ada mata pernah melihat
tak ada telinga pernah mendengar
tak sekalipun terlintas dalam benak

Sungguh kenikmatan yang tiada tara
kenikmatan yang tak ada habisnya
tak satupun manusia dapat mengiranya
itulah kenikmatan yang sejati

Namun di atas semua itu
ada yang lebih menggembirakan hati
kegembiraan yang tak pernah ada sebelumnya
yaitu menatap wajah agung sang kekasih

Di sana...
ada wajah-wajah yang hitam
merasakan pedihnya bermacam-macam siksaan
siksaan yang tak akan berhenti meski sejenak
mereka tiada hidup pun tiada mati

Alangkah siksa yang sangat pedih
tak seorangpun bisa lari darinya
satu hari bagaikan seribu tahun
terus menerus tanpa ada usai

Beruntunglah golongan yang menghuni rumah yang pertama
dan celakalah golongan yang mendiami rumah yang kedua

Kairo, 13 juni 2009


Label:


Baca Selengkapnya...!

Kamis, Januari 22, 2009

Rinduku Pada Sang Kyai

Oleh: Syarif Istifham

Ya Syeikh...
Aku tahu kau disana selalu sayang padaku
Meskipun aku seringkali melupakan budimu
Jasamu begitu besar dalam mendidik jiwaku
Kemuliaan Akhlakmu menjadi teladan bagiku

Ya Syeikh...
Aku memahami kegalauan hati panjenengan
Melihat kelakuanku yang mirip bajingan
Namun, engkau senantiasa mendo'akanku
Memberi semangat serta nasihat untukku

Ya Syeikh...
P'nah suatu kali kau mengirim sms untukku
Yang berisi do'a kesuksesan atas diriku
Aku tak akan pernah lupa akan do'amu itu
Bahkan sampai saat ini masih kusimpan di hpku

Ya Syeikh...
P'nah juga suatu waktu kau berpesan padaku
Agar aku selalu mendo'akan keluargamu
Jika aku menginginkan ilmu yang manfaat darimu
Namun, aku sering lupa akan pesanmu itu

Ya Syeikh...
Maafkan atas segala ke-kurangajaran-ku
Kesalahan, serta kelalainku akan nasihatmu
Namun, bukan b'arti kau gagal dalam mendidikku
Melainkan proses hidup yang kadangkala merubahku

Ya Syeikh...
Bahagia rasanya bila aku bisa selalu di sampingmu
Menatap elok wajahmu dan mendengar merdu suaramu
Seperti dahulu saat-saat aku masih mengaji denganmu
Sungguh aku merindukan saat-saat seperti itu

Ya Syeikh...
Aku merindukanmu....
Aku merindukan wajahmu...
Aku merindukan senyummu....
Aku merindukan suaramu....

Kairo, 23 Muharram 1430 H.

Label:


Baca Selengkapnya...!

Senin, Januari 05, 2009

Bait-Bait Jiwaku

Bait-Bait Jiwaku
Oleh: Syarif Istifham

Lirih jiwaku berbisik padaku
Saat gelap malam selimutiku
Wahai insan yang lemah…
Inilah saatnya engkau pasrah

Mengadu dan mengeluh padaNya
Merunduk dan menyembah padaNya
Mengharap akan maghfirah dariNya
Meminta belaskasih serta hidayahNya

Desir angin membelai mesra tubuhku
Saat sang fajar mulai terbit menyapaku
Mengisyaratkan terang kan segera tiba
Bersama kehangatan yang ia bawa

Lirih jiwaku berbisik padaku
Saat sang mentari senyum padaku
Duhai jiwa yang terlelap…
Kini cahaya telah kau tatap

Sudah saatnya engkau tegak berdiri
Melangkahkan kaki lalu kemudian lari
Mengejar impian serta cita-citamu
Agar orangtuamu bangga denganmu

Ketika suatu saat nanti engkau kembali
Maka tak ada lagi yang perlu engkau sesali
Karena semua yang ada sudah berlalu
Hanya Allah yang tak akan pernah berlalu

Kairo, 12 Dzulhijjah 1429 H

Label:


Baca Selengkapnya...!

Jumat, Desember 05, 2008

Tak Perlu Heran

Oleh: Syarif istifham

Tak perlu heran dengan kekuasaan
Raja fir'aun pun berkuasa

Tak perlu kagum akan kepandaian
Iblis juga pandai menggoda

Tak usah silau dengan kekayaan
Qarun pun berlimpah harta

Tak perlu tertegun akan kecantikan
Setan pun bisa cantik rupa

Jangan heran manusia bisa terbang
Burung juga bisa menari di udara

Jangan kagum manusia berjalan di air
Bebek pun bisa melakukannya

Jangan terpukau manusia bisa menghilang
Kentut saja bisa seakan tak ada

Jangan kaget manusia tak mempan pedang
Semua itu adalah tipuan belaka

Singkat kata, kataku cuma singkat saja
Bahwa Allah lebih dari segalanya

Tiada yang berkuasa
Tiada Yang pandai
Tiada yang kaya
Dan seterusnya....

Jika dibandingkan dengan ke-Maha sempurnaanNya
Jika disandingkan dengan ke-Maha kuasaNya

Subhanallah...Walhamdulillah...Wala ilaha illallah...

Kairo, 7 Dzulhijjah 1429 H

Label:


Baca Selengkapnya...!

Kamis, Desember 04, 2008

Membangunkan Akal

Oleh: Syarif Istifham

Akalku kian berlarian liar
Menorobos lorong-lorong dimensi
Mencari-cari sesuatu yang tercuri
Oleh waktu yang terus menggilas
Tak peduli ku tak bisa mengejar

Asalkan otakku tak diam
Mirip batu mati tak ada guna
Hidup seperti mati
Mati tidak mati, apa hanya tidur?
Tidak!! jangan!! kau tak boleh tidur

Kau harus tetap berotasi
Kau harus tetap beroprasi
Kau harus tetap beraksi
Kau harus tetap berinspirasi
Dan kau harus tetap berisi

Untuk menggerakkan tubuhmu
Menerangi jalan-jalanmu
Mengekang nafsu liarmu
Membantu hati menyetirmu
Sekali lagi, kau tak boleh tidur

Kau harus tetap setia menemani hati
Kau harus tetap di samping hati
Kau harus tetap mengawasi hati
Kau harus senantiasa melayani hati
Bukan sebaliknya, hati adalah majikanmu

*********

Ya Rahman...
Bimbinglah akalku dengan kasih sayangMu

Ya Rahim...
Tuntunlah akalku dengan welas asihMu

Ya Basith...
Lapangkanlah akalku dengan kelapanganMu

Ya Qabidl...
Gemgamlah akalku dari keliaran dengan kuasaMu

Ya Nur...
Terangilah akalku dengan cahayaMu

Kairo, 5 Dhul-Hijjah 1429

Label:


Baca Selengkapnya...!

Senin, November 17, 2008

Penyelamat

Oleh: Syarif Istifham

Petaka akan hadir menjumpaimu
Bencana akan mampir menjengukmu
Cobaan akan datang menerpamu
Ujian akan berusaha menjerat lehermu

Siapa yang kuasa mengusir petaka?
Siapa yang bisa mencegah bencana?
Siapa yang dapat menolak cobaan ?
Siapa yang berhak mencabut ujian ?

Dia adalah Sang Pencipta jagat raya
Dia adalah Sang Pemilik alam raya
Dia adalah Sang Penjaga cakrawala
Dia lah Allah Penguasa segalaNya

Menyembahlah hanya kepadaNya
Memintalah hanya dariNya
Menyerahlah hanya di hadiratNya
Dan kembalilah hanya kepadaNya

Kemudian rahmat agungNya akan membelaimu
Lalu kasih sayangNya akan memelukmu
Setelah itu ampunanNya akan menyertaimu
Akhirnya surgaNya akan menyambutmu

Ada hikmah bagi siapa yang percaya
Ada hidayah bagi siapa yang bertakwa
Ada 'ibrah bagi siapa yang berfikir
Ada fitnah bagi siapa yang ingkar

By: Syarif Istifham
Kairo, 17 Nov 2008

Label:


Baca Selengkapnya...!

Sabtu, November 01, 2008

Kafaa Bil Mauti Wa'idza

Oleh: Syarif Istifham

Sesak dadaku bila aku mengingat mati
terbayang olehku saat detik-detik kematian
betapa diri ini tak berdaya mencegatnya,
menghalang-halangi, ataupun menangguhkannya

Lemas tubuhku saat mendengar mati
terlintas di benakku saat mati menghampiriku
betapa sakit yang tak terkirakan mengenaiku
rasa haus, perih, dan sakit tak terelakkan

merinding buluromaku saat menatap orang mati
terpikir di otakku di mana aku juga akan mengalaminya
karena setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakannya
kapanpun dan dimanapun mati akan selalu mengintainya

pada saat itu tak ada yang bisa menolong
tak ada satupun teman yang menemani
tak ada kawan yang sejati dan abadi
selain amal dan kebajikan yang tlah dikerjakan

Lalu, apa amalku jika terpakasa
sedang dosa-dosaku menggunung dan mengangkasa
hingga hampir aku hilang tertimbun oleh dosa
baik yang sengaja maupun yang aku tak merasa

So, aku hanya bisa pasrah dan tawakkal
menunggu dan menanti rahmat-Nya yang Maha luas
Sembari mempersiapkan diri dengan apa adanya
berusaha dan terus berusaha menggapai rahmat-Nya

Wallahu A'lam Bishshawab....

By: Istifham

Kairo, 2 Dhul-Qadah 1429

Label:


Baca Selengkapnya...!

Selasa, Oktober 21, 2008

Cahaya Rabbani

Oleh: Syarif Istifham

Tiap-tiap manusia dianugrahi sekeping hati
untuk dapat merasa, memahami, dan mengerti
apa saja yang tak bisa ditangkap oleh akal
hingga kamu kepada Tuhanmu pasrah&tawakkal

Namun,di luar sana didapati hati yang mati
yang tak sempat t'sentuh kilau cahya ilahi
karena t'hijabi oleh sampah-sampah duniawi
hingga tak tersisa lagi ruang untuk terisi

Ruang untuk sekedar menyambut tiupan cinta
dari Dzat yang slalu memberi tanpa diminta
yang setiap saat menjaga dan menyelimutimu
tapi sayang, kamu tak tahu Dia mencintaimu

Hanya hati yang t'bebas dari berbagai noda
yang bisa mengotori sekaligus membutakanya
itulah hati yang selalu akan tetap terbuka
untuk menerima cahya dari pencipta semesta

yaitu cahaya yang diumpakan sebuah lentera
di dalamnya tersembunyi lampu yang menyala
lampu itu tersimpan rapi dalam sebuah kaca
seakan bintang yang berkilauan bak mutiara

Alangkah merugi orang yang tak bisa merasa
bahwa penciptanya yang sejati memanggilnya
untuk menghadap & menyambut kasih cintanya
yang tak terpengaruh atau tersentuh binasa

Ya Ilahi...

Anugerahkanlah kepada kami Cahayamu yang elok gemerlapan
Untuk menghapuskan kegelapan yang bersarang di hati kami
yang tidak sadar kami menambah kepekatannya setiap waktu
dengan berbagai perilaku kami yang slalu saja menganiaya

Ya Ilahi...

Bebaskanlah selalu diri kami dari segala bentuk perbudakan
perbudakan nafsu, amarah, dendam, dan bisikan-bisakan syetan
kemudian buka pintu-pintu hati kami untuk menerima hidayahMu
Hingga pada akhirnya kami t'masuk orang-orang yang beruntung

Amien....

By:Istifham
Kairo, selasa 21 oktober '08

Label:


Baca Selengkapnya...!

Senin, Oktober 13, 2008

Air Hina

Oleh: Syarif Istifham

Air...

Darinya segala yang bernyawa diciptakan,
lalu tumbuh, berkembang, dan diperanakan
entah apa yang kan terjadi jika ia ditiadakan
pastilah kematian, kemusnahan, dan kepunahan
Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah bebatuan

Air...

kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun
adanya selalu dijadikan ketergantungan
adanya selalu dibutuhkan,dan diperlukan
sekalipun tak ada yang mempromosikannya
karena ia tercipta tuk selalu dibutuhkan

Air...

Dengannya Tuhan memperkenalkan diri pada Dunia
Bahwa tak seorangpun yang ada di sana berkuasa
hatta, untuk terlepas dari kebutuhannya akan air
pada tiap-tiap sesuatu terdapat tanda yang dzahir
menunjukan bahwa penciptanya yang sejati adalah "SATU"

Air Hina...

Tahukah kamu apa itu Air Hina?
Air Hina adalah air yang dari itulah kamu diciptakan
setelah mengalami proses-proses yang begitu menakjubkan
suatu proses yang tak seorangpun dari jin dan manusia
yang mampu menirukan apalagi sampai melakukanya
tak ada yang mampu dan tak akan pernah ada, selainNya

Air Hina...

Betapapun orang memandangnya sesuatu yang menjijikan
namun, dari situlah kepada kita Allah mengingatkan
bahwa hakikat kita adalah tercipta dari sesuatu yang hina
alangkah tidak pantasnya kita membangga-banggakan diri
padahal, kita tidak lebih hanyalah susuatu yang hina
hina di hadapan ke-Maha Mulia-an Sang Pencipta.

By: Istifham
Kairo, 13 oktober '08

Label:


Baca Selengkapnya...!

Senin, Agustus 04, 2008

Free Love

Oleh: Syarif Istifham

Setelahku bebas dari "CINTA",
perasaan asmarapun tak lagi menjeratnya

Setelahku bebas dari "CINTA",
perasaan rindupun tak lagi menggoda

Setelahku bebas dari "CINTA",
perasaan gelisahpun tak lagi ada

Setelahku bebas dari "CINTA",
perasaan damaipun semakin nyata

-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah ilusi belaka
-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah fatamorgana
-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah naluri sesaat
-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah nafsu akal manusia

Bila karena bukan Qadrat-MU,
aku takkan mau mengenal istilah "CINTA"

Bila karena bukan fitrah-MU,
aku takkan mau bermain dengan "CINTA"

Bila karena bukan pemberian-MU,
aku takkan mau mengungkapkan perasaan "CINTA"

Bila karena bukan ciptaan-MU,
aku takkan mau merasakan getaran "CINTA"

Label:


Baca Selengkapnya...!

Minggu, Januari 20, 2008

Kupu-kupu senja


Oleh: Syarif Istifham

Kupu-kupu senja itu
Ingatkan aku pada seseorang
Saat pertama kali ku kenal dia
Di suatu tempat dekat pondok

Untuk kali pertamanya aku melihat
Sesosok wanita umpama rembulan
Rembulan yang kan slalu terangi jalanku
Di saat matahari hatiku hampir terbenam

Oh, gadis....
engkau sungguh elok nan mempesona
wangimu bangkitkan gairah hidupku
setelah semangat hidupku hampir pudar
bak biru langit yang hendak pudar senja itu

Duhai, pelita hatiku....
engkau bagaikan setangkai bunga matahari
sebagai pelambang penerang kagelapan hati
betapa berbingar-bingar hatiku saat kau hadir
mengisi ruang-ruang hampa di batinku

Oh, cantik....
taukah dirimu bahwa bunga-bunga terlihat cemberut
seakan-akan cemburu dengan kecantikan wajahmu
taukah kamu akan wajah langit berubah memerah
seakan malu karena grogi dengan elok pribadimu

******
desir bayu di sekitarmu seakan berbisik
subhanallah...! alangkah indah makhlukMU ini Tuhan

Kebumen, 14 juni 2004
BY: Istifham

Label:


Baca Selengkapnya...!

Kamis, Januari 17, 2008

Tak sabar ingin memelukmu

Oleh: Syarif Istifham

Sayang....
Sudah sekian lama rasanya kita berpisah
Hingga tak ada lagi yang namanya kisah
Bincang dan canda tawa pun tak pernah
Hingga membuat hati ini penuh gelisah

Sayang....
Bagaimana kabarmu di sana sekarang
Masihkah kebahagiaan setia disisihmu
Masihkah kadamaian hati mengikutimu
Masihkah kau jaga cinta dan sayangku
Masihkah cinta kasihmu hanya untukku

Sayang....
Kini indah wajahmu tak lagi bisa ku tatap
Lembut tubuhmu tak lagi bisa ku dekap
Manis senyummu tak lagi bisa ku nikmati
Sentuhan hangatmu tak lagi bisa ku dapati

Sayang....
Biarpun jarak dan waktu memisahkan kita
Ku kan tetap menjaga keutuhan cinta kita
Walaupun kutahu cinta itu bukan milik kita
Karena itu yang dititipkan Tuhan untuk kita

Sayang....
Percayalah...!kasih dan cintaku hanya untukmu
kapanpun, dimanapun do'aku slalu bersamamu
Iyalah semoga cintamu dan cintaku abadi selalu
Sampai takdir Tuhan meminta kita untuk berlalu

Sayang....
Aku sangat rindukan kehadiranmu disisihku
Hasrat ingin bertemu tak bisa redam olehku
Saat ini aku butuh belaian lembut tanganmu
Aku sangat inginkan kecupan mesra darimu
Rasanya tak sabar lagi ku ingin memelukmu

Puisi ini aku persembahkan special buat kekasihku yang sedang menungguku
di villa penantian. Meskipun dia tak mungkin membaca puisi ini, namun hatinya
mampu membaca perasaanku saat ini. Karena puisi ini adalah perasaan yang
ada di hatiku saat ini.

BY: Istifham

Label:


Baca Selengkapnya...!

Selasa, Januari 15, 2008

Makhluk Bernama Wanita

Oleh: Syarif Istifham

Wanita adalah makhluk Tuhan yang indah
Wanita tercipta dalam tabiatnya yang lemah
Wanita memiliki satu perasaan yang lembut
Wanita patut mendapatkan sentuhan lembut

Wanita membuat hidup ini jadi penuh warna
Wanita menjadi hiasan di tiap-tiap tempat
Wanita menjadi keindahan tersendiri bagi
Kaum lelaki pada setiap masa dan zaman

Cinta, kasih, dan sayang ada pada mereka
Untuk siapa saja yang dicintai oleh mereka
Yaitu orang yang bisa menjaga hati mereka
karena hanya dia yang pantas untuk mereka

Wanita selalu berharap akan perhatian lebih
Wanita selalu mendamba akan pelipur sedih
Wanita selalu minta pengertian dari laki-laki
Wanita selalu ingin tanggungjawab dari lelaki

Wanita di balik kelemahan mereka meyimpan
kekuatan yang sangat dahsyat dan luar biasa
kekuatan itu bersumber dari sebuah perasaan
perasaan itu tumbuh dan bersemi dalam hati

Beruntunglah bagi mereka yang memiliki wanita
karena wanita adalah penenang hati kala gundah
karena wanita bisa menjadi teman saat kesepian
karena wanita adalah simpanan paling berharga

Wanita bak mutiara yang berkilauan....
Wanita bak bintang yang bercahaya....
Wanita bak embun sejuk di pagi hari...
Wanita bak udara segar di pagi hari...

Wanita bak ular yang siap menggigitmu...
Wanita bak racun yang siap membunuhmu...
Wanita bak pedang yang siap memotong lehermu...
Wanita bak duri yang siap menusuk tubuhmu....
Hati-hati dengan wanita.........!

BY: Istifham

Label:


Baca Selengkapnya...!

Sabtu, Januari 12, 2008

Tak Selamanya

Oleh: Syarif Istifham


Tak selamanya matahari bersinar

Tak selamanya bulan beredar
Tak selamanya bintang berpijar
Tak selamanya bumi berputar

Tak selamanya waktu bergulir
Tak selamanya angin berdesir
Tak selamanya pantai berpasir
Tak selamanya muara berhilir

Tak selamanya si kaya tertawa ceria
Tak selamanya si miskin terlunta-lunta
Tak selamanya si pandai berjaya
Tak selamany si bodoh terpedaya

Tak selamanya cinta itu indah
Tak selamanya rindu itu gundah
Tak selamanya benci itu salah
Tak selamanya hati itu merah

Tak selamanya hidup menyenangkan
Tak selamanya mati menakutkan
Tak selamanya suka meng-enakkan
Tak selamanya duka meresahkan

Tak selamanya.......
Tak selamanya.......

Tak ada di dunia ini yang selamanya
Tak ada dalam hidup ini yang abadi
Yang selamanya hanya ada satu
Yang abadi itu cuma ada satu
Yaitu Tuhan yang Maha abadi dan selamanya

Kairo, 1 Muharram 1429 H

Label:


Baca Selengkapnya...!

Kamis, Januari 10, 2008

Ritme Malam


Oleh: Syarif Istifham

Bila ritme malam mulai berlabuh
Saat kaum sufi bersujud&bersimpuh
Berdialog mesra penuh sahaja dengan Tuhan
Butiran air mata pun kian berjatuhan

Ku hanya bisa bermain dengan Imajinasiku
Meluapkan segala apa yang ada di dadaku
Sambil ku goreskan pena di tanganku
Di atas kertas putih buku Diaryku

Kini tahun telah berganti yang baru
Amal mereka tetap tak bisa ku tiru
Masihkah ada sedikit cahaya di hatiku
Untuk sekedar menerangi jalanku


Ku tak bisa menjadi seperti mereka
Yang selalu dzikir dalam suka&duka
Hatiku tak bisa sebening hati mereka
Yang dari segala kotoran merdeka

Ya Rabb....
Aku iri melihat mereka....
Aku cemburu dengan mereka.....
Aku tak bisa seperti mereka......
Aku ingin seperti mereka.......

Ya Rabb....
Meski ku tak setulus mereka.....
Meski ku tak sepatuh mereka....
Aku tetap mendamba cintaMU
Aku tetap berharap ridloMU

Kairo, 1 Muharram 1429 H

Label:


Baca Selengkapnya...!

Kamis, Januari 03, 2008

Pagiku Di kairo

Oleh: Syarif Istifham

Seiring semilirnya angin di pagi hari
Membelai mesra kulit halus tubuhku
Membuatku bangun dari lelap tidurku
Hingga ku tahu matahari sedang menyambutku

Tubuhku menggigil kedinginan penuh resah
Saat udara musim dingin menyusup ke jasadku
Hampir saja darahku membeku kedinginan
Tapi sinar mentari menyelimutiku penuh hangat
Seakan jelmaan sentuhan lembut tangan ibuku

Di saat itulah penjual-penjual
'isy, ful,tho'miya dan salathoh
Berderetan di pinggir jalan
menunggu pembeli datang mebeli

Lalu aku berjalan menuju mereka
karena tak tahan lapar perutku
Untuk sekedar menenangkan
gelisah cacing-cacing dalam perutku

Aku bersama para 'amu misr
Aku tak peduli dengan Ocehan
Mereka yang tak suka dengan
Dengan kebiasaan sehari-hariku

Mungkin aku sangat rindukan ful
Ketika aku sudah tidak di sini lagi

Kairo, 14 desember 2007

Label:


Baca Selengkapnya...!

Rabu, Januari 02, 2008

Merenungi Hidup


Oleh: Syarif Istifham

Hidup ini bak rumput hijau
Selepas hujan di malam hari
Kemudian menguning lalu mati
Tanpa pernah kita renungi dan sadari

Musim semi begitu mengasikan
Musim gugur begitu menyedihkan
Musim dingin begitu meresahkan
Musim panas begitu menggarangkan

Gelombang badai menerpa alam
Gempa bumi meruntuhkan gedung-gedung
Gunung-gunung meluapkan kemarahanya
guntur pun ikut menunjukan keganasannya

Namun di balik segala yang mengerikan itu
Ada cinta dan kasih sayang Tuhan
Berupa hikmah yang terkandung di dalamnya
Bagi siapa saja yang mau memikirkannya

Begitulah Mayapada fana ini
Habis gelap terbitlah terang
Hilang terang hadirlah gelap
Berputar tanpa jelas ujung pangkal
Mengisi ruang-ruang hidup ini

Semua itu hanyalah bak fatamorgana
Begitu mempesona dari kejauhan
Tapi menghilang saat kita dekati
Sungguh tipu daya yang nyata

Kairo, 10 november 2007

Label:


Baca Selengkapnya...!

Minggu, Desember 30, 2007

Ingin SepertiMU

Oleh: Syarif Istifham

Kini hidupku tak se-indah dulu
Kini waktuku tak se-berharga dulu
Kini umurku tak se-muda dulu
Kini diriku tak se-semangat dulu

Kini ku menyesal...
Menyesal pun tak ada artinya
Kini ku menangis...
Menangis pun tak membuat semuanya kembali
Kini ku hanya tinggal pasrah
Kini ku hanya bisa berharap Berharap pada takdir

Kini….
Bukan kemarin juga bukan besok
Kini adalah kini yang aku berada di sini
Di sini hanya ada aku seorang
Di sini di mana aku berbisik dengan anganku

Yaa Robb…!
Bolehkah aku bertanya?
Mengapa aku di sini? Pun juga kini?
Bisakah aku lepas dari semua itu?
Karena aku bosan dengan itu semua

Aku ingin seperti diri-MU
Yang bebas dari itu semua
Bebas dari “kini” dan “di sini"
Walau ku tahu takkan pernah ada yang seperti-MU
Karena Engkau tak ada duanya

Ya Tuhan...!
Mukallafkah aku menginginkan seperti-MU?
Dosakah orang yang mempunyai keinginan sepertiku?
Jika iya maafkanlah karena Engkau Maha Pemaaf
Jika memang demikian ampunilah karena Engkau Maha Pengampun

Kairo, minggu 30 desember 2007

Label:


Baca Selengkapnya...!

Rabu, Desember 26, 2007

Warna Warni Cinta

Oleh: Syarif Istifham

Cinta adalah mutiara yang tak terbeli
Cinta adalah kesejukan di kala gersang menerpa
Cinta adalah bintang yang cahayanya paling terang
Cinta adalah putih di antara hitamnya dunia

Cinta adalah kebahagiaan yang menawarkan derita
Cinta adalah realita yang tak bisa dipungkiri
Cinta adalah pokok kehidupan
Cinta adalah misteri ilahi

Cinta adalah embun di pagi hari
Cinta adalah matahari yang memberi kehangatan
Cinta adalah anugerah terindah
Cinta adalah oase di tengah-tengah padang sahara
Cinta adalah rumah tempat berteduh

Cinta adalah virus yang siap menggerogoti para pecinta
Cinta adalah mother fucker
Cinta adalah jancuk…
Cinta adalah anjing…
Cinta adalah…
Cinta adalah…
Cinta adalah…

Hahaha………
I haven’t more word else…
One more!! Don’t be angry!

Label:


Baca Selengkapnya...!