<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374</id><updated>2011-11-12T19:11:18.070+02:00</updated><category term='Diaries'/><category term='Essays'/><category term='Poems'/><category term='Kitab'/><category term='Tokoh'/><category term='Cerpen'/><category term='Wacana'/><category term='Makalah'/><category term='Galery'/><title type='text'>KANG SARIP</title><subtitle type='html'>"Membimbing laku dengan akal, membimbing akal dengan hati, membimbing hati dengan Dzikir."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7686699425015238336</id><published>2011-06-07T20:27:00.000+02:00</published><updated>2011-06-07T20:28:47.935+02:00</updated><title type='text'>Iiqodhun Nufus Biqiroati Status (Membangkitkan Jiwa Dengan Membaca Status) II</title><content type='html'>Kanjeng nabi saw, kalaulah lisan manusia boleh mensifatinya, pastilah ia akan kelu sblm habis sifat yg ada padanya. Andai saja setiap saat ia merangkai kata2 pujian utknya, pastilah habis umurnya smntra masih banyak yg blm tersifati dari sosoknya. Cukuplah pujian dari Penciptanya sendiri yg mampu mensifatkan kesempurnaannya. "Wa innaka la'ala khuluqin 'adhiiim..." (Dan pujian ini senantiasa kekal se-kekal kalamNya)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari ketika sayyidina Uwais Al-Qorni Al-Yamani ra. sedang ngasih makan dan minum seekor anjing, beliau berkata kepada anjing itu; "Hai kamu, tolong jangan sakiti aku, aq tidak akan menyakitimu. Adapun jika nanti di hari kiamat aq melewati shirot dengan selamat sampai di surga, maka aku lebih baik darimu. Namun jika aku terjatuh dari shirot dan masuk neraka, maka kamu lebih baik dariku" Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Tuhan menghendaki, maka semua manusia akan taat dan beriman. Sbgmn yg terjadi pada planet2, matahari, bintang, bulan, awan, angin, gunung, tetumbuhan, hewan2 di darat dan di laut. Tapi Tuhan tidak menghendaki manusia spt mrka semua, krn manusia adlh ciptaanNya yang paling istimewa, karenanya iman dan taat mereka jg harus istimewa. Iman dan taat yang karena cinta dan sukarela, bukan karena terpaksa!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ho No Co Ro Ko Do To So Wo Lo Po Do Jo Yo Nyo Mo Go Bo Tho Ngo, Kumpulno dunyomu sak akeh-akehe, kuatno awakmu sak kuwat-kuwate, pinterno akalmu sak pinter-pintere, duwurno pangkatmu sak duwur-duwure, awakmu bakal MATI. Mung Gusti Allah sing sugih, mung Gusti Allah sing kuwat, mung Gusti Allah sing pinter, mung Gusti Allah sing paling duwur. "Kullu Man 'Alaiha Fan, Wa Yabqo Wajhu Robbika Dzul Jalaali Wal Ikrom..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan menuju stasiun akhir (Allah SWT) sebagaimana disebutkan dalam al-qur'an, "wa anna ila robbikal muntaha..." selama hidup ini masih berjalan adalah langkah pertama, langkah pertama, langkah pertama, terus tetap pada langkah pertama. Hingga ajal menjeput! Ya Robbi Sallimna sallimna sallimna likai nalqoka wa nahnu salimin...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesedihan adalah makhluk. karenanya ia bisa kita sapa dan kita ajak berbicara untuk menurut kepada kita. Menyuruhnya bukan berarti mengusirnya atau membuat dia tidak ada, melainkan sekedar agar kesedihan kita itu tidak sampai dirasakan oleh orang lain akibatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di zaman yg matre kya gini susah sekali rasanya untuk tidak matre, tapi setidaknya kita masih diberi iman meskipun kadang seperti gak beriman, masih mau shalat meskipun hampir tidak pernah khusyu', masih mau mendengarkan adzan meskipun belum tentu mendatanginya, masih kadang-kadang mau membantu orang lain klo diminta. Ya lumayan lah, daripada gak sama sekali! "Ma la yudroku kulluh, la yutroku kulluh"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah karena ketulianku, maka aku tak bisa mendengar? ataukah karena kebodohanku, maka aku tak tahu? ataukah karena kerasnya hatiku, maka aku tak merasa? Tuhanku memanggil2ku saat aku hampir hanyut dalam lumpur dosa, dengan panggilan yg lebih dari panggilan seorang ibu pada anaknya," Duhai hambaku yg terlampau kejam atas dirinya sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmatKu, karena AKU mengampuni setiap dosa".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meskipun Aku belum pernah menatap wajah beliau yang elok nan indah mempesona "habibunal mustofa", tapi alhamdulillah, aku pernah menatap wajah orang yang pernah melihat orang yang pernah melihat orang yang pernah melihat sampai kepada orang yang pernah melihat beliau shalawatu robbi wa salaamuhu 'alaih...!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammadin khoiril kholaiq, sholatan nanalu biha husnar rofiq, wa amaanat thoriq, wal faroja min kulli syiddatin wa dliiq, bihurmatin nabiyyi wash shiddiq, wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallim...!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengajari kita bagaimana caranya shalat, baca qur'an, qiyamullail, zakat, puasa, haji, dan sedekah. Tapi jg mengajari kita bagaimana caranya mencintai, menyayangi, mengasihi, menyantuni, memaafkan, memahami orang lain, dan meramaikan serta merawat bumi, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlahan airmataku pun mengalir mengikuti sepanjang jalan, bukan karena aku tak makan tak minum, tak berbaju, ataupun tak bertempat tinggal. Tapi lebih karena malu dengan diriku sendiri yang selalu saja menganiaya diri sendiri, sementara Tuhan selalu sayang kepadaku. Astaghfirullah...!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan, diantara kami memang tidak ada yang sempurna... itu karna Engkau menciptakan kami begini adanya. Jadi tidak ada alasan bagi siapa pun dari kami untuk menganggap bahwa dirinya lebih sempurna dari yang lain, karena itu tidak sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh Allah lebih bahagia dengan taubatnya orang mukmin daripada bahagianya kalian dengan kembalinya barang milik kalian setelah hilangnya. Ya Rabb, Tubna ilaik, fabirohmatika wa fadllika faqbal taubatana ilaik....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buatlah Tuhanmu ridlo kepadamu,... karena jika Dia sudah ridlo kepadamu, maka sebesar apapun kesalahan yang sudah kamu lakukan, pasti akan dimaafkan. Sebaliknya, sebanyak apapun kebaikan yang sudah kamu kerjakan, jika Dia tidak ridlo, maka yang dilihat dari kamu adalah kesalahan2mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta, ketulusan, serta kasih sayang yang murni karena Allah... Itu yang akan tetap hidup, meskipun raga telah mati. (mengenang hadlratus syeikh al-imam muhammad mutawalli asy-sya'rawi rahimahullah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Subhaanakallahumma khoiro mu'allimin, &lt;br /&gt;'allamta bil qolamil quruna ula &lt;br /&gt;Arsalta bittauroti musa mursyidan, &lt;br /&gt;wabnal batuli fa'allamal injila &lt;br /&gt;wafajjarta yanbu'al bayaani muhammadan, &lt;br /&gt;fasaqol haditsa wa nawalat tanzila&lt;br /&gt;~ Ahmad Syauqi ~&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keyakinan yang paling tidak bisa tergoyahkan oleh apapun dan oleh siapapun adalah keyakinan akan datangnya kematian!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7686699425015238336?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7686699425015238336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2011/06/iiqodhun-nufus-biqiroati-status_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7686699425015238336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7686699425015238336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2011/06/iiqodhun-nufus-biqiroati-status_07.html' title='Iiqodhun Nufus Biqiroati Status (Membangkitkan Jiwa Dengan Membaca Status) II'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4823284253980426105</id><published>2011-06-07T20:25:00.000+02:00</published><updated>2011-06-07T20:27:03.867+02:00</updated><title type='text'>Iiqodhun Nufus Biqiroati Status (Membangkitkan Jiwa Dengan Membaca Status) I</title><content type='html'>Cinta... Ringkasnya adlh anugerah tuhan, yg hampir tak seorangpun mns yg tdak diberi cinta, meskipun dgn kadar yg berbeda. Puncak terindah cinta adlh ktk 2 hati sudah menyatu, sementara yg paling menyedihkan adlh ktk orang yg kau cinta tdk mencintaimu.Spt kata penyair;"Aku dibuat gila oleh laila, sementara laila dibuat gila oleh selainku#Dan wanita selain laila dibuat gila olehku, sementara aku tidak menginginkannya"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kebaikanmu (yang diridloi Allah) akan berdampak/bermanfaat bukan hanya pada dirimu saja, tapi pada siapa saja yang Ia kehendaki. Khususnya keluarga serta keturunan-keturunanmu." *tafsir surat al-kahfi ayat 18* (kado cinta di malam jum'at, madrasatul hubb, 26 jumadil ula 1432 H)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;"Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang berkelahi, orang yang kuat bukanlah orang yang bisa bertindak sewenang-wenang, tapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan emosi saat dia marah, mampu menahan hasrat/keinginan saat dia hendak mengerjakan apa yg dilarang agama." (madrasatul hubb, 24 jumadil ula 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kita hidup di atas bumi ini sebenarnya hanya numpang saja sama orang-orang shalih, karena bumi ini diwariskan Allah bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk hamba-hambanya yang shalih-shalih. Maka dari itu, cintailah orang-orang shalih, hormati mereka, muliakan mereka, karena tanpa adanya mereka dunia ini sudah pasti kiamat. Robbi fanfa'na bibarkatihim, wahdinal husna bihurmatihim, wa amitna fi thoriqotihim..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Di saat Allah tahu bahwa terdapat kecintaan yang sangat besar di hati nabi muhammad kepada umatnya. Maka Allah memberikan pilihan kepada beliau, "Jika kamu mau, maka akan AKU serahkan urusan umatmu (sesuai keinginanmu) kepadamu." Apa jawab beliau? (perhatikan betapa cerdasnya beliau) jawab beliau; "Tidak Tuhanku, engkau lebih sayang kepada mereka daripada aku". Kemudian Allah melanjutkan:"fala ukhzika fihim abadan" (klo begitu, "maka AKU tidak akan menyia2kan (harapan)mu pada mereka.")Shallallahu 'alihi wa alihi wa ashabihi daiman...!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Munajat Nabi Ibarahim untuk kaumnya:"Gusti, tiyang2 ingkang nderek kulo niku bolo kulo gusti! Lajeng tiyang2 ingkang mboten purun nderek kulo nggih dos pundi saene, wong njenengan nyepuronan kemawon?!" Kanjeng nabi muhammad SAW ketika turun ayat,"walasaufa yu'thika robbuka fatardlo", matur dateng gusti Allah: "Menawi kados mekaten, kulo dereng bade ridlo menawi tesih wonten umat kulo teng neroko."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tuhanku, hamba adalah orang yang ahli maksiat, dan hamba malu untuk meminta sesuatu padaMu. Akan tetapi hamba hendak meminta kepada siapa lagi, sementara hanya Engkau yang kuasa memberi?!" *do'a ini mujarrob*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Uripo sak karepmu, awakmu bakal mati" Dadi nek wis wani urip, kudu wani mati. Nek ora wani mati yo ojo urip, Nek ora wani urip yo ndang matio. Wani mati tetep mati, ora wani mati yo tetep mati. Saiki wis kadung urip yo gelem ra gelem kudu siap-siap mati. (KH. Syairozi, lamongan, jatim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bila ku bersandar pada dinding kebenaran... Ku sadar bahwa cintaku hanyalah kesunyian..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesona cinta membutuhkan dua pijakan untuk bisa bertahan dalam waktu yang relatif lama. Maka tentang pesona fisik Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Adapun tentang pesona jiwa Rasulullah SAW bersabda: “Pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.” (resep cinta, madrosatul hubb, 14 jumadil ula 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Ya Rabb,.. Segala kecantikan adalah milikMu semata. Maka jangan engkau jadikan ia hijab antara diriku dan engkau, sebaliknya, jadikanlah ia pendorong sampainya hatiku kepadaMu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Sesuatu yang kau rasakan manis akan melupakanmu dari susah-payahmu untuk mendapatkan sesuatu itu." (manis cinta, madrasatul hubb, 29 rabi' el-tsani 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Semakin banyak yang kau cintai, maka akan semakin banyak kau tersakiti. Karena suatu saat kau pasti berpisah darinya, sementara duri-duri cinta siap melukai."(derita cinta, madrasatul hubb, 29 rabi' el-tsani 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Ku kan terus memandangmu sampai ku temukan keindahanmu, atau lebih baik ku pejamkan saja mata ini agar ku tak dapat menemukan kejelekanmu." (pandangan cinta, madrasatul hubb, 26 rabi el-tsani 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allahumma kama farrochtahum fi hadzihid dunya, farrichhum fi tilkad daril akhiroh...! "Ya Allah, sebagaimana engkau telah membuat mereka gembira di dunia ini, buatlah mereka gembira di akhirat sana." (do'a sidi abu yazid al-bustomi untuk yang suka bersenang-senang di dunia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum jasad qta ini saling berkenalan dan berteman, jauh sebelum qta dilahirkan, ruh kita sudah lebih duluan saling berkenalan dan berteman...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"La ikroha fil hubb, liannal hubb khulushun niyyah", Tidak ada paksaan di dalam cinta, karena cinta adalah ketulusan niat.(tafsir cinta, madrasatul hubb, 23 rabi el-tsani 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Perpisahan yang disertai kerinduan, itu lebih baik daripada pertemuan yang disertai kejenuhan." (madrosatul hubb, madinat nasr, 17 rabi' el-tsani 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Man aroda el-dunya fa'alaihi birosulillah, wa man aroda el-akhiroh fa'alaihi birosulillah, wa man aroda huma fa'alaihi birosulillah... Liannahu shollallahu 'alaihi wasallam rohmatuddunya wa sa'adatul akhiroh. aktsiru minas sholati 'ala rosulillah...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allahumma nawwir 'uqulana bi'ilmi sayyidina rosulillah... Allahumma nawwir sulukana bifi'li sayyidina rosulillah... Allahumma nawwir qulubana bihubbi sayyidina rosulillah... ! Amien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika seorang wanita membutuhkan 1 laki-laki untuk dijadikan sebagai tambatan hatinya, maka seorang laki-laki butuh seribu wanita untuk dapat dilukai hatinya." (petuah grand syeikh madrosatul hubb, Ahmed Amiruddin bin Hosen al-Maduri)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teknologi semakin canggih, potensi kesabaran pun semakin berkurang... Ilmu pengetahuan memang semakin maju, tapi nilai kemanusiaan justru malah semakin mundur...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Berenang di samudra cinta rosulullah adalah dambaan setiap umatnya,.. akan tetapi sedikit sekali orang yang mampu menyelami ombak penderitaanya." Shallallahu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa'alaina ma'ahum daiman wa abadan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Saat seseorang terpaku dalam kesendirian, menon-aktifkan segenap perangkat indrawi, disusul membuka lebar mata dan pendengaran batin, serta menghadirkan penuh hati dalam alam malakut, seraya bergumam dalam Hati (bukan lisan): Allah-Allah-Allah, sehingga tertutup semua kekaguman pada diri dan kosmos, maka tak ada lain yang dilihatnya kecuali Allah SWT." ~Al-Ghozali, Kimia Kebahagiaan~&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Dua bersaudara yg berbeda aliran, yg 1 rajin beribadah n sufi, yg 1 nya nakal, rajin maksiat, keduanya tidur di 1 ruangan, tiba2 Nabi SAW hadir dlm mimpi sang pemaksiat" para hadirin pun tertawa takjub,.. "anta thobibul mudznibin ya rasulullah" (cerita Dr. habib yusri al hasani dr sang saksi mata)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hubungan cinta yang baik itu adlh yg dibangun dgn 2 hal, yaitu kesetiaan dan kejujuran. Tanpa keduanya itu, hubungan tak ubahnya hanya seperti sandawira. Krn qta gak tahu isi hati orang lain, maka kedua hal tersebut menjadi yg terpenting dalam sebuah hubungan cinta." (madrosatul hubb, 25 rabi'ul awwal 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lamon siro tesih gampang kebujuk pepahese gebyare dunyo, Iri drengki sugihe tonggo,... Iku tondo yen tesih kotor ati lan akalmu... (Sunan Tebu Ireng, Hadlrotus Sheikh Abdurrahman Wahid, rahimahullah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O, Wahai bidadari berhidung alif, berbibir mim, berdagu tsa, beralis nun, bermata zamrud, berambut malam, berkulit melati, berbau misik, bersuara kecapi, dan berhati sutra... Hampiri aku dalam mimpiku!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebanggan itu bermacam-macam type-nya, ada yang bangga karena menjadi putra/putri raja, ada yang bangga menjadi putra/putri pejabat, ada yang bangga menjadi putra/putri orang kaya, ada yg bangga menjadi putra/putri kyai, ada yang bangga kerja di perusahaan ini, ada yang bangga sekolah/kuliah di sekolah/universitas ini, dsb. tapi jarang ada yang bangga menjadi hamba Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali mengenang atau lebih tepatnya terkenang masa kecil, betapa girangnya mengeja "alif ,ba, ta", kemudian beranjak besar mengeja "utawi, iki, iku" dan seterusnya-seterusnya. Namun ketika skrg mengeja "kehidupan", memaknai i'rob dan tashrifnya terasa sangat sulit bagiku, karena memang semua itu butuh guru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapapun akal ini sudah berusaha merasionalkanmu, namun jiwa dan ruh ternyata lebih tajam menembus dinding-dinding keraguan... Aq sungguh merindukanMu!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kepenginmu ngerteni cacat-cacat sing neng njerone atimu, iku luih apik ketimbang kepenginmu ngerteni barang-barang gaib." {Sidi Ibn Athoillah As-sakandari}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhir2 ini aq koq gampang tersinggung klo baca al-qur'an ya? aq baca ayat-ayat utk orang2 kafir, tapi kok mirip aq? aq baca aya-ayat utk orang2 munafiq koq persis banget sama aq? trus aq coba baca ayat-ayat utk orang2 mukmin, lha koq gak mirip sama sekali?! Jan, qur'an koq nyindiran banget sih?!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang pertama kali menyambut ajaran islam adalah PEREMPUAN, yang pertama kali menjadi pendukung islam PEREMPUAN, yang pertama kali menyumbangkan hartanya untuk islam PEREMPUN, yang pertama kali syahid dalam islam PEREMPUAN, yang pertama kali shalat bersama nabi PEREMPUAN, serta masih banyak lg jasa PEREMPUAN untuk islam. Oleh karenanya, islam sangat menghormati dan memuliakan PEREMPUAN.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ketika dahi baginda nabi terluka, gigi beliau patah, dan beliau tersungkur ke dalam parit sebab kecerobohan sebagian para sahabat yang tidak menghiraukan keselamatan beliau, beliau hanya tersenyum. Lalu turunlah ayat "fabima rohmatin minallai linta lahum, wa lau kunta fadzdzon gholidzol qolbi lanfadldlu min haulik..." Allahumma sholli 'ala muhammad wa alihi wa shohbihi wasallim!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Semua pintu yang menuju kebahagiaan sejati tertutup, kecuali pintu Rasulullah SAW. Dan semua jalan yang menuju kebaikan universal terhalang, kecuali jalan Rasulullah SAW." {happy maulid, madrosatul hubb, 12 rabi'ul awwal 1432 H}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seseorang yang tahu diri setelah koreksi diri, wiridan batin itu cuman satu "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah." {dawuh gus miek Alm.}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah, &lt;br /&gt;Engkau adalah sutradara agung...&lt;br /&gt;dan aku-aku ini adalah hamba-hamba yang engkau dramakan&lt;br /&gt;aku adalah hambamu yang hina dina, penuh dosa, dan salah&lt;br /&gt;tanpa pengampunan dan kasih sayangmu, &lt;br /&gt;aku ini adalah hambamu yang paling rugi dan hancur&lt;br /&gt;{pesan cinta KH. Chamim Jazuli, "Gus Miek" Alm.}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Puncak keberagamaan seseorang adalah manakala dia sudah mampu bertaqwa dengan sebenar2-nya taqwa, dan ini tidak ada batasnya. Sampai pada derajat seorang nabi pun masih diperintahkan untuk bertaqwa "ya ayyuhan nabiyyu ittaqillah". Dan satu hal yg paling dekat dgn taqwa adalah "al-'adlu" (adil), adil kpd diri sendiri, adil kpd org lain, adil kpd alam, dan adil kpd Tuhan. "{madrosatul hubb, 10 Rabi'ul Awwal 1432 H}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada empat jalan untuk dapat melihat baginda nabi muhammad SAW.&lt;br /&gt;1. Dengan hati yang selalu ta'alluq (teringat) kepada beliau&lt;br /&gt;2. Dengan hati yang senantiasa merindukan beliau&lt;br /&gt;3. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah beliau&lt;br /&gt;4. Dengan mengabdikan diri untuk kemaslahatan ummat beliu&lt;br /&gt;{edisi bulan maulid, madrosatul hubb, 9 Rabi'ul Awwal 1432 H}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Hati ini adalah ibarat gelas,.. Jika kau tuangkan air ke dalamnya, maka udara yang ada dalam gelas itu akan keluar. Sementara jika kau kosongkan gelas itu, maka udara lah yang akan mengisi kekosongan itu." (eL-Ghozali, madrasat el-Hubb, 23 Shafar 1432 H) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengertian "syaabbun" ya diwanti2 kanjeng nabi utk segera menikah adalah berkisar antara umur 15 (awal baligh) sampai umur 30, pendapat yang lain mengatakan sampai 32, pendapat lain sampai 40. Jadi bagi yang umurnya sudah lebih dari 30, jgn merasa sudah terlambat, sebab masih ada 2 pendapat lagi yang lebih toleran. (Hadits Maudlu'i, tgkt 3 fak. ushuluddin, jur. dakwah, Al-azhar, kairo)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Kerinduan adalah bak kematian yang pada saat ia datang, tak satu pun orang mampu menolaknya. Bagi seorang pecinta adalah tak ada daya baginya mengusir kerinduan itu, kecuali jika ia sudah berjumpa dengan kekasihnya."(madrasatul hubb, 14 shafar 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada saat kau membaca al-qur'an maka hampir seluruh panca inderamu berdzikir. Lidahmu, matamu, telingamu, tanganmu, akalmu, dan juga hatimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seorang kyai atau mursyid yang bersembunyi (dari terlihatnya cacat-cacat yang ada pada dirinya) di balik karomah-karomahnya, tak ubahnya adalah seperti seorang perempun yang bersembunyi (dari terlihatnya darah haid yang keluar dari kemaluannya) di balik kecantikan serta keindahan sosoknya." (Sidi Ahmad Rifa'i, madrosatul hubb, 10 shafar 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Aku akan dikumpulkan bersama fir'aun dan haman, jika aku memandang diriku lebih baik dari salah satu diantara kalian." Kata-kata yang sering diulang-ulang oleh Sayyid Ahmad Rifa'i hampir di setiap pengajian beliau. (madrosatul hubb, 10 shafar 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seandainya kita sebagai manusia diperbolehkan menyembah kepada sesamanya, maka orang yang paling pantas disembah adalah kedua orang tua yang telah melahirkan serta membesarkan kita." Allahumma farhamhuma kama robbayaani shoghiro, wajzihima 'anni afdlola wa akmala wa atamma ma jazaita bihi aban wa umman 'an auladihima ash-sholihin...! Amiiin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan pasti tahu belaka, bahwa aku belum cukup siap "membimbing". Makanya sampai sekarang aku belum dikarunia "pendamping". (Madrasatul Hubb, 3 Safar 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gak ada yang paling bisa ngertiin aku selain Robbku, tapi aku yang tidak tahu diri. O betapa Karim-nya Dia... O betapa laim-nya aku... (I'tirof, Madrosatul Hubb, 25 Muharram 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gus Dur “dicari” Tuhan, dan ditemukan di lorong-lorong kebudayaan, diketiak orang-orang miskin, dalam aliran derasnya keringat para buruh. Allah menemukan Gus Dur dalam alunan musik klasik, digedung-gedung bioskop dan di tengah-tengah supporter sepak bola. (Haul ke-1 KH. Abd. Wahid, madrosatul hubb, 24 muharram 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Sungguh, kasih sayang dan nikmat Allah berceceran dimana-mana, sehingga bagi yang mata hatinya terbuka ia akan sll melihat Allah di balik sgala sesuatu. Lisannya bertasbih dan bertahmid, akalnya bertafakkur dan beri'tibar, hatinya berdzikir dan bersyukur, badannya berbuat kebaikan-kebaikan." (renungan-renungan sufistik, madrosatul hubb, 24 muharram 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Sungguh jika engkau bernyanyi dengan kaum para perindu, niscaya mereka di dalam kerinduannya menjadi linglung." {Bahr Hazaj, salah satu birama dari 16 birama yang ada dalam bahasa arab)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Antara orang gila dengan orang majdzub bedanya sangat tipis sekali. Klo orang gila akalnya tertutup oleh kegelapan, sementara orang majdzub akalnya tertutup oleh cahaya." (dawuh seorang tokoh sufi besar, pengasuh madrosatul hubb, 20 muharram 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Jika ku melihat pada daya kemampuanku, maka pastilah aku kan putus asa. Tapi jika ku memandang pada qudrohNya, maka takkan pernah ada kata putus asa dalam hidupku." (makna bismillah, madrasatul hubb, 13 jumadits tsaniah 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kuingin seperti mereka...., kuingin cintaku kepadamu luruh dalam kehendak-Nya, kuingin cinta kita luluh dalam kelembutan-Nya, ku ingin cinta kita abadi dalam keabadian-Nya, kuingin cinta-Nya dalam cinta kita. Agar kita bisa mencinta-Nya, sekejap sampai di hadapan-Nya, bersama menatap wajah-Nya" (Madrosatul Hubb, 16 Muharrom 1432 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;antara aku dan kamu ada tautan cinta&lt;br /&gt;arwah kita sudah saling mencinta&lt;br /&gt;tersembunyi dibalik rahasia alam&lt;br /&gt;sebelum Allah mencipta lempungnya Adam. &lt;br /&gt;~Al-Imam Suhrowardi Al-Maqtul~&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ku ingin setiap aq terjatuh ada yang menantingku, setiap aku tersesat ada yang menarikku, setiap aq lupa ada yang mengingatkanku, setiap aq tidak tahu ada yang memberitahuku, dan setiap aq lagi butuh sesuatu ada yang memberiku. Namun sayangnya semua itu hanya bisa dilakukan Tuhanku, sementara aq jauh dariNya. Dan meskipun Dia sangat dekat denganku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimensi jarak dan waktu mungkin mampu memisahkan kita, tapi tidak untuk cinta kita. "Robbana ighfirlana wa li ikhwanina alladzina sabaquna bil iman..." (merajut cinta tanpa batas, madrosatul hubb, lailatul afroh, 13 Muharram 1432 H.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenali hamba-hamba yang mengenali Allah saja sudah cukup menentramkan hati, perasaan, dan pikiran. Lantas bagaimana yang dirasakan oleh mereka?! pastinya lebih indah dan lebih dahsyat daripada itu semua. Masyaallah... Tabaarokallah...! (Ghidzaur Ruh, madrosatul hubb, lailatul uns, 12 Muharram 1432 H.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Jangan kau tinggalkan dzikirmu, meskipun baru lisanmu yg berdzikir, belum sukmamu, belum hatimu, belum sirrmu, belum ruhmu! semoga dengan keistiqomahanmu berdzikir Dia akan mengangkatmu dari dzikir billisan, lalu bil 'aql, kemudian bil qolb, sampai dzikr birruh. Sehingga tak satu pun diantara anggota tubuhmu kecuali menyebut namaNya." (marotib el-dzikr, madrosatul hubb, 11 Muharram 1432 H.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tinta sudah terlanjur kering dan pena sudah di angkat tinggi-tinggi dari lauhnya, maka sekali-kali manusia tidak akan pernah dapat mengubah catatan hidupnya, kecuali atas izin dan kehendakNya. Inilah yang membuat hati seorang mukmin senantiasa ber-sa'i antara bukit khauf dan roja', selamanya begitu, sampai ruh lepas dari jasadnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku boleh ragu&lt;br /&gt;Kalian boleh ragu&lt;br /&gt;Mereka boleh ragu&lt;br /&gt;Tapi semua keraguan&lt;br /&gt;Tak akan menghapus kebenaran&lt;br /&gt;Firman Tuhan ~Hadlratus Shaikh, Hasyim Asy'ari~&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Orang yang lemah adalah orang yang berusaha merobohkan bangunan orang lain karena iri dan dengki, sementara ia sendiri tidak membangun apa-apa." (Nur Et-tahqiq Fi Shihhati A'mali Et-thariq, Hamid Ibrahim Muhammad Shaqr, Murid Syadziliyyah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;'Arsy adalah makhluk yg paling agung bentuknya, makanya untuk menunjukan kebesaranNya Tuhan berfirman; "Arrohmanu 'ala 'arsyi istawa". Namun di sisi yang lain, ada makhluk yg paling agung pangkat dan maknanya, sedangkan yang ini terbilang lebih agung daripada 'arsy, dia lah habibunal musthafa SAW. Tuhan berfirman; Seandainya bukan karena engkau (muhammad), maka tidak kuciptakan jagad raya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cintamu kepada lawan jenismu mudah-mudah saja, karena selaras dengan keinginan nafsumu. Berbeda dengan cintamu kepada orang-orang yang mencintaimu jauh sebelum tumbuhnya cintamu kepada mereka. Tahu kah siapa manusia yang paling mencintaimu?! Dia lah Al-Habib Al-Mahbub Sayyidul Kaunain Wats-tsaqolain Muhammad 'alaihi afdlolush sholati wa azkat taslim...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;O Hatiku, percayalah sepenuhnya pada Allah... Apapun yang menimpamu tak pernah luput dari campur tanganNya. Mendekatlah mendekatlah mendekatlah, kemudian nyatakan bahwa Dia benar-benar maha dekat. (tarwiihul arwaah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Aku jatuh cinta kepadanya sebelum aku mengenal cinta, lalu panah cintaku kebetulan mengenahi hati yang kosong, maka kokohlah cinta itu" (kawakib ad-durriyyah fi tarojimi saadatis shufiyyah)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4823284253980426105?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4823284253980426105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2011/06/iiqodhun-nufus-biqiroati-status.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4823284253980426105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4823284253980426105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2011/06/iiqodhun-nufus-biqiroati-status.html' title='Iiqodhun Nufus Biqiroati Status (Membangkitkan Jiwa Dengan Membaca Status) I'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3849746636489870474</id><published>2010-07-20T23:56:00.002+03:00</published><updated>2010-07-20T23:59:36.465+03:00</updated><title type='text'>Sayyidul Kaunain Wa Ats-Tsaqolain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYOMwGv-8I/AAAAAAAAAoA/McHrlAxCUBI/s1600/8433_159530029495_40569674495_2617108_6766713_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYOMwGv-8I/AAAAAAAAAoA/McHrlAxCUBI/s200/8433_159530029495_40569674495_2617108_6766713_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496096007486700482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dialah kekasih Yang Maha Pengasih&lt;br /&gt;Dialah wujud kasih sayang Allah bagi semesta alam&lt;br /&gt;Dialah cahaya kehidupan yg menyinari setiap jiwa yg tunduk merendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah makhluk termulia se-jagat raya&lt;br /&gt;Dialah yang paling baik dari sekian banyak orang-orang terbaik&lt;br /&gt;Dialah Permata diantara bebatuan&lt;br /&gt;Dialah cahaya yg pancarannya di atas sinar mentari&lt;br /&gt;Dialah manusia yg paling manusia, serta yg paling bisa memanusiakan manusia&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dialah yg paling sedap dipandang&lt;br /&gt;Dialah yg paling fasih tutur katanya&lt;br /&gt;Dialah pemimpin yg paling dicintai rakyatnya&lt;br /&gt;Dialah raja yg paling dipatuhi, bukan karena kekuatannya, tp karena kasih sayangnya&lt;br /&gt;Dialah yang paling lembut telapak tangannya&lt;br /&gt;Dialah yang paling bagus wajahnya, paling indah matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang paling wangi keringatnya&lt;br /&gt;Dialah yang senantiasa terjaga hatinya, meski tlah terpejam matanya&lt;br /&gt;Dialah satu-satunya yg paling didengar ucapannya, paling jujur "IYA" dan "Tidak"nya&lt;br /&gt;Dialah penerang setiap hati yg petang&lt;br /&gt;Dialah penunjuk jalan kebenaran yg sejati&lt;br /&gt;Dialah pembawa kebahagian dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah pusat tata surya di alam arwah&lt;br /&gt;Dialah 'Ars rohmaniahNya&lt;br /&gt;Dialah sayyidul kholaaiqi ajma'in&lt;br /&gt;Dialah "Al-Amin" (yang terpercaya)&lt;br /&gt;Dialah MUHAMMAD Ibni ABDILLAH, Ibn ABDIL MUTHOLIB, Ibn HASYIM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3849746636489870474?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3849746636489870474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2010/07/sayyidul-kaunain-wa-ats-tsaqolain_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3849746636489870474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3849746636489870474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2010/07/sayyidul-kaunain-wa-ats-tsaqolain_20.html' title='Sayyidul Kaunain Wa Ats-Tsaqolain'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYOMwGv-8I/AAAAAAAAAoA/McHrlAxCUBI/s72-c/8433_159530029495_40569674495_2617108_6766713_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-610563171391425374</id><published>2010-07-20T23:51:00.002+03:00</published><updated>2010-07-20T23:55:02.739+03:00</updated><title type='text'>Cumbu-Rayu Orang-Orang Arif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYMwSgL73I/AAAAAAAAAn4/RVul7lsqyt0/s1600/4381969221_90e8868d53.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYMwSgL73I/AAAAAAAAAn4/RVul7lsqyt0/s200/4381969221_90e8868d53.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496094418992361330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kau yang menguasai hari-hari&lt;br /&gt;Kepada-Mu kuhadapkan wajahku, tidak kepada yang lain&lt;br /&gt;Engkaulah yang mengabulkan setiap pinta dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai penguasaku, wahai penyembuh jiwa, wahai sandaran hidupku, &lt;br /&gt;Wahai Raja Diraja, Engkau memberikan kekuasaan dan kekuatan&lt;br /&gt;Kepada siapa saja yang memohon kepada-Mu, tanpa batas, tanpa hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, tak ada sandaran kecuali kepada-Mu.&lt;br /&gt;Tak ada pintu yang pantas kuketuk selain pintu-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, hapuskanlah segala kesalahan dan keburukanku.&lt;br /&gt;Lihatlah, betapa banyak kudapatkan nikmat-Mu,&lt;br /&gt;Namun kusia-siakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang maha mengabulkan doa, luruskanlah ketika aku&lt;br /&gt;salah langkah dan salah jalan&lt;br /&gt;Aku memohon kepada-Mu hapuskanlah dosa-dosaku.&lt;br /&gt;Sungguh semua dosa membebani langkahku, &lt;br /&gt;Selaksa alpa menodai jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku datang di sini, mengetuk pintu-Mu&lt;br /&gt;Maka sambutlah tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai kekasih hati, Engkaulah sang kekasih.&lt;br /&gt;Engkaulah ujung kerinduanku, tempat bermanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau sungguh maha dekat, tak berjarak dariku.&lt;br /&gt;Wahai penyembuh. mengingat-Mu adalah obat bagi segala penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Engkau maha menyembuhkan nestapa dan derita.&lt;br /&gt;Engkau matahari penyingkap tirai kegelapan bagi para&lt;br /&gt;pecintamu.&lt;br /&gt;Engkau bersinar selamanya, tiada akan pernah padam.&lt;br /&gt;Jika matahari kami terbenam di ujung hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari hati tiada akan pernah menepi.&lt;br /&gt;Matahari hati tak akan pernah hilang dan tenggelam.&lt;br /&gt;Ketika kegelapan turun meliputi seluruh isi bumi.&lt;br /&gt;Para pemilik hati kembali ke dekapan Kekasih sejati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-610563171391425374?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/610563171391425374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2010/07/cumbu-rayu-orang-orang-arif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/610563171391425374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/610563171391425374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2010/07/cumbu-rayu-orang-orang-arif.html' title='Cumbu-Rayu Orang-Orang Arif'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/TEYMwSgL73I/AAAAAAAAAn4/RVul7lsqyt0/s72-c/4381969221_90e8868d53.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-9113902614772785203</id><published>2009-11-15T02:53:00.001+02:00</published><updated>2009-11-15T02:54:45.404+02:00</updated><title type='text'>ASWAJA</title><content type='html'>By : Muchib Aman Aly &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahdlatul Ulama Cabang Libya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syekh Abu al-Fadl ibn Syekh 'Abdus Syakur al-Senori dalam kitab karyanya "Al- Kawakib al-Lamma'ah fi Tahqiqi al-Musamma bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama'ah" (kitab ini telah disahkan oleh Muktamar NU ke XXlll di Solo Jawa Tengah) menyebutkan definisi Ahlussunnah wal jama'ah sebagi kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi saw dan thoriqoh para sahabatnya dalam hal akidah, amaliyah fisik (fiqh) dan akhlaq batin (tasawwuf). Syekh 'Abdul Qodir al-Jilani mendefinisikan Ahlussunnah wal jama'ah sebagai berikut: "Yang dimaksud dengan as-Sunnah adalah apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW (meliputi ucapan, prilaku, serta ketetapan beliau). Sedangkan yang dimaksud dengan pengertian jama'ah adalah segala sesuatu yang yang telah disepakati oleh para sahabat Nabi SAW pada masa Khulafa' ar-Rasyidin yang empat yang telah diberi hidayah Allah."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara historis, para imam Aswaja dibidang akidah telah ada sejak zaman para sahabat Nabi SAW sebelum munculnya paham Mu'tazilah. Imam Aswaja pada saat itu diantaranya adalah 'Ali bin Abi Thalib RA, karena jasanya menentang pendapat Khawarij tentang al-Wa'du wa al-Wa'id dan pendapat Qodariyah tentang kehendak Allah dan daya manusia. Dimasa tabi'in ada beberapa imam, mereka bahkan menulis beberapa kitab untuk mejelaskan tentang paham Aswaja, seperti 'Umar bin 'Abd al-Aziz dengan karyanya "Risalah Balighah fi Raddi 'ala al-Qodariyah". Para mujtahid fiqh juga turut menyumbang beberapa karya teologi untuk menentang paham-paham diluar Aswaja, seperti Abu Hanifah dengan kitabnya "Al-Fiqhu al-Akbar", Imam Syafi'i dengan kitabnya "Fi Tashihi al-Nubuwwah wa al-Raddi 'ala al-Barohimah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Imam dalam teologi Aswaja sesudah itu kemudian diwakili oleh Abu Hasan al-Asy'ari (260 H – 324 H), lantaran keberhasilannya menjatuhkan paham Mu'tazilah. Dengan demikian dapat dipahami bahwa akidah Aswaja secara substantif telah ada sejak masa para sahabat Nabi SAW. Artinya paham Aswaja tidak mutlak seperti yang dirumuskan oleh Imam al-Asy'ari, tetapi beliau adalah salah satu diantara imam yang telah berhasil menyusun dan merumuskan ulang doktrin paham akidah Aswaja secara sistematis sehingga menjadi pedoman akidah Aswaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan sejarah selanjutnya, istilah Aswaja secara resmi menjadi bagian dari disiplin ilmu keislaman. Dalam hal akidah pengertiannya adalah Asy'ariyah atau Maturidiyah. Imam Ibnu Hajar al-Haytami berkata: Jika Ahlussunnah wal jama'ah disebutkan, maka yang dimaksud adalah pengikut rumusan yang di gagas oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. Dalam fiqh adalah madzhab empat, Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Dalam tasawuf adalah Imam al-Ghozali, Abu Yazid al-Bisthomi, Imam al-Junaydi dan ulama-ulama lain yang sepaham. Semuanya menjadi diskursus Islam paham Ahlussunnah wal jama'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teks, ada beberapa dalil Hadits yang dapat dijadikan dalil tentang paham Aswaja, sebagai paham yang menyelamatkan umat dari kesesatan, dan juga dapat dijadikan pedoman secara substantif. Diantara teks-teks Hadits Aswaja adalah:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَ سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً  كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً قَالُوا : مَنْ هم يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدوَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abi Hurayrah RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Terpecah umat Yahudi menjadi 71 golongan. Dan terpecah umat Nasrani menjadi 72 golongan. Dan akan terpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu. Berkata para sahabat: "Siapakah mereka wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab: "Mereka adalah yang mengikuti aku dan para sahabatku.". HR. Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inti paham Ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja) seperti yang tertera dalam teks Hadits adalah paham keagamaan yang sesuai dengan sunnah Nabi SAW dan petunjuk para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Aswaja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena secara substansi paham Aswaja adalah Islam itu sendiri, maka ruang lingkup Aswaja berarti ruang lingkup Islam itu sendiri, yakni aspek akidah, fiqh, dan akhlaq. Seperti disebutkan oleh para ulama Aswaja, bahwa aspek yang paling krusial diantara tiga aspek diatas adalah aspek akidah. Aspek ini krusial karena pada saat Mu'tazilah dijadikan paham keagamaan Islam resmi pemerintah oleh penguasa Abbasiyah, terjadilah kasus mihnah yang cukup menimbulkan keresahan ummat Islam. Ketika Imam al-Asy'ari tampil berkhotbah menyampaikan pemikiran-pemikiran teologi Islamnya sebagi koreksi atas pemikiran teologi Mu'tazilah  dalam beberapa hal yang dianggap bid'ah atau menyimpang, maka dengan serta merta masyarakat Islam menyambutnya dengan positif, dan akhirnya banyak umat Islam menjadi pengikutnya yang kemudian disebut dengan kelompok Asy'ariyah dan terinstitusikan dalam bentuk Madzhab Asy'ari. Ditempat lain yakni di Samarqand Uzbekistan, juga muncul seorang Imam Abu Manshur al-Maturidi ( W. 333 H) yang secara garis besar rumusan pemikiran teologi Islamnya paralel dengan pemikiran teologi Asy'ariyah, sehingga dua imam inilah yang kemudian diakui sebagai Imam penyelamat akidah keimanan,karena karya pemikiran dua imam ini tersiar keseluruh belahan dunia dan diakui sejalan dengan sunnah Nabi SAW serta petunjuk para sahabatnya, meskipun sebenarnya masih ada satu orang ulama lagi yang sepaham yaitu Imam al-Thohawi (238 H – 321 H) di Mesir, akan tetapi karya beliau tidak sepopuler dua imam yang pertama. Akhirnya para ulama  menjadikan rumusan akidah Imam Asy'ari dan Maturidi sebagai pedoman akidah yang sah dalam Aswaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara materiil banyak produk pemikiran Mu'tazilah yang karena metodenya lebih mengutamakan akal daripada nash (Taqdimu al-'Aql 'ala al-Nash), dinilai tidak sejalan dengan sunnah, sehingga sarat dengan bid'ah, maka secara spontanitas para pengikut imam tersebut bersepakat menyebut sebagai kelompok Aswaja, meskipun istilah ini bahkan dengan pahamnya telah ada dan berkembang pada masa-masa sebelumnya, tetapi belum terinstitusikan dalam bentuk madzhab. Karena itu secara historis, term aswaja baru dianggap secara resmi muncul dari periode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dari segi paham telah berkembang sejak masa 'Ali bin Abi Thalib KW tetapi dari segi fisik dalam bentuk madzhab baru terbentuk pada masa al-Asy'ari, al-Maturidi dan al-Thahawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan sejarah selanjutnya, istilah Aswaja secara resmi menjadi bagian dari disiplin ilmu keislaman. Dalam hal akidah pengertiannya adalah Asy'ariyah atau Maturidiyah, dalan fiqh adalah madzhab empat dan dalam tasawuf adalah al-Ghozali dan ulama-ulama yang sepaham. Semuanya menjadi diskursus Islam paham Sunni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup yang kedua adalah syari'ah atau fiqh, artinya paham keagamaan yang berhubungan dengan ibadah dan mu'amalah. Sama pentingnya dengan ruang lingkup yang pertama, yang menjadi dasar keyakinan dalam Islam, ruang lingkup kedua ini menjadi simbol penting dasar keyakinan. Karena Islam agama yang tidak hanya mengajarkan tentang keyakinan tetapi juga mengajarkan tentang tata cara hidup sebagai seorang yang beriman yang memerlukan komunikasi dengan Allah SWT, dan sebagai makhluk sosial juga perlu pedoman untuk mengatur hubungan sesama manusia secara harmonis, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Dalam konteks historis, ruang lingkup yang kedua ini disepakati oleh jumhur ulama bersumber dari empat madzhab, yakni Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Secara substantif, ruang lingkup yang kedua ini sebenarnya tidak terbatas pada produk hukum yang dihasilkan dari empat madzhab diatas, produk hukum yang dihasilkan oleh imam-imam mujtahid lainnya, yang mendasarkan penggalian hukumnya melalui al-Qur'an, Hadits, Ijma' dan Qiyas, seperti, Hasan Bashri, Awza'i, dan lain-lain tercakup dalam lingkup pemikiran Aswaja, karena mereka memegang prinsip utama Taqdimu al-Nash 'ala al-'Aql (mengedepankan daripada akal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup ketiga dari Aswaja adalah akhlak atau tasawuf. Wacana ruang lingkup yang ketiga ini difokuskan pada wacana akhlaq yang dirumuskan oleh Imam al-Ghozali, Yazid al-Busthomi dan al-Junayd al-Baghdadi, serta ulama-ulama sufi yang sepaham. Ruang lingkup ketiga ini dalam diskursus Islam dinilai penting karena mencerminkan faktor ihsan dalam diri seseorang. Iman menggambarkan keyakinan, sedang Islam menggambarkan syari'ah, dan ihsan menggambarkan kesempurnaan iman dan Islam. Iman ibarat akar, Islam ibarat pohon. Artinya manusia sempurna, ialah manusia yang disamping bermanfaat untuk dirinya, karena ia sendiri kuat, juga memberi manfaat kepada orang lain. Ini yang sering disebut dengan insan kamil. Kalau manusia memiliki kepercayaan tetapi tidak menjalankan syari'at, ibarat akar tanpa pohon, artinya tidak ada gunanya. Tetapi pohon yang berakar dan rindang namun tidak menghasilkan buah, juga kurang bermanfaat bagi kehidupan. Jadi ruang lingkup ini bersambung dengan ruang lingkup yang kedua, sehingga keberadaannya sama pentingnya dengan keberadaan ruang lingkup yang pertama dan yang kedua, dalam membentuk insan kamil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya tidak ada perbedaan secara prinsipil diantara kelompok dan madzhab dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dalam hal sumber ajaran Islam, semuanya sama-sama meyakini al-Qur'an dan al-sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, para ulama dari masing-masing kelompok tidak ada yang berbeda pendapat mengenai pokok-pokok ajaran Islam, seperti keesaan Allah SWT, kewajiban shalat, zakat dan lain-lain. Tetapi mereka berbeda dalam beberapa hal diluar ajaran pokok Islam, lantaran berbeda didalam manhaj bepikirnya, terutama diakibatkan oleh perbedaan otoritas akal dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an dan teks-teks sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing masing firqah dalam pemikiran Islam, memiliki manhaj sendiri-sendiri. Mu'tazilah disebut kelompok liberal dalam Islam. Keliberalan Mu'tazilah, berpangkal dari paham bahwa akal sebagai anugerah Allah SWT, memiliki kekuatan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT dan hal-hal yang dianggap baik dan buruk. Sementara bagi kelompok Asy'ariyah, akal tidak sanggup untuk mengetahui hal tersebut, kecuali ada petunjuk dari naql atau nash. Kelompok Maturidiyah sedikit lebih "menengah" dengan pernyataanya, bahwa perbuatan manusia mengandung efek yang disebut baik atau buruk, apa yang dinyatakan oleh akal baik, tentu ia adalah baik, dan sebaliknya, akan tetapi tidak semua perbuatan manusia pasti sesuai dengan jangkauan akal untuk menilai baik dan buruknya. Dalam keadaan seperti ini, maka baik dan buruk hanya dapat diketahui melalui naql atau nash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manhaj-manhaj ini dihubungkan dengan akidah, maka peran akal dan naql berkaitan dengan masalah-masalah ketuhanan, jika dikaitkan dengan masalah fiqh, maka peran akal dan naql berhubungan dengan perbuatan manusia (mukallaf), dan jika dikaitkan dengan akhlaq atau tasawuf, maka akal dan naql berhubungan dengan hubungan spiritual antara manusia dengan tuhannya. Baik dalam ruang lingkup akidah, fiqh dan tasawuf, Aswaja memiliki prinsip manhaj taqdimu al-nash 'ala al-naql. Maka paham keagamaan Aswaja dengan manhaj seperti itu selalu berorientasi mengedepankan nash daripada akal. Berbeda dengan paham Mu'tazilah, meskipun sama-sama mengacu pada nash, Aswaja tidak terlalu mendalam dalam menggunakan pendekatan akal, sehingga tidak memberikan akses, bahwa nash dalam agama harus sejalan dengan makna yang ditangkap oleh akal, tetapi akal hanyalah menjadi alat bantu untuk memahami nash yang karena itu penafsiran nash agama tidak selalu harus sejalan dengan akal. Meskipun dengan pertimbangan yang matang sekalipun, akal seringkali salah daya tangkapnya.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-9113902614772785203?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/9113902614772785203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/11/aswaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9113902614772785203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9113902614772785203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/11/aswaja.html' title='ASWAJA'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7152344357152349421</id><published>2009-07-17T23:18:00.002+03:00</published><updated>2009-07-17T23:21:22.974+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Santri, Rihlah, dan Barat</title><content type='html'>Oleh : Sumanto Al Qurtuby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan singkat ini ingin membahas tigal hal: santri, tradisi rihlah atau travelling untuk menuntut ilmu, dan Barat. Kata “Barat” ini mengacu pada kawasan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada), Eropa Barat, dan Australia. Fenomena para santri yang notabene atau diidentikkan dengan kultur tradisional, kampungan, udik, kolot, anti-modernitas, tidak ilmiah, dan berbagai label pejoratif lain, tiba-tiba belajar di negara-negara Barat yang didominasi Kristen dan bukan Timur Tengah yang sudah lama menjadi “sacred geography” bagi para santri dari “Jawi” -sebuah istilah yang tidak hanya mengacu pada kawasan Jawa saja tapi juga Indonesia dan Melayu secara umum- tentu saja menjadi isu yang menarik untuk dikaji dari sudut keilmuan. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa sebetulnya motivasi (motives) dan kepentingan (interests) kaum santri yang rela meninggalkan kampung halaman, berpisah dengan kerabat tercinta, untuk melakukan perjalanan ribuan mil guna sekolah di kampus-kampus “sekuler” Barat ini? Apakah dengan belajar di Barat mereka tetap memelihara indentitas ke-santri-an atau sebaliknya: menanggalkannya untuk kemudian larut dalam tradisi dan kebudayaan baru di tempat dimana mereka nyantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sekretaris jenderal Komunitas NU di Amerika Utara, saya sedikit mengetahui tentang “kaum sarungan” dan “jilbaban” khususnya dari Nahdhatul Ulama (NU) yang sedang thalabul ilmi atau bahkan sudah menyelesaikan studi di kampus-kampus berkualitas di Boston, Harvard, Temple, Chicago, Hawaii, Ohio, Emory, Berkeley, McGill, Leiden, Michigan, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu per satu. Tidak hanya nyantri, beberapa bahkan menjadi professor, research fellows, atau visiting scholars di berbagai institusi di Barat. Sebagian besar dari mereka menjadi keluarga besar Komunitas NU Amerika Utara yang jama’ah milis-nya tidak hanya terbatas di Amerika Serikat dan Kanada saja tapi juga Eropa, Australia, Salandia Baru, Mesir, dll. Hal menarik lain dari kaum “santri baru” ini adalah tidak hanya belajar masalah-masalah keislaman (Islamic studies) saja tetapi juga di berbagai bidang keilmuan lain seperti antropologi, sosiologi, politik, ekonomi, pemerintahan, biologi, lingkungan, social works, hukum, filsafat, hubungan internasional, manajemen, kimia, gender studies, fisika, dlsb.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dalam agama Islam, tradisi “travelling” ini sebetulnya seklasik Islam itu sendiri. Agama ini memuat berbagai ajaran yang mengandung unsur travelling ini, sebut saja hajj (pilgrimage), hijrah (emigrasi), ziarah (mengunjungi makam-makam keramat atau wisata rohani ke tempat-tempat bersejarah), atau rihlah (perjalanan untuk belajar, thalabul ilmi, seeking knowledge and wisdom, dan eksplorasi untuk menggali kebudayaan lain). Ini hanyalah sedikit contoh tentang “perjalanan yang diinspirasi atau didorong agama” (religiously inspired travel). Semua ajaran atau doktrin tentang travel ini tidak semata-mata “turisme lahiriyah” untuk sekedar menikmati indahnya kebudayaan negara atau daerah lain, tetapi juga “a journey of the mind” atau “an act of imagination,” untuk meminjam istilah antropolog Dale Eickelman yang banyak menulis tentang tradisi Islam dan kultur masyarakat Arab dan Timur Tengah dalam buku menarik yang ia edit bersama James Piscatori: Muslim Travellers: Pilgrimage, Migration, and the Religious Imagination. Doktrin hijrah misalnya bukan melulu berarti migrasi untuk mencari suaka aman dan menghindar dari keributan politik, atau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga bermakna, meminjam istilah Muhammad Khalid Masud, “a movement of the soul from a state of corruption to one of purity.” Doktrin hijrah ini seperti kisah “Keluaran” (Exodus) dalam Bible yang oleh sebagian sarjana dipandang sebagai metafor perubahan dari perbudakan dan belenggu (bondage) ke kebebasan (freedom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok tarekat Rahmaniyyah di Afrika Utara, seperti ditunjukkan dalam studi Julia Clancy-Smith, juga mempercayai ziarah ke makam-makam para pendiri tarekat mampu mengtransformasi keganduhan menjadi kebahagiaan batin dan pikiran, serta mengubah kutukan (damnation) menjadi keselamatan akhirat (salvation). Tradisi ziarah ke makam-makam para wali dan punden wong keramat untuk “ngalap berkah” juga sudah menjadi budaya atau “Islamicate,” meminjam istilah Marshall Hodgson, kaum santri dan kaum Muslim Nusantara. Sementara itu bagi sebagian perempuan Turki, seperti ditulis Nancy Tapper, partisipasi dalam ibadah haji dan ziarah (atau ziyaret dalam Turki) ke makam-makam wali dan kaum sufi serta mengunjungi festival agama dipandang sebagai “aksi penegasan” sekaligus simbol kesetaraan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana “doktrin-doktrin travelling” di atas, rihlah atau perjalanan untuk mecari pengetahuan (karena itu Sam Gellens menyebut rihlah sama dengan “thalabul ilmi”) juga memiliki beragam motif dan interes. Untuk bisa mengetahui motif dan interes dari sebuah “aksi sosial” bernama “rihlah” ini, maka penting untuk memahami konsep “center” sebagai “sacred space” yang begitu kental bagi Muslim. Ide pusat sebagai “sacred space” ini mengasumsikan pentingnya legitimasi agama bahkan politik buat umat Islam. Lembaga-lembaga “poros keilmuan keislaman” di Mekah, Madinah, Kairo, Fez, Qum, atau Jombang memiliki makna tersendiri buat kaum Muslim yang berfungsi untuk memelihara apa yang disebut “central authority.” Tetapi kini konsep “sacred biography” atau “sacred space” itu tidak lagi tunggal. Masing-masing individu santri dan kelompok keislaman memandang konsep ini secara beragam. Dalam hal ini Mekah, Kairo, Beirut, atau Qum yang selama ini menikmati sebagai “sacred space” bagi kaum Muslim mendapat “kompetitor” baru seperti Cambridge, Boston, Harvard, Temple, Berkeley, Oxford, Canberra, dlsb yang juga menawarkan program-program kajian keilmuan dan keislaman menarik.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Menyaksikan banyaknya kaum santri yang belajar di berbagai bidang ilmu pengetahuan di negara-negara Barat ini mengingatkan saya pada sejarah keislaman abad pertengahan di mana umat Islam berbondong-bondong menuntut ilmu di pusat-pusat peradaban: Baghdad, Damascus, Cordoba, Granada, Seville, dlsb. Kaum Muslim pada waktu itu tidak hanya ngaji di bidang fiqih, ushul, tasawuf, tafsir, akhlak, aqidah, hadith, dan semacamnya tapi juga ilmu-ilmu “warisan” Yunani sebut saja filsafat, matematika, ketatanegaraan, politik, biologi, kedokteran, geografi, astronomi, dan seterusnya. Pada waktu itu memang belum ada “segmentasi disiplin,” misalnya pemisahan secara ketat antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu sekuler seperti terjadi dewasa ini. Sistem pembelajaran yang terbuka dalam kultur akademik yang kosmopolitan ini baik pada periode Abbasiyah maupun Andalusiyah, mampu melahirkan para sarjana Muslim Polymath yang tidak hanya ahli dalam bidang fiqih, ushul fiqih, tafsir, dll tapi juga seni, sastra, zoology, dlsb. Pada periode yang disebut dengan “Islamic Golden Age” yang membentang dari abad ke-8 sampai abad ke-16 ini, para sarjana Muslim berkontribusi secara luas di berbagai bidang: filsafat, teologi, mistisisme, ekonomi, pertanian, industri, kesusasteraan, hukum, navigasi, anthropologi, biologi, sosiologi, dlsb. Para sarjana Muslim polymath yang menguasai berbagai bidang itu, al, al-Kindi, al-Razi, Ibn al-Jazzar, al-Tamimi, Ibn Sina, al-Jahiz, Ali ibn Ridwan, Abd al-Lathif, al-Biruni, Ibn Rusyd, Ibn Nafis, Abu Sahal al-Jurjani, Ibn Zuhr, Ibn Khaldun, Ibn Bajjah, al-Khwarizmi, Ibn al-Haytham, al-Muqaddasi, al-Mas’udi, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari tentang prestasi gemilang para sarjana Muslim abad pertengahan ini, Howard Turner dalam Science in Mediaval Islam menulis, “Muslim artists and scientists, princes and laborers, together made a unique culture that has directly and inderectly influenced societies on every continent” (Turner 1997: 270). Komentar Turner saya rasa tidak berlebihan mengingat proses transmisi pengetahuan berjalan dari Yunani ke Arab terus ke Andalusia. Melalui kota-kota pelajar di Andalusia inilah khazanah dan literatur keislaman di berbagai bidang itu kemudian “diserap” bangsa Eropa. Jamak diketahui jika para “santri” dari Eropa di abad pertengahan banyak yang menuntut ilmu ke Andalusia ini. Mereka inilah kelak yang berperan sebagai “agen intelektual,” “cultural broker” atau “transporter pengetahuan” yang menterjemahkan dan mendistribusikan khazanah pengetahuan keislaman yang warna-warni tadi dalam baju Eropa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sarjana Muslim dari Turki, Mehmet Bayrakdar, misalnya, pernah mengulas proses transmisi teori-teori evolusi biologi dari Arab/Andalusia ke Eropa. Menurut Bayrakdar, konsep-konsep evolusi Charles Darwin (1809-1882) dan juga beberapa biolog Eropa pre-Darwin seperti Linnaeus, Buffon, Lamarck, dll, berakar pada gagasan-gagasan yang dikembangkan oleh para biolog Muslim abad pertengahan seperti al-Jahiz (penulis Kitab al-Hayawan), al-Damiri (penulis “Hayat al-Hayawan”), Nuwairi (penulis Nihayah), Ibn Tufail (penulis Hay Ibn Yaqzan), Zakariya al-Qazwini (penulis buku kosmografi ‘Aja’ib al-Mahluqat), dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa Eropa terutama Latin seperti Hayat al-Hayawan yang diterjemahkan oleh sarjana Yahudi, Abraham Echellensis dan diterbitkan di Paris tahun 1674. Selain membaca terjemahan, para orientalis Eropa juga bisa langsung mengakses buku-buku tadi dalam bahasa Arab karena banyak di antara mereka yang mahir berbahasa Arab. Darwin sendiri, masih menurut Bayrakdar, mempelajari kebudayaan Islam di Cambridge di bawah otoritas orientalis Yahudi yang ahli Islam dan kebudayaan Arab, Samuel Lee. Tidak hanya dalam bidang biologi, di bidang keilmuan lain juga sama. Kharisma intelektual Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyd, atau Ibnu Arabi misalnya masih terasa sekali di dunia akademik Barat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Meskipun dunia Islam pasca tumbangnya Dinasti Andalusia dan merapuhnya otoritas Turki Usmani mulai menunjukkan keloyoannya seiiring meluasnya kolonialisme Eropa (terutama Inggris, Perancis, Belanda, Spanyol, dll) di berbagai kawasan Islam, tradisi rihlah untuk mencari ilmu pengetahuan dan menggali kebudayaan ini tidak sirna. Bahkan meskipun Belanda dulu mempersulit kaum Muslim “Jawi” untuk berangkat ke Mekah dan Madinah, semangat untuk menunaikan ibadah haji plus thalabul ilmi tetap menyala. Spirit untuk pergi ke Haramain semakin membara ketika pemerintah Hindia Hindia Belanda pada akhirnya melapangkan jalan bagi kaum Muslim untuk beribadah haji sejak pertengahan abad ke-19. Motif Pemerintah Belanda pada waktu itu adalah agar kaum Muslim menjadi saleh dengan demikian mereka akan sibuk melakukan “aktivitas keagamaan” dan melupakan “political activism” yang bisa membahayakan stabilitas politik pemerintah Belanda, sebuah ramalan yang celakanya keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijakan yang mempermudah ibadah haji ditambah dengan teknologi steamship yang mereka sponsori dan dibukanya Terusan Suez (tahun 1869), para kaum Muslim dari Melayu / Jawi yang berangkat ke Mekah dan Madinah menjadi membludak sehingga pada awal-awal abad ke-20 jamaa’ah haji dari “Tanah Jawi” ini menjadi kontingen terbesar di Mekah dan Madinah. Perlu diketahui bahwa kaum Muslim yang berhaji pada waktu itu tidak semata-mata didorong untuk menunaikan rukun Islam yang kelima saja, tetapi juga dalam rangka menuntut ilmu (baca, rihlah) di pusat-pusat keislaman seperti Mekah, Madinah, Damaskus, dan juga Cairo. Karena itu biasanya sehabis menunaikan ibadah haji, mereka tidak langsung pulang melainkan menetap beberapa bulan bahkan beberapa tahun di marakiz al-ilm-nya kaum Muslim bongso “Jawi” ini. Kelak, para jamaah haji inilah yang memegang peranan penting dalam proses diseminasi keislaman di Nusantara. Sepulang dari Mekah, Madinah, Kairo, dan tempat-tempat lain di Arab dan Timur Tengah, mereka kemudian mendirikan masjid, madrasah, dan pesantren yang kemudian menjadi conduit proses penyebaran Islam di negeri ini. Sampai pertengahan abad ke-20, arus umat Islam yang menuntut ilmu di Timur Tengah masih kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada awal-awal pemerintah Order Baru, arus ke Timur Tengah menurun seiring dengan kebijakan pemerintah waktu itu yang kurang friendly dengan “Islam Arab/Timur Tengah” karena dianggap sebagai sarang Islam garis keras. Revolusi Islam Iran tahun 1979 juga turut menambah “kewaspadaan” di pihak Orde Baru akan potensi Islam politik sehingga semakin menambah kerasnya kebijakan-kebijakan terhadap Islam. Meski begitu bukan berarti arus kaum Muslim ke Timur Tengah berhenti. Kaum Muslim hanya “istirahat” sejenak untuk mewacanakan “Islam politik” meski tetap melakukan “Islam kultural.” Baru pada akhir 1980an dan awal 1990an, Presiden Suharto sedikit mengubah kebijakan atas Islam dan mengganti ‘style keberagamaan’ dari “kejawen” ke arah yang lebih welcome dan ‘merangkul’ kaum Muslim. Ia sendiri, untuk menunjukkan “Islamic piety” dan komitmen keislaman dan kaum Muslim, berangkat ke Mekah untuk menunaikan haji, dan menjadi sponsor pendirian ICMI. Inilah era yang oleh Martin van Bruinessen disebut “santrinisasi” karena penampilan para petinggi negara dari sipil sampai militer yang “ke-hijau-hijau-an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbangnya Orde Baru membuat wajah Indonesia berubah: dari otoritarianisme ke democracy, dari “belenggu” ke kebebasan. Proses transisi politik ini juga membawa konsekuensi baru berupa kebebasan untuk menentukan “kiblat” pembelajaran. Maka travelling untuk menuntut ilmu ke manca negara, baik Timur maupun Barat, kembali menguat di kalangan Muslim termasuk kaum santri. Program-program beasiswa (scholarship) yang ditawarkan berbagai lembaga dan pemerintah Luar Negeri menjadi faktor terpenting yang membuat ghirah para santri tak terbendung untuk ikut berkompetisi dengan komunitas non-santri guna mendapatkan tiket beasiswa. Program beasiswa ini memang sudah ada sejak pemerintah Orde Baru tetapi hanya dapat diakses oleh “golongan tertentu” yang mempunyai relasi dengan pemerintah dan kroninya. Dalam semangat kronisme dan iklim kompetisi yang tidak sehat, kaum santri yang mayoritas terbelakang dan “lugu” jelas tidak mampu bersaing dengan “mereka” yang mempunyai akses dan jaringan ke pemerintah. Hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang bisa menikmati beasiswa waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang iklim sudah berubah. Kompetisi relatif sehat dan terbuka, meskipun tentu saja masih ada semangat “koncoisme” yang tidak sehat. Keterbukaan berkompetisi inilah yang membuat para santri berhasil melaju ke pusat-pusat peradaban intelektual di negara-negara Barat. Citra santri yang tidak kompetitif, tidak ilmiah, tidak berprestasi, tidak intelek, dll pun sedikit demi sedikit lebur siiring dengan semakin banyaknya alumni pesantren yang belajar di AS, Kanada, Australia, Eropa, dlsb. Tetapi satu hal yang penting dan menarik untuk dicatat, meskipun para santri ini mempelajari berbagai disiplin keilmuan dan dididik oleh (sebagian besar) para orientalis non-Muslim mereka tetap saja seorang santri yang lucu dan “lugu.” Mereka -kaum “santri baru” ini- meskipun tinggal di kota-kota modern dan metropolitan Barat juga bukan lantas larut dalam arus kebudayaan baru dimana mereka tinggal. Sebagai santri mereka mampu memilah dan memilih mana tradisi dan kebudayaan yang dianggap baik dan sebaliknya. Lebih lanjut, mereka juga tidak dengan serta merta mencampakkan tradisi pesantren dan NU tempat mereka dibesarkan seperti dituduhkan banyak orang, bahkan sebaliknya mereka merindukan dan memelihara tradisi-tradisi pesantren dan identitas santri: sarungan, kuplukan, kumpulan, tahlilan, dzibaan, tadarusan, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap para “santri baru” ini kelak menjadi sarjana polymath yang mumpuni di berbagai disiplin sebagaimana para ulama di abad pertengahan Islam. [] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newton, 14 May, 2009&lt;br /&gt;Sumanto Al Qurtuby, Mahasiswa Ph. D Boston University, Massachusetts, Amerika Serikat, dan Sekretaris Jenderal Komunitas NU Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7152344357152349421?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7152344357152349421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/07/santri-rihlah-dan-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7152344357152349421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7152344357152349421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/07/santri-rihlah-dan-barat.html' title='Santri, Rihlah, dan Barat'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4458709153980767901</id><published>2009-06-26T03:45:00.001+03:00</published><updated>2009-06-26T03:48:26.724+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Kemuliaan Laki-laki Dan Perempuan</title><content type='html'>Kemuliaan Laki-laki Dan Perempuan (Kajian Analitik Kitab Alfiyah Ibnu Malik)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu bait alfiyah dijelaskan bahwa amil yang me-rafa'kan mubtada' adalah amil ma'nawi ibtida', sedangkan yang me-rafa'kan khobar adalah mubtada'nya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Warafa'u mubtadaan bil ibtida' # Kadzaka Raf'u Khobarin bil mubtada'".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada paragraf di atas saya sudah menjelaskan arti secara harfiyah dari bait kitab alfiyah tersebut. Mungkin dari salah seorang pembaca ada yang belum tahu apa itu mubtada', apa itu khobar, dan apa itu amil. Untuk itu alangkah lebih baiknya saya menjelaskan terlebih dahulu definisi/pengertian dari masing-masing istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian ilmu nahwu (ilmu gramatika bahasa arab) ada beberapa istilah yang harus diketahui dan dipahami betul oleh kalangan pengkaji ilmu tersebut, semisal Fi'il (kata kerja), Fa'il (pelaku pekerjaan), Mubtada' (kata/kalimat inti), Khobar (Kata/Kalimat pelengkap). Rasanya susah menjelaskan tata bahasa arab dengan menggunakan istilah-istilah dalam bahasa indonesia, karena memang keduanya tidak sama satu sama lain. Tapi saya akan mencoba menjelaskannya dengan bahasa yang singkat dan mudah dipahami. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fi'il Fa'il dan Mubtada' khobar kalau di dalam bahasa indonesia biasa dikenal dengan istilah kalimat majemuk (kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang antarklausanya dihubungkan dengan konjungsi setara atau bertingkat). Atau juga bisa dipahami dengan subjek dan predikat. Contoh Fi'il Fa'il Misalnya; Muhammad (sudah, sedang, atau akan) berdiri. Kalimat tersebut apabila diungkapkan menggunakan bahasa arab menjadi Qoma/Yaqumu Muhammadun dengan didlommah akhirnya yaitu bunyi "dun" (dirafa'kan). Bukan dinashabkan "dan", ataupun dijarkan "din". Karena dalam kaidah ilmu nahwu fa'il/subjek hukumnya adalah dirafa'kan. Nah, yang merafa'kan ini dinamakan dengan "'Amil". Adapun amil itu sendiri terbagi menjadi dua; yaitu amil lafdzi (bisa diucapkan) dan amil ma'nawi (tidak bisa dilihat maupun diucapkan, adanya hanya di dalam hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja saya menjelaskan bahwa yang merafa'kan Fa'il adalah amil. Amil ada dua, ada yang lafdzi dan ada juga yang ma'nawi. Lalu, 'amil yang manakah yang meraf'akan Fa'il? Jawabnya, sebagaimana yang ada dalam kaidah nahwu, adalah amil lafdzi. Amil lafdzi di sini adalah Fi'ilnya Fa'il tersebut. Jadi kesimpulannya adalah bahwa yang merafa'kan Fa'il adalah fi'ilnya sendiri. Sama halnya dengan Fai'il, Mubtada juga hukumnya dirafa'kan. Hanya saja yang merafa'kannya tidak sama dengan yang merafa'kan Fa'il. Karena yang merafa'kan mubtada adalah 'amil ma'nawi, yaitu amil ma'nawi ibtida'. Tidak seperti halnya Fa'il yang dirafa'kan oleh amil lafdzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun contoh mubtada khobar ialah "Muhammadun 'Alimun" (Muhammad itu orang yang tahu), dengan dirafa'kannya kata "muhammadun dan 'alimun". Bukan dinashabkan "muhammadan'aliman", atau dijarkan "muhammadin'alimin". Karena sebagaimana yang telah saya jelaskan di depan bahwa hukumnya mubtada' itu sama dengan hukumnya fa'il, yaitu dirafa'kan. Adapun apa yang merafa'kan mubtada' juga sudah saya jelaskan di depan, yaitu amil ma'nawi ibtida'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembahasan yang sedang kita bicarakan di sini adalah tentang apa yang merafa'kan mubtada' dan yang merafa'kan khobar. Adapun maksud saya di sini bukanlah untuk menjelaskan tentang hal tersebut dari sisi harfiyahnya,akan tetapi dari sisi ma'nawiyahnya. Dalam bahasa yang lebih "nyentrik" biasa disebut dengan "pesan moral" dari bait alfiyah yang sedang kita kaji kali ini. Pesan moralnya apa?? mari kita kaji bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya mengibaratkanya, mubtada bagi saya ibarat seorang laki-laki, sedangkan khobar ibarat seorang perempuan. Mubtada' sebagaimana sudah kita ketahui bersama hukumnya adalah dirafa'kan. Dirafa'kan dalam terjemahan bahasa indonesia bisa diartikan dengan dimuliakan atau dijunjung tinggi. Jadi arti daripada mubtada' dan khobar itu dirafa'kan adalah bahwa keduanya mubtada' (Laki-laki) dan khobar (perempuan) sama-sama dimuliakan dan dihormati di Mata Allah. Hal ini sesuai sekali dengan Ayat Al-qur'an yang berbunyi; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Walaqod karromna bani adam...dst" &lt;/span&gt;(Dan sunnguh kami (Allah) benar-benar sangat memuliakan manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian telah kita ketahui bersama bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama mulia di hadapan Allah SWT. Akan tetapi kita masih belum mengetahui apa yang menyebabkan keduanya bisa mulia di hadapan Allah. Nah, dari bait alfiyah yang sedang kita kaji kali ini, kita dapat sedikit tahu bahwa yang menyebabkan laki-laki mulia adalah amil ma'nawi ibtida, yang bisa kita tafsirkan dengan "yang terdepan" atau "yang menjadi pemimpin". Sedangkan yang menjadikan perempuan mulia dan terhormat adalah mubtada', yang bisa kita tafsirkan sebagai "suami atau pimpinan". Makanya, banyak kita temukan ada istri pak haji dipanggil bu kaji, istri pak lurah dipanggil bu lurah, istri presiden dipanggil ibu negara, bahkan sampai istri-istri nabi sekalipun bisa memperoleh gelar sebesar "Ummahatul mu'minin" lantaran suami mereka, yaitu Nabi Muhammad SAW. Mereka (para istri) mulia disebabkan oleh suami-suami (mubtada') mereka. Wallahu A'lam Bishshawab.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, Malam Jum'at 26 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4458709153980767901?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4458709153980767901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/kemuliaan-laki-laki-dan-perempuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4458709153980767901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4458709153980767901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/kemuliaan-laki-laki-dan-perempuan.html' title='Kemuliaan Laki-laki Dan Perempuan'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7595810154740334660</id><published>2009-06-23T00:34:00.003+03:00</published><updated>2009-06-23T01:49:48.464+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Munajat Malam</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh: Syarif istifham&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Hamba tahu diri ini tak berarti apa-apa tanpa-MU&lt;br /&gt;Bagaimana tidak lebih tak berarti lagi jika Engkau melenyapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Jazad ini tak berdaya apa-apa tanpa pertolongan-Mu &lt;br /&gt;Bagaimana tidak lebih tak berdaya lagi jika Engkau membinasakannya&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Rahmat-Mu meliputi setiap apa yang ada di jagat raya ini&lt;br /&gt;Bagaimana hamba tidak Engkau rahmati jika bagian darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Engkau mengiming-imingi hamba surga dan segala isinya&lt;br /&gt;Bagaimana hamba tidak mengharapkan hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Engkau menakut-nakuti hamba dengan api neraka dan siksanya&lt;br /&gt;Bagaimana hamba tidak takut akan hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Padahal Engkau memerintahkan hamba untuk menyembah-Mu &lt;br /&gt;Hanya karena Engkau semata, bukan karena surga ataupun neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Engkau perintahkan hamba untuk selalu sabar&lt;br /&gt;Bagaimana hamba bisa sabar dengan apa yang hamba tidak ketahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Engkau perintahkan hamba untuk selalu bersyukur&lt;br /&gt;Bagaimana hamba bisa syukur padahal syukur itu sendiri butuh disyukuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Engkau yang maha terpuji....&lt;br /&gt;Engkau yang maha tahu....&lt;br /&gt;Engkau yang maha Rahman...&lt;br /&gt;Engkau yang maha Rahim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...&lt;br /&gt;Hamba pasrahkan segala urusan hamba kepada-Mu&lt;br /&gt;Karena hamba adalah semata-mata milik-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 22 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7595810154740334660?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7595810154740334660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/munajat-malam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7595810154740334660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7595810154740334660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/munajat-malam.html' title='Munajat Malam'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3808956524864429045</id><published>2009-06-13T19:56:00.002+03:00</published><updated>2009-06-13T20:03:56.308+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Rumah Keabadian</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana... &lt;br /&gt;ada wajah-wajah yang berkilauan&lt;br /&gt;menikmati warna-warni keindahan&lt;br /&gt;dimana tak ada mata pernah melihat&lt;br /&gt;tak ada telinga pernah mendengar&lt;br /&gt;tak sekalipun terlintas dalam benak&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kenikmatan yang tiada tara&lt;br /&gt;kenikmatan yang tak ada habisnya&lt;br /&gt;tak satupun manusia dapat mengiranya&lt;br /&gt;itulah kenikmatan yang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas semua itu&lt;br /&gt;ada yang lebih menggembirakan hati&lt;br /&gt;kegembiraan yang tak pernah ada sebelumnya&lt;br /&gt;yaitu menatap wajah agung sang kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana...&lt;br /&gt;ada wajah-wajah yang hitam&lt;br /&gt;merasakan pedihnya bermacam-macam siksaan&lt;br /&gt;siksaan yang tak akan berhenti meski sejenak&lt;br /&gt;mereka tiada hidup pun tiada mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah siksa yang sangat pedih &lt;br /&gt;tak seorangpun bisa lari darinya&lt;br /&gt;satu hari bagaikan seribu tahun&lt;br /&gt;terus menerus tanpa ada usai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah golongan yang menghuni rumah yang pertama&lt;br /&gt;dan celakalah golongan yang mendiami rumah yang kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 13 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3808956524864429045?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3808956524864429045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/rumah-keabadian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3808956524864429045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3808956524864429045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/rumah-keabadian.html' title='Rumah Keabadian'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7861129742171115116</id><published>2009-06-04T11:48:00.002+03:00</published><updated>2009-06-06T14:14:44.921+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Muslim Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim sejati tidaklah cukup hanya dengan memperkaya diri dengan amal-amal sholeh, ritual keagamaan, dan ilmu yang banyak. Di sana ada yang jauh lebih penting dan yang sebaiknya didahulukan/prioritaskan, yaitu menjaga perasaan sesama muslim dalam arti yang seluas-luasnya. Diantaranya ialah menjaga diri dari menyakiti sesama muslim, baik lewat ucapan maupun tindakan. Karena sebagaimana yang dijelaskan oleh Baginda Rasulullah SAW, bahwa seorang muslim adalah" Man salimal muslimuna min lisanihi wayadihi", yaitu orang yang senantiasa menjaga lisan dan tangannya dari menyakiti sesama muslim. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas sangat masyhur sekali dikalangan orang-orang islam, khususnya orang islam yang berpendidikan baik di pesantren maupun di luar pesantren yang berbasis pendidikan agama islam. Hadits tersebut memberikan banyak pelajaran bagi kita, jika kita mau merenungi dan men-tadabburinya. Diantara pelajaran yang dapat kita ambil dari situ ialah "Menjaga dari berbuat salah itu seharusnya lebih didahulukan dari berbuat kebajikan". Keterangannya bisa jadi sangat luas, namun di sini penulis tidak perlu berpanjang lebar menjelaskannya untuk menjaga supaya pembaca sekalian tidak bosan dengan penjelasan yang panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada hadits di atas, bahwa seorang muslim yang sejati -menurut kriteria Rasul- yaitu orang yang mana siapa dan apa saja yang ada di sekelilingnya merasa aman dari kejahatannya. Artinya patokan seorang muslim yang baik adalah dilihat dari sedikit-banyaknya berbuat kedzaliman, di samping juga harus menjaga dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah dibebankan (Mukallaf) Tuhan kepadanya.Bukan Malah sebaliknya, lebih mementingkan amal-amal kebajikan yang tidak seberapa nilainya dibanding menjaga hak-haknya sesama muslim. Hal ini sangat cocok sekali dengan kaidah fikih yang berbunyi; "Dar'ul mafasid muqoddamun 'ala jalbil masholih" (Menjauhi/meninggalkan kerusakan itu (seharusnya) didahulukan daripada menarik/berbuat kebaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita ambil contoh misalnya; kita hendak menghadiri majlis pengajian, tiba-tiba di tengah jalan kita menjumpai seseorang yang akan tenggelam di sungai. Menurut islam mana yang lebih diutamakan, tetap melanjutkan pergi ke pengajian atau menolong orang yang hendak tenggelam?? Jawabanya adalah menolong orang. Itu yang seharusnya didahulukan, karena menolong orang itu juga termasuk amal kebaikan, disamping juga menjaga dari kerusakan, yaitu supaya orang yang hendak tenggelam tidak jadi tenggelam. Anda bisa mengkiaskan contoh tersebut kepada segala hal yang serupa dengannya. Pilihan yang demikian sangat cocok sekali dengan firman Tuhan yang berbunyi" Faman zuhziha 'aninnari wa udkhilal jannata faqod faza" (Barang siapa yang diselamatkan dari api neraka kemudian dimasukkan ke dalam surga, maka dia adalah orang yang benar-benar beruntung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ketahui bersama bahwa pada firman Allah di atas, Dia mendahulukan "Zuhziha "aninnari" dari "Udkhilal Jannah" ini mengisyaratkan bahwa Dar'ul mafasid muqoddamun 'ala jalbil mashalih". Kiranya apa yang saya tuturkan dari ayat alqur'an dan hadits Rasul diatas sudah cukup sebagai dalil pendukung terhadap apa yang sudah saya paparkan di atas. Semoga bermanfaat! Wallahu A'alam Bishshawab....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 4 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7861129742171115116?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7861129742171115116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/muslim-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7861129742171115116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7861129742171115116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/muslim-sejati.html' title='Muslim Sejati'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-238074996196232930</id><published>2009-06-01T22:16:00.003+03:00</published><updated>2009-06-02T14:12:04.066+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Kotradiksi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kontradiksi sebagaimana kita ketahui adalah pertentangan antara dua hal yg sangat berlawanan atau bertentangan (pertentangan mutlak). Sebagai contok misalnya, benar dan salah, sehat dan sakit, siang dan malam, dan lain sebagainya. Dari contoh-contoh di atas dapat kita pastikan bahwa kontradiksi antara satu dengan lainya, adalah pertentangan yang secara mutlak adanya, meskipun dilihat dari sisi manapun. Lain halnya dengan contoh berikut, saya makan dan saya tidak makan, saya minum kopi dan saya tidak minum kopi, saya pergi dan saya tidak pergi, dan yang semisalnya. Pada contoh-contoh ini tidak terdapat kontradiksi di dalamnya, meskipun sekilas-pintas seperti berlawanan. Anda tahu kenapa? Karena apabila kita mencermatinya lebih dalam. dari berbagai sisi tidak bertentangan.&lt;br /&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, mari kita teliti bersama, kita renungkan bersama, dan kita perhatikan secara seksama. Saya makan dan saya tidak makan, kalimat ini benar adanya, karena di sana tidak disebutkan obyeknya, makan apa, bisa yang dimaksud makan apel, jeruk, pelem atau yang lainnya. Kalimat yang kedua juga sama-sama tidak disebutkan obyeknya, bisa jadi tidak makan apel, tapi makan jeruk, atau tidak makan jeruk tapi makan pelen. Jadi, di sana sama sekali tidak ada kontradiksi sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelumnya. Kemudian untuk contoh yang kedua, saya minum kopi dan saya tidak minum kopi, pada contoh ini memang sudah disebutkan obyeknya, akan tetapi belum disebutkan kapan waktunya, dimana tempatnya, dan bagaimana caranya. Jadi contoh ini tidak salah, karena bisa jadi yang pertama minum kopi sambil berdiri, dan yang kedua saya tidak minum kopi sambil berdiri, dan seterusnya. Silahkan anda mengiaskannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kontradiksi diatas itulah yang menjadi patokan/pedoman oleh para mufassirin (ahli menafsirkan al-qur'an dan hadist) khususnya mufassir ahlussunnah wal jama'ah ketika mensikapi ayat-ayat al-qur'an atau hadits-hadits rasulullah yang dzahirnya sekilas-pintas kontradiksi, namun sebenarnya tidak. Bahkan hal itu tergolong keindahan bahasa al-qur'an dan hadits. Satu contoh misalnya, Ayat yang berbunyi "Innallaha la yughoyyiru ma biqaumin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim" dengan ayat "Wallahu kholaqokum wama ta'malun". Sekilas dua ayat di atas bertentangan/kontradiksi, karena yang satu mengisyaratkan bahwa pekerjaan seorang hamba adalah mutlak dia yang mengerjakan, dan yang kedua mengisyarakan bahwa perkerjaan seorang hamba adalah semata-mata allah yang mengerjakan, dia ibarat seorang wayang yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya seorang dalang yang menggerakkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berangkat dari kedua ayat di atas terjadi perbedaan pendapat tentang si empunya pekerjaan, apakah allah ataukah hamba. Kaum mu'tazilah berpendapat bahkan pekerjaan hamba mutlak hamba yang memiliki, sedangkan ahlussunnah wal jama'ah berpendapat bahwa Allah lah semata yang memiliki pekerjaan itu, karena Allah lah pemilik segalanya. Lalu mana yang benar? wallahu a'lam. Masing-masing memiliki dasar sendiri-sendiri. Namun penulis lebih cenderung memilih pendapat ahlussunnah wal jama'ah, dengan memakai pedoman kontradiksi di atas. &lt;br /&gt;Yaitu, kedua ayat di atas tidak bertentangan sejatinya, dengan pertimbangan sebagai berikut; Ayat pertama memang mengisyaratkan bahwa pekerjaan hamba itu hamba yang mengerjakan, namun perlu diketahui bahwa pekerjaan itu tidak akan terwujud tanpa adanya anggota tubuh, kekuatan, dan perangkat lainnya. Dan semua perangkat itu allah yang membuatnya, jadi pada hakikatnya Allah lah yang membuat dan memiliki pekerjaan seorang hamba. Walhasil, ayat yang pertama menyatakan pekerjaan hamba dari sisi syari'at/dzhair dan ayat yang kedua menyatakan pekerjaan hamba dilihat dari sisi hakikat. Jadi, kedua ayat di atas tidak bertentangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sekali ayat-ayat yang sekilas bertentangan dengan ayat lainnya, atau ayat dengan hadits nabi. Semuanya tidak ada kontradiksi di sana, yang ada hanyalah keindahan bahasa al-qur'an dan hadits dalam menyampaikan pesan-pesannya kepada ummat manusia. Subhanallah...!! Oleh karena itu, kita sebagai ummat islam tidak boleh gegabah dalam memahami al-qur'an maupun hadits, harus dengan kaidah-kaidah yang benar supaya pemahaman kita nantinya sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh sang pemilik kalam. Wallahu A'lam Bishshawab....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 01 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-238074996196232930?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/238074996196232930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/kotradiksi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/238074996196232930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/238074996196232930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/06/kotradiksi.html' title='Kotradiksi'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8404554172056155313</id><published>2009-04-14T04:46:00.002+02:00</published><updated>2009-06-24T00:04:54.606+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Jika Pesantren Salaf Tak Lagi Ada</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak tokoh nasionalis, organisasi, golongan dan pemikiran menjadi pihak tergugat bahkan terdakwa sebagai pihak yang â€œmenyesatkanâ€‌ dan membingungkan ummat karena statusnya bukan sebagai kaum santri atau tidak pernah belajar mengaji di Pesantren, ilmu dan pegetahuan agamanya terbatas. Sehingga segala pemikiran dan apa yang dilakukannya semuanya dianggap tidak berarti dan ‘menyimpang’‌ dan tidak perlu mendapat perhatian. Bahkan sikap ini telah melahirkan dikotomi antara kaum Pesantren/Santri dengan yang bukan santri  atau kaum nasionalis. Apapun kelebihan dan kehebetan mereka dalam bidang dakwah akan dianggapnya sebagai kaum karbitan yang pas-pasan ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pesantren tradisional (salaf) memang telah terbukti dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, keilmuan dan keagamaan sebagai lembaga tertua di Indonesia yang telah mampu dan berhasil membuktikan diri sebagai pusat pengkaderan ulama, pemimpin yang tangguh dan sebagai benteng aqidah ummat. Bahkan hampir semua Pesantren dan Kiyainya dalam sejarah pra Islam dan kemerdekaan Indonesia terlibat dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Bahkan tidak sedikit santri-santri Pesantren tempo dulu menjadi tokoh nasional yang terkemuka dan disegani karena perannya sebagai pahlawan, ilmuan dan pemimpin ummat yang ikhlas. Tapi semua kebesaran Pesantren salaf itu kini telah pudar, maka seharusnya kita tidak lagi harus ‘menghakimi’‌ orang lain sebagai Kiyai Kalender. Karena Kiyai karbitan dan Kiyai kalender itu sesungguhnya kini lahir dari Pesantren masa kini (baca: Pesantren dulu, sekarang dan nanti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kemerdekaan Pesantren tradisional masih tetap mampu membuktikian peran dan posisinya sebagai lembaga keagamaan yang behasil mencetak tokoh-tokoh kaliber dunia sebut saja Syekh Rifai Kalisalak dengan Pesantrennya di Kalisalak, Syekh Soleh Darat dengan Pesantrennya di Darat Semarang keduanya telah mampu melahirkan ulama besar Jawa abad XVIII dan XIX seperti Kiyai Kholil Bangkalan, Kiyai Hasyim Asyari dengan ribuan santrinya yang allamah pula. Begitu juga Syekh Nuruddin Al Raniri di Aceh, Yusuf Al Makasari, Burhanuddin Ulakan dan lainnya dari ulama Aceh dan Sumatra juga Palembang semuanya telah mampu mencetak santrinya menjadi ulama besar yang hingga kini kita rasakan barokah ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah Pesantren yang awalnya sangat terbatas jumlahnya maka setelah runtuhnya kekuatan Belanda yang sejak awal melarang pendirian dan pengembangan pendidikan keagamaan, jumlah Pesantren, ulama dan santri terus berkembang dengan tetap mempertahankan tradisi dan metode tradisionalnya sehingga keberhasilannya dalam mencetak ulama dan Kiayi yang allamah juga tetap dipertahankan. Hal seperti ini terus beralanjut hingga awal abad XX Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilana kaum sarungan itu ternyata mampu mengundang kekhawatiran kaum nasionalis akan kejayaan dan kekuatan yang dimilikinya dalam merebut kemerdekaan, dan mengisi pembangunan Indonesia kedepan. Kekhawatiran itu sangat beralasan mengingat Pesantren sebagai model pendidikan tertua dan pertama di Indonesia dan diakui masyarakat keberhasilan peran alumninya, maka pantas kalau kemudian legitimasi itu harus dihilangkan. Karena dengan legitimasi itu kaum tradisionalis akan mudah untuk mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin bangsa dan negara sehingga kesempatan kaum nasionalis untuk maju menjadi pemimpin akan tertutup. Kemungkinan kedua pengganjalan itu juga terjadi akibat keyakinan mereka bahwa hanya kaum nasionalislah yang paling berjasa merebut dan mengisi kemerdekaan sehingga hanya mereka yang memenuhi syarat dan berhak menjadi pemimpin dan pejabat negara dengan ijazah negerinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kekhawatiran dan kesalahpahaman itu lahirlah ‘pertarungan’‌ antara kaum tradisonalis dan nasionalis yang berlanjut kepada pengganjalan dan perebutan hak dan kesempatan kerja dalam pemerintahan. Jelas tindakan seperti itu telah memojokan dan merugikan kaum tradisonalis yang bekerja dan belajar dengan ikhlas tanpa tujuan duniawi seperti jabatan, pencarian gelar dan Ijazah. Namun ketulusan usaha mereka itu justru membuka jalan lain yang bisa mengangkat kedudukan kaum tradionalis yang lebih tinggi dari jabatan dan kedudukan kaum nasionalis dihadapan rakyat yaitu sebagai Kiyai, ulama atau ustadz yang dikagumi dan disegani masyarakat. Dan posisi ini juga tidak bisa terbantahkan oleh jabatan dan kedudukan pemerintahan mereka. Keadaan ini juga telah melahirkan ketakutan baru kaum nasionalis dengan diperketatnya kegiatan keagamaan kuam sarungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sepanjang sejarah pendidikan Indonesia terus dikuasi dan dikendalikan kaum nasionalis dengan kendaraannya yang tangguh dan selalu berganti-ganti merek mulai dari P dan K sampai Diknas dengan segala kekuatannya mereka berusaha memarjinalkan pendidikan tradisional (Pesantren salaf dan Madrasah) dalam sejarah pendidikan Indonesia. Dan puncaknya adalah lahirnya keputusan pemerintah tidak diakuinya Ijazah Pesantren dan Madrasah Diniyah dalam sistim pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu ternyata membuat kaum tradisionalis tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengamininya. Padahal sesunnguhnya itu semua adalah kiat politik orde baru dalam mengkebiri pendidikan agama Islam yang menjadi hak setiap warga negara dan membendung peran dan kesempatan agamawan dari kelompok tradisonlais dalam pemerintahan. Hal itu tampak mencolok sekali kalau kita kembali kepada sejarah pemerintahan orde baru yang memperketat peran ulama dalam berdakwah dan mengajar santrinya. Kenyataan itu ternyata secara tidak disengaja dapat melegitimasi pemerintahan dan sistimnya yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga secara tidak sadar keadaan seperti itu menuntut banyak Kiyai dan Pesantren untuk berpikir kedepan bagi para santrinya agar setelah lulus belajar mereka bisa menjadi pegawai negeri sipil seperti yang lainnya. Dari sinilah (tepatnya sejak tahun 80-an) terjadi revolusi besar-besaran di dalam pendidikan tradisonal yaitu banyaknya pesantren salaf merubah diri menjadi Pesantren (moderen dan sejenisnya) yang mengikuti tuntutan pemerintah demi selembar Ijazah (negeri)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dalam perkembangan terakhirnya justru banyak Pesantren yang telah merubah diri dari salaf menjadi (modern) justru ‘gagal’‌ meneruskan cita-cita pendirinya dan memenuhi harapan masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak santrinya sebagai ulama, Kiyai dan ustadz yang allamah dan mumpuni dalam kitab kuning dan ilmu agama. Akibat itu semua kini masyarakat melihat bahwa banyak Pesantren tidak ubahnya sebagai pendidikan formal biasa pada umumnya karena tidak lagi mampu mempertahankan peran dan posisi awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau demikian faktanya apakah memenuhi kebutuhan santri untuk mendapatkan ijazah negeri agar menjadi pegawai negeri sipil itu lebih penting daripada memepertahankan kesalafan Pesantren yang eksis mengkader dan mencetak santri yang Allamah dan berahlakul karimah? Dan apakah kita akan rela wadah para ulama (NU) yang menjadi harapan masyrakat Indonesia nantinya dan sekarang sudah banyak dipegang oleh orang-orang yang tidak bisa dan kenal dengan kitab kuning yang menjadi magnet masyarakat? Dan ketika Pesantren salaf tidak lagi ada apakah Pesantren modern akan mampu menggantikan perannya? Dan yang pasti kini banyak Pesantren berpikir yang penting banyak santrinya daripada berpikir bagaimana santrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.lirboyo.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8404554172056155313?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8404554172056155313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/04/jika-pesantren-salaf-tidak-lagi-ada.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8404554172056155313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8404554172056155313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/04/jika-pesantren-salaf-tidak-lagi-ada.html' title='Jika Pesantren Salaf Tak Lagi Ada'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3509140745859967414</id><published>2009-02-16T08:45:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:17:02.484+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Gus Jakfar</title><content type='html'>Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu.&lt;br /&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri," cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya."&lt;br /&gt;"Tapi, Gus Jakfar memang luar biasa," kata Mas Bambang, pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian subuh Kiai Saleh. "Matanya itu lho. Sekilas saja mereka melihat kening orang, kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. Kalian ingat, Sumini yang anak penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu, sebelum dilamar orang sabrang kan ketemu Gus Jakfar. Waktu itu Gus Jakfar bilang, 'Sum, kulihat keningmu kok bersinar, sudah ada yang ngelamar ya?'. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang Kandar kan juga begitu," timpal Mas Guru Slamet. "Kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu, 'Kang, saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok, sudah capek menghirup nafas ya?' Lho, ternyata besoknya Kang Kandar meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar," sahut Ustadz Kamil, "Nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya malah mengalami sendiri," kata Lik Salamun, pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "Waktu itu, tak ada hujan tak ada angina, Gus Jakfar bilang kepada saya, 'Wah, saku sampeyan kok mondol-mondol; dapat proyek besar ya?' Padahal saat itu saku saya justru sedang kemps. Dan percaya atau tidak, esok harinya saya memenangkan tender yang diselenggarakan Pemda tingkat propinsi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang begitu itu disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan.&lt;br /&gt;"Mungkin saja," jawab Ustadz Kamil. "Makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya, lalu pikiran saya terganggu."&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Maka, ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah, masyarakat pun geger; terutama para santri kalong, orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu, kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. Ringkas kata, dia benar-benar kehilangan keistimewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu," komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. "Wah, sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana beliau pergi saat menghilang pun, kita tidak tahu;" kata Lik Salamun. "Kalau saja kita tahu ke mana beliau pergi, mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, bagaimanapun ini ada hikmahnya," ujar Ustadz Kamil. "Paling tidak, kini kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was; bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. Maka, jangan kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang, sebaiknya kita langsung saja menemui beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sesuai usul Ustadz Kamil, pada malam Jum'at sehabis wiridan salat Isya, saat mana Gus Jakfar prei, tidak mengajar; rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar, jauh melebihi yang sudah-sudah. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa rasa segan, was-was dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngobrol ke sana kemari, akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan: "Gus, di samping silaturahmi seperti biasa, malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. Singkatnya, kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan."&lt;br /&gt;"Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. Saya kok merasa tidak berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang," tukas Mas Guru Slamet, "kok sekarang tiba-tiba mak pet, sampeyan tak mau lagi membaca, bahkan diminta pun tak mau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, itu," kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Diam agak lama. Baru setelah menyeruput kopi di depannya, dia melanjutkan, "Ceritanya panjang." Dia berhenti lagi, membuat kami tidak sabar, tapi kami diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ingat, saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya, membuat kami yakin bahwa dia benar-benar siap untuk bercerita. Maka serempak kami mengangguk. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km kea rah selatan. Namanya Kiai Tawakkal. Kata ayah dalam mimpi itu, hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang, sejak bermimpi itu, saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada Wali Tawakkal itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa, saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Ternyata, ketika sampai di sana, hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Baru setelah seharian melacak ke sana kemari, ada seorang tua yang memberi petunjuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak di sana itu' katanya. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil; terus saja nakmas menyeberang. Begitu sampai seberang, nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Nah, kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kiai Tawakkal.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya, Kiai Tawakkal. Saya yakin itulah orangnya, Mbah Jogo.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu, menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan betul, di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah, saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. Saya diterima dengan penuh keramahan, seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sosoknya sebagai orang tua. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Bicaranya jelas dan teratur. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti, menarik nafas panjang, baru kemudian melanjutkan, "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan tgerganggu. Saya melihat di kening beliau yang lapang ada tanda yang jelas sekali, seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar dan berbunyi 'Ahli Neraka'. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gambling. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Pasti saya keliru. Masak seorang yang dikenal wali, berilmu tinggi, dan disegani banyak kiai yang lain, disurati sebagai ahli neraka. Tak mungkin. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi, tapi tak bisa. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Gila!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau, meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian, dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjialan ini. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal, saya tidak melihat sama sekali hal-hal mencurigakan. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah; melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha, tahajjud, witir,dsb.; mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar); mujahadah; dzikir malam; menemui tamu; dan semacamnya. Kalaupun beliau keluar, biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau- dan ini sangat jarang sekali- mengisi pengajian umum. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu; tapi menurut santri-santri yang lama, itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Semacam lelana brata, kata mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu', saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Saya pikir, inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah, pada suatu malam purnama, saya melihat Kiai keluar dengan berpakaian rapi. Melihat waktunya yang sudah larut, tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Dengan hati-hati saya membuntutinya dari belakang; tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa, Kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Akan ke mana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi; saya pun semakin berhati-hati mengikutinya, khawatir tiba-tiba Kiai menoleh ke belakang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah melewati kuburan dan kebun sengon, beliau berbelok. Ketika kemudian saya ikut belok, saya kaget, ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Dengan bengong saya mendekati warung terpencil dengan penerangan petromak itu. Dua orang wanita- yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua- dengan dandanan yang menor sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit ke sana kemari. Tidak mungkin Kiai mampir ke warung ini, pikir saya. Ke warung biasa saja tidak pantas, apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya, memanggil-manggil nama saya. Masyaallah, saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Memang betul, mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Ah. Dengan kikuk dan pikiran tak karuan, saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai yang saya yang duduk santai di pojok. Warung penuh dengan asap rokok. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kiai Tawakkal menyuruh orang disampingnya untuk bergeser, 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!' Lalu, kepada orang-orang yang ada di warung, Kiai memperkenalkan saya. Katanya, 'Ini kawan saya, dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Cari pengalaman katanya'. Mereka yang duduknya dekat serta merta mengulurkan tangan, menjabat tangan saya dengan ramah; sementara yang jauh melambaikan tangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri, masih seperti dalam mimpi, ketika tiba-tiba saya dengar Kiai menawari, 'Minum kopi ya?!' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Kopi satu lagi, Yu!' kata Kiai kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. 'Silakan! Ini namanya rondo royal, tape goreng kebanggan warung ini! Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'-nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Saya masih tak habis pikir, bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain bisa berada di sini. Akrab dengan orang-orang beginian; bercanda dengan wanita warung. Ah, inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. O, pantas di keningnya kulihat tanda itu. Tiba-tiba sikap dan pandangan saya terhadap beliau berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mas, sudah larut malam,'tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. 'Kita pulang, yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya, Kiai membayari minuman dan makanan kami, berdiri, melambai kepada semua, kemudian keluar. Seperti kerbau dicocok hidung, saya pun mengikutinya. Ternyata setelah melewati kebon sengon, Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. 'Biar cepat, kita mengambil jalan pintas saja!' katanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melewati pematang, lalu menerobos hutan, dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Dan, sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai, seolah-olah di atas jalan biasa saja. Sampai di seberang, beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Beliau melambai. 'Ayo!' teriaknya. Untung saya bisa berenang; saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Sampai di seberang, ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas, menunggu. 'Kita istirahat sebentar,' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. 'Kita masih punya waktu, insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya ikut duduk di sampingnya, tiba-tiba dengan suara berwibawa, Kiai berkata mengejutkan, 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kaucari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kaubaca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Beliau yang kemudian terus berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Anak muda, kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda "Ahli Neraka" di kening saya. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Karena, pertama, apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu, sebagaimana neraka dan sorga, aku adalah milik Allah. Maka terserah kehendak-Nya, apakah Ia memasukkan diriku ke sorga atau neraka. Untuk memasukkan hamba-Nya ke sorga atau neraka, sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Sebagai kiai, apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung yang tadi kau pandang sebelah mata itu pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya, kita ingin berdekat-dekat dengan-Nya, tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Bukankah begitu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menunduk. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Seperti mereka yang di warung tadi; kebanyakan mereka orang susah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur; ujub, atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan: godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ayo kita pulang!' tiba-tiba Kiai bangkit. 'Sebentar lagi subuh. Setelah sembahyang subuh nanti, kau boleh pulang.' Saya tidak merasa diusir; nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya ikut bangkit, saya celingukan. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Dengan bingung saya terus berjalan. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau, tapi bukan surau bambu. Seperti orang linglung, saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Tapi, jangankan Kiai Tawakkal, orang yang mirip beliau pun tak ada. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Baru setelah sembahyang, seseorang menghampiri saya. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Ketika saya mengiyakan, orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. 'Ini titipan Mbah Jogo, katanya milik sampeyan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Beliau di mana?' tanya saya buru-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mana saya tahu?' jawabnya. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan ke mana beliau pergi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ceritanya. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil mengubah sikap saya itu tetap merupakan misteri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya, tapi kami yang dari tadi suntuk mendengarkan masih diam tercenung sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembang, Mei 2002&lt;br /&gt;oleh : gusmus&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3509140745859967414?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3509140745859967414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/02/gus-jakfar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3509140745859967414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3509140745859967414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/02/gus-jakfar.html' title='Gus Jakfar'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6196119470304390820</id><published>2009-01-28T07:08:00.003+02:00</published><updated>2009-06-24T00:06:11.575+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kitab'/><title type='text'>Lima Pokok Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX_o5JN3jdI/AAAAAAAAAmk/iLOS23YG-CE/s1600-h/al+mahawir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX_o5JN3jdI/AAAAAAAAAmk/iLOS23YG-CE/s200/al+mahawir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296207755235266002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mahawir Al Khamsah Li Al Quran Al Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Al Ghazali (1917 – 1996) siapa yang tidak mengenalnAya di dunia islam dan khususnya timur tengah ,seorang dai dan pemikir yang karangan – karangannya telah memperkaya khazanah perpustakaan islam. Ia terkenal dengan dakwahya yang begitu banyak menyoroti kelemahan kelemahan umat islam dan dalam waktu bersamaan ia pun bisa berdakwah begitu menyentuh dan membangkitkan kesadaran umat islam.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karya Al Ghazali begitu banyak hingga mencapai 60 karya tulis, salah satu karyanya yang terkenal adalah Al Mahawir Al Khamsah Lil Quran Al Karim. Karya ini membuktikan bahwa Al Ghazali memiliki perhatian yang cukup serius dalam bidang kajian Al Quran dan tafsir, disamping karyanya yang serupa yakni Nahwa Tafsir Maudhui dan Nazharat fi Alquran. Karya Al Mahawir Al Khamsah lebih tepat disebut sebagai pengantar untuk memahami karyanya dalam bidang tafsir yaitu nahwa tafsir maudhui. Tafsir maudui yang dimaksud Al Ghazali ini adalah memahami pesan -pesan utama yang ada di dalam setiap surat dan semangat yang terkandung didalamnya. Sehingga setiap surat tidak ditafsirkan secara urut ayat tetapi hanya menarik benang merah yang ada didalamnya, sehingga nampak jelas apa sesungguhya pesan utama yang ada dalam setiap surat yang ada di dalam Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al Ghazali ada lima fokus pembahasan yang sering dan paling penting yang terdapat dalam Al Quran. Pertama adalah Allah Al Wahid, Allah Maha Esa. Kedua, Alam semesta, Al Kaun yang menunjukkan adanya sang penciptanya. Ketiga, kisah –kisah Al Quran. Keempat, kebangkitan dari kubur dan adanya pembalasan, al baa'st wa al jaza'. Kelima, aspek pendidikan dan tasyri'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Al Wahid, Allah Maha Esa merupakan fokus pembahasan yang banyak dan paling penting yang disampaikan Al Quran. Oleh karena itu kita melihat ayat - ayat Al Quran menolak konsep banyak tuhan atau syirik. Menurut Al Quran tuhan tuhan yang disembah selain Allah adalah nama –nama hasil rekayasa manusia. Allah-lah Maha Esa.Tempat bergantung semua makhluk, tidak beranak dan diperanakkan dan tiadak ada satupun yang menyamainya (QS Al Ikhlas : 1 – 4 ). Dialah pencipta segala sesuatu ( QS : Az – Zumar :62 ). Dua ayat diatas cukup jelas mengenai konsep ketuhanan dalam Al Quran. Ia menolak segala konsep trinitas , syirik dan tidak percaya tuhan (Mulhid, komunis), Untuk membuktikan Allah itu Maha Esa menurut Al Ghazali sangatlah banyak dalam Al Quran, akan tetapi dalam sejarahnya umat islam justru sibuk membuktikan keesaan Allah melalui metode filsafat yunani yang mendominasi pemikiran kalam islam. Seandainya umat Islam mengambil konsep akidah mereka dari Al Quran saja tentu mereka akan bebas dari keruwetan filsafat yunani (hlm, 13). Disamping itu Al Quran juga menolak segala bentuk syirik bahkan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan yang segala keinginannya harus dipenuhi juga dianggap sebagai bentuk kekafiran dan kekufuran. Dalam bahasa tegas Al Ghazali mengatakan tidaklah penting apakah kesyirikan itu dalam bentuk patung yang dipahat atau pemimpin yang mecitrakan dirinya seprti firaun. Cukuplah hati dan pikiran yang kosong dari Allah, hanya mengikuti hawa nafsu semata mata mengingat dunia dan mengingkari akhirat dan hanya mengikuiti seruan hawa nafsu belaka dapat dianggap satu bentuk kekufuran, jika tidak lantas apalagi yang pantas disebut kekufuran itu ( hal.50 ). Umat islam akan bisa selamat jika menjadikan tauhid sebagai filsafat hidup dan spirit mereka,bukan semata mata hanya jargon kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus kedua, Al Quran adalah alam yang menunjukkan adanya Sang Pencipta alam semesta. keindahan dan keteraturan semesta, pergantian siang dan malam, hujan turun dari langit yang memberikan kehidupan bagi bumi, perputaran angin serta langit bumi menjadi tanda - tanda dan sekaligus menunjukkan adanya Sang Penciptanya (QS Al Jatsiah : 3–6 ) menurutnya, keterbukaan kita dalam memahami alam semesta merupakan tuntutan Al Quran (hal. 5-60). Kemunduran umat islam lebih banyak disebabkan karena mereka kurang memperhatikan dan mempelajari alam semesta (Hal. 57). Iman yang dibangun tanpa memperhatikan ayat- ayat kauniah dan tuntutan Al Quran akan berubah menjadi pemikiran yang rumit dan penalaran penalaran filsafat teoritis yang mati (Hal. 57). Umat Islam sibuk membaca kitab kitab (tauhid atau filsafat islam) yang suda mati dan mereka tidak membaca alam terkembang ini padahal Al Quran sering kali mendorong kita untuk memahami ayat – ayat kauniah ini.(Hal. 58). Menurut Al Ghazali mengaibakan dan tidak peduli untuk mengkaji alam semesta merupakan pintu kebodohan dan kesesatan. Sesungguhnya islam membangun ma'rifatnya kepada Allah dengan pemahaman yang mendalam terhadap alam dan mengkajinya terus menerus. Ilmu yang jauh dari pemahaman terhadap alam semesta merupakan penyimpamgan yang berasal dari yunani bukan metode islam dan orang orang yang begitu cenderung terhadap penyimpangan ini telah membahayakan risalah islam (Hal. 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus ketiga adalah kisah kisah Al Quran. Al Quran memang demikian banyak menceritakan kisah kisah para nabi dan rasul dan kisah kisah umat sebelum Rasulullah. Menurutr Al Ghazali semua kisah Al Quran meskipun satu kisah diulang diulang diberbagai surat bukanlah satu bentuk pengulangan tanpa memiliki arti dan tujuan sendiri. Dengan kata lain setiap pengulangan kisah yang sama memiliki konteks dan pesan yang ingin disampaikan dan saling menyempurnakan satu sama lain. Seperti kisah Nabi Adam AS. (Hal. 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al Ghazali kisah kisah Al Quran merupakan media dan alat pendidikan. Dengan memahami kisah –kisah Al Quran Kita dapat melihat bahwa penyakit sosial masyarakat memiliki kemiripan meski mereka dipisahkan oleh waktu yang sangat lama. Tuduhan penyihir dan orang gila yang dituduhkan oleh umat Nabi Nuh kepadanya sama juga dengan yang dituduhkan oleh orang Quaisyi kepada Rasulullah. Seolah  -olah mereka saling berpesan untuk tuduhan yang sama (QS Azd Dzariat : 52–54). Begitu juga sikap para elit kaum nuh yng memandang rendah orang orang miskin sama dengan sikap yang ditampilkan orang Quraisy ( QS 27 : Ayat 29-30). Kisah Al Quran sebelum ia menjadi bukti historis ia merupakan penjelas bagi aqidah, adab, ibadah, dan politik. Untuk memahami kisah kisah Al Qur'an ini dengn baik,maka Al Ghazali menawarkan satu tafsir tematik yang menghimpun semua kisah –kisah yang ada dalam Al Quran agar dapat dipahami dengan baik. Tujuan utama kisah dalam Al Quran adalah agar umat islam dapat memahami sunnah sunnah Allah di alam semesta dan sunnahnya yang berlaku bagi masyarakat sehingga umat Islam tidak berupaya untuk melampuinya dan selalu sejalan dengan Sunnah Allah. Menurut Al Ghazali, kita umat islam akan bisa menguasai dunia ini dengan baik jika kita berinteraksi dengan benar terhadap sunnah sunnah Allah di alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus keempat adalah kebangkitan dari kubur dan pembalasannya. Ketika Allah menciptakan manusia sebenarnya manusia diciptakan untuk abadi di surga. Manusia hidup di dunia hanya untuk sementara. Al Quran banyak bicara tentang akhirat dan hisab. Ada surga yang penuh dengan nikmat dan ada neraka yang penuh dengan adzab dan kekal didalamnya hanya saja banyak manusia yang tidak percaya akan akhirat dan tidak bersiap untuk bertemu dengan Allah dan hidup di dunia dengan segala perbuaatn maksiat. Oleh karena itu Al Quran selalu menyebut dan mengulang tema kebangkitan dari kubur dan adanya hisab di Akhirat, hampir semua surat selalu menyebut masalah ini bahakn surat Al Fatihah yang dibaca dalam shalat 5 waktu menyebutkan hari pembalasan ini (Maliki Yaumiddin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran, Allah menjelaskan bahwa Ia akan menegakkan keadilan dan menghukum orang orang zhalim: pada hari itu semua manusia akan dibalas apa yang pernah mereka lakukan.Hari itu tidak ada kezhaliman. Dan Allah sangat cepat perhitungannya (QS Al Ghofir : 17 ). Dunia ini tempat untuk menguji manusia, tempat beramal bukan untuk menerima hasil juga bukan tempat tegaknya keadilan. Banyak Para Nabi yang terbunuh, kebohongan seperti kebenaran yang tersebar luas, keseimbangan harus dikembalikan dan tempatrnya di akhirat. Al Quran menghadirkan pembicaraan tentang kiamat seolah–olah ia hadir dihadapah kita, mendidik kita bahwa setelah dunia ini ada akhirat tempat kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan disini,di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan seperti apakah yang di inginkan Al Quran? Pendidikan itu adalah pendidikan rabbaniah, Peradaban yang rabbaniah, kebudayaan rabbaniah. Manusia rabbani adalah manusia yang mengetahui hakikat dirinya dan selanjutnya ia bergerak didalam kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu Al Quran banyak menyebutkan apa saja yang dicintai Allah dan apa saja yang tidak dicintai Allah. Ini menurut AL Ghazali memiliki makna tarbiyah (pendidikan). Karena seorang mukmin akan melakukan apa yang dicintai Allah dan meninggalkan apa yang dibenci Allah. Dan keduanya memiliki makna ibadah, karena ibadah tidak hanya di dalam masjid tetapi ia bisa dilakukun di segala tempat (Hal.160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fokus kelima adalah dbidang pendidikan dan tasyri'. Untuk ini Al Ghazali membuat pembahasan tersendiri dan menghimpun banyak ayat perbuatan apa saja yang dicintai Allah dan apa saja yang tidak dicintai Allah. Misalnya, Allah tidak mencintai orang yang melampaui batas, Allah mencintai orang yang yang suka berbuat baik,mencintai orang yang suka bertaubat, orang bertakwa,orang yang suka bertawakal dan sebagainya. Tidak mencintai orang yang berbuat sombong, suka berbuat dosa, penghianat, suka berlebih-lebihan, suka berbuat kerusakan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya karya Al Ghazali ini perlu dikaji scara seksama oleh para santri pesantren yang ingin mempelajari tafsir atau lebih tepatnya kitab ini sebagai muqoddimah atau pengantar belajar tafsir karena sering kali kita langsung mengajarkan satu kitab tafsir kepada para santri tanpa kita memberikan satu bentuk pengantar kepada mereka bahkan mungkin kita pun tidak tahu apakah sebenarnya tema sentral atau fokus utama kandungan Al Quran itu. Paling tidak karya ini dapat membantu para pengampu tafsir dikalangan pesantren khususnya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kajian tafsir ketika mengajar tafsir. Disinilah Urgensi karya Al Ghazali ini dan kontribusinya dalam pengembangan studi Al Quran patut untuk diapresiasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentang Kitab:&lt;br /&gt;Judul  &lt;br /&gt; :&lt;br /&gt;  Al Mahawir Al Khamsah Li Al Quran Al Karim&lt;br /&gt;Pengarang    :&lt;br /&gt;  Syaikh Muhammad Al Ghazali&lt;br /&gt;Penerbit&lt;br /&gt; :&lt;br /&gt;  Dar As Syuruq, Kairo&lt;br /&gt;Hal.&lt;br /&gt; :&lt;br /&gt;  208 Halaman&lt;br /&gt;Cetakan&lt;br /&gt; :&lt;br /&gt;  I Tahun 2000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*Samito Manurung, Santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Prenggan Kotagede Jogjakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6196119470304390820?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6196119470304390820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/al-mahawir-al-khamsah-li-al-quran-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6196119470304390820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6196119470304390820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/al-mahawir-al-khamsah-li-al-quran-al.html' title='Lima Pokok Al-Qur&apos;an'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX_o5JN3jdI/AAAAAAAAAmk/iLOS23YG-CE/s72-c/al+mahawir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1872561345493223709</id><published>2009-01-27T19:09:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:30:32.488+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>KH. M. HASYIM ASY'ARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX9AcgSJiNI/AAAAAAAAAmc/JJhx58Hh-Uo/s1600-h/hasyimas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX9AcgSJiNI/AAAAAAAAAmc/JJhx58Hh-Uo/s200/hasyimas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296022545257564370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Jombang l933. Terjadi dialog yang mengesankan  antara  dua  ulama&lt;br /&gt;    besar,  KH  Muhammad  Hasyim  Asy'ari  dengan KH Mohammad Cholil,&lt;br /&gt;    gurunya. "Dulu saya memang mengajar Tuan.  Tapi  hari  ini,  saya&lt;br /&gt;    nyatakan  bahwa saya adalah murid Tuan," kata Mbah Cholil, begitu&lt;br /&gt;    kiai dari Madura ini populer dipanggil.   Kiai  Hasyim  menjawab,&lt;br /&gt;    "Sungguh  saya  tidak  menduga  kalau  Tuan Guru akan mengucapkan&lt;br /&gt;    kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru  salah  raba  berguru&lt;br /&gt;    pada  saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan&lt;br /&gt;    juga  sekarang.  Bahkan,  akan  tetap  menjadi  murid  Tuan  Guru&lt;br /&gt;    selama-lamanya. "   Tanpa  merasa  tersanjung,  Mbah  Cholil tetap&lt;br /&gt;    bersikeras dengan niatnya. "Keputusan  dan  kepastian  hati  kami&lt;br /&gt;    sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan&lt;br /&gt;    turut belajar di sini,  menampung  ilmu-ilmu  Tuan,  dan  berguru&lt;br /&gt;    kepada  Tuan,"  katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya,&lt;br /&gt;    Kiai Hasyim tidak bisa berbuat lain  selain  menerimanya  sebagai&lt;br /&gt;    santri.&lt;br /&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, ketika turun dari masjid usai shalat berjamaah, keduanya&lt;br /&gt;    cepat-cepat   menuju   tempat   sandal,   bahkan   kadang  saling&lt;br /&gt;    mendahului, karena hendak memasangkan ke kaki gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya bisa  saja  terjadi  seorang  murid  akhirnya  lebih&lt;br /&gt;    pintar  ketimbang  gurunya.  Dan  itu  banyak terjadi. Namun yang&lt;br /&gt;    ditunjukkan  Kiai  Hasyim  juga  Kiai  Cholil;  adalah  kemuliaan&lt;br /&gt;    akhlak.   Keduanya   menunjukkan   kerendahan   hati  dan  saling&lt;br /&gt;    menghormati, dua hal yang sekarang semakin sulit  ditemukan  pada&lt;br /&gt;    para murid dan guru-guru kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mbah Cholil adalah kiai yang  sangat  termasyhur  pada  jamannya.&lt;br /&gt;    Hampir  semua pendiri NU dan tokoh-tokoh penting NU generasi awal&lt;br /&gt;    pernah  berguru  kepada  pengasuh  sekaligus  pemimpin  Pesantren&lt;br /&gt;    Kademangan, Bangkalan Madura ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sedangkan Kiai Hasyim sendiri tak kalah cemerlangnya. Bukan  saja&lt;br /&gt;    ia  pendiri  sekaligus pemimpin tertinggi NU, yang punya pengaruh&lt;br /&gt;    sangat kuat kepada kalangan ulama, tapi juga lantaran  ketinggian&lt;br /&gt;    ilmunya.   Terutama,  kakek  Abdurrahman  Wachid  (Gus  Dur)  ini&lt;br /&gt;    terkenal mumpuni dalam ilmu Hadits.  Setiap Ramadhan Kiai  Hasyim&lt;br /&gt;    punya 'tradisi' menggelar kajian hadits Bukhari dan Muslim selama&lt;br /&gt;    sebulan suntuk. Kajian itu mampu menyedot perhatian ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka tak heran bila pesertanya datang  dari  berbagai  daerah  di&lt;br /&gt;    Indonesia,  termasuk mantan gurunya sendiri, Kiai Cholil.  Ribuan&lt;br /&gt;    santri  menimba ilmu  kepada  Kiai  Hasyim.  Setelah  lulus  dari&lt;br /&gt;    Tebuireng,  tak  sedikit  di  antara  santri Kiai Hasyim kemudian&lt;br /&gt;    tampil sebagai tokoh dan ulama kondang dan berpengaruh  luas.  KH&lt;br /&gt;    Abdul  Wahab  Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH. R. As'ad Syamsul&lt;br /&gt;    Arifin, Wahid  Hasyim  (anaknya)  dan  KH  Achmad  Siddiq  adalah&lt;br /&gt;    beberapa  ulama  terkenal yang pernah menjadi santri Kiai Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak pelak lagi pada abad 20 Tebuireng merupakan pesantren  paling&lt;br /&gt;    besar  dan  paling  penting di Jawa. Zamakhsyari Dhofier, penulis&lt;br /&gt;    buku 'Tradisi  Pesantren',  mencatat  bahwa  pesantren  Tebuireng&lt;br /&gt;    adalah  sumber  ulama  dan  pemimpin lembaga-lembaga pesantren di&lt;br /&gt;    seluruh Jawa dan Madura. Tak heran bila para pengikutnya kemudian&lt;br /&gt;    memberi  gelar  Hadratus-Syekh  (tuan  guru  besar)  kepada  Kiai&lt;br /&gt;    Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena pengaruhnya yang demikian kuat itu, keberadaan Kiai Hasyim&lt;br /&gt;    menjadi  perhatian  serius  penjajah.  Baik Belanda maupun Jepang&lt;br /&gt;    berusaha untuk merangkulnya. Di antaranya ia  pernah  dianugerahi&lt;br /&gt;    bintang jasa pada tahun 1937, tapi ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Justru Kiai Hasyim sempat membuat Belanda  kelimpungan.  Pertama,&lt;br /&gt;    ia  memfatwakan bahwa perang melawan Belanda adalah jihad (perang&lt;br /&gt;    suci). Belanda kemudian sangat kerepotan, karena perlawanan gigih&lt;br /&gt;    melawan  penjajah  muncul  di mana-mana.  Kedua, Kiai Hasyim juga&lt;br /&gt;    pernah  mengharamkan  naik  haji  memakai  kapal  Belanda.  Fatwa&lt;br /&gt;    tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan disiarkan oleh Kementerian&lt;br /&gt;    Agama secara luas. Keruan saja, Van der Plas  (penguasa  Belanda)&lt;br /&gt;    menjadi   bingung.   Karena   banyak   ummat   Islam  yang  telah&lt;br /&gt;    mendaftarkan diri kemudian mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Namun sempat juga Kiai Hasyim  mencicipi  penjara  3  bulan  pada&lt;br /&gt;    l942.  Tidak  jelas alasan Jepang menangkap Kiai Hasyim. Mungkin,&lt;br /&gt;    karena sikapnya tidak kooperatif dengan penjajah. Uniknya, saking&lt;br /&gt;    khidmatnya   kepada  gurunya,  ada  beberapa  santri  minta  ikut&lt;br /&gt;    dipenjarakan bersama kiainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mendirikan NU&lt;br /&gt;    ------------ -&lt;br /&gt;    Kemampuannya dalam ilmu  hadits,  diwarisi  dari  gurunya,  Syekh&lt;br /&gt;    Mahfudh  at-Tarmisi  di  Mekkah.  Selama  7  tahun Hasyim berguru&lt;br /&gt;    kepada Syekh ternama asal  Pacitan,  Jawa  Timur  itu.  Disamping&lt;br /&gt;    Syekh Mahfudh, Hasyim juga menimba ilmu kepada Syekh Ahmad Khatib&lt;br /&gt;    al-Minangkabau. Kepada dua guru  besar  itu  pulalah  Kiai  Ahmad&lt;br /&gt;    Dahlan,  pendiri  Muhammadiyah,  berguru.  Jadi, antara KH Hasyim&lt;br /&gt;    Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan sebenarnya tunggal guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang perlu ditekankan, saat Hasyim belajar  di  Mekkah,  Muhammad&lt;br /&gt;    Abduh   sedang   giat-giatnya   melancarkan  gerakan  pembaharuan&lt;br /&gt;    pemikiran Islam. Dan sebagaimana diketahui,  buah  pikiran  Abduh&lt;br /&gt;    itu   sangat   mempengaruhi   proses   perjalanan   ummat   Islam&lt;br /&gt;    selanjutnya.  Sebagaimana  telah  dikupas  Deliar  Noer,  ide-ide&lt;br /&gt;    reformasi  Islam yang dianjurkan oleh Abduh yang dilancarkan dari&lt;br /&gt;    Mesir,  telah  menarik  perhatian  santri-santri  Indonesia  yang&lt;br /&gt;    sedang belajar di Mekkah. Termasuk Hasyim tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ide reformasi Abduh itu ialah pertama mengajak ummat Islam  untuk&lt;br /&gt;    memurnikan kembali Islam dari pengaruh dan praktek keagamaan yang&lt;br /&gt;    sebenarnya bukan berasal dari Islam. Kedua, reformasi  pendidikan&lt;br /&gt;    Islam di tingkat universitas; dan ketiga, mengkaji dan merumuskan&lt;br /&gt;    kembali  doktrin  Islam  untuk  disesuaikan   dengan   kebutuhan-&lt;br /&gt;    kebutuhan  kehidupan  modern;  dan keempat, mempertahankan Islam.&lt;br /&gt;    Usaha  Abduh  merumuskan  doktrin-doktrin  Islam  untuk  memenuhi&lt;br /&gt;    kebutuhan  kehidupan modern pertama dimaksudkan agar supaya Islam&lt;br /&gt;    dapat memainkan kembali tanggung jawab  yang  lebih  besar  dalam&lt;br /&gt;    lapangan  sosial,  politik  dan  pendidikan. Dengan alasan inilah&lt;br /&gt;    Abduh melancarkan ide  agar  ummat  Islam  melepaskan  diri  dari&lt;br /&gt;    keterikatan mereka kepada pola pikiran para mazhab dan agar ummat&lt;br /&gt;    Islam meninggalkan segala bentuk praktek  tarekat.   Syekh  Ahmad&lt;br /&gt;    Khatib  mendukung  beberapa  pemikiran Abduh, walaupun ia berbeda&lt;br /&gt;    dalam beberapa hal. Beberapa santri Syekh Khatib  ketika  kembali&lt;br /&gt;    ke  Indonesia  ada  yang  mengembangkan  ide-ide  Abduh  itu.  Di&lt;br /&gt;    antaranya  adalah  KH  Ahmad  Dahlan  yang  kemudian   mendirikan&lt;br /&gt;    Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak demikian dengan Hasyim. Ia sebenarnya juga menerima ide-ide&lt;br /&gt;    Abduh  untuk  menyemangatkan  kembali  Islam,  tetapi  ia menolak&lt;br /&gt;    pikiran Abduh agar ummat Islam melepaskan diri  dari  keterikatan&lt;br /&gt;    mazhab. Ia berkeyakinan bahwa adalah tidak mungkin untuk memahami&lt;br /&gt;    maksud yang sebenarnya dari ajaran-ajaran  al-Qur'an  dan  Hadist&lt;br /&gt;    tanpa   mempelajari   pendapat-pendapat  para  ulama  besar  yang&lt;br /&gt;    tergabung dalam sistem mazhab. Untuk  menafsirkan  al-Qur'an  dan&lt;br /&gt;    Hadist tanpa mempelajari dan meneliti buku-buku para ulama mazhab&lt;br /&gt;    hanya akan menghasilkan pemutarbalikan  saja  dari  ajaran-ajaran&lt;br /&gt;    Islam   yang  sebenarnya,  demikian  tulis  Dhofier.   Dalam  hal&lt;br /&gt;    tarekat, Hasyim  tidak  menganggap  bahwa  semua  bentuk  praktek&lt;br /&gt;    keagamaan  waktu  itu salah dan bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;    Hanya, ia berpesan agar ummat Islam  berhati-hati  bila  memasuki&lt;br /&gt;    kehidupan tarekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam  perkembangannya,   benturan   pendapat   antara   golongan&lt;br /&gt;    bermazhab   yang  diwakili  kalangan  pesantren  (sering  disebut&lt;br /&gt;    kelompok tradisional) ,  dengan  yang  tidak  bermazhab  (diwakili&lt;br /&gt;    Muhammadiyah  dan  Persis,  sering disebut kelompok modernis) itu&lt;br /&gt;    memang kerap tidak terelakkan. Puncaknya adalah saat Konggres  Al&lt;br /&gt;    Islam  IV  yang diselenggarakan di Bandung. Konggres itu diadakan&lt;br /&gt;    dalam rangka mencari masukan dari berbagai kelompok ummat  Islam,&lt;br /&gt;    untuk dibawa ke Konggres Ummat Islam di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena  aspirasi  golongan  tradisional  tidak   tertampung   (di&lt;br /&gt;    antaranya:   tradisi   bermazhab  agar  tetap  diberi  kebebasan,&lt;br /&gt;    terpeliharanya  tempat-tempat  penting,  mulai  makam  Rasulullah&lt;br /&gt;    sampai  para  sahabat)  kelompok  ini  kemudian  membentuk Komite&lt;br /&gt;    Hijaz. Komite yang dipelopori KH Abdullah  Wahab  Chasbullah  ini&lt;br /&gt;    bertugas   menyampaikan   aspirasi  kelompok  tradisional  kepada&lt;br /&gt;    penguasa Arab Saudi. Atas restu Kiai Hasyim, Komite  inilah  yang&lt;br /&gt;    pada  31  Februari  l926  menjelma jadi Nahdlatul Ulama (NU) yang&lt;br /&gt;    artinya kebangkitan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah  NU  berdiri  posisi  kelompok  tradisional  kian   kuat.&lt;br /&gt;    Terbukti,  pada  l937 ketika beberapa ormas Islam membentuk badan&lt;br /&gt;    federasi partai dan perhimpunan  Islam  Indonesia  yang  terkenal&lt;br /&gt;    dengan  sebuta  MIAI  (Majelis  Islam A'la Indonesia) Kiai Hasyim&lt;br /&gt;    diminta jadi ketuanya. Ia juga pernah  memimpin  Masyumi,  partai&lt;br /&gt;    politik Islam terbesar yang pernah ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keturunan Raja Pajang&lt;br /&gt;    ------------ ---------&lt;br /&gt;    Lahir 24 Dzul Qaidah 1287 Hijriah atau 14 Februari  l871  Masehi,&lt;br /&gt;    Hasyim  adalah  putra  ketiga dari 11 bersaudara. Dari garis ibu,&lt;br /&gt;    Halimah, Hasyim masih terhitung keturunan ke  delapan  dari  Jaka&lt;br /&gt;    Tingkir  alias  Sultan Pajang, raja Pajang. Namun keluarga Hasyim&lt;br /&gt;    adalah keluarga kiai. Kakeknya, Kiai  Utsman  memimpin  Pesantren&lt;br /&gt;    Nggedang,  sebelah utara Jombang. Sedangkan ayahnya sendiri, Kiai&lt;br /&gt;    Asy'ari, memimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah  selatan&lt;br /&gt;    Jombang.  Dua  orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar-dasar&lt;br /&gt;    Islam secara kokoh kepada Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sejak anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasan Hasyim  memang&lt;br /&gt;    sudah  nampak.  Di  antara  teman sepermainannya, ia kerap tampil&lt;br /&gt;    sebagai pemimpin. Dalam usia 13 tahun, ia sudah membantu  ayahnya&lt;br /&gt;    mengajar  santri-santri  yang lebih besar ketimbang dirinya. Usia&lt;br /&gt;    15  tahun  Hasyim  meninggalkan  kedua  orang  tuanya,  berkelana&lt;br /&gt;    memperdalam ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain. Mula-mula&lt;br /&gt;    ia menjadi santri di Pesantren  Wonokoyo,  Probolinggo.  Kemudian&lt;br /&gt;    pindah  ke  Pesantren  Langitan,  Tuban.  Pindah  lagi  Pesantren&lt;br /&gt;    Trenggilis,  Semarang.  Belum  puas  dengan  berbagai  ilmu  yang&lt;br /&gt;    dikecapnya,  ia melanjutkan di Pesantren Kademangan, Bangkalan di&lt;br /&gt;    bawah asuhan Kiai Cholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak lama di  sini,  Hasyim  pindah  lagi  di  Pesantren  Siwalan,&lt;br /&gt;    Sidoarjo.  Di  pesantren yang diasuh Kiai Ya'qub inilah, agaknya,&lt;br /&gt;    Hasyim merasa benar-benar menemukan sumber Islam yang diinginkan.&lt;br /&gt;    Kiai Ya'qub dikenal sebagai ulama yang berpandangan luas dan alim&lt;br /&gt;    dalam ilmu agama. Cukup lama --lima tahun-- Hasyim menyerap  ilmu&lt;br /&gt;    di Pesantren Siwalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan rupanya Kiai Ya'qub  sendiri  kesengsem berat  kepada  pemuda  &lt;br /&gt;    yang cerdas dan alim itu. Maka, Hasyim  bukan saja mendapat ilmu,&lt;br /&gt;    melainkan juga istri. Ia, yang baru berumur 21 tahun,  dinikahkan&lt;br /&gt;    dengan  Chadidjah,  salah  satu  puteri  Kiai  Ya'qub. Tidak lama&lt;br /&gt;    setelah menikah, Hasyim bersama istrinya berangkat ke Mekkah guna&lt;br /&gt;    menunaikan  ibadah  haji.  Tujuh bulan di sana, Hasyim kembali ke&lt;br /&gt;    tanah air, sesudah istri dan anaknya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tahun 1893, ia berangkat lagi ke  Tanah  Suci.  Sejak  itulah  ia&lt;br /&gt;    menetap di Mekkah selama 7 tahun. Tahun l899 pulang ke Tanah Air,&lt;br /&gt;    Hasyim mengajar di pesanten milik kakeknya, Kiai Usman. Tak  lama&lt;br /&gt;    kemudian  ia  mendirikan  Pesantren  Tebuireng. Kiai Hasyim bukan&lt;br /&gt;    saja kiai ternama, melainkan juga  seorang  petani  dan  pedagang&lt;br /&gt;    yang  sukses.  Tanahnya  puluhan hektar. Dua hari dalam seminggu,&lt;br /&gt;    biasanya Kiai Hasyim istirahat tidak  mengajar.  Saat  itulah  ia&lt;br /&gt;    memeriksa  sawah-sawahnya.  Kadang  juga pergi Surabaya berdagang&lt;br /&gt;    kuda, besi dan  menjual  hasil  pertaniannya.  Dari  bertani  dan&lt;br /&gt;    berdagang   itulah,   Kiai   Hasyim   menghidupi   keluarga   dan&lt;br /&gt;    pesantrennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari perkawinannya dengan Mafiqah, putri Kiai Ilyas, Kiai  Hasyim&lt;br /&gt;    dikarunia  10  putra:  Hannah,  Khoriyah,  Aisyah, Ummu Abdul Hak&lt;br /&gt;    (istri Kiai Idris),  Abdul  Wahid,  Abdul  Kholik,  Abdul  Karim,&lt;br /&gt;    Ubaidillah,  Masrurah  dan  Muhammad  Yusuf.  Wafat 25 Juli 1947.&lt;br /&gt;    Atas  jasa-jasanya  pemerintah  mengangkatnya  sebagai   Pahlawan&lt;br /&gt;    Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                 --- *** ---&lt;br /&gt;Sumber: Milis "NUMESIR"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1872561345493223709?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1872561345493223709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kh-m-hasyim-asyari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1872561345493223709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1872561345493223709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kh-m-hasyim-asyari.html' title='KH. M. HASYIM ASY&apos;ARI'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SX9AcgSJiNI/AAAAAAAAAmc/JJhx58Hh-Uo/s72-c/hasyimas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5385797596787903815</id><published>2009-01-22T10:23:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T14:31:22.321+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Rinduku Pada Sang Kyai</title><content type='html'>Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;Aku tahu kau disana selalu sayang padaku&lt;br /&gt;Meskipun aku seringkali melupakan budimu&lt;br /&gt;Jasamu begitu besar dalam mendidik jiwaku&lt;br /&gt;Kemuliaan Akhlakmu menjadi teladan bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;Aku memahami kegalauan hati panjenengan&lt;br /&gt;Melihat kelakuanku yang mirip bajingan&lt;br /&gt;Namun, engkau senantiasa mendo'akanku&lt;br /&gt;Memberi semangat serta nasihat untukku&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;P'nah suatu kali kau mengirim sms untukku&lt;br /&gt;Yang berisi do'a kesuksesan atas diriku&lt;br /&gt;Aku tak akan pernah lupa akan do'amu itu&lt;br /&gt;Bahkan sampai saat ini masih kusimpan di hpku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;P'nah juga suatu waktu kau berpesan padaku &lt;br /&gt;Agar aku selalu mendo'akan keluargamu&lt;br /&gt;Jika aku menginginkan ilmu yang manfaat darimu&lt;br /&gt;Namun, aku sering lupa akan pesanmu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;Maafkan atas segala ke-kurangajaran-ku&lt;br /&gt;Kesalahan, serta kelalainku akan nasihatmu&lt;br /&gt;Namun, bukan b'arti kau gagal dalam mendidikku&lt;br /&gt;Melainkan proses hidup yang kadangkala merubahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;Bahagia rasanya bila aku bisa selalu di sampingmu&lt;br /&gt;Menatap elok wajahmu dan mendengar merdu suaramu&lt;br /&gt;Seperti dahulu saat-saat aku masih mengaji denganmu&lt;br /&gt;Sungguh aku merindukan saat-saat seperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Syeikh...&lt;br /&gt;Aku merindukanmu....&lt;br /&gt;Aku merindukan wajahmu...&lt;br /&gt;Aku merindukan senyummu....&lt;br /&gt;Aku merindukan suaramu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 23 Muharram 1430 H.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5385797596787903815?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5385797596787903815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/risalah-untuk-sang-kyai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5385797596787903815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5385797596787903815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/risalah-untuk-sang-kyai.html' title='Rinduku Pada Sang Kyai'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8863308534240573721</id><published>2009-01-19T16:05:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T14:33:06.972+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Kyai Kholil Bangkalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SXSJnRlKB0I/AAAAAAAAAl8/a09pqfyQ-FU/s1600-h/dsc00783.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SXSJnRlKB0I/AAAAAAAAAl8/a09pqfyQ-FU/s200/dsc00783.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293006769894328130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ulama besar yang digelar oleh para kiyai sebagai “syaikhuna” yakni guru kami, kerna kebanyakan kiyai-kiyai dan pengasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau. Pribadi yang dimaksudkan ialah Kiyai Kholil bin Kiyai ‘Abdul Lathif bin Kiyai Hamim bin Kiyai ‘Abdul Karim bin Kiyai Muharram bin Kiyai Asral Karamah bin Kiyai ‘Abdullah bin Sayyid Sulaiman yang merupakan cucu kepada Sunan Gunung Jati. Kiyai Kholil dilahirkan pada hari Selasa, 11 Jamadil Akhir 1235 di Bangkalan, Madura.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil, kecintaannya kepada ilmu telah terserlah. Selain menghafal al-Quran, beliau sejak kecil telah hafal 1000 bait nazam Alfiyyah Ibnu Malik. Bahkan, beliau amat menitik beratkan pelajaran nahwu sehingga santri-santri beliau tidak akan dibenarkan menamatkan pengajian dan pulang ke kampung jika belum hafal Alfiyyah. Justru, setiap santri yang mohon untuk pulang, terlebih dahulu diuji hafalan Alfiyyahnya, jika belum hafal maka jangan harap diizinkan pulang. Begitulah penekanan yang beliau berikan kepada ilmu nahwu yang merupakan antara ilmu alat yang terpenting. Kelemahan dalam ilmu ini akan membawa kepada lemahnya memahami kitab-kitab para ulama terdahulu, maka wajar sekali jika Embah Kholil memberikan penekanan terhadap ilmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ilmu nahwu, beliau turut menguasai ilmu fiqh terutama sekali fiqh Syafi’i, tafsir, qiraah dan juga tasawwuf dan thoriqah. Beliau menghafal al-Quran dan menguasai segala ilmu berhubungan dengannya termasuklah menguasai qiraatus sab’ah. Beliau menimba pengetahuannya daripada ramai ulama seperti Kiyai Muhammad Nur dan di berbagai pesantren antaranya Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Cangaan Bangil, Pesantren Keboncandi Pasuruan dan Pesantren Banyuwangi. Setelah itu, beliau berangkat ke Makkah al-Mukarramah untuk menimba ilmu di sana. Sewaktu nyantri, beliau tidak mengharapkan biaya daripada orang tuanya, bahkan beliau menampung biayanya sendiri dengan melakukan berbagai pekerjaan di samping belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berangkat ke Makkah dalam tahun 1859, ketika berusia 24 tahun. Sepanjang perjalanan ke Makkah dan semasa di sana, beliau lebih gemar berpuasa dan melakukan riyadhah kerohanian. Dikisahkan bahawa selama di Makkah, kebiasaannya beliau hanya makan kulit tembikai berbanding makanan lain. Setelah pulang ke tanahairnya, beliau mendirikan pesantren di Desa Cengkebuan. Pesantren ini akhirnya beliau serahkan kepada menantunya Kiyai Muntaha, dan beliau sendiri membuka sebuah lagi pesantren di Desa Kademangan, Bangkalan. Antara ulama yang menjadi santri beliau adalah Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiyai Wahhab Hasbullah, Kiyai Ahmad Qusyairi dan Kiyai Bisri Syansuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai Kholil selain terkenal sebagai ulama, juga dikenali sebagai seorang waliyullah yang mempunyai berbagai karamah dan kasyaf. Murid beliau, Kiyai Ahmad Qusyairi bin Shiddiq dalam karyanya “al-Wasiilatul Hariyyah” mensifatkan gurunya ini sebagai ” beliau yang dalam ilmu nahwunya seperti Sibawaih, dalam ilmu fiqh seperti Imam an-Nawawi dan dari segi banyak kasyaf dan karamah seperti al-Quthub al-Jilani.” Maka tidak heran, makamnya sehingga kini diziarahi ramai untuk menjalankan sunnah ziarah kubur dan ngalap berkat. Beliau meninggal dunia pada 29 Ramadhan 1343H. Selain meninggalkan ramai santri yang menjadi ulama dan kiyai besar, beliau turut meninggalkan beberapa karangan antaranya “ash-Shilah fi bayanin nikah” dan “al-Matnusy-Syarif“. Moga Allah sentiasa mencucuri rahmat dan kasih-sayangNya kepada Embah Kiyai Kholil serta para leluhurnya juga sekalian ulama dan umat yang mentawhidkan Allah s.w.t. .. al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : milist Majlis Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8863308534240573721?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8863308534240573721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kyai-kholil-bangkalan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8863308534240573721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8863308534240573721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kyai-kholil-bangkalan.html' title='Kyai Kholil Bangkalan'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SXSJnRlKB0I/AAAAAAAAAl8/a09pqfyQ-FU/s72-c/dsc00783.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6012804729985953600</id><published>2009-01-14T18:34:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:33:41.709+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Syaikh Muhammad Rasyid Ridha</title><content type='html'>Seorang syaikh reformis besar, Muhammad Rasyid Ridha, siapa yang tidak mengenal matahari di tengah siang benderang? Riwayat hidup reformis ini termasuk riwayat-riwayat hidup yang sangat mengesankan perasaan saya dan menggantungkan hati saya untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang siapa dia. Yah, tokoh yang lain dan beda dari tokoh-tokoh yang lainnya. Berbagai pengalaman di dunia membuat jalan Rasyid menjadi terang, ia cari kebenaran dengan dalilnya, bekerja keras demi menyampaikan dakwah, memberantas bid’ah dan menyebarkan apa yang dianggapnya haq. Ia terus belajar dan bepergian untuk mencari orang yang kelak dapat menerangi cakrawala ma’rifah dengan dalilnya. Setelah berada di perguruan yang bertarung dengan berbagai pengalaman, akhirnya kondisinya pun menjadi stabil. Berkat taufiq Allah, ia berjalan di atas jalan orang-orang yang shalih, membawa panji salaf sebagai penyebar, pengajar, pembela dan pendebatnya. Maka lahirlah di tangannya generasi intelektual yang mengikuti jejaknya dan berkomitmen dengan manhaj Salaf.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapa Muhammad Rasyid Ridha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baha’uddin al-Qalmuni, al-Husaini. Nasabnya sampai kepada Alu al-Bayt (Ahli Bayt) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan pada tanggal 27-5-1282 H di sebuah desa bernama Qalmun, sebelah selatan kota Tharablas (Tripoli), Syam. Ia mulai menuntut ilmu dengan menghafal al-Qur’an, mempelajari khat dan ilmu berhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian belajar di madrasah “ar-Rasyidiyyah” yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Turki. Tetapi tak berapa lama, ia tinggalkan tempat itu untuk meneruskan studinya di sekolah nasional Islam (al-Wathaniyyah al-Islamiyyah) yang didirikan dan diajarkan gurunya, Husain al-Jisr. Ia mengenyam belajar di sekolah ini selama 7 tahun yang kemudian merubah perjalanan kehidupannya dan mulailah ‘rihlah’ Tasawufnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Tarekat Syadziliyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mulai mempelajari tasawuf ketika gurunya, Husain al-Jisr membacakan kepadanya sebagian buku-buku Tasawuf, di antaranya beberapa pasal dari kitab ‘al-Futuuhaat al-Makkiyyah’ dan beberapa pasal dari kitab karya al-Fariyaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ia membaca ‘wird as-Sahar’ dari buku Tasawuf itu, dan saat membaca bait berikut:&lt;br /&gt;Dan derai air mata telah mendahuluiku&lt;br /&gt;Akibat rasa takut terhadap-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berhenti dan menolak untuk membacanya karena merasa air matanya tidaklah berderai saat itu. Penolakannya ini semata karena merasa malu berdusta kepada Allah sebab kenyataannya air matanya belum dan tidak berderai ketika membaca bait itu.??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau menggali dan memperdalam ilmu dan ushuluddin, sadarlah ia bahwa membaca ‘Wird’ tersebut termasuk bid’ah. Karena itu, ia pun meninggalkannya dan lebih memilih untuk membaca dan mempelajari al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga sempat belajar dengan gurunya yang lain, Abu al-Mahasin al-Qawiqji hingga berhasil mendapatkan ‘ijazah’ (semacam rekomendasi sah sebagai murid yang berhak membaca buku gurunya-red) untuk kitab ‘Dala’il al-Khairat.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajarinya, semakin nyata baginya bahwa kebanyakan isi buku tersebut mengandung kedustaan terhadap Nabi SAW, maka beliau pun meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian beranjak membaca dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang berisi shalawat kepada Nabi SAW yang kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan (valid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Tarekat Naqsyabandiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Syaikh Rasyid menyebutkan bahwa yang membuatnya gandrung mempelajar Tasawuf adalah pesona kitab ‘Ihya’ ‘Ulum ad-Diin’ karya Imam al-Ghazali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau meminta kepada gurunya dalam tarekat Syadziliyyah, Muhammad al-Qawiqji untuk memperkenankannya untuk tetap menjalankan tarekat Syadziliyyah secara formalitas saja namun sang guru berkeberatan seraya berkata, “Wahai anakku, aku bukan orang yang tepat untuk mengabulkan permintaanmu itu. Permadani ini telah dilipat dan para penganutnya telah berlalu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Rasyid juga menyebutkan, ada temannya yang bernama Muhammad al-Husaini berhasil menjadi seorang Sufi terselubung dalam tarekat Naqsyabandiyyag. Ia beranggapan dirinya telah mencapai tingkat ‘Mursyid Sempurna’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasyid lalu mengikuti tarekat Naqsyabandiyyah ini melalui bimbingan temannya itu. Beliau akhirnya banyak menghabiskan usianya dalam tarekat ini. Mengenai hal ini, beliau bertutur, “Di sela-sela itu, aku melihat banyak sekali perkara-perkara ruhani yang terjadi di luar kebiasaan. Dari banyak kejadian itu, aku berupaya menafsirkannya namun sebagiannya tak berhasil aku ungkap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan, “Akan tetapi buah cita rasa yang tidak lazim ini tidak sama sekali menunjukkan bahwa seluruh sarananya adalah disyari’atkan atau sebagiannya yang bernuansa bid’ah dibolehkan seperti yang kemudian aku teliti lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid menyebut kegiatannya menjalani ‘wirid harian’ dalam tarekat Naqsyabandiyyah adalah dengan cara mengucapkan nama ‘Allah’ di dalam hati, tanpa ucapan lisan sebanyak 5000 kali seraya membelalakkan kedua mata, menahan nafas sekuat daya dan mengikat hati dengan hati sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di kemudian hari jelas baginya semua itu, ia menyebut wirid itu sebagai perbuatan bid’ah bahkan dapat mencapai kesyirikan terselubung ketika seseorang mengikat hatinya dengan hati sang guru. Sebab dalam tuntutan tauhid, seorang hamba di dalam setiap ibadahnya harus menuju Allah semata, dengan lurus total dan tidak condong serta berserah diri kepada-Nya dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengalamannya bersama aliran ‘Tasawuf’ ini, Syaikh Rasyid kemudian menyebut banyak hal, di antaranya, beliau mengatakan, “Kesimpulannya, saya dulu berkeyakinan bahwa Thariqat (Tarekat/Jalan), Ma’rifah, Penyucian jiwa dan mengetahui rahasia-rahasianya adalah dibolehkan secara syari’at, tidak terlarang sama sekali dan dapat berguna seraya berharap mencapai ma’rifat Allah, tanpa melakukannya tidak akan mencapai sasaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat Hidayah, Beralih Dari Tasawuf Ke Pemahaman Salaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai Sufi, beliau menuturkan pengalamannya, “Saya sudah menjalani Tarekat Naqsyabandiyyah, mengenal yang tersembunyi dan paling tersembunyi dari misteri-misteri dan rahasia-rahasianya. Aku telah mengarungi lautan Tasawuf dan telah meneropong intan-intan di dalamnya yang masih kokoh dan buih-buihnya yang terlempar ombak. Namun akhirnya petualangan itu berakhir ke tepian damai, ‘pemahaman Salaf ash-Shalih’ dan tahulah aku bahwa setiap yang bertentangan dengannya adalah kesesatan yang nyata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau banyak terpengaruh oleh majalah ‘al-‘Urwah al-Wutsqa’ dan artikel-artikel para ulama dan sastrawan. Terlebih, pengaruh gurunya, Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh. Beliau benar-benar terpengaruh sekali sehingga seakan gurunya lah yang telah menggerakkan akal dan pikirannya untuk membuang jauh-jauh seluruh bid’ah dan menggabungkan antara ilmu agama dan modern serta mengupayakan tegak kokohnya umat dalam upaya menggapai kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih banyak mempengaruhinya lagi adalah beliau buku-buku karya Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu, menciptakan gerak dan aktifitasnya setelah sebelumnya tenggelam dalam kubangan kemalasan, kehilangan kesadaran dan terjerumus ke dalam berbagai bid’ah dan kesesatan seperti yang ada pada aliran Tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingkari Penganut Tarekat-Tarekat Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian pertama di mana secara terang-terangan beliau mengingkari tarekat-tarekat sufi itu adalah saat suatu hari, seusai shalat Jum’at, salah satu keluarga penganut tarekat Sufi mengadakan acara yang disebut Rasyid sebagai ‘Pertemuan Dengan Maulawiyyah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Rasyid mengisahkan, bahwa tatkala sudah tiba waktu pertemuan, para guru Sufi yang sering disebut ‘Darawisy Maulawiyyah’ berkumpul di majlis mereka. Di depan mereka duduk sang guru resmi. Di situ, hadir para bocah-bocah berwajah tampan dan mulus, berpakaian putih cemerlang layaknya jilbab para pengantin. Mereka menari-nari mengikuti irama musik, berputar-putar dengan sangat cepat seraya bersorak-sorai. Jarak mereka beriringan, tidak saling berbenturan, mengulurkan lengan-lengan dan memiringkan pundak-pundak. Satu demi satu dari mereka melewati sang guru seraya merunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu sungguh mengganggu dan melukai perasaan Rasyid. Ia tidak menyangka kondisi kaum muslimin sampai sekian jauh terperosok ke dalam bid’ah dan khurafat. Betapa tega mempermainkan keyakinan manusia dan meracuni akal pikiran mereka. Yang benar-benar menyakiti perasaannya adalah anggapan mereka bahwa permainan bid’ah itu adalah sebagai bentuk ibadah dalam mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan mendengar dan menyaksikan pemandangan itu mereka anggap sebagai ibadah yang disyari’atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid tidak hanya bertopang dagu menyaksikan hal itu. Ia terpanggil untuk mengemban kewajiban sesuai dengan bacaan yang selama ini ia dapatkan dari referensi Salaf baik melalui kitab-kitab mau pun majalah-majalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengisahkan, “Aku katakan kepada mereka, ‘Apa ini.?’ Salah seorang menjawab, ‘Ini dzikir tarekat maulana Jalaluddin ar-Rumi, penyandang kedudukan terhormat.!’ Mendengar itu, aku tidak dapat menahan diri lagi. Aku langsung berdiri di ruang utama seraya berteriak sekencang-kencangnya, yang kira-kira bunyinya, ‘Wahai manusia dan kaum muslimin! Ini perbuatan munkar, tidak boleh dilihat apalagi mendiamkannya sebab sama artinya menyetujui dan melegitimasi para pelakunya. Padahal Allah berfirman, ‘Mereka menjadikan agama mereka sebagai ejekan dan mainan.’ Sungguh, aku telah menjalankan kewajibanku. Karena itu, keluarlah kalian, semoga Allah merahmati!’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Rasyid pun cepat-cepat keluar menuju kota. Teriakan ‘Salafi’-nya itu berbuah juga. Sekali pun baru diikuti segelintir orang tetapi gaungnya masih terus bergema di tengah masyarakat. Ada pihak yang mendukung dan ada pula yang menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun banyak dari kalangan tuan-tuan guru Sufi yang menentang dan mengingkari tindakan Rasyid, namun anak muda ini bertekad akan terus menempuh caranya dalam memperbaiki masyarakat dari kesesatan-kesesatan dan bid’ah-bid’ah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, justeru di antara yang menentangnya itu adalah gurunya sendiri, yang dulu beliau pernah mendalami tarekat Syadzili padanya, Syaikh Husain al-Jisr. Sang guru beranggapan, tidak boleh mengganggu para Sufi dan aktifitas bid’ahnya, siapa pun orangnya. Saat itu, gurunya itu berkata kepadanya, “Aku nasehati kamu agar tidak mengganggu para ahli tarekat.” Rasyid menjawab dengan nada mengingkari, “Apakah para ahli tarekat itu memiliki hukum-hukum syari’at sendiri selain hukum-hukum umum untuk seluruh umat Islam.?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, “Tidak! Tetapi mereka memiliki niat yang tidak sama dengan niat sembarang orang, mereka juga memiliki pandangan yang berbeda dengan pandangan orang-orang.” Rasyid menjawab, “Dosa yang dilakukan para ahli tarekat itu lebih besar daripada dosa pelaku maksiat biasa sebab mereka (para ahli tarekat) telah menganggap mendengarkan kemungkaran dan tarian yang dilakukan bocah-bocah tampan dan mulus itu sebagai bentuk ibadah yang disyari’atkan sehingga mereka itu telah membuat syari’at agama untuk diri mereka yang tidak pernah diperkenankan Allah sama sekali. Tetapi saya tidak pernah tidak mengingkari suatu kemungkaran yang terjadi di hadapan mata saya.!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali pun hujjah Rasyid sangat kuat dalam membantah gurunya, hanya saja sang guru tetap berpegang pada pendiriannya karena menganggap ia memiliki kehormatan dan kemuliaan.!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat di antara murid dan sang guru itu terus berlanjut, bahkan semakin tajam saat Rasyid berhijrah ke Mesir. Apalagi melalui majalahnya, ‘al-Manar,’ Rasyid sangat mengingkari perbuatan para ahli tarekat Sufi itu. Sebab ia sudah melihat sendiri betapa kemungkaran dan bid’ah yang terjadi dalam berbagai kegiatan spritual tarekat-tarekat sufi itu seperti perayaan maulid. Sementara itu, sang guru, al-Jisr gigih pula membantah pendapat Rasyid, yang kemudian dibalas pula oleh Rasyid melalui majalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah banyak membaca dan mendapatkan ilmu dari bacaannya terhadap buku-buku karya Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah dan muridnya, Ibn al-Qayyim, ditambah buku karya Ibn Hajar ‘az-Zawaajir ‘An Iqtiraaf al-Kabaa’ir’, Rasyid terus menentang tindakan para penyembah kuburan (Quburiyyun) dari kalangan aliran Tasawuf dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun telah mengkaji secara seksama buku karangan al-Alusi, ‘Jalaa’ al-‘Ainain Fii Muhaakamati al-‘Ahmadiin’. Buku ini menyadarkannya mengenai penyebab-penyebab terjadinya penyimpangan aliran Tasawuf dan betapa jernihnya dakwah Syaikhul Islam. Ia menyadari, bahwa ucapan-ucapan al-Haitsami dan ulama Tasawuf (kaum Sufi) lainnya tidak lain hanya terbit dari hawa nafsu dan bualan kaum Sufi semata.!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah, merahmati Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, Sang reformis besar atas apa yang telah dipersembahkan dan dilakukannya dalam menasehati dan membongkar kedok kaum Sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menerima taubatnya dan mema’afkan ketergelincirannya. Wa Shallallahu ‘ala Sayyidina Muhammad, Wa Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Abu ‘Umar al-Manhaji, dari situs, ad-difa’ ‘an as-Sunnah. (AH) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6012804729985953600?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6012804729985953600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/syaikh-muhammad-rasyid-ridha.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6012804729985953600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6012804729985953600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/syaikh-muhammad-rasyid-ridha.html' title='Syaikh Muhammad Rasyid Ridha'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4269225994327948060</id><published>2009-01-14T18:30:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T14:44:08.726+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>IMAM AL-BAIHAQI</title><content type='html'>Imam al-Haramain, al-Juwaini terkenal dengan ucapannya yang demikian masyhur,“Tidak ada seorang pun yang bermazhab Syafi’i melainkan berhutang budi kepada Imam asy-Syafi’i kecuali Abu Bakar al-Baihaqi, sebab justeru Imam asy-Syafi’i-lah yang berhutang budi kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Imam adz-Dzahabi berkata, “Sesungguhnya Imam al-Baihaqi adalah orang pertama yang mengumpulkan seluruh teks-teks imam asy-Syafi’i.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan adz-Dzahabi ini menurut ulama diarahkan kepada penilaian sejauh mana pendalaman dan upaya pencapaian dalam pengumpulan dalil-dalil dan perkataan-perkataan Imam asy-Syafi’i yang dilakukannya. Sebab bila dari sisi yang lain, al-Baihaqi bukanlah orang pertama yang mengumpulkan teks-teks imam asy-Syafi’i secara mutlak. Hal ini disiratkan oleh Imam as-Subki dalam bantahannya terhadap ucapan imam adz-Dzahabi sebagaimana disebutkan dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Siapa Imam al-Baihaqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Imam al-Hafizh, al-‘Allamah, Syaikh dari Khurasan, Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin ‘Ali bin Musa al-Khasrujardi al-Baihaqi, pemilik banyak karya tulis, orang terdepan di zamannya dan abadnya dan al-Hafizh di masanya. Ia termasuk salah seorang murid senior Abu Abdillah al-Hakim. Oleh karena itu, bila ia menyebutkan secara lepas, Abu Abdillah al-Hakim dalam periwayatan-periwayatannya, maka yang dimaksudnya adalah syaikh (guru)nya, al-Imam al-Hakim dimana ia meriwayatkan darinya lebih dari sepuluh ribu riwayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, sebab kecenderungannya kepada mazhab Syafi’i adalah karena terkesan dengan syaikhnya, Abu Abdillah tersebut. Di samping, karena mazhab Syafi’i memiliki pijakan-pijakan yang kokoh. Hal ini dikatakan oleh al-Baihaqi dalam kitabnya, Ma’rifat as-Sunan Wa al-Atsar, “Lalu aku mendapati imam asy-Syafi’i rhm orang yang paling mengikuti sunnah daripada mereka (para ulama yang lain-red), paling kuat hujjahnya dan paling shahih qiyasnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama yang ia ambil dalam mazhab asy-Syafi’i adalah Abu al-Fath, Nashir bin Muhammad al-‘Umari al-Mirwazi, dan ulama selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baihaqi mumpuni dalam mazhab Syafi’i dan terkenal di kalangan sahabat-sahabatnya, sampai-sampai ia dinilai sebagai salah seorang pendukung terbesar mazhab Syafi’i dan ulama terkemukanya. Ia dilahirkan pada bulan Sya’ban, tahun 384 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Syaikh-Syaikhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abu al-Hasan, Muhammad bin al-Husain al-‘Alawi. Ia merupakan Syaikhnya yang paling senior.&lt;br /&gt;2. Abu Thahir, Muhammad bin Muhammad bin Mahmasy az-Ziyadi.&lt;br /&gt;3. Abu Abdillah, al-Hafizh al-Hakim.&lt;br /&gt;4. Abu Abdirrahman as-Sullami.&lt;br /&gt;5. Abu Bakar bin Faurik.&lt;br /&gt;6. Abu ‘Ali ar-Rudzbari.&lt;br /&gt;7. Abu Bakar al-Hiri.&lt;br /&gt;8. Ishaq bin Muhammad bin Yusuf as-Susi.&lt;br /&gt;9. Ali bin Muhammad bin Ali as-Saqqa’.&lt;br /&gt;10. Abu Zakaria al-Muzakki.&lt;br /&gt;11. Abu al-Husain bin Bisyran.&lt;br /&gt;12. Abdullah bin Yahya as-Sukkari.&lt;br /&gt;13. Abu al-Husain al-Qaththan.&lt;br /&gt;14. Abu Abdillah bin Nazhif.&lt;br /&gt;15. Al-Hasan bin Ahmad bin Firas, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah syaikh-syaikhnya mencapai seratusan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memberkahi waktunya, riwayat-riwayatnya dan tindak-tanduknya yang baik di dalamnya (periwayatan). Ia berhasil menjadikan indah bab-bab, para perawi, lafazh-lafazh dan matan-matannya. Di antaranya adalah seperti terdapat dalam kitab as-Sunan al-Kubra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Murid-Muridnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memiliki banyak murid, di antaranya yang masyhur adalah cucunya, Abu al-Hasan, Ubaidullah bin Muhammad bin Abu Bakar; Abu Abdillah al-Farawi; Zahir bin Thahir asy-Syahhami; Abdul al-Jabbar bin Muhammad al-Hiwari; saudaranya, Abdul Hamid bin Muhammad; Abu al-Ma’ali, Muhammad bin Isma’il al-Farisi; Abdul Jabbar bin Abdul Wahhab ad-Dahhan; dan ulama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Karya-Karyanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang mengatakan, karya-karyanya mencapai ribuan juz. Dua orang Hafizh sempat mendengar hadits darinya, yaitu al-Hafizh Ibn ‘Asakir dan Ibn as-Sam’ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tinggal sebentar di Baihaq untuk menulis kitab-kitabnya. Ia adalah orang pertama yang mengumpulkan teks-teks asy-Syafi’i dengan berupaya mendapatkan sebanyak-banyaknya dan menelusuri himpunan-himpunannya. Ia berhujjah terhadap itu dengan dalil al-Kitab dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara buku-bukunya itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manaqib asy-Syafi’i (satu jilid).&lt;br /&gt;2. Manaqib Ahmad. Dalam satu jilid.&lt;br /&gt;3. Kitab al-Madkhal Ila as-Sunan al-Kabir.&lt;br /&gt;4. Kitab al-Ba’ts wa an-Nusyur (satu jilid).&lt;br /&gt;5. Kitab az-Zuhd al-Kabir (jilid ukuran sedang).&lt;br /&gt;6. Kitab al-I’tiqad (satu jilid).&lt;br /&gt;7. Kitab ad-Da’awat al-Kabir.&lt;br /&gt;8. Kitab ad-Da’awat ash-Shaghir.&lt;br /&gt;9. Kitab al-Asra.&lt;br /&gt;10. Al-Qira’ah Khalf al-Imam.&lt;br /&gt;11. Kitab at-Targhib wa at-Tarhib.&lt;br /&gt;12. Kitab al-Adab.&lt;br /&gt;13. Kitab al-Isra’.&lt;br /&gt;14. Kitab al-Khilafiyyat. (Dua jilid).&lt;br /&gt;15. Kitab al-Arba’in. Dan karya-karya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Pujian Para Ulama Terhadapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Ghafir berkata, “Beliau mengikuti cara para ulama, puas dengan hal yang sedikit di dunia, mempercantik diri dengan kezuhudan dan kewaraannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Haramaian, al-Juwaini berkata, ““Tidak ada seorang pun yang bermazhab Syafi’i melainkan berhutang budi kepada Imam asy-Syafi’i kecuali Abu Bakar al-Baihaqi, sebab justeru Imam asy-Syafi’i-lah yang berhutang budi kepadanya melalui karya-karyanya dalam mendukung mazhabnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Aziz al-Mirwazi berkata, “Aku bermimpi seakan ada tabut (kotak) yang naik ke langit di atasnya cahaya. Lalu aku bertanya, ‘Apa ini.?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah karya-karya Ahmad al-Baihaqi.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkata, “Ilmunya diberkahi karena niatnya baik, pemahaman dan hafalannya kuat. Ia menulis buku-buku yang belum pernah dikupas oleh orang sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Nashir ad-Din berkata, “Ia merupakan orang nomor satu di zamannya, dan nomor satu di tengah teman-temannya dari sisi hafalan, ketekunan, keterpercayaan dan rujkan.” (al-Ansab:101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Subki berkata, “Imam al-Baihaqi merupakan salah seorang imam kaum Muslimin, penuntun mereka, penyeru kepada tali Allah yang kuat, ahli fiqih yang mulia, hafizh besar, ahli ushul, ahli nahwu, ahli zuhud, wara’, ahli ibadah kepada Allah, pembela mazhabnya baik secara ushul maupun furu’nya dan salah satu ‘gunung’ ilmu. Ia mengambil fiqih dari Nashir al-‘Umari, membaca tentang ilmu kalam berdasarkan mazhab al-Asy’ari, kemudian sibuk dengan aktifitas mengarang setelah menjadi salah satu orang nomor satu di masanya, satria di medannya, ahli hadits yang mumpuni, memiliki akal yang tajam, pemahaman yang cepat dan memiliki sifat yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Wafatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau wafat pada tanggal 10 Jumadil Ula, tahun 458 H. Ia diangkut di dalam peti, lalu dikuburkan di Baihaq, yaitu pinggiran di kota Naisaburia selama dua hari, sedangkan Khasrojard adalah ibukotanya. (AHS) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4269225994327948060?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4269225994327948060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/imam-al-baihaqi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4269225994327948060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4269225994327948060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/imam-al-baihaqi.html' title='IMAM AL-BAIHAQI'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4069257944684864054</id><published>2009-01-05T17:55:00.001+02:00</published><updated>2009-06-02T14:36:23.592+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Ketika Santri Membaca "Kitab Kehidupan"</title><content type='html'>Ketika Santri Membaca "Kitab Kehidupan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Tohari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faisal kamandobat, seorang "Gus" dari pesantren Cigaru, Majenang Kabupaten Cilacap suatu hari bilang kepada saya. Katanya, sebagai santri dia selalu diajak masuk ke dalam kehidupan masa lalu. Kehidupan di zaman abad pertengahan. Faisal tidak asal omong, sebab bacaan wajib para santri adalah kitab-kitab yang ditulis ratusan tahun yang lalu. Kitab-kitab tersebut, baik yang menyangkut fikih, kalam, tafsir, maupun politik tentu mewakili nafas zamannya. Ya, nafas zaman ketika para cendekia Islam berbicara dari mimbar masanya tentang jalan keselamatan jauh di masa depan, jauh di seberang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faisal merasa dalam pelajaran pesantren dia tidak menemukan pengetahuan kemanusiaan yang nyata, yang benar-benar menjadi realita hari ini dan di sini. Yang mendominasi topik bahasan adalah ilmu agama yang dipahami dengan kacamata masa lalu dan dipelajari untuk menggapai kebahagiaan di seberang kehidupan dunia. Lalu kapan orang akan punya perhatian terhadap kehidupan nyata yang benar-benar sedang dihadapi saat ini? Padahal kekini dan di sini-an adalah ruang sejarah di mana kita hadir dan harus mengaktualisasikan diri. Kekini dan di sini-an adalah ruang historis di mana kita sama sekali tidak bisa mengingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena ingin mengembangkan kesadaran historis itulah Gus Faisal merambah dan membaca kehidupan nyata tanpa harus kehilangan identitas kesantriannya. Dia baca buku apa saja terutama sastra dan filsafat. Dia jelajahi kelompok manusia yang ada dalam realitas kekinian. Dia bergabung dengan manusia lintas budaya, lintas agama, lintas strata sosial. Dalam kesantriannya, Faisal ingin membaca dan menyelami realitas hidup sekarang. Hasilnya, Faisal jadi sastrawan. Kini Faisal Kamandobat sudah mendapat pengakuan sebagai seorang penyair, cerpenis, esais, yang karya-karyanya bertebaran di media massa. Seorang santri telah fasih membaca bukan hanya "kitab" melainkan juga "kitab" yang terbuka di depan mata kita: Kehidupan Nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra hadir dan mengembangkan diri dalam ranah makna. Sastra tidak lagi berbicara tentang ajaran formal. "Agama" dalam sastra adalah nilai-nilai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;akhlakul karimah &lt;/span&gt; sebagai pertanggungjawaban kepada peradaban yang mengembangkan kemaslahatan manusia dan alam yang mendukung kehidupannya. Maka komitmen sastra adalah keberpihakan kepada nilai tanggung jawab, kasih sayang, keadilan, kejujuran; pokoknya seluruh nilai keterpujian. Komitmen ini akan menjadi semangat bagi seorang sastrawan untuk berkarya, baik dalam bentuk prosa maupun puisi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu A'lamu Bishshawab...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4069257944684864054?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4069257944684864054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/ketika-santri-membaca-kitab-kehidupan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4069257944684864054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4069257944684864054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/ketika-santri-membaca-kitab-kehidupan.html' title='Ketika Santri Membaca &quot;Kitab Kehidupan&quot;'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7250724338264341980</id><published>2009-01-05T16:53:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:42:56.637+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Bait-Bait Jiwaku</title><content type='html'>Bait-Bait Jiwaku&lt;br /&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirih jiwaku berbisik padaku&lt;br /&gt;Saat gelap malam selimutiku&lt;br /&gt;Wahai insan yang lemah…&lt;br /&gt;Inilah saatnya engkau pasrah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengadu dan mengeluh padaNya&lt;br /&gt;Merunduk dan menyembah padaNya&lt;br /&gt;Mengharap akan maghfirah dariNya&lt;br /&gt;Meminta belaskasih serta hidayahNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desir angin membelai mesra tubuhku&lt;br /&gt;Saat sang fajar mulai terbit menyapaku&lt;br /&gt;Mengisyaratkan terang kan segera tiba&lt;br /&gt;Bersama kehangatan yang ia bawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirih jiwaku berbisik padaku&lt;br /&gt;Saat sang mentari senyum padaku&lt;br /&gt;Duhai jiwa yang terlelap…&lt;br /&gt;Kini cahaya telah kau tatap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya engkau tegak berdiri&lt;br /&gt;Melangkahkan kaki lalu kemudian lari&lt;br /&gt;Mengejar impian serta cita-citamu&lt;br /&gt;Agar orangtuamu bangga denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu saat nanti engkau kembali&lt;br /&gt;Maka tak ada lagi yang perlu engkau sesali&lt;br /&gt;Karena semua yang ada sudah berlalu&lt;br /&gt;Hanya Allah yang tak akan pernah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 12 Dzulhijjah 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7250724338264341980?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7250724338264341980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/bait-bait-jiwaku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7250724338264341980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7250724338264341980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/bait-bait-jiwaku.html' title='Bait-Bait Jiwaku'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8490900887676615825</id><published>2009-01-05T16:51:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:42:10.086+03:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 1430 H</title><content type='html'>Selamat Tahun Baru 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu begitu cepat bergulir menggilas apa saja yang ada di depannya. Semuanya akan lenyap dimakan oleh waktu, tak pandang itu keras tak pandang lunak, semuanya akan musnah. Begitu pula waktu itu sendiri. Karena tak ada yang abadi kecuali yang diabadikan oleh Dzat yang maha abadi, yaitu Allah. Seperti halnya malaikat Izrail yang tugasnya mencabut nyawa sekian banyak makhluk hidup yang ada di bumi dan di langit, ia pun akan mati nantinya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekian banyak kejadian-kejadian yang mengitari kita di sela-sela waktu yang sudah terlewatkan oleh kita, hanyalah merupakan media Tuhan untuk memperkenalkan diriNya kepada kita, bahwa hanya Dia yang tak terjamah oleh waktu, yang tak terpengaruh oleh keadaan, dan yang tak tersentuh oleh perubahan. Karena setiap kita, lingkungan di sekitar kita, langit, bumi, dan segala isinya pasti tak akan lepas dari perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan adalah sifat makhluqiyah yang paling asasi, karena melalui perubahan inilah bisa dibedakan mana yang hadits dan mana yang qadim, mana yang makhluq dan mana yang khaliq. Sebagaimana logika dalam ilmu mantiq, yaitu "Alam itu berubah dan setiap yang berubah adalah baru. Kesimpulannya, alam itu baru." Sedangkan sifat sang khaliq adalah tsabit/tetap dan setiap yang tetap adalah qadim. Kesimpulannya sang khaliq itu qadim. Itulah perbedaan antara ciptaan dan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, di tahun yang baru ini marilah kita bersama-sama berdo'a memohon kepada Tuhan semoga Dia senantiasa menolong dan memudahkan kita dalam melakukan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, senantiasa memberi kesabaran kepada kita di dalam menjalani proses perubahan ini. Amien...!!! Dan akhirnya, saya mengucapkan kepada seluruh umat muslim di dunia ***SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum (ke arah yang lebih baik) sebelum mereka mau merubah diri mereka sendiri". Terjemah bebas QS. Ar-ra'du ayat 11.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 1 Muharram 1430 H&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8490900887676615825?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8490900887676615825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/selamat-tahun-baru-1430-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8490900887676615825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8490900887676615825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/selamat-tahun-baru-1430-h.html' title='Selamat Tahun Baru 1430 H'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1512167407043264956</id><published>2009-01-05T16:49:00.002+02:00</published><updated>2009-06-02T14:41:51.104+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Kepinding, Maafkan Aku</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus besar bahasa indonesia kepinding diartikan sebagai: kutu pengisap darah manusia, berwarna merah, biasa hidup di sela-sela tempat duduk atau tempat tidur (kursi, tikar, dipan, dsb); kutu busuk; Cimex rotundanus. Setelah kita tahu apa itu kepinding, mari kita berdiam sejenak untuk sekedar membaca tulisanku tentang kepinding.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari hobiku, yang mungkin, berbeda dari hobi teman-teman yang lain. Hobiku ini bisa dibilang aneh, tapi ini kenyataannya. Tidur alias molor, itulah hobiku, sejak aku masih di pondok sampai sekarang, sedangkan teman-temanku yang lain banyak yang jadi aktifis, karena sering aktif di berbagai organisasi, aku juga bisa dibilang begitu. Cuma gelarku lain dengan gelar mereka. Aku bisa dibilang aktifis, karena aku aktif di atas kasur empuk dan berteman bantal guling. Oleh sebab itulah aku mentakrifi aku sendiri sebagai "Sang Pemimpi Sejati" di friendsterku. Maklum, aku gak bisa mencari kata-kata lain yang lebih pantes dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat aktifitasku ini sedang berlangsung tak ada yang boleh menggangguku, siapapun atau apapun itu. Itulah sebabnya kenapa aku sebel banget sama makhluk yang namanya "kepinding". Entah sudah berapa ekor kepinding yang mati ditanganku, aku tak sempat menghitungnya. Tapi yang jelas, aku sudah lega bisa menghabisi musuh-musuhku yang selalu mengganggu tidurku. Namun di kemudian hari, mulai terpikir dibenakku, apa sih sebenarnya hukum membunuh hewan yang dalam tanda petik sering mengganggu kita, kaum manusia? Dosa apa bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul dua jawaban dari dalam diriku sendiri. Yang pertama, nggak apa-apa. Toh, kamu kan cuma membela diri dari serangan mereka. Jadi hukum membunuh mereka ya boleh-boleh aja donk!tapi setelah aku pikir-pikir lagi, muncul jawaban yang kedua; mereka ini juga ciptaan allah, yang juga berhak untuk hidup sama seperti kamu. kenapa kamu mau menang sendiri? Allah menjadikan kamu sebagai wakilnya di bumi ini kan bukan untuk menang sendiri, kemana akalmu ketika itu? Padahal hanya dengan akal itulah, kamu lebih mulia dibanding mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa, setelah kutanya dan kujawab sendiri kata-kataku. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi, karena aku merasa bersalah sudah melenyapkan nyawa berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus ekor kepinding. Aku sudah berbuat kerusakan di muka bumi ini. Kalau seandainya nanti di akhirat, mereka minta pertanggungjawaban dariku, aku tak bisa berkilah, karena memang kenyataanya aku yang sudah membunuh mereka. Saat ini aku cuma bisa beristighfar, berharap Allah yang menciptakan dan memiliki nyawa-nyawa mereka, termasuk nyawa yang sekarang berada dalam diriku, berkenan mengampuni hambanya yang telah aniaya ini. Wallahu a'lam bi ash-shawab...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 16 Nov 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1512167407043264956?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1512167407043264956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kepinding-maafkan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1512167407043264956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1512167407043264956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2009/01/kepinding-maafkan-aku.html' title='Kepinding, Maafkan Aku'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5646684609414828614</id><published>2008-12-14T01:17:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T14:59:16.264+03:00</updated><title type='text'>Riwayat Hidup Pemilik Blog</title><content type='html'>Pemilik Blog (PB) ini adalah orang biasa-biasa saja, tidak seperti kebanyakan para tokoh yang pernah mengukir segudang prestasi, menorehkan tinta emas di setiap zamannya, menjadi inspirator bagi orang-orang sesudahnya, ataupun kelebihan-kelebihan yang lain. PB bukanlah orang yang terkenal seperti kebanyakan para cendekiawan, kyai, da'i, atau bahkan artis sekalipun, PB bukan lah orang seperti itu. Dan juga, PB bukanlah dari keturunan orang-orang terhormat seperti kebanyakan para habaib, pangeran, dan sebagainya. Karena sekali lagi, PB hanyalah orang kampung biasa yang tidak memiliki banyak kelebihan, kecuali hanya kekurangan. Kekurangan itulah satu-satunya kelebihan PB.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 21 tahun yang lalu PB lahir ke dunia yang penuh cobaan ini dari sepasang suami istri seorang petani bernama H. Abdul haji dan Islamah binti KH. Isma'il (Alm) di sebuah desa bernama banjarwinangun. Tepatnya di kecamatan petanahan kabupaten kebumen propinsi jawa tengah. Dia dibesarkan di lingkungan pedesaan yang kurang terjamah oleh media-media informasi seperti TV, radio, koran, majalah, atau bahkan internet. Itulah sebabnya mengapa PB merasa sangat kekurangan akan ilmu pengetahuan, bagaimana tidak, orang medianya saja tidak ada!. Namun meskipun demikian, kedua orangtua PB tidak mau membiarkan anak-anaknya bodoh, termasuk PB. Karena walau bagaimanapun, tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan anaknya bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang mendorong orangtua PB untuk menyekolahkan dan memondokan PB, karena mereka merasa kurang mampu untuk mengajar dan mendidik PB, mengingat kemampuan mereka yang tidak seberapa. Mereka hanya mampu mengajarkan sedikit saja tentang ilmu, adapun selebihnya mereka pasrahkan kepada guru-guru PB, baik di sekolahan maupun di pesantren. Adalah kebiasaan orang kampung menyerahkan anak-anak mereka kepada bapak kyai atau ustadz untuk supaya diajarkanya ilmu-ilmu agama, seperti baca quran dan membaca buku-buku berbahasa arab. Oleh karena itu, banyak diantara mereka yang memondokkan anak-anaknya ke pesantren, termasuk orangtua PB sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan suatu kebetulan tentunya, keluarga PB adalah keluarga yang suka mencari ilmu, mulai dari kakek-kakeknya sampai cucu-cucunya nanti insyaallah. Kakek-kakeknya PB dulu-dulunya adalah santri, bapaknya juga santri, ibunya juga santri, dan alhamdulillah saudara-saudaranya juga santri semua. Jadi kesimpulannya keluarga PB bisa dibilang "keluarga santri". Sebuah keluarga yang senantiasa diterangi oleh cahaya ilmu, dekat dengan para ulama, dan semoga nantinya juga akan berkumpul bersama orang-orang sholeh. Amien! Untuk lebih mempersingkat kata-kata di sini penulis akan menceritakan sedikit tentang fase-fase kehidupan PB sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Awal (di kampung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wikimapia.org/9259880/Kampung-Halaman-na-Syarif-istifham"&gt;Bedogol&lt;/a&gt;, itulah nama kampung dimana PB memulai langkah hidupnya di sana. Sebuah kampung kecil yang kira-kira berisi 50-60 KK dengan diapit oleh persawahan di kanan kirinya. Sebuah kampung yang sejuk, nyaman, damai, dan belum tercemari oleh polusi-polusi udara. Selain itu, juga jarang dilanda kebanjiran, ataupun tanah longsor. Karena selain tempatnya yang strategis, kampung itu juga bukan merupakan daerah pegunungan yang kerap terjadi tanah longsor. Di sana mungkin sampai saat ini belum ada angkutan umum seperti bus ataupun metro mini, yang ada paling hanya becak, itupun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Jadi intinya, PB itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"wong ndeso"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat di kampung itulah pertama kali PB bergaul dengan sesama, dengan masyarakat yang bermacam-macam karakter ada di sana. Hari-harinya dipenuhi dengan bermain, maklum namanya juga masa kanak-kanak, seperti bermain kelereng, petak umpet, sepak bola, tembak-tembakan pakai air, sampai berenang di sungai. Jadi, kalau pagi sekolah terus sepulang dari sekolah PB menggunakan waktunya untuk bermain dengan teman seumurannya. Sepulang dari bermain biasanya PB langsung disuruh mandi oleh ibunya, untuk kemudian sholat dan mengaji setelah shalat maghrib. Tidak jarang PB dimarahin oleh ibu gara-gara pulang sekolah tidak langsung ke rumah, melainkan langsung bermain atau bahasa jawanya "dolan" tanpa ganti pakaian dulu. Jadi seragam sekolahnya tidak bisa lagi dipakai buat sekolah karena kotor habis bermain, padahal PB hanya punya sepasang seragam sekolah. Akhirnya hari berikutnya PB harus rela berangkat sekolah dengan pakaian yang masih basah. Maklum, namanya juga orang pas-pas-an. Hehehe....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang paling PB takuti pada saat masih kecil, yaitu disunat. Mungkin perasaan takut seperti ini bukan hanya dirasakan oleh PB saja, tapi juga oleh kebanyakan anak-anak berjenis kelamin laki-laki yang lain, dan rasa takut yang seperti itu adalah hal yang wajar menurut PB. Karena takut itulah, pada umur 12 tahun PB baru saja disunat, meskipun itu sudah hampir terlambat. Masa umur 12 tahun baru disunat? Khan nggak lucu!. Tapi, di lain hal PB termasuk orang yang beruntung, karena bisa hatam alquran dalam usia yang masih terhitung belia, yaitu 7 tahun yang pada saat itu masih jarang ada anak yang umur segitu sudah hatam alquran. Ditambah sudah hafal di luar kepala, waktu itu, do'a alquran yang kurang lebih 3 lembar, nadzom tuhfatul athfal, dan nadzom tajwid. Tapi sekarang sudah lupa, hahaha....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Kedua (di pesantren)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-huda, itulah nama pesantren dimana PB memulai pencariannya di sana. Mencari apa? Ya apalagi kalau bukan ilmu agama. Memangnya di pesantren mau nyari ilmu sihir apa! Ya nggak lah, masa ya nggak donk!. Sebuah pesantren di daerah kebumen yang santrinya berjumlah kira-kira 400-500-an pada waktu itu, entah sekarang. Pesantren tersebut diasuh oleh dua kyai kakak-beradik yang kakak bernama KH. Wahib Mahfudz dan yang adik bernama KH. Yazid Mahfudz beliau-beliau inilah yang mendidik dan membimbing hidup PB ketika di pesantren. Di pesantren itulah PB mulai diajarkan tentang arti sebuah kemandirian, kesungguhan, ketawadu'an, sopan santun, dan ilmu-ilmu agama yang tidak bisa disebutkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1999 PB resmi didaulat menjadi salah satu santri di pesantren tersebut, yang harus mengikuti segala peraturan yang ada di sana. Karena setiap santri dibai'at untuk berjanji akan mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh pesantren. Jadi kalau seumpamanya melanggar, maka akan dikenai hukuman atau ta'zir istilah pesantrennya. Sejak saat itulah, yang tadinya PB di kampung hidup bebas berubah menjadi terikat oleh peraturan-peraturan. Awalnya memang tidak kerasan, tapi lama-kelamaan PB merasakan betapa indah hidup ini jikalau teratur dan terkontrol. Hari-harinya ketika di pesantren tidak lagi seperti ketika di kampung sebelumnya, yaitu lebih teratur dan terarah. Sampai-sampai tidur pun diatur, mulai jam segini sampai jam segini. AKtifitasnya sehari-hari tidak pernah lepas dari belajar, mulai bangun tidur sampai tidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika PB dan teman-temannya kepergok/ketahuan nonton dangdut oleh salah satu pengurus, dasar cah ndablek, biarpun ada peraturan ya tetap saja dilanggar. Akhirnya PB dicukur gundul oleh seksi keamanan pada saat itu sebagai ta'zir/hukuman dari pelanggaran PB. Bukan itu saja, PB juga kerapkali melanggar peraturan pondok, seperti pulang tanpa izin, nonton TV, merokok, sampai bolos sekolah. PB ini memang dikenal orang yang suka melanggar peraturan alias cah ndablek itu tadi, tapi kalau sudah urusan mengaji dia selalu aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah pernah suatu ketika PB merasa kurang dari ilmu yang sudah diajarkan di pondok, hingga pada akhirnya dia mencoba mencari ilmu dari orang luar alis jadi santri kalong. Santri kalong adalah santri yang tidak menetap di tempat dimana dia mengaji. Didapatkannya lah seorang guru yang 'Alim bernama K. Zaini Abdillah, PB mengaji sama beliau selama kurang lebih 1 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak alang melintang, cobaan yang menerpa, PB akhirnya bisa merampungkan mondoknya di pesantren tersebut. AKhirnya di pertengahan tahun 2006 PB keluar dari pesantren untuk menempuh jenjang pendidikan yang selanjutnya, yaitu kuliah. berikut lanjutannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Ketiga (di mesir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-azhar, itulah nama universitas di mana PB mengukirkan namanya di sana. Sebuah universitas yang telah mencetak ulama-ulama terkenal, semisal Dr. Yusuf Qardlawi, Dr. Sa'id Ramadlan Al-buthy, Dr. Quraish Shihab, KH. Abdurrahman Wahid, KH Musthafa Bisri, dan masih banyak lagi Ulama-ulama besar lainnya yang pernah duduk di bangku panjang Al-azhar. PB sangat bersyukur sekali bisa satu almamater dengan Syeikh Muhammad Alawi Al-maliki, Syeikh MUtawally Al-sya'rawy, Syeikh Ali JUm'ah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak cerita tentang kehidupan PB di mesir, akan tetapi karena masih panjangnya perjalanan PB di bumi para nabi ini, dan juga perubahan cara berpikir masih seringkali mengganggu kepalanya. jadi, sementara hanya ini yang bisa penulis ceritakan. Wallahu 'Alam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;- TK Banjarwinangun I&lt;br /&gt;- SD Banjarwinangun II&lt;br /&gt;- Madrasah Raudlatul Huda jetis, kutosari, kebumen&lt;br /&gt;- Mts Salafiyah wonoyoso, kebumen&lt;br /&gt;- Ma Salafiyah wonoyoso, kebumen&lt;br /&gt;- Al-azhar University, cairo, egypt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5646684609414828614?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5646684609414828614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/riwayat-hidup-pemilik-blog.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5646684609414828614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5646684609414828614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/riwayat-hidup-pemilik-blog.html' title='Riwayat Hidup Pemilik Blog'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6447551900467809613</id><published>2008-12-07T19:57:00.007+02:00</published><updated>2009-06-02T15:01:14.657+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Tangisan Di Malam Hari Raya Idul Adha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STwP6wn4MEI/AAAAAAAAAjs/so4VDU1bjX8/s1600-h/crying-mother.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STwP6wn4MEI/AAAAAAAAAjs/so4VDU1bjX8/s200/crying-mother.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277110365530370114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saat gema takbir dikumandangkan di setiap penjuru dunia, bukannya ikut bertakbir atau paling tidak ikut bahagia, aku di sini malah tenggelam dalam kesedihanku. Di saat orang-orang berkurban menyembelih unta, sapi, kerbau, atau kambing, sedang aku korban perasaan. Sebenarnya aku juga tak mau seperti ini, tapi rasa sedih ini datang secara tiba-tiba, dan aku pun tak kuasa menghindar darinya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam aku baru saja menelpon rumah, ngobrol-ngobrol sama keluarga. Awalnya kita saling menanyakan kabar dan alhamdulillah semuanya baik baik saja, sehat wal afiyat, kami pun bahagia. Selain itu kita juga saling melepas kerinduan, meskipun hanya lewat telpon. Namun kita tetap bahagia bisa mendengar suara masing-masing. Saat kita sedang menikmati kebahagiaan itu, tiba-tiba ibuku menanyakan sesuatu yang bagiku sangat berat untuk menjawabnya, "Nak, gimana kuliahmu, lancar-lancar saja kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam sejenak sambil mencari jawaban dari pertanyaan ibuku tadi. Sempat bingung memang, aku harus ngomong apa sama beliau, kalau aku jujur aku takut ibuku kecewa dan marah, kalau aku bohong aku akan selamanya berbohong, aku harus gimana? Tapi setelah aku pikir-pikir, akhirnya aku memutuskan untuk berkata jujur, apa adanya, sama beliau. "Bu, aku di sini gak pernah masuk kuliah(dengan alasan di kampusku gak ada absensi), kalaupun masuk kuliah itu saja cuma waktu ujian. Aku lebih sering bermain-main ketimbang serius belajar". Jelasku dengan nada rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawabanku tersebut, ibuku diam sebentar, lalu menangis seraya berkata; "koq bisa begitu? Kamu kan sudah jauh-jauh dari indonesia ke mesir untuk mencari ilmu, kamu malah menyepelekannya, itu namanya kamu sembrono. Padahal di sini, kita se-keluarga selalu berusaha sekuat tenaga untuk membiayai dan mendoakanmu, apa kamu tidak tahu itu? apakah kamu tidak menyadari hal itu? Kamu sudah dewasa sekarang, bukan anak kecil lagi, sudah seharusnya kamu berpikir untuk masa depanmu sendiri". Demikian kata ibuku, dengan nada sedikit kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tak tahan mendengar tangisan ibuku, akhirnya aku juga ikut menangis. Memang selama ini aku tak pernah jujur sama orangtuaku perihal kuliahku, itu pun aku lakukan demi menjaga perasaan mereka. Akan tetapi setelah sekian lama aku membohongi mereka, akan tetapi aku tak ingin terus-terusan seperti ini. Sejak saat itulah mulai timbul perasaan dalam diriku untuk berkata jujur, apapun resikonya. Karena aku merasa aku sendiri juga tidak suka dibohongin. Bagiku, lebih baik jujur, meskipun akan menyakitkan, daripada harus bohong yang manfaatnya cuma sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup reda aku dan ibuku menangis, tiba-tiba ibuku bertanya untuk yang kedua kalinya, "Lha terus, hafalan qur'anmu gimana, sudah sampai juz berapa? Lagi-lagi jawabanku membuat ibuku harus menangis, karena selama dua tahun di mesir ini hafalanku sama sekali tidak bertambah, malahan hafalanku yang dipondok dulu sekarang sudah banyak yang lupa. Ibuku menangis, akupun menangis, itulah yang terjadi saat aku menelpon rumah. Menangis, menangis, dan hanya menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali yang tidak bisa aku ceritakan di sini, karena selain perasaanku yang sedang labil saat ini, aku juga kurang pandai bercerita. Intinya, hanya kesedihan yang sedang aku rasakan saat ini, saat takbir bergema dimana-mana. Wallahu A'lamu Bissawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 10 Dzulhijjah 1429 H.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6447551900467809613?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6447551900467809613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/tangisan-di-malam-hari-raya-idul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6447551900467809613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6447551900467809613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/tangisan-di-malam-hari-raya-idul-adha.html' title='Tangisan Di Malam Hari Raya Idul Adha'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STwP6wn4MEI/AAAAAAAAAjs/so4VDU1bjX8/s72-c/crying-mother.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-9019062552598930114</id><published>2008-12-05T05:12:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:01:47.570+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Tak Perlu Heran</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu heran dengan kekuasaan&lt;br /&gt;Raja fir'aun pun berkuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kagum akan kepandaian&lt;br /&gt;Iblis juga pandai menggoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah silau dengan kekayaan&lt;br /&gt;Qarun pun berlimpah harta&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu tertegun akan kecantikan&lt;br /&gt;Setan pun bisa cantik rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran manusia bisa terbang&lt;br /&gt;Burung juga bisa menari di udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kagum manusia berjalan di air&lt;br /&gt;Bebek pun bisa melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terpukau manusia bisa menghilang&lt;br /&gt;Kentut saja bisa seakan tak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget manusia tak mempan pedang&lt;br /&gt;Semua itu adalah tipuan belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, kataku cuma singkat saja&lt;br /&gt;Bahwa Allah lebih dari segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang berkuasa&lt;br /&gt;Tiada Yang pandai&lt;br /&gt;Tiada yang kaya&lt;br /&gt;Dan seterusnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan ke-Maha sempurnaanNya&lt;br /&gt;Jika disandingkan dengan ke-Maha kuasaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...Walhamdulillah...Wala ilaha illallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 7 Dzulhijjah 1429 H&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-9019062552598930114?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/9019062552598930114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/tak-perlu-heran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9019062552598930114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9019062552598930114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/tak-perlu-heran.html' title='Tak Perlu Heran'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-820373053473286493</id><published>2008-12-04T08:18:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:02:29.104+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Membangunkan Akal</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akalku kian berlarian liar&lt;br /&gt;Menorobos lorong-lorong dimensi&lt;br /&gt;Mencari-cari sesuatu yang tercuri&lt;br /&gt;Oleh waktu yang terus menggilas&lt;br /&gt;Tak peduli ku tak bisa mengejar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan otakku tak diam&lt;br /&gt;Mirip batu mati tak ada guna&lt;br /&gt;Hidup seperti mati&lt;br /&gt;Mati tidak mati, apa hanya tidur?&lt;br /&gt;Tidak!! jangan!! kau tak boleh tidur&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kau harus tetap berotasi&lt;br /&gt;Kau harus tetap beroprasi&lt;br /&gt;Kau harus tetap beraksi&lt;br /&gt;Kau harus tetap berinspirasi&lt;br /&gt;Dan kau harus tetap berisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggerakkan tubuhmu&lt;br /&gt;Menerangi jalan-jalanmu&lt;br /&gt;Mengekang nafsu liarmu&lt;br /&gt;Membantu hati menyetirmu&lt;br /&gt;Sekali lagi, kau tak boleh tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau harus tetap setia menemani hati&lt;br /&gt;Kau harus tetap di samping hati&lt;br /&gt;Kau harus tetap mengawasi hati&lt;br /&gt;Kau harus senantiasa melayani hati&lt;br /&gt;Bukan sebaliknya, hati adalah majikanmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahman...&lt;br /&gt;Bimbinglah akalku dengan kasih sayangMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahim...&lt;br /&gt;Tuntunlah akalku dengan welas asihMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Basith...&lt;br /&gt;Lapangkanlah akalku dengan kelapanganMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Qabidl...&lt;br /&gt;Gemgamlah akalku dari keliaran dengan kuasaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Nur...&lt;br /&gt;Terangilah akalku dengan cahayaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo,  5 Dhul-Hijjah 1429&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-820373053473286493?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/820373053473286493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/membangunkan-akal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/820373053473286493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/820373053473286493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/membangunkan-akal.html' title='Membangunkan Akal'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-9127635178809476106</id><published>2008-12-01T17:36:00.014+02:00</published><updated>2009-06-02T15:02:59.441+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><title type='text'>Liburan Ke Syarm El-Syaikh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQFPSrrAkI/AAAAAAAAAic/v6C0ps-5xmQ/s1600-h/1+%28152%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQFPSrrAkI/AAAAAAAAAic/v6C0ps-5xmQ/s400/1+%28152%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274846823828881986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah liburan tahun pertamaku di mesir sini, setelah berjuang susah payah menghadapi ujian semester ke dua di universitas al-azhar kairo. Ujian yang begitu melelahkan, ditambah dengan musim panas yang membakar. Sungguh ujian yang cukup melelahkan bagiku dan umumnya bagi mahasiswa al-azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQHG72wd6I/AAAAAAAAAik/D7QX__BQE-s/s1600-h/1+%28263%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQHG72wd6I/AAAAAAAAAik/D7QX__BQE-s/s400/1+%28263%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274848879285663650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini aku dan temen-temenku sedang ber-pose di pinggir pantai syarm el-syeikh. Gokil abizz...!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQIFC_4iCI/AAAAAAAAAis/OCQdRFQ7k80/s1600-h/1+%28191%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQIFC_4iCI/AAAAAAAAAis/OCQdRFQ7k80/s400/1+%28191%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274849946354878498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang berkontemplasi di atas karang yang tajam, berusaha membuang kotoran-kotaoran yang mengganjal di pikiranku  ke pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQJfo2wF5I/AAAAAAAAAi0/ZwRgk1qfaaA/s1600-h/1+%28291%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQJfo2wF5I/AAAAAAAAAi0/ZwRgk1qfaaA/s400/1+%28291%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274851502705350546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ber-photo ria bersama orang mesir di pinggiran pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQKb04innI/AAAAAAAAAi8/tvMYhLEM0uE/s1600-h/1+%28108%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQKb04innI/AAAAAAAAAi8/tvMYhLEM0uE/s400/1+%28108%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274852536726232690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Renang, itulah salah satu hobiku. Gambar ini adalah saat aku sedang di hotel dekat pantai syarm el-syeikh, menikmati jernihnya air kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQNqQc1IfI/AAAAAAAAAjM/QU-_5tmAWxo/s1600-h/1+%2811%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQNqQc1IfI/AAAAAAAAAjM/QU-_5tmAWxo/s400/1+%2811%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274856083179250162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini Adalah sumur yang pernah digunakan oleh nabi musa untuk memenuhi kebutuhan minum beliau, namannya 'Uyun Musa yang berarti mata air milik nabi musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQMJkqnmCI/AAAAAAAAAjE/4nCpde_zVhQ/s1600-h/1+%28297%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQMJkqnmCI/AAAAAAAAAjE/4nCpde_zVhQ/s400/1+%28297%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274854422158481442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Gambar ini diambil saat perjalan pulang dari pantai, yaitu tepatnya di pasar perrhiasan dan segala macam sofenir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{"Fantasyiru fil ardli Wa ibtaghu min fadlillah, Wadzkurullah katsiran la'allakum tuflihun."}&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-9127635178809476106?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/9127635178809476106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/liburan-ke-syarm-el-syaikh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9127635178809476106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/9127635178809476106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/12/liburan-ke-syarm-el-syaikh.html' title='Liburan Ke Syarm El-Syaikh'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/STQFPSrrAkI/AAAAAAAAAic/v6C0ps-5xmQ/s72-c/1+%28152%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1532190427904956142</id><published>2008-11-29T23:25:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:04:28.264+03:00</updated><title type='text'>Tangisan Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Teman sekaligus guru saya, Ust. Amiruddin&lt;/span&gt; (Abah Amir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelabu pertengahan november, tepatnya hari minggu 15 november 2008, suasana kairo yang biasanya ramah keliahatan tidak bersahabat, bahkan pada hari itu bisa dibilang mencekam, sebab aktifitas masisir yang biasanya lalu lalang terlihat sepi dan tidak ada aktifitas sama sekali. setelah datang dari univ zamalik saya mengantar teman untuk daftar s2, diperjalanan pulang saya mendapat telpon dari teman bahwa ada salah satu teman al-mamaterku ditangkap mabahis (intel) "amn daulah", dalam pikiranku masih ada tanda tanya kenapa dia ditangkap? apakah melakukan tindakan kriminal? ataukah karena bekerja direstoran tanpa izin dagang?. sampai dirumah aku sholat magrib bersama temanku (kadi) kemudian kami memutuskan untuk berangkat kerumah mas boby yang ternyata juga sama2 ditangkap oleh aparat keamanan, dikarenakan macet total dari bawabah ula sampai H-10 kami memutuskan berjalan kaki saja dari mahattoh H-10 sampai bawabah III, sesekali berhenti di caffe melihat pertandingan El-ahly yg menyihir masyarakat  kairo.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumah mas boby, kami dibukakan pintu oleh mbak intan (istri mas boby). dengan ramah beliau mempersilahkan kami masuk ruang tamu, dan ternyata didalam sudah ada saudara Toyyib yang lagi asik buat tempe. kami ber-empat ngobrol-ngobrol santai tentang kejadian siang, kira-kira ba'da dhuhur, toyyib mulai membuka cerita tentang kejadian tersebut; "tadi siang waktu aku digami' melihat polisi-polisi preman menangkapi teman kita dan aku santai saja tuturnya. setelah dia mengetahui yang digrebeg adalah mat'am (restoran), kemudian dia mencoba telpon mas Boby dan teman-yang bekerja di mat'am mas boby, ternyata HP yang dihubungi sudah ditutup semuanya sehingga tidak bisa dihubungi" , setelah toyyib pulang dari gami' ternyata teman-teman yang ada di warung mas boby sudah ditangkap semuanya, bukan hanya karyawan warung saja, bahkan pelanggan yang ada disanapun yang sedang menyantap makanan juga di angkut aparat keamanan karena tidak membawa paspor. mbak intan mulai angkat bicara, dia bilang tadi sore saya sudah ngasih paspor ayahnya andin (mas boby), ada salah satu petugas sebenarnya mau melepas mas boby, tetapi ada satunya lagi tidak memperbolehkan, karena visanya sudah habis 2 mingguan, mendengar penjelasan mbak intan  sendi-sendi rasanya mau copot; cuma 2 minggu menjadi masalah? visa saya sendiri sudah mati hampir setahun, terus bagaimana saya kalau kena tangkap?, mbak intan mellanjutkan cerita, bahwa dia sudah dihubungi perwakilan atan bapak Hilman, dia bilang langsung mau diurusi bersama konsuler kayaknya. kami sudah mulai tenang sebab presiden PPMI juga sigap melihat suasana yang menghantui teman-teman masisir. ditengah-tengah ngobrol bel rumah berbunyi, setelah kami lihat ternyata yang datang orang rusia kalo gak salah namanya jorji, sebenarnya dia juga ketangkap polisi pada waktu makan diwarung boby, tetapi karena ada yang mengantarkan paspor dan visanya tidak mati dia dilepaskan aparat kemanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud kedatangan jorji kerumah masboby sebenarnya ingin mengambil Hpnya ridwan yang tertinggal dirumah makan, tetapi setelah kami cari didalam mat'am Hpnya gak ada, pada waktu itu ridwan kelihatan gugup kata jorji saat amn daulah masuk kedalam ma'tam  lengkap dengan peralatan laras panjang mereka, ada sekitar 10 an lebih polisi yang masuk serta menodongkan laras panjangnya seraya berkata la tataharrok! itla' barrooh! siapa yang gak kaget kata jorji, wong kita dalam keadaan makan kok. setelah kami periksa disemua tempat daerah ridwan duduk, ternyata Hpnya tidak ditemukan juga, ahirnya kami memutuskan untuk pulang saja "kembali kerumah mas boby". Ditengah-tengah perjalanan sambil menghela nafas jorji mengatakan saya seperti kriminal saja tadi, kok bisa-bisanya masalah visa saja mengeluarkan senjata, setelah sampai dirumah mas boby jorji pamitan seraya berkata kepada kami kalau butuh apa-apa telpon saja sama saya, gak apapa nanti saya bantu kok, ok kalo gitu aku pamit dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 10 malam presiden PPMI didampingi ayib dan fuad datang kerumah boby untuk ngambil paspor saudara aslimin, iqbal dan faizin yang belum diserahkan kepada pihak berwajib di H-6, setelah pasport semua terkumpulkan, kemudian pak presiden dkk. meluncur ke H-6, karena sudah ditunggu pak hilman dari atan dan pihak konsuler KBRI, selama 1jam kami menunggu hasil usaha atan dan konsuler untuk mengeluarkan teman2 yang masuk tahanan, dan alhamdulillah setelah rombongan presiden PPMI dan pak hilman datang tidak hanya dengan tangan hampa, akan tetapi saudara aslimin dan iqbal yang mempunyai visa dapat keluar, dalam perbincangan malam itu saya masih ingat apa yang dikatakan pak hilman, mbak intan tenang2 saja, sebab mas boby visanya mati cuma 1 bulanan, insyaallah ada harapan, sedang kan faizin dan ridwan kayaknya sulit, karena visa faizin sudah mati selama dua tahun dan ridwan dari tahun 2007 belum naql bayyanat, mbak intan tenang saja, besok mas boby akan dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami merasa lega dan puas melihat kinerja KBRI yang begitu cepat, bahkan pak hilman juga bilang, hanya KBRI indonesialah yang pertama kali mengurus masisir yang tersangkut dengan masalah visa di qism tsani (kantor polisi) H-6. pak hilman pun pamit pulang dan kami langsung mempersiapkan makanan untuk mengirim tiga teman kita yang ada dalam tahanan, pada waktu itu yang mengantar nashir tailand, presiden PPMI dan ayib, alhamdulillah makanan yang dikirim malam itu diperbolehkan masuk oleh para penjaga, walaupun selimut tidak diperbolehkan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk hari kedua, belum ada perkembangan yang signifikan, walaupun ada salah satu teman telpon pihak KBRI, katanya masih melakukan rapat, dalam benak saya KBRI kayaknya benar-benar mau berpihak pada kita dan akan segera mengeluarkan teman kita yang masih ada dalam tahanan, namun pada hari keduapun nihil; belum ada berita yang membuat hati keluarga mas boby gembira begitupun juga teman-teman akar budaya dan jambi. hari ketigapun juga sama, belum ada kepastian sama sekali apakah boby, ridwan atau faizin yang keluar duluan, namun rumor yang berkembang masih tetap seperti hari-hari sebelumnya, yang diprediksikan akan keluar duluan adalah boby, karena pelanggaran visa masih dalam jangkauan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke-empat hati saya merasa terguagah untuk main-main kerumah boby, anak-anaknya yang masih kecil menggerakkan hati nuraniku untuk menjenguk keluarga yang terkena musibah. saya dan kadie mengetok pintu rumah mbak intan, setelah dibukakan pintu ternyata didalam sudah ada mas azam sekeluarga, aslimin, muhammad dan toyyib yang melakukan aktifitasnya, kemudian saya memulai angkat bicara gimana pihak KBRI? apakah sudah memberikan kepastian? mbak intan menjawab andin "putri sulungnya" sudah mendapatkan visa, malah tadi imigrasi sempat tanya mana paspor bapaknya? kan dia yang lebih membutuhkan. ...untuk urusan KBRI, aslimin dan muhammad sudah menghubungi pak abdulloh, namun beliau bilang "saya tidak butuh mengeluarkan paspor, akan tetapi orangnya yang akan dikeluarin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan lega dan harapan istri saudara boby semakin kuat, bahkan kepercayaannya ibarat seorang anak telah pasrah dengan bantuan dan kasih sayang orang tuanya "KBRI", namun dibalik itu semua masih ada ketimpangan dan menjadi tanda tanya buat kami, sebab seolah-olah antara satu dan lainnya dari pihak KBRI saling lempar tugas, sehingga kamipun cuma mempunyai harapan bantuan dari PPMI sebagai organisasi mahasiswa yang resmi di kota seribu menara ini. tepat ba'da isya' saudara azam, aslimin dan muhammad seperti hari-hari biasanya mengirim makan buat teman-teman yang masih ada dalam tahan, namun baru saja hampir keluar dari bawabah III istri boby mendapatkan telpon dari wakil presiden PPMI pada malam itu untuk mengumpulkan surat-surat keterangan dan berkas-berkas boby untuk memperpanjang visa. dari situlah kami semakin timbul kecurigaan;, bahwa birokrasi KBRI membingungkan, bukan malah menjadi rumah bagi kami warga indonesia, seolah-olah kita merasa asing, bahkan teman-teman yang tadinya ditelpon untuk mengambil berkas-berkas kembali lagi dengan tangan kosong, karena ada konfirmasi lagi dari saudara hery ternayata ada ketimpangan antara atan dan konsuler, keduanya seolah-olah saling lempar tugas, kalau menengok kebingungan teman-teman PPMI pada malam itu, saudara hery disuruh mengumpulkan data yang mau diserahkan kepada pak hilman, namun kata pak hilman untuk urusan semuanya sudah diambil tugas oleh pak abdulloh dari pihak konsuler KBRI, hery pun bingung mau diserahkan kepada siapa berkas yang tadi dipersiapkan? . setelah dipertimbangkan malam itu berkas-berkas masih tetap dirumah boby dan belum ada kejelasan mau diserahkan kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hari 5-6 belum mengetahui perkembangan pasti, walaupun sudah ada usaha maksimal yang kami lakukan, dari pihak keluarga boby dan PPMI. mungkin KBRI lagi lbur dan para petugasnya juga tidak mau kehilangan hari berliburnya, sehingga permasalahan yang mangkrak terlupakan, dan mereka seolah-olah tidak mendengar tangisan amr (anak boby) dan andin kakaknya memilukan hati yang mendengarnya, walaupun mereka tidak tahu keberadaan orang tuanya, namun kerinduannya tidak bisa dipungkiri dengan kegelisahan dan kegalauan yang tidak bisa diungkapkan seperti orang dewasa. Dan pada hari ke-7 harapan yang menipis mulai menebal lagi, sebab aslimin dan muhammad yang mengantarkan berkas-berkas  ke KBRI katanya diterima, pak abdullah bilang katanya sudah mengirim fax ke amn daulah, diperkirakan tidak lama lagi boby akan keluar dari tahanan dan yang dua masih belum bisa dipastikan karena pelanggarannya terlalu berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpuan keluarga boby hanya kepada KBRI, karena permasalahan yang dihadapi dengan amn daulah bukan hanya individual saja, akan tetapi antara keharmonisan negara indonesia dan mesir, dari salah satu teman kita (mas nanang)  juga pernah datang langsung ke H-6 dan meminta penjelasan dari pihak berwajib tentang nasib anak bangsa kita, namun pihak berwajib mengatakan "sebenarnya bukan kamu yang harus datang kesini, tetapi dari pihak kedutaan kamu, dan nanti kita bicarakan secara kekeluargaan" . mendengar jawaban dari pihak berwajib kayak gitu, tentu saja kita mempunyai kesimpulan, bahwa pihak KBRI belum sama sekali menjenguk tahanan yang ada di H-6 kecuali malam pertama pasca penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik demi detik, jam demi jam dan hari demi hari silih berganti dan tak terasa hari 8 pun terlewatkan dan sudah berganti hari ke-9. dihari inilah hari yang sangat mengejutkan, bisa dibilang hari husnudhon berubah sembilan puluh derajat menjadi su'udhon, seharian saya keluar rumah, dan tiba-tiba teman serumaku memberikan tebakan kepada saya, bang siapa yang paling awal keluar dari penjara boby, faizin atau ridlwan? dengan sertamerta aku menjawab ya boby dong, kan boby cuma sebulanan visanya mati, sedangkan yang lainnya tahunan. kemudian aku balik bertanya gimana bener gak jawabanku?, teman-teman malah nertawain aku mereka bilang yang keluar ternyata cuma faizin, dan itupun diluar perhitungan dan jangkauan akal, tetapi selidik punya selidik ternyata yang dipulangkan dari tahanan cuma teman-teman yang masih terdaftar di azhar dan yang lainnya dideportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulangan saudara faizin disambut gembira oleh kolega-kolega semuanya, walaupun visanya terlambat selama dua tahun, namun pihak berwajib masih memberi toleransi keluar dari tahanan. sedikit cerita yang dibawa oleh faizin dari tahanan, dia menceritakan kepada kita semua tentang kebaikan KBRI, karena setiap hari dikirim makanan sebanyak tiga kali dan ada usaha dikeluarkan dari tahanan, faizin menganggap semua itu adalah usaha KBRI melindungi warganya, namun realita mengatakan lain, ternyata yang mengirim makanan bukan dari KBRI, melainkan dari kekeluargaan gama jatim, jambi dan istrinya boby secara bergiliran, dan keluarnya faizin bukan karena usaha pihak KBRI, tetapi karena dia masih muqoyyad di Al-azhar, sontak wajah faizin berubah, benaknya yang mengatakan KBRI sebagai pelindungnya malah bukan, ternyata kewibawaan azhar lah yang menyelamatkan dia dari tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-esokan hari setelah faizin keluar dari tahanan, boby memberikan kabar, bahwa dia dibawa ke hadiqoh 'asyir ramadlan sebagaimana yang dialakukan faizin sebelum keluar, hampir saja kami mempunyai harapan akan dikeluarkan seperti faizin, namun setelah dibawa ke hadiqoh, malah tidak ada kabar sama sekali, apakah dilepaskan atau tidak? .kecemasan yang dialalami istri boby semakin menjadi-jadi, bahkan saat HPnya berbunyi dia kebingungan dimana suara Hp tersebut, padahal berada dalam sakunya. kecemasan itulah yang mendorong istri boby berbuat nekat untuk menjenguk suaminya pada hari ke11 tanpa didampingi KBRI, dia berangkat bersama nasir (thailand), jorji (rusia) ke- H-6, ingin mengerti kabar sebenarnya, namun setelah sampai ditempat, penjaga bilang sekarang lagi ada di mugamma' (tahrir), sesampainya ditahrir dibilang masih ada di H-6, kemudian kembali lagi keH-6, sampai di H-6 dibilang barusan dibawa ke mugamma' lagi. hampir saja putus asa, akan tetapi karena tekat yang kuat mereka ber- tiga kembali lagi ke mugamma', setelah mereka sampai dimugamma' istri boby minta izin untuk bertemu dengan suaminya, dengan ramah petugas mempersilahkan masuk bertemu dengan dlobitnya, dalam perbincangan antara istri dan dlobit " kamu sudah terlambat datang kesini, karena sekarang suami kamu sudah diputuskan dideportasi, bahkan mustasyar disana juga mengatakan sifaroh andak ta'ban masak kami telpon untuk kesini tidak mau datang, padahal kan dekat, pakai jalan kakipun bisa", mengamati daialog diatas banyak timbul tanda tanya benarkah apa yang dilakukan pihak kedutaan?, setelah intervew dengan pihak penjaga, mereka diizinkan untuk menemuai boby, belum sempat mengatakan apa-apa mereka bertiga meneteskan air mata, nasir (thailand) dan jorji (rusia) pun tak terbendung menahan tangis, tangis yang memilukan tangisan anak bangsa yang merasa tidak dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan boby yang kelihatan sangat kurus membuat mereka tidak tega, mungkin bisa kita bisa bayangkan, bagaimana perasaan bapak yang dipisahkan dengan keluarga, sedangkan dia tidak mengetahui kabar keluarganya? . padahal kalau berkaca dengan beberapa negara yang juga terkena masalah ini, bapak duta besar mereka terjun langsung menjenguk mereka, bahkan makanan dijamin dari kedutaan, ditahrirpun yang mengurus tiket kepulangan dari beberapa warganya yang terkena deportasi juga dari kedutaan, sedangkan kita tidak sama sekali, bahkan jorji mengakatan sebenarnya ada 4 orang dari rusia tidak muqoyyad dengan azhar, tetapi dari pihak kedutaan saya melobi amn daulah sehingga mereka lolos dari deportasi, birokrasi mesir memang tidak sama dengan negara kita namun kata orang bijak mengatakan, dimana langit dipijak disitulah langit dijunjung, dalam artian bagaimana cara kita bisa berhubungan mesra dengan birokrasi yang ada di mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang diberikan mustasyar diimigrasi tahrir kepada istrin boby, untuk secepatnya membelikan tiket suaminya, kasihan katanya kalau terlalu lama dalam penjara, karena suami kamu tidak melakukan kriminal apapun, kemudian istri boby membeli dua tiket untuk boby dan ridwan sebagai jaminan ke-esokan harinya akan dipulangkan kenegara pertiwi, ke-esokan harinya, hari kamis kemarin istri boby, nasir (thailand) dan kadi mengantarkan tiket ke mugamma' tahrir sebagai jaminan saudara boby dan ridwan dipulangkan ke-indonesia, sebenarnya saat itu pak haras dari pihak KBRI sudah janji mau mendampingi kepada yang mau ngantar tiket tepat jam 10, namun janji hanya janji belaka, tidak ada realitanya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jum'at jam 14 WK. pesawat singapore sebagai saksi bisu keberangkatan dua teman kita dideportasi dari negeri seribu menara ini, sebagai anak bangsa penulispun juga merasa bersedih dengan kejadian ini, bukan karena konsekwensi yang mereka berdua terima, tetapi karena sebagai anak bangsa yang butuh perlindungan tidak terpenuhi. dan banyak timbul tanda tanya apakah anak bangsa kita masih mempunyai nurani? kenapa tangisan cuma hanya dimiliki orang thailand dan rusia saja? sudah pupuskah nasionalisme kita? mudah-mudahan mimpi buruk tidak terjadi pada yang lainnya, sehingga tidak ada yang peduli dengan penderitaan yang dialami. mudah-mudahan berita usang ini tidak membuat hati nurani kita menjadi usang pula. bersabarlah mbak intan, andin dan amr. allah maha tahu dengan kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;madrasah, 28 desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1532190427904956142?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1532190427904956142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/tangisan-anak-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1532190427904956142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1532190427904956142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/tangisan-anak-bangsa.html' title='Tangisan Anak Bangsa'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5897053359731467448</id><published>2008-11-21T05:12:00.008+02:00</published><updated>2009-06-02T15:05:19.732+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Jatuh Cinta (Sebuah Dugaan)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, pada mulanya saya tidak mengerti kenapa setiap orang, ketika mereka sedang menyukai seseorang dari lawan jenis mereka, mereka menyebutnya dengan istilah "Jatuh Cinta". Biasanya istilah ini digunakan ketika seseorang  "tiba-tiba suka" dengan lawan jenisnya. Misalnya, saya melihat cewek cantik di jalan, lalu saya suka dengan cewek itu, secara langsung/pada saat itu juga. Contoh yang seperti ini biasanya disebut dengan "Jatuh Cinta, Pada Pandangan Pertama".&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi contoh "Jatuh Cinta" yang lain, misalnya begini; awalnya saya tidak suka dengan cewek yang cerewet, akan tetapi setelah sekian lama saya bergaul dengan banyak cewek yang cerewet, akhirnya saya suka dengan cewek yang cerewet. Nah, biasanya "Jatuh Cinta" yang semacam ini disebut dengan, kalau orang jawa bilang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Witing tresno, amargo seko kulino&lt;/span&gt;", Permulaan cinta adalah karena kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa yang pertama kali mengucapkan dua kata itu (baca, jatuh cinta ), saya sama sekali tidak tahu. Apa sih kaitanya kata "Jatuh" dengan kata "Cinta", saya juga tak faham. Kemudian saya mencoba mencari tahu tentang sebab-sebab munculnya istilah "Jatuh Cinta". Pada akhirnya, saya justru menemukan jawabannya bukan dari referensi-referensi bahasa indonesia, akan tetapi dari referensi bahasa arab. Dimana dalam bahasa arab, ternyata "Jatuh" dan "Cinta" itu memang bersaudara. Mereka berdua lahir dari satu susunan huruf yaitu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ha-Wa-Ya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya begini, ada dua fi'il madli (kk. past tense) yang sama-sama terbentuk dari urutan huruf di atas. Yaitu, pertama: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hawa -Yahwi&lt;/span&gt; yang artinya; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;As-suquth&lt;/span&gt;, jatuh. Dan yang kedua: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hawiya - Yahwa&lt;/span&gt; yang artinya; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-hubb&lt;/span&gt;, cinta. Jadi, hubungan antara kata "Jatuh" dan "Cinta" adalah saudara se-ibu yaitu; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ha-Wa-Ya&lt;/span&gt;। Maka, Oleh karena itulah, saya mempunyai "dugaan" bahwa, jangan-jangan manusia yang pertama kali mengucapkan "Jatuh Cinta" adalah orang arab. Kenapa? ya karena itu tadi. Wallahu A'lam Bi Ash-shawab....!!! Hahahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, jum'at pagi, 21 Nov 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5897053359731467448?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5897053359731467448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/jatuh-cinta-sebuah-dugaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5897053359731467448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5897053359731467448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/jatuh-cinta-sebuah-dugaan.html' title='Jatuh Cinta (Sebuah Dugaan)'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-421661926016668222</id><published>2008-11-17T02:43:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:05:51.708+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Penyelamat</title><content type='html'>Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petaka akan hadir menjumpaimu&lt;br /&gt;Bencana akan mampir menjengukmu&lt;br /&gt;Cobaan akan datang menerpamu&lt;br /&gt;Ujian akan berusaha menjerat lehermu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang kuasa mengusir petaka?&lt;br /&gt;Siapa yang bisa mencegah bencana? &lt;br /&gt;Siapa yang dapat menolak cobaan ?&lt;br /&gt;Siapa yang berhak mencabut ujian ?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Sang Pencipta jagat raya&lt;br /&gt;Dia adalah Sang Pemilik alam raya&lt;br /&gt;Dia adalah Sang Penjaga cakrawala&lt;br /&gt;Dia lah Allah Penguasa segalaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembahlah hanya kepadaNya&lt;br /&gt;Memintalah hanya dariNya&lt;br /&gt;Menyerahlah hanya di hadiratNya&lt;br /&gt;Dan kembalilah hanya kepadaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian rahmat agungNya akan membelaimu&lt;br /&gt;Lalu kasih sayangNya akan memelukmu&lt;br /&gt;Setelah itu ampunanNya akan menyertaimu&lt;br /&gt;Akhirnya surgaNya akan menyambutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hikmah bagi siapa yang percaya&lt;br /&gt;Ada hidayah bagi siapa yang bertakwa&lt;br /&gt;Ada 'ibrah bagi siapa yang berfikir&lt;br /&gt;Ada fitnah bagi siapa yang ingkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Syarif Istifham&lt;br /&gt;Kairo, 17 Nov 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-421661926016668222?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/421661926016668222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/penyelamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/421661926016668222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/421661926016668222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/penyelamat.html' title='Penyelamat'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3955670889702733626</id><published>2008-11-12T17:30:00.013+02:00</published><updated>2009-06-02T15:06:26.800+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Seandainya Aku Bisa Memilih</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan "Life is choise". Ingin jadi orang yang sukses dan bahagia atau gagal dan sengsara, semua itu tergantung pada usaha dan do'a kita. Demikian kata sebagian orang. Sekilas pintas, prinsip hidup yang semacam itu memang masuk akal dan benar sesuai dengan kaidah mantiq (logika), dengan pertimbangan sebagai berikut; Usaha dan do'a adalah sebab atau perantara untuk sampai pada sukses, sedangkan kesuksesan adalah hasil yang akan  kita peroleh setelah proses itu terlaksana. Dalam artian pasti tercapai. Kesimpulannya adalah siapa saja yang sudah berusaha dan berdo'a alias menjalani proses, maka dia pasti akan menerima hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang pertimbangan yang semacam itu tidaklah sepenuhnya keliru, namun terkadang ada saja orang yang salah memahaminya. Oleh karena salah dalam memahaminya itu, makanya ada sebagian orang yang merasa sudah berusaha semaksimal mungkin tak lupa disertai dengan berdo'a setiap malam, akan tetapi kesuksesan yang ditunggu-tunggu semasa menjalani proses tak kunjung datang. Akhirnya dia kebingungan mau menyalahkan siapa, mau menyalahkan diri sendiri, dia sudah berusaha, mau menyalahkan orang lain, mereka tidak bersalah apa-apa. Mentok-mentoknya, tidak ada jalan lain kecuali hanya bisa menyalahkan Tuhan. Karena dalam pikirannya, kegagalan yang sedang dialaminya itu adalah  sudah diatur oleh kehendak Tuhan.  "Na'udzubillah min dzalik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya akan mencoba meluruskan cara berpikir orang seperti yang telah saya sebutkan di atas. Sebelumnya, saya akan kasih contoh sederhana sebagai berikut; ada seorang cowok jatuh hati pada seorang cewek, biasanya kalau orang sudah jatuh cinta pada seseorang, pasti dia akan mau melakukan apa saja demi yang dicintainya. Dia akan memberikan apa saja untuk kekasihnya. Bahkan, kalau boleh nyawa pun akan dia berikan. Nah, singkat cerita, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya pada cewek tadi. Akan tetapi, apa yang ia dapatkan? Hasilnya, cewek itu menolak cintanya, dan bilang bahwa dia tidak pernah mencintai cowok itu sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bisa kita tarik satu kesimpulan, bahwa tak selamanya apa yang kita pilih dan kita inginkan bisa kita dapatkan. Karena urusan hasil adalah sepenuhnya di tangan Tuhan, kita sama sekali tidak berhak mengatur-ngatur apa yang bukan urusan kita. Hal yang semacam inilah yang seringkali membuat hati gelisah dan tidak tenang. Maka yang seharusnya kita sadari, bahwa sesungguhnya kita ini hanya diperintah untuk berusaha dan berdo'a saja, tidak lebih. Adapun hasilnya seperti apa, kita serahkan sepenuhnya pada pemiliknya yang sejati. Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika kita sudah bisa menyadari akan hal itu, insyaallah hati kita akan tentram dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pakar spiritual dari mesir bernama Ibnu Athaillah As-sakandary pernah berkata; "Sawabiqul himam la tukhriqu aswaral aqdar"(Usaha-usaha yang kamu lakukan sebelumnya, tidak akan bisa mengubah takdir yang Allah tentukan atasmu". Kita harus cermat dalam memahami hikmah ini, sebab banyak yang salah paham. Karena biasanya setelah membaca hikmah di atas, terpikir oleh mereka "Wah, kalau begitu mending gak usah berusaha dong!! Kita tinggal menunggu takdir saja". Nah, pemahaman yang seperti ini adalah pemahaman yang keliru. Karena, sama sekali kita tidak pernah menjumpai  ayat yang menganjurkan kita untuk tidak berusaha. Hikmah di atas hanya memberi kita sebuah peringatan, bahwa hasil tidak selalu mengikuti apa yang kita inginkan. Karena kalau mengikuti keinginan kita, belum tentu itu yang terbaik untuk kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha dan do'a itu adalah suatu keharusan bagi kita sebagai seorang muslim yang taat, karena usaha dan do'a ini merupakan perintah dari Allah. Sebagai hamba yang baik, sudah semestinya kita menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-laranganNya. Adapun hasil itu adalah jatah yang akan dibagikan Tuhan kepada hamba-hambaNya yang patuh. Karena setiap orang sudah ditentukan jatahnya masing-masing.  Yang perlu di ingat di sini, bahwa Dia lah yang lebih tahu apa yang terbaik buat hamba-hambaNya. Apakah kita tidak pernah membaca ayat yang berbunyi, "Bisa jadi apa yang kamu benci itu lebih baik untuk kamu, dan apa yang kamu sukai bisa jadi tidak baik untuk kamu", sehingga kita memilih-milih seenaknya sendiri apa yang kita sukai, kemudian menganggap bahwa apa yang kita pilih itulah yang terbaik buat kita. Belum tentu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, saya kasih contoh satu lagi. Ada anak kecil yang sedang menderita sakit, kemudian dia oleh orang tuanya dibawa ke rumah sakit. Nah, sampai di rumah sakit dia diperiksa oleh dokter dan terbukti dia mengidap salah satu penyakit yang cukup berbahaya, yaitu kencing manis. Akhirnya, dokter memberi anjuran kepada dia untuk tidak makan makanan-makanan yang mengandung kadar zat gula yang tinggi. Kemudian si anak ini karena dari kecil memang suka makan makanan yang manis-manis, dia tidak mengindahkan apa kata dokter. Lalu apa hasilnya? Hasilnya, penyakitnya tak kunjung sembuh, malahan tambah parah. Itulah, seringkali kita menyukai sesuatu, akan tetapi sesuatu itu sebenarnya tidak baik buat kita. Begitu juga sebaliknya, kita membenci sesuatu, akan tetapi sesuatu itu sebenarnya sangat kita butuhkan. Satu contoh misalnya, kita sering tidak suka meminum obat karena rasanya yang pahit, padahal dalam obat itulah tersimpan apa yang sangat kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja aku bisa memilih apa yang terbaik untukku, maka aku akan memilih segala sesuatu yang manis, dan meninggalkan apa saja yang pahit. Akan tetapi, Allah sungguh Maha adil ketika Dia menyembunyikan hal-hal yang baik di dalam sesuatu yang tidak disukai oleh nafsu kita, dan menyembunyikan hal-hal yang jelek di dalam sesuatu yang kita sukai. Begitu juga menyembunyikan kemuliaan di dalam kehinaan, dan kehinaan di dalam kemuliaan. Pahamilah hal itu, karena itu adalah hikmah, dan "barang siapa yang diberi hikmah, maka berarti dia diberi kebaikan yang melimpah".al-baqarah 269. Wallahu A'lam Bishshawaab....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, Rabu 15/11/1429 H&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3955670889702733626?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3955670889702733626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/seandainya-aku-bisa-memilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3955670889702733626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3955670889702733626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/seandainya-aku-bisa-memilih.html' title='Seandainya Aku Bisa Memilih'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5003434071230220892</id><published>2008-11-01T10:21:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:07:24.270+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Kafaa Bil Mauti Wa'idza</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak dadaku bila aku mengingat mati&lt;br /&gt;terbayang olehku saat detik-detik kematian&lt;br /&gt;betapa diri ini tak berdaya mencegatnya,&lt;br /&gt;menghalang-halangi, ataupun menangguhkannya&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lemas tubuhku saat mendengar mati&lt;br /&gt;terlintas di benakku saat mati menghampiriku&lt;br /&gt;betapa sakit yang tak terkirakan mengenaiku&lt;br /&gt;rasa haus, perih, dan sakit tak terelakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merinding buluromaku saat menatap orang mati&lt;br /&gt;terpikir di otakku di mana aku juga akan mengalaminya&lt;br /&gt;karena setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakannya&lt;br /&gt;kapanpun dan dimanapun mati akan selalu mengintainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat itu tak ada yang bisa menolong&lt;br /&gt;tak ada satupun teman yang menemani&lt;br /&gt;tak ada kawan yang sejati dan abadi&lt;br /&gt;selain amal dan kebajikan yang tlah dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa amalku jika terpakasa&lt;br /&gt;sedang dosa-dosaku menggunung dan mengangkasa&lt;br /&gt;hingga hampir aku hilang tertimbun oleh dosa&lt;br /&gt;baik yang sengaja maupun yang aku tak merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, aku hanya bisa pasrah dan tawakkal&lt;br /&gt;menunggu dan menanti rahmat-Nya yang Maha luas&lt;br /&gt;Sembari mempersiapkan diri dengan apa adanya&lt;br /&gt;berusaha dan terus berusaha menggapai rahmat-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bishshawab....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 2 Dhul-Qadah 1429  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5003434071230220892?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5003434071230220892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/kafaa-bil-mauti-waidza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5003434071230220892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5003434071230220892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/11/kafaa-bil-mauti-waidza.html' title='Kafaa Bil Mauti Wa&apos;idza'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3991829761612939882</id><published>2008-10-23T01:14:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:09:31.980+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Titip Rindu Buat Ayah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fH0TLziZWzk&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fH0TLziZWzk&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menyaksikan klip yang berjudul titip rindu buat ayah ini, tak terasa air mataku mengalir begitu saja. Saya tak tahu kenapa, apakah mungkin karena sosok orang tua yang ada di klip ini mirip dengan ayahku, atau paling tidak sosok orang tua itu menggambarkan bagaimana jerih payah orang tua dalam mencari nafkah untuk anak-anak dan istri. Betapa tidak tersentuh hatiku ketika menonton klip ini, lha wong aku menyaksikan sendiri dan bahkan pernah ikut sesekali membantu orang tuaku menggarap sawah kita. Sungguh apa yang kita rasakan adalah penat, lelah, dan pegel segala macem hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami. Namun kami tetap bahagia karena telah diberikan rizki yang halal oleh Allah. Berapa banyak di luar sana orang yang tak mendapatkan rizki yang halal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayahku adalah seorng petani yang sangat tekun dalam bekerja. Berangkat pagi-pagi buta, pulang dzuhur, lalu sehabis shalat dzuhur berangkat lagi sampai kurang lebih jam 17.00 wib. Itu dilakukan hampir setiap hari, kecuali kalau pas lagi ada acara pengajian, maka beliau lebih memilih mengikuti pengajian daripada bekerja di sawah. Karena beliau sangat percaya bahwa dengan mengikuti pengajian tidak akan mengurangi rizki yang suddah ditentukan kadarnya oleh Allah. Bahkan, seringkali beliau merasakan keberkahan dalam rizki itu ketika diselingi dengan kegiatan pengajian. Jadi kalau orang jawa bilang "Ora ngoyo". Begitulah ayahku dalam mengajari putra-putranya agar jangan Ngoyo (terlalu bersemangat) dalam mencari rizki, karena bagaimanapun kita ngoyo mencari rizki, toh rizki udah ada yang ngatur. Jadi, ngapain kita ngatur-ngatur sesuatu yang sudah di atur oleh orang lain??kan cuma buang-buang tenaga doank..!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu waktu aku masih kecil ayahku sering ngomongi istilah jawanya agar supaya aku dan saudaraku mendidik anak-anakku sejak dini. Artinya, kalau kita mendidik anak kita dimulai sejak anak kita sudah lahir itu sudah terlambat kata beliau. Karena apa?? Karena seperti filsafat orang tua jama dulu, bahwa "Buah yang jatuh pasti tidak akan jauh dari pohonnya" Artinya perilaku anak itu tidak jauh dari perilaku orang tuanya. Kalau orang tuanya pada waktu masa mudanya dia sukanya hura-hura maka nanti anaknya juga akan mengikuti jejak orang tuanya. Jadi kalau kita menginginkan anak-anak kita sholeh dan sholehah, maka kita harus jadi orang sholeh/sholehah dulu donk!!. Terus caranya bagaimana??ya kalau kita merasa masih belum menjadi orang yang sholeh/sholehah, maka mulailah dari sekarang kita berusaha semampu kita untuk menjadi Orang yang Sholeh/Sholehah. Lalu bagaimana cara kita bisa menjadi orang yang demikian??caranya, ya dengan mencari ilmu. Karena, hanya dengan Ilmu kita bisa meraih itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mencari ilmu itu tidak mudah. Memerlukan kesungguhan yang benar-benar dalam mencari ilmu, karena setiap pencari ilmu pastilah banyak menemui rintangan-rintangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, ada orang yang sukses, tapi banyak juga yang gagal. Seperti kita ketahui, bahwa kita lebih sering menjumpai orang yang gagal daripada orang yang sukses. Orang yang gagal jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang orang yang sukses. Mungkin saja itu sudah menjadi sunnatullah, tapi ya wallahu a'lam. Yang jelas tidak ada orang yang sukses tanpa sebelumnya mengalami sebuah proses yang melelahkan. Barangsiapa yang sabar dan tabah dalam menjalani proses itu, maka dia akan mendapatkan hasil yang manis berupa kesuksesan. Namun, ada yang perlu diingat di sini, bahwa kesuksesan itu bukanlah hal yang pasti. Karena betapapun kerja keras kita dalam menjalani sebuah proses, itu tidak tentu akan mendapatkan kesuksesan. Kenapa??Karena yang berhak menentukan sukses dan tidaknya hanyalah Allah SWT. Kita hanya diperintahkan untuk berusaha semaksimal mungkin, adapun hasilnya ya terserah Allah. Wong kita cuma hamba koq mau ngatur-ngatur gusti!!Kan ya lucu. iya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt;??Begitulah seharusnya orang-orang yang merasa dirinya adalah mukmin dan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku ngerasa malu ketika memikirkan "koq ya bisa ayahku yang sekolah SD aja gak tamat mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang sekolah tinggi??sedangkan ibuku hanya tamat SMP. Pokoknya mereka belum pernah ngalamin duduk di bangku SMA, yang katanya masa-masa indah  yaitu ketika di bangku SMA, apalagi sampai kuliah. Kenapa aku malu??karena aku berpikir apa ya bisa aku nanti mampu menyekolahkan anak-anakku minimal ya sampai kuliah lah, padahal sekarang aku sendiri belum bisa nyari duit buat aku sendiri. Ditambah lagi sekarang biaya pendidikan semakin mahal. Apalagi, entah nanti lima atau sepuluh tahun ke depan ketika aku udah punya anak dan istri, mereka semua pasti memerlukan biaya-biaya yang tidak sedikit. Yah, Lagi-lagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wallahu a'lam &lt;/span&gt;keluar dari mulutku dibarengi desahan nafas yang cukup kencang. Kemudian aku teringat dengan sebuah kata bijak dari petikan kitab Al-hikam yaitu, "Istirahatkanlah dirimu dari mengatur (dalam arti menentukan masa depan)Karena, apa-apa yang sudah menjadi urusan Orang lain (Tuhan)jangan kamu ikut campur", karena kamu nanti akan lelah sendiri jika ikut campur urusan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Ayah dan ibuku yang jauh di sana, Aku di sini (di tempat yang jauh) sangat merindukan belaian kasih sayang dari kalian, teriring do'a semoga Allah selalu menjaga dan merahmati kalian berdu'a dan semoga nanti kita dapat berjumpa kembali. Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, kamis 23 oktober '08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3991829761612939882?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3991829761612939882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/titip-rindu-buat-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3991829761612939882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3991829761612939882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/titip-rindu-buat-ayah.html' title='Titip Rindu Buat Ayah'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-2340166421883521984</id><published>2008-10-21T22:13:00.007+02:00</published><updated>2009-06-02T15:09:58.256+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Cahaya Rabbani</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap manusia dianugrahi sekeping hati&lt;br /&gt;untuk dapat merasa, memahami, dan mengerti&lt;br /&gt;apa saja yang tak bisa ditangkap oleh akal&lt;br /&gt;hingga kamu kepada Tuhanmu pasrah&amp;tawakkal&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun,di luar sana didapati hati yang mati &lt;br /&gt;yang tak sempat t'sentuh kilau cahya ilahi&lt;br /&gt;karena t'hijabi oleh sampah-sampah duniawi&lt;br /&gt;hingga tak tersisa lagi ruang untuk terisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang untuk sekedar menyambut tiupan cinta&lt;br /&gt;dari Dzat yang slalu memberi tanpa diminta&lt;br /&gt;yang setiap saat menjaga dan menyelimutimu&lt;br /&gt;tapi sayang, kamu tak tahu Dia mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya hati yang t'bebas dari berbagai noda&lt;br /&gt;yang bisa mengotori sekaligus membutakanya &lt;br /&gt;itulah hati yang selalu akan tetap terbuka&lt;br /&gt;untuk menerima cahya dari pencipta semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu cahaya yang diumpakan sebuah lentera&lt;br /&gt;di dalamnya tersembunyi lampu yang menyala&lt;br /&gt;lampu itu tersimpan rapi dalam sebuah kaca &lt;br /&gt;seakan bintang yang berkilauan bak mutiara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah merugi orang yang tak bisa merasa&lt;br /&gt;bahwa penciptanya yang sejati memanggilnya&lt;br /&gt;untuk menghadap &amp; menyambut kasih cintanya&lt;br /&gt;yang tak terpengaruh atau tersentuh binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ilahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerahkanlah kepada kami Cahayamu yang elok gemerlapan&lt;br /&gt;Untuk menghapuskan kegelapan yang bersarang di hati kami&lt;br /&gt;yang tidak sadar kami menambah kepekatannya setiap waktu&lt;br /&gt;dengan berbagai perilaku kami yang slalu saja menganiaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ilahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebaskanlah selalu diri kami dari segala bentuk perbudakan&lt;br /&gt;perbudakan nafsu, amarah, dendam, dan bisikan-bisakan syetan&lt;br /&gt;kemudian buka pintu-pintu hati kami untuk menerima hidayahMu&lt;br /&gt;Hingga pada akhirnya kami t'masuk orang-orang yang beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:Istifham&lt;br /&gt;Kairo, selasa 21 oktober '08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-2340166421883521984?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/2340166421883521984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/cahaya-rabbani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2340166421883521984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2340166421883521984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/cahaya-rabbani.html' title='Cahaya Rabbani'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5641762709341557770</id><published>2008-10-13T08:33:00.007+02:00</published><updated>2009-06-02T15:10:22.931+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Air Hina</title><content type='html'>Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darinya segala yang bernyawa diciptakan,&lt;br /&gt;lalu tumbuh, berkembang, dan diperanakan &lt;br /&gt;entah apa yang kan terjadi jika ia ditiadakan&lt;br /&gt;pastilah kematian, kemusnahan, dan kepunahan&lt;br /&gt;Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah bebatuan&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun&lt;br /&gt;adanya selalu dijadikan ketergantungan&lt;br /&gt;adanya selalu dibutuhkan,dan diperlukan&lt;br /&gt;sekalipun tak ada yang mempromosikannya&lt;br /&gt;karena ia tercipta tuk selalu dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengannya Tuhan memperkenalkan diri pada Dunia&lt;br /&gt;Bahwa tak seorangpun yang ada di sana berkuasa&lt;br /&gt;hatta, untuk terlepas dari kebutuhannya akan air&lt;br /&gt;pada tiap-tiap sesuatu terdapat tanda yang dzahir &lt;br /&gt;menunjukan bahwa penciptanya yang sejati adalah "SATU"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Hina...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu apa itu Air Hina?&lt;br /&gt;Air Hina adalah air yang dari itulah kamu diciptakan&lt;br /&gt;setelah mengalami proses-proses yang begitu menakjubkan&lt;br /&gt;suatu proses yang tak seorangpun dari jin dan manusia&lt;br /&gt;yang mampu menirukan apalagi sampai melakukanya&lt;br /&gt;tak ada yang mampu dan tak akan pernah ada, selainNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Hina...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun orang memandangnya sesuatu yang menjijikan&lt;br /&gt;namun, dari situlah kepada kita Allah mengingatkan &lt;br /&gt;bahwa hakikat kita adalah tercipta dari sesuatu yang hina&lt;br /&gt;alangkah tidak pantasnya kita membangga-banggakan diri&lt;br /&gt;padahal, kita tidak lebih hanyalah susuatu yang hina&lt;br /&gt;hina di hadapan ke-Maha Mulia-an Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Istifham&lt;br /&gt;Kairo, 13 oktober '08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5641762709341557770?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5641762709341557770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/air-hina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5641762709341557770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5641762709341557770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/air-hina.html' title='Air Hina'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-172201160538086233</id><published>2008-10-09T07:55:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:11:07.726+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Ilmu yaQin, Ain yaQin, dan Haq yaQin</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam perjalanan hidupnya selalu membutuhkan ilmu. Karena hal itu sudah menjadi fitrah manusia sejak manusia diciptakan, untuk selalu mengejar apa yang belum dia ketahui. Namun, manusia hanya memiliki sedikit umur dan terbatasnya jangkauan alam pikirannya. Allah sudah memberitahu kita tentang hal ini dalam Al-qur'an yakni:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak menganugerahi kalian ilmu kecuali hanya sedikit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih terjemahannya demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Cerita abu nawas yang pernah saya baca, ada cerita seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu nawas pernah mengajukan pertanyaan begini; menurut kalian bintang itu kecil apa besar? ada yang menjawab kecil dan ada juga yang menjawab besar. Kemudian mereka yang menjawab diminta untuk memberi alasan masing-masing atas jawaban mereka. apa kira-kira alasan mereka?mungkin pembaca sudah pada banyak yang tahu. Jadi, langsung saja apa penjelasan abu nawas tentang hal ini? berikut penjelasanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ilmu itu ada 3 tingkatan, yang kesemuannya terkandung dalam pertanyaan di atas. Yaitu; 1. Ilmu pandangan (bisa juga disebut Ilmu indrawi) Orang yang masih dalam tingkatan ini, akan menjawab bahwa bintang itu kecil. Alasanya, karena apa yang dia lihat adalah kecil. Kebanyakan dari anak-anak akan menjawab seperti itu. Karena mereka baru mengetahuinya lewat pandangan mata. 2. Ilmu Logika Orang yang berada pada tingkatan ini Akan menjawab; bintang itu besar. Karena logikanya bintang itu letaknya jauh dari bumi, makanya kelihatan kecil, padahal sebenarnya bintang itu besar. Nah, 3. Ilmu hati Orang yang sudah pada tingkatan ini akan menjawab; bintang itu kecil, meskipun ia tau secara logika bintang itu besar. Mengapa mereka menjawab begitu? karena bagi mereka tidak ada sesuatu yang besar bila dibandingkan dengan kebesaran Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masing-masing dari ketiga golongan yang ada dalam cerita di atas sama-sama yakin dengan jawaban/pendapat mereka. Oleh karena itu, keyakinan terbagi menjadi 3 tingkatan; Ilmul yaqin, Ainul yakin, dan haqqul yaqin. Ketiga istilah tersebut terdapat dalam Al-qur'an. Dua di antaranya terdapat pada surat At-takatsur, dan terakhir terdapat pada surat Al-waqi'ah. Pembaca bisa mencari arti ketiga istilah tersebut pada surat-surat Al-qur'an yang sudah saya sebutkan. Wallahu A'lam Bishshawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 09 0ktober '08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-172201160538086233?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/172201160538086233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/ilmu-yaqin-ain-yaqin-dan-haq-yaqin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/172201160538086233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/172201160538086233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/ilmu-yaqin-ain-yaqin-dan-haq-yaqin.html' title='Ilmu yaQin, Ain yaQin, dan Haq yaQin'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5081432826962642241</id><published>2008-10-08T10:39:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:11:42.072+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Alhamdulillah, aku masih punya Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang susah, namun jangan terus kita berputus asa untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik. Betapa pun beratnya hidup tetap kita harus menjalaninya, karena kita tercipta bukan untuk sia-sia. Bersyukurlah kita masih memiliki Tuhan yang setiap saat kita bisa meminta apa saja, hanya dengan menggerakkan mulut kita dan sedikit mengangkat tangan. Alangkah sengsara orang yang tidak ber-Tuhan, kepada siapa dia akan meminta? dan akan kemana kah mereka bisa kembali?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kita menjumpai orang-orang yang susah hidupnya, baik itu karena himpitan ekonomi, atau karena stress menghadapi masalah-masalah hidup yang begitu semrawut menjadikan mereka hilang kesadaran dan bahkan iman mereka kepada Tuhan pun ikut hilang. Na'udzu billah min dzalik. Di era globalisasi seperti saat ini memang sangat sulit untuk tak memikirkan apa yang disebut materi, namun perlu diingat bahwa materi bukanlah segalanya. Karena manusia terdiri dari dua unsur, yaitu unsur materi dan unsur ruh/jiwa. Kedua unsur tersebut mau tidak mau harus kita penuhi kebutuhanya. Karena kalau tidak, kita tidak akan bisa bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua unsur di atas adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jadi, kita tidak bisa hidup tanpa materi, begitu pula kita tidak bisa hidup tanpa ruh/jiwa. Masing-masing dari keduanya ada hak yang harus kita penuhi, apabila kita menghendaki hidup bahagia. Adapun bahagia itu letaknya dalam hati. Kita tidak menebak secara pasti apakah seseorang sedah bahagia ataukah sebaliknya. Karena belum tentu orang yang tersenyum itu sedang bahagia, atau orang yang menangis itu berarti hatinya sedang sedih. Tidak!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah definisi bahagia menurut sebagia orang. "BAHAGIA adalah     Hidup tenteram dan tidak punya banyak masalah. Mendapatkan seseorang yang mencintai dan dicintai seumur hidup. Menjadi diri sendiri. Bebas melakukan sesuatu dan tidak terikat orang lain. Terlepas dari keadaan yang membuat stres." Namun, saya kira setiap orang memiliki definisi Bahagia sendiri-sendiri. Terlepas dari berbagai macam definisi tentang Bahagia, yang pasti pada intinya bahagia adalah ketenangan jiwa/ithmi'nanul qalb. Sebaliknya, Sedih adalah kekacauan jiwa/wahsyatul qalb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang-orang sufi, kegelisahan jiwa itu dikarenakan seseorang mengurusi/mengatur apa yang bukan urusannya. dan yang paling esensi adalah dikarenakan menuruti kemauan hawa nafsu. Nafsu itu tak habis-habisnya memperbudak kita, hingga kita tak bisa berehat sejenak saja untuk tidak menurutinya. Ada saja maunya. Terus sampai kapan kita akan menjadi budak-budak perut dan kelamin ?Kata Gus Mus dalam salah satu bait puisi beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lah, berhentilah dari memanjakan nafsu kita. Sebab, Nafsu itu ibarat anak kecil, jika kita terus memberinya susu, maka dia akan terus menyusu. Tapi kalau kita membiasakan tidak menuruti kemaunya untuk terus menyusu maka dia akan terlatih. Dan di situ lah letak kedewasaan yang sesungguhnya. "Keinginan adalah sumber penderitaan"Kata Iwan Fals dalam salah satu lirik lagunya yang berjudul 'seperti matahari'. Wallahu A'lamu bishshawab...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"  يا الهي كفاني فخرا ان تكون لي رباً # وكفاني عزاً ان اكون لك عبدا "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, Rabu 08 oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5081432826962642241?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5081432826962642241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/alhamdulillah-aku-masih-punya-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5081432826962642241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5081432826962642241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/alhamdulillah-aku-masih-punya-tuhan.html' title='Alhamdulillah, aku masih punya Tuhan'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6448373314440529499</id><published>2008-10-06T04:04:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:12:08.410+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Jangan rekam kehadiran-ku</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah siapa-siapa, yang tak punya apa-apa, dan yang tak bisa apa-apa. Begitulah kira-kira penggambaran seseorang seperti aku ini. Mungkin aku hadir diantara kalian hanya ibarat sampah, yang tiap kali orang melihatnya serasa ingin muntah. Hadirku tak berarti apa-apa, kecuali hanya untuk mengisi sela-sela yang masih kosong. Aku tak tahu sedikit pun mengenai kehendak Tuhan atas diriku, namun aku juga manusia yang memiliki sepotong hati, yang bisa merasa dan bertanya-tanya. Lalu, aku baca tiap-tiap ayat dalam kitab suci-Nya dan aku temukan kalimat "Liya'buduuni". Namun, aku masih belum paham dengan kalimat itu. Apakah kita tercipta hanya untuk menjadi budak-budak ?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang seandainya benar begitu, mengapa ada sekat pembeda antara si kaya dan si miskin, si kuat dan si lemah, si pintar dan si bodoh, ningrat dan rakyat, santri dan gus, toh mereka semua juga sama-sama budak/hamba? tapi dalam kenyataan tidak seperti itu, si kaya sombong dengan hartanya, si miskin tak terima dengan kemiskinannya, si kuat merasa diri tak bisa terkalahkan, si lemah hanya bisa diam dan menggerutu dalam hati, begituluah seterusnya. Entah apa lagi yang akan diperbuat mereka, mereka berbuat dan bertindak menurut pikiran mereka sendiri-sendiri, seakan mereka tak punya Tuhan yang Maha Mengatur segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, mungkin aku lagi benci dengan sekat-sekat seperti di atas, jadi ngomongnya agak nglantur sedikit. Oke, kembali pada topik awal. Judul di atas adalah apa yang sedang muncul dalam pikiranku sekarang. Aku merasa sangat malu jika kehadiranku ini direkam, karena yang ada nanti hanyalah kekurangan, kekurangan, dan kekurangan. Sampai-sampai tulisan ini pun hanya berisi kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, senin pagi 06 oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6448373314440529499?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6448373314440529499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/jangan-rekam-kehadiran-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6448373314440529499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6448373314440529499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/jangan-rekam-kehadiran-ku.html' title='Jangan rekam kehadiran-ku'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1470451653524979109</id><published>2008-10-03T04:19:00.002+02:00</published><updated>2008-12-24T17:31:18.841+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Perasaan itu kembali datang</title><content type='html'>Setelah lebih kurang 3 tahun aku berpisah dengan seseorang yang pernah istimewa dalam hatiku, kemarin saya diijinkan menikmati merdu suaranya. Suara itu mengingangatkanku pada kenangan-kenangan indah masa lalu antara aku dan dia. Padahal, aku sudah tahu bahwa sebentar lagi dia akan dipinang oleh salah seorang anak kyai di daerahku. Tapi kenapa perasaan yang sudah lama hilang, kini muncul kembali saat aku sedang tenang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itu sudah lama saya ingin melenyapkannya dari diriku, karena aku selalu berpikir bahwa perasaan itu tak akan pernah berarti apa-apa, kecuali hanya menambah kesedihanku, karena takkan pernah bisa memilikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb...!!! &lt;br /&gt;tolonglah hambaMu yang lemah ini, yang tak bisa menahan perasaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1470451653524979109?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1470451653524979109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/perasaan-itu-kembali-datang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1470451653524979109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1470451653524979109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/10/perasaan-itu-kembali-datang.html' title='Perasaan itu kembali datang'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4686645956903261073</id><published>2008-09-03T21:34:00.008+02:00</published><updated>2009-06-02T15:14:12.170+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>URGENSI NAHWU SEBAGAI “THE GRAMATICAL OF ARABIC LANGUAGE”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Ilmu Nahwu adalah prioritas utama. Tanpanya, apalah makna sebuah rangkaian kata.”&lt;br /&gt;Al-syaikh Syarifuddin Yahya Al-Imrithy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Prolog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bahasa (language) pasti memiliki kaidah-kaidah tersendiri. Hal tersebut  juga kita temukan dalam bahasa arab yang diakui sebagai bahasa yang kaya akan kosakata. Selanjutnya tujuan dari bahasa adalah  mengungkapkan tujuan sang pembicara (mutakaallim) melalui perantaraan suara yang keluar dari lisan sang mutakallim. Pada hakikatnya kata-kata  terletak di dalam hati. Adapun lisan hanyalah sebagai dalil (petunjuk) ‘al-kalam an-nafsy’ yang terdapat dalam hati. Untuk itu tidak mudah mengungkapkan apa yang tersirat dalam hati (al-kalam an-nafsy), kecuali dengan kaidah-kaidah yang dapat menjaga dari kesalahan-kesalahan dalam penyampaian esensi maksud yang diharapkan mutakallim.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para ahli bahasa telah berusaha keras untuk menyusun sejumlah kaidah-kaidah untuk dijadikan patokan bagi siapa saja yang akan menggunakan suatu bahasa. Bahasa arab sendiri memiliki banyak sekali kaidah-kaidah yang sudah disepakati oleh para ahli bahasa arab. Diantaranya adalah ilmu Nahwu (grammatika), shorof (morfologi), balaghoh (rethorika), isytiqaq (etimologi), dan sebagainya. Disini penulis akan mecoba mengkaji seputar bahasa arab beserta kaidah-kaidahnya, tapi yang ditekankan oleh penulis di sini adalah khusus mengenai ‘Nahwu’ sebagai salah satu kajian terpenting dalam bahasa arab. Karena Nahwu adalah tempat bergantung dan bersandarnya bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, Ilmu Nahwu juga mempunya peran yang sangat penting dalam dunia islam. Yaitu membantu memecahkan permasalahan-permasalahan mengenai syari’at-syari’at islam dari segi kebahasaan. Karena semua syari’at islam yang ada, adalah berupa teks-teks yang termaktub dalam buku-buku bernuansakan ‘arabiyah seperti; Al-qur’an, Al-hadist, Bahkan sampai Ijma’ dan Qiyas. Sehingga orang yang akan memahami islam terlebih dahulu harus mengenal bahasa Arab beserta gramatikalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menindak lanjuti kajian ini, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan hubungan antara teks Al-qur’an sebagai sumber dari segala sumber hukum berupa syari’at islam dan bahasa arab sebagai pengantar untuk memahami pesan-pesan yang dikandung dalam kalamullah yang tidak mungkin bisa dipahami oleh manusia pada umumnya. Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk mempelajari dan memahaminya sebagai pedoman hidup (way of life). Berikut adalah penjelasan sedikit mengenai tema yang akan kita bahas pada diskusi kali ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TEKS AL-QUR’AN DAN BAHASA ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-qur’an yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menurunkanya berupa Al-qur’an dengan berbahasa arab, supaya kamu memahaminya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bertolak dari ayat di atas, telah kita ketahui bahwa bahasa arab adalah satu-satunya bahasa yang dipilih Tuhan untuk mengungkapkan kehendak-Nya kepada hamba-hamba yang tidak akan mampu memahami kalam an-nafsy Tuhan yang tidak berupa huruf maupun suara. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa tujuan dari bahasa adalah untuk mengungkapkan apa yang dimaksud mutakallim (pembicara),  maka jikalau Tuhan berkehendak mengungkapkan maksud-Nya dengan bahasa Dia sendiri, niscaya tidak ada satu makhluk pun yang dapat memahaminya. Kecuali hanya orang yang telah dibuka hijabnya oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sudah semestinya Tuhan menggunakan bahasa manusia untuk mengungkapkan kehendak-Nya. Untuk itu, dipilihlah bahasa arab sebagai perantara untuk menjelaskan maksud-maksud-Nya. Hal ini, pasti mengundang suatu pertanyaan; Mengapa harus bahasa arab? dan bukan yang lainnya saja?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya penulis terlebih dahulu menjelaskan tentang definisi Al-qur’an itu sendiri. Meskipun tidak mungkin mendefinisikan Al-qur’an bi haqiqatihi (secara tepat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Para ulama berusaha mencoba mendefinisikan Al-quran dengan suatu pengertian yang membedakan Al-qur’an dari teks-teks lain. Yaitu; “Al-qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan lafadz dan ma’nanya yang mana dengan membacanya dinilai sebagai ibadah dan sekaligus untuk menentang argumen orang-orang kafir, sampai kepada kita secara mutawatir,  tertulis di dalam mushaf-mushaf  dan di awali dengan surat Al-fatihah dan di akhiri dengan surat An-naas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari definisi tersebut dapat kita pahami bahwa Alqur’an adalah kitab yang diturunkan kepada nabi terakhir yang berbangsa arab yaitu nabi Muhammad SAW. Dari situlah, kenapa Al-quran diturunkan berbahasa arab. Karena tidak rasioanal sekali, jika suatu kitab samawi diturunkan dengan bahasa selain bahasa orang yang menerimanya. Sehingga benar-benar terwujud tujuan dari diturunkannya Al-qur’an. Selain itu, juga telah kita ketahui bersama; bahwa bahasa arab adalah bahasa yang kaya akan kosakata dan sinonim. Luas akar katanya, mudah dipelajari dan dipahami.Itu semua menunjukan; bahwa hanya orang arablah yang pantas untuk menterjemahkan pengetahuan-pengetahuan islam kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai definisi bahasa arab itu sendiri, bisa kita uraikan sebagai berikut:“Bahasa adalah sejumlah suara yang digunakan setiap manusia untuk menerangkan tujuan mereka”. Sedangkan arab “adalah suatu komunitas manusia yang menduduki jazirah arab”. Kemudian suara ini dalam istilah orang arab disebut sebagai lafadz. Nah, lafadz ini dalam bahasa arab didefinisikan sebagai “Suara yang keluar dari mulut manusia yang mengandung salah satu dari hurf hijaiyyah yang diawali dengan huruf alif dan diakhiri dengan huruf ya”. Dari sini jelaslah bahwa bahasa arab adalah suara yang mengandung huruf hijaiyyah yang digunakan orang arab untuk menerangkan  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari ataupun tidak, bahasa adalah alat yang paling pokok dalam memahami dan meng-explore berbagai cabang keilmuan dan aturan-aturanya. Sebab bahasa adalah satu-satunya alat komunikasi yang paling mudah dimengerti. Berkaitan dengan itu, telah kita ketahui bersama bahwa Al-qur’an adalah sarana komunikasi antara kita dengan Tuhan. Oleh karena itu, Al-qur’an diturunkan dengan menggunkan bahasa yang dapat dipahami oleh manusia yaitu bahasa arab (bahasa yang paling mudah dipelajari dan dipahami). Dalam sebuah hadist disebutkan: “Cintailah bahasa arab karena tiga: karena aku berbangsa arab, Al-qur’an berbahasa arab, dan kalam ahlu al-jannah (penduduk surga) adalah bahasa arab”. Disebutkan oleh ibnu ‘asakir dalam terjemah zahir ibn Muhammad ibn ya’qub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pendapat siapapun, yang pasti bahwa Al-qur’an adalah teks yang berbahasa arab. Oleh karena itu, sarana yang paling penting dalam mehamami teks yang berbahasa arab termasuk Al-qur’an, adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk bahasa arab. Adapun hukum mempelajari Al-qur’an adalah wajib, begitu juga hukum mempelajari sarana (washilah) untuk memahami Al-qur’an adalah wajib adanya. Sebagaimana kaidah fikih mengatakan; “ Ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajibun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. DILEMATIKA PELETAKAN GRAMATIKA BAHASA ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PELETAKAN ILMU NAHWU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa arab berkembang di tengah-tengah jazirah arab secara murni (orisinil) semenjak bahasa itu lahir. Bersih dan terjaga dari segala sesuatu yang dapat menjadikan ia cacat.   Misalnya,  dengan adanya asimilasi dari bahasa lain; seperti bahasa paris, rum, ataupun lainnya. Sehingga membuat bahasa arab kacau balau serta bercampur dengan bahasa-bahasa tersebut. Ada dua faktor yang melatar belakangi peletakan ilmu Nahwu yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   PERTAMA: Faktor agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu karena keinginan keras untuk mendatangkan teks Al-qur’an dalam bentuknya yang asli (fasih dan terjaga), Khususnya setelah munculnya berbagai kekeliruan dalam pengucapan bahasa arab. Kejadian ini sudah mucul semenjak nabi masih hidup. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pernah ada seorang yang keliru bicara didepan rasulullah SAW, dia berkata “    " أرشدوا أخاكم فإنه قد ضل. Dia berbicara dihadapan nabi SAW dengan menggunakan dlomir jamak pada lafadz  "ارشدوا أخاكم"  , padahal yang ia maksud adalah Nabi. Ya jelaslah salah dengan menggunakan dlomir ‘jamak’ untuk ‘mufrod’ (satu orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah satu contoh kekeliruan yang terjadi pada zaman ketika Nabi masih hidup, namun kekeliruan-kekeliruan seperti di atas masih terhitung sedikit sekali bahkan jarang. Kemudian seiring waktu berjalan kekeliruan-kekeliruan tersebut mulai melebar dan meluas, khususnya pada saat terjadi arabisasi suku-suku yang kalah dalam perang yang mana mereka sangat menjaga sekali kebiasaan-kebiasaan mereka yang bersifat lughowiyah. Artinya meskipun mereka diharuskan mengikuti dan menggunakan bahasa arab, mereka tidak bisa lepas dari dialek bahasa mereka sendiri. Nah, dari sinilah bahasa arab mulai bercampur dengan bahasa ‘ajam (selain bahasa arab) sampai pada akhirnya bahasa arab mengalami kemerosotan yang sangat drastis, bahkan orang-orang yang diakui ahli dalam balaghoh dan khutbah juga ikut terkena virus-virus yang terdapat pada bahasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     KEDUA: Faktor non agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;faktor non agama ini juga ada dua yaitu; pertama dari kaum arab sendiri dan yang kedua dari suku-suku lain yang berinteraksi dengan orang arab. Orang-orang arab sangat mengagung-agungkan bahasa mereka, sehingga mereka takut apabila bahasa yang mereka agung-agungkan itu musnah begitu saja. Hal itulah yang memicu semangat mereka untuk menyusun kaidah-kaidah bahasa arab, karena takut bahasa mereka akan hilang dan larut dalam bahasa-bahasa lain. Yang kedua ini juga bisa disebut “Bawa’its Ijtima’iyah” (faktor masyarakat). Mereka (suku-suku yang berinteraksi dengan orang arab), merasa sangat mengharapkan sekali lahirnya kaidah-kaidah bahasa arab. Sehingga kaidah-kaidah tersebut bisa dijadikan contoh sekaligus pedoman bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor inilah yang menyebabkan munculnya ilmu Nahwu sebagai solusi dari berbagai macam problem seputar bahasa arab. Sampai pada akhirnya peran ilmu ini juga sangat membantu sekali dalam memahami teks-teks Al-qur’an. Meskipun ilmu Nahwu saja, belum cukup untuk memahami Al-qur’an secara keseluruhan, tapi paling tidak ilmu ini menduduki posisi yang penting dalam menggali makna-makna Al-qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPAN DAN DIMANA PELETAKAN ILMU NAHWU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sudah kita singgung bahwa pada masa awal-awal islam; yaitu pada saat Nabi SAW masih hidup sudah diperhatikan betul masalah kekeliruan-kekeliruan dalam pengucapan bahasa arab. Sehingga ilmu Nahwu seperti halnya dengan qonun-qonun (pedoman) yang lain,  dituntut dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, karena terjadinya kekeliruan-keliruan itulah yang menuntut dan mendorong akan lahirnya ilmu ini. Sebelum islam tidak ada permasalan seperti diatas, kalau pun ada juga orang-orang sebelum islam (kaum jahily) tidak memerdulikan hal-hal seperti itu. Mereka berbicara semau mereka sendiri tanpa berbuat dan berfikir. Ilmu nahwu pertama digagas yaitu semenjak awal-awal pemerintahan islam. Adapun tempat lahir dan berkembangnya adalah di negara iraq, tepatnya di kota bashroh oleh Abul Aswad Ad-dualy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. NAHWU SEBAGAI SOLUSI MEMAHAMI TEKS ARAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI NAHWU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Nahwu secara etimologi mempunyai banyak arti, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maksud dan jalan&lt;br /&gt;   Contoh: "نحوت نحوك"   artinya:“Saya bermaksud seperti maksudmu/melewati jalanmu”.&lt;br /&gt;                   2. Arah&lt;br /&gt;                        Contoh: "توجهت نحو البيت"   artinya: “Saya menghadap ke arah rumah”.&lt;br /&gt;                   3. Ukuran&lt;br /&gt;                     Contoh: "له عندي نحو مائة"   artinya: “Saya berhutang ke dia kira-kira  seratus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Ilmu Nahwu secara terminologi adalah Ilmu yang membahas tentang keadaan akhir suatu kalimat dari segi I’rob dan Bina-nya. Yakni mengetahui kalimat dari segi rofa’, nashob, khofadh, jazam dan kemudian mengetahui kalimat-kalimat yang terdapat harakat-harakat i’robnya dan kalimat-kalimat yang harakat akhrinya tetap (mabni). Itu semua termasuk dalam pembahasan Ilmu Nahwu. Dan Ilmu Nahwu ini juga memiliki orientasi penting yaitu untuk membantu dalam memahami teks-teks arab, menjaga lisan dari kesalahan dalam berbicara, dan khususnya untuk memahami Al-qur’an dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN RIIL NAHWU DALAM MENGGALI MAKNA AL-QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak sekali dalam Al-qur’an ayat-ayat yang membutuhkan campur tangan Nahwu didalamnya, seperti pada ayat "إذا أراد شيأ أن يقول له كن فيكون" kita dapatkan disana arti dari lafadz "كن فيكون" . Apabila kalimat ini kita terjemahkan secara sederhana, “Jadi! Maka jadilah,…; langsung terbayang dalam benak kita bahwa ketika Allah Swt menghendaki sesuatu dan lalu mengatakan “Jadilah! ; maka sesuatu itu dengan serta merta terjadi langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak tepat apabila kita melihatnya dari sudut yang lebih umum dan hal-hal yang berkaitan dengan sunnatullah. Bahkan makna sepintas itu menggambarkan tidak adanya proses. Padahal ayat itu berada dalam kontek umum dan mencakup semua kejadian termasuk yang ada proses padanya. Itulah rahasia yang terkandung dengan menggunakan "ف"  sebagai jawab syarat, bukan dengan kata  "يكن" dengan dijadikan berstatus Jazm. Sedangkan relasi antara syarat yakni kata Kun dan jawab syarat yakni "فيكون"  mengandung makna kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, baru-baru saja saya temukan, yaitu sebuah makalah yang ditulis di situs swaramuslim. Makalah tersebut berbicara tentang jimat dan hal-hal yang berbau klenik dan bagaimana hukumnya menurut pandangan Islam. Ada satu hadis Nabi s.a.w. yang berbunyi,  "من تعلق تمامة فلا أتمه الله"  Kalimat hadis ini diterjemahkan oleh penulisnya dengan “Barangsiapa menggantungkan jimat, maka semoga tidak disempurnakan oleh Allah (hajatnya).…; Secara sederhana, kita memang bisa mengerti makna hadis ini dan apa kandungan yang dimaksud. Namun saya mencoba memberikan perbandingan dengan terjemahan yang mencermati kaidah ilmu Sharaf, yaitu dasar kita memahami dalam level ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut menggunakan kata ta’allaqa’ yang mengandung beberapa makna selain kata dasarnya. Beberapa makna yang relevan adalah ; مطاوعة, دلا لةعلي اتخاذ&lt;br /&gt;معانة, والتكلف  Makna-makna ini menunjukkan kandungan intransitif. Bisa dilihat terjemahan di atas menggunakan makna transitif yang sebenarnya lebih tepat jika digukana kata ;allaqa. Satu makna yang sedikit mengena dengan terjemahan tersebut adalah makna دلا لةعلي اتخاذ; yakni makna menjadikan sesuatu yang terkandung dalam kata dasar. Misalnya kata وسادة  adalah bantal, maka tawassada-hu berarti menjadikan sesuatu itu sebagai bantal, atau kata ibnun adalah anak, maka تيني  adalah menjadikannya sebagai anak. Jika hadis di atas kita terjemahkan sesuai dengan makna ini, maka secara literal adalah “Barangsiapa menjadikan jimat sebagai gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita lihat sendiri, terjemahan tersebut hanya mengena pada sedikit dari kandungan yang dimaksud. Makna lain yang menurut saya lebih tepat adalah مطاوعة  yakni jika kita menggantungkan sesuatu, maka sesuatu itu tergantung. Dengan makna ini, hadis di atas tidak sekadar menggantungkan jimat, tetapi siapa saja yang bergantung dengan jimat walau jimat itu sendiri hanya disimpan. Seharusnya kata ta’allaqa dalam hadis itu intransitif, tetapi digunakan secara transitif karena rahasia bahasa tertentu yang menjadi pembahasan level selanjutnya, yaitu level gramatikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hadis itu menjadi lebih tegas, bukan jimatnya yang tergantung, tetapi adalah oknum yang tergantung dengan jimat. Dan karena oknum, maka makna menjadi bergantung. Dan karena makna ketergantungan inilah, maka hal itu dilarang karena bagi seorang muslim, prilaku yang benar adalah berusaha dan menyerahkan semuanya yakni bergantung kepada Allah, bukan kepada benda-benda dengan membuatnya sebagai jimat-jimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kita pungkiri bahwa Ilmu Nahwu telah memberikan sumbang yang sangat besar kepada islam, khususnya dalam menyingkapkan makna-makna yang terkandung dalam rangkaian kata penuh makna yaitu Al-qur’an, hadist, dan teks-teks arab lainnya. Kalau setiap hari kita memabaca Al-qur’an, membaca buku-buku yang berbaha-sa arab, mendengarkan pengajian di TV, atau apa saja lah yang menggunakan bahasa arab kita akan membutuhkan apa yang disebut dengan Ilmu Nahwu. Orang yang sadar akan kebutuhan hidupnya, maka ia akan berupaya untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tujuan yang paling utama dalam kita mempelajari Ilmu Nahwu ini adalah untuk berupaya memahami makna-makna yang terkandung dalam teks-teks Al-qur’an dan Hadis. Di atas sudah kita ketahui betapa erat sekali hubungan antara teks Al-qur’an dan bahasa arab, kemudian sejarah peletakan Ilmu Nahwu sampai pada Nahwu sebagai solusi untuk memahami Al-qur’an. Dari sini penulis sangat berharap sekali akan tumbuhnya kecintaan kita dalam mempelajari Ilmu Nahwu. Marilah kita dasari hidup kita dengan CINTA....!. Akhirnya, tiada tempat untuk bersandar dan bergantung dari segala permasalan selain Allah SWT. Wallahu A’lamu Bi As-Showaab......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4686645956903261073?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4686645956903261073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/09/urgensi-nahwu-sebagai-gramatical-of.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4686645956903261073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4686645956903261073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/09/urgensi-nahwu-sebagai-gramatical-of.html' title='URGENSI NAHWU SEBAGAI “THE GRAMATICAL OF ARABIC LANGUAGE”'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1565244570691467515</id><published>2008-08-29T21:38:00.009+02:00</published><updated>2009-06-02T15:16:16.501+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>PP. Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri</title><content type='html'>&lt;div  style="width:420px"&gt;&lt;iframe src="http://wikimapia.org/s/#lat=-7.929578&amp;lon=111.954573&amp;z=17&amp;l=0&amp;m=a" width="420" height="340" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br&gt; &lt;center&gt;&lt;span style="font-size:9px;"&gt;&lt;a href="http://wikimapia.org/3049162/Pondok-Pesantren-Al-Falah-Ploso-Mojo-Kediri-Jawa-Timur-Indonesia"&gt;Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, Indonesia on Wikimapia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keinginan mengamalkan ilmu pengetahuan agama yang didapatkannya dari kota Makkah al-Mukarromah, KH. Ahmad Djazuli Usman merintis berdirinya sebuah pondok pesantren. Bersama dengan Muhammad Qomar, salah seorang santrinya, ia merintis berdirinya pesantren dengan cara yang sangat sederhana. Ia memulainya dengan sebuah pengajian, yang ia rintis sejak masih berada di desa Karangkates.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengajian tersebut, dia mulai pertengahan 1924 dengan menggunakan sistem sorogan. Ketika pengajian baru dimulai hanya ada 12 orang santri yang mengikutinya. Namun tak lama kemudian, jumlah santri yang ingin mengaji semakin bertambah. Sehingga setengah tahun kemudian, tepatnya 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Usman mendirikan sebuah madrasah dan pondok pesantren. Ia memanfaatkan serambi Masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A.Djazuli membengkak menjadi 100 orang. Sebuah kenaiban pun, ia pakai sebagai tempat belajar. Cuma yang menjadi persoalan, seiring dengan semakin bertambahnya santri, fasilitas kenaiban tersebut tak bisa lama-lama ia pakai sebagai tempat belajar para santri. Aparat kantor kenaiban sering terganggu dengan aktifitas para santri. Untuk itu, pada tahun 1939 beliau segera membangun asrama santri yang sekarang bernama komplek A, sebuah asrama berlantai dua yang dilengkapi dengan musholla. Seirama dengan pergantian pemerintah penjajah dari Belanda ke Jepang, juga membawa suasana kelabu bagi pondok pesantren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Jepang sangat mencurigai kegiatan pondok pesaantren. Gerak gerik kiainya mereka awasi. Pengajian berlangsung dalam suasana tidak bebas. Kalaupun dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Kondisi demikian diperburuk dengan masuknya agresi Belanda kesatu pada tanggal 18 September 1948. Para santri yang memiliki semangat jihad, terlibat pertempuran untuk mengusir Belanda. Mereka bahu mebahu dengan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasional pondok pesantren tersebut kembali normal, setelah agresi Belanda berlalu. Setelah dua tahun vakum, kehadiran pondok pesantren bagai gayung bersambut. Kehadiran Pondok Pesantren Al-Falah mengisi kekosongan pendidikan yang hancur lebur karena pertempuran. Simpati warga Kediri mereka tunjukkan dengan mengirm anak-anaknya “nyantri” di pesantren KH. A. Djazuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sekitar pondok pesantren Al-Falah Ploso pada awalnya tergolong masyarakat abangan (jauh dari agama). Ketika awal berdiri, banyak masyarakatnya mencemooh pondok pesantren Al-Falah. Apalagi para pejabat dan bandar judi, yang setatus quonya mulai terganggu. Mereka sering menyebarkan isu-isu sesat terhadap pondok pesantren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena semacam itu memang menjadi tantangan berat bagi pesantren yang menjadi pusat kegiatan simakan Al-Qur’an Mantab ini. Namun para pengurusnya tidak merasa gentar. Justru tantangan itu membulatkan tekad mereka untuk mengubah masyarakat abangan, menjadi masyarakat yang islami. Hasilnya seperti sekarang ini. Pesantren terus berkembang, dan kehidupan islami tercipta dengan sendiri di sekitar pondok pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok pesantren yang letaknya ditepi sungai Barantas ini banyak mengambil keuntungan dari letak geografis tersebut. Sungai yang terkenal deras airnya dan terus mengalir sepanjang musim banyak memberikan kehidupan para santri serta para masyarakat sekitarnya. Dipinggir sungai inilah terletak desa Ploso, 15 km arah selatan dari Kediri. Potensi wilayah seperti ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Umumnya mereka memanfaatkan tanah yang subur ditepi sungai berantas untuk bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Kelembaganan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponpes Alfalah Ploso menganut sistem manajemen tradisional, dalam arti, kepemimpinan tunggal yang tersentral pada figur seorang kiai memegang otoritas yang tinggi dalam pengelolaan pesantren. Manajemen semacam itu terus berlangsung sampai pada saat sekarang saat pesantren ini diasuh oleh KH. Zainuddin Djazuli putra Kiai Djazuli. KH. Zainuddin dalam mengasuh pesantren yang sering digunakan kegiatan tingkat regional ini dibantu para adik-adiknya dan saudara-saudaranya, seperti KH. Nurul Huda (Gus Dah) yang mengasuh pondok pesantren putri, KH. Fuad Mun’im (Gus Fu’), KH. Munif, Bu Nyai Hj. Badriyah (Bu Bad) dan Gus Sabut putra almarhum Gus Mik (yang mengomandani Jama’ah Sima’an Al-Qur’an Mantab) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagaimana kebanyakan pesantren di kota Kediri merupakan lembaga pendidikan dan pengajaran model salafaiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan dan pengajaran di ponpes Al-Falah, terdiri dari: Madrasah Ibtidaiyah (3 tahun), Madrasah Tsanawiyah (4 tahun) , dan Majelis Musyawarah Riyadlotut Tholabah (5 tahun).&lt;br /&gt;Pada tingkat Ibtidaiyah materi yang banyak ditekankan adalah masalah akidah dan akhlak, sedangkan untuk tingkat Tsanawiyah ditekankan pada materi ilmu nahwu / sharaf dan ditambah ilmu fiqih, faroidl serta balaghah. Adapun Majelis Musyawarah merupakan kegiatan kajian kitab fiqih, yakni Fathul Qorib, selama satu tahun, Kitab Fathul Mu’in selama 1 tahun dan Fathul Wahab selama 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain program diatas masih ada kegiatan ekstra yang harus diikuti oleh semua santri, meliputi latihan berorganisasi, baca tahlil, muhafadhah, dibaiyah, kaligrafi dll. Juga ada kegiatan bahtsul masail. Program yang terakhir ini adalah sebagai wahana untuk melatih dan mencetak kader-kader syuriyah dan tem bahtsul bahsul masail. Dari majelis musyawarah ini telah terlahir kader-kader syuriyah NU di bidang bahtsul masail yang handal, diantaranya KH. Ardani Ahmad, KH. Arsyad, KH. Fanani. Mereka direkrut sebagai anggota lajnah bahtsul masail PWNU Jawa Timur. Dan masih banyak alumni yang lain yang berkcimpung di dunia organisasi NU dalam bidang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar di pesantren yang mengasuh santri hampir 2000 ini hanya mengandalkan darim iuran santri atau SPP yang besarnya uang pangkal Rp. 10.000,- SPP Rp. 5.000,- dan iuran lainnya Rp. 10.000,-&lt;br /&gt;Kaderisasi&lt;br /&gt;Kalau sering didengar banyak pondok pesantren mati dan tidak santrinya akibat tidak adanya penerus, maka untuk pesantren yang bangunannya terkesan mewah ini insya’allah tidak akan terjadi, sebab sebagai pengasuh KH. Zainuddin Djazuli sudah menyiapkan putra-putranya dengan mengirimkan keberbagai pondok pesantren. Seperti Gus Zidni, alumni pesantren Lirboyo dll. (m. muslih albaroni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1565244570691467515?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1565244570691467515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/pp-al-falah-ploso-mojo-kediri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1565244570691467515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1565244570691467515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/pp-al-falah-ploso-mojo-kediri.html' title='PP. Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4875355236847159345</id><published>2008-08-27T10:34:00.007+03:00</published><updated>2009-06-02T15:16:40.167+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Puasa dan Takwa</title><content type='html'>Oleh: KH. A. Mustofa Bisri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa diwajibkan atas kita orang-orang yang beriman. Kita yang telah berikrar lahir-batin bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah SWT yang telah berikrar, sebenarnya apa pun perintah-Nya, kita tidak perlu dan tidak pantas bertanya-tanya mengapa, untuk apa?. Hamba yang baik justru senantiasa ber-husnuzhzhan, berbaik sangka kepada-Nya. Allah SWT memerintahkan atau melarang sesuatu, pastilah untuk kepentingan kita. Karena Allah SWT Maha Kaya, tidak memiliki kepentingan apa pun. Ia mulia bukan karena dimuliakan, agung bukan karena diagungkan, berwibawa bukan karena ditunduki. Sejak semula, Ia sudah Maha Mulia, sudah Maha Agung, sudah Maha Kaya, sudah Maha Berwibawa&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian Ia menjelaskan pentingnya melaksanakan perintah-Nya atau menjauhi larangan-Nya, semata-mata karena Ia tahu watak kita yang suka mempertanyakan, yang selalu menonjolkan kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebelum kita mempertanyakan mengapa kita diperintahkan berpuasa, misalnya, Allah SWT telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 183) "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mukmin di dunia ini, dalam proses menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Karena semua kebaikan hamba di dunia dan kebahagiaannya di akherat, kuncinya adalah ketakwaan kepada-Nya. Mulai dari pujian Allah SWT, dukungan dan pertolongan-Nya, penjagaan-Nya, pengampunan-Nya, cinta-Nya, limpahan rejeki-Nya, pematutan amal dan penerimaan-Nya terhadapnya, hingga kebahagiaan abadi di sorga, ketakwaanlah kuncinya. (Baca misalnya, Q.3: 76, 120, 133, 186; Q.5:27; Q. 16: 128; Q. 19: 72; Q. 39: 61; Q. 65: 2-3; Q. 33: 70-71; Q. 49: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah puasa, sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam ayat 183 al-Baqarah di atas, merupakan sarana kita untuk mencapai ketakwaan yang berarti pada gilirannya meraih kebahagian di dunia dan akherat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa sendiri lebih sering diucapkan ketimbang diterangkan. Ini barangkali karena banyaknya definisi. Intinya-sejalan dengan maknanya secara bahasa-ialah penjagaan diri. Penjagaan diri dari apa? Ada yang mengatakan penjagaan diri dari hukuman Allah dengan cara mentaati-Nya. Ada yang mengatakan penjagaan diri dari mengabaikan perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya. Ada yang mengatakan penjagaan diri dari melakukan hal-hal yang menjauhkan dari Allah. Ada yang mengatakan penjagaan diri jangan sampai mengikuti hawa nafsu dan tergoda setan. Ada yang mengatakan penjagaan diri jangan sampai tidak mengikuti jejak Rasulullah SAW. Dan masih banyak lagi pendapat yang jika kita cermati, semuanya berujung pada satu makna. Perbedaannya hanya pada ungkapan tentang dari apa kita mesti menjaga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin yang menjaga dirinya terhadap seretan hawa nafsunya dan atau godaan setan, berarti dia menjaga diri dari mengabaikan perintah-perintah Allah dan dari melakukan hal-hal yang dilarang-Nya; berarti, dia menjaga diri agar tetap mengikuti jejak Rasullah SAW; berarti menjaga diri dari hukuman Allah dan dijauhkan dari-Nya.&lt;br /&gt;Ibarat berjalan di ladang ranjau, orang yang bertakwa senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang dapat mencelakakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa, seperti diketahui, bukanlah sekedar menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum. Seandainya sekedar menahan diri dari makan dan minum pun sudah merupakan latihan untuk dapat menguasai dan menjaga diri karena Allah. Dalam puasa, melakukan dan tidak melakukan sesuatu karena Allah secara nalar jauh lebih mudah. Orang yang berpuasa karena orang, misalnya, bisa saja makan atau minum di siang hari secara sembunyi-sembunyi. Makan makanannya sendiri, minum minumannya sendiri, apa susahnya? Tapi untuk apa? Karena Allah-lah yang membuat orang mukmin bersedia menahan lapar, tidak makan makanannya sendiri, menahan haus, tidak minum minumannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah ini tentu saja hanya bisa disikapi oleh mereka yang iman kepada Allah. Dan seukur tebal-tipis, besar-kecil, atau kuat-ringkihnya iman itulah, ketulusan orang yang melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena Allah. Di dalam puasa, orang mukmin digembleng untuk menjadi mukmin yang kuat yang dapat menguasai dan menjaga diri. Mukmin yang lubuk hatinya, pikirannya, hingga pelupuk matanya, merupakan singgasana Allah, sehingga tidak mudah dibuat tergiur oleh iming-iming sesaat seperti hewan, tidak terjerumus berperilaku buas dan serakah seperti binatang. Mukmin sejati, mukmin yang bertakwa kepada Allah. Bukan pengaku mukmin yang lubuk hatinya, pikirannya, hingga pelupuk matanya merupakan tempat mendekam hewan dan binatang buas, sehingga makan pun tidak peduli makan makanannya sendiri atau milik orang lain dan menunjukkan kehebatannya dengan menerkam kesana-kemari. Na’udzu billah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menolong dan membantu kita dalam berpuasa serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4875355236847159345?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4875355236847159345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/puasa-dan-takwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4875355236847159345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4875355236847159345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/puasa-dan-takwa.html' title='Puasa dan Takwa'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-2634171228724595280</id><published>2008-08-24T07:26:00.006+03:00</published><updated>2009-06-02T15:17:14.185+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Biarkan Orang Berkata Apa Saja</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu sore hari yang cerah, tatkala saya sedang duduk-duduk di balkon flat tempat saya tinggal, tiba-tiba mata saya melihat seekor Himar yang sedang dinaiki oleh seorang bocah. Saya jadi teringat kisahnya Luqman Al-hakim bersama putranya. Ceritanya begini:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"pada suatu hari Luqman Al-hakim bersama puteranya masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, namun puteranya berjalan menuntun himar yang sedang dinaiki ayahnya. Melihat tingkah laku Luqman itu, sebagian orang yang di pasar itu pun berkata; "Lihat itu orang tua yang tidak punya rasa sayang sama sekali, masa anaknya sendiri dibiarkan berjalan kaki, sedangkan ia sendiri naik himar...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan desas-desus dari orang-orang yang ada di pasar, maka Luqman pun turun dari himarnya itu, lalu diletakkannyalah anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian itu, sebagian orang-orang di pasar itu pun berkata lagi, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya yang menaiki himar itu, sungguh kurang adab anak itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa risih mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas himar itu bersama-sama dengan anaknya, dengan harapan supaya mereka diam. Tapi Kemudian terdengar lagi kata-kata yang serupa dengan sebelumnya "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, sungguh menyiksakan himar itu." Oleh kerana tak mau lagi mendengar percakapan mereka, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, tapi lagi-lagi terdengar  suara orang berkata, "Lihat Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.sungguh bodoh mereka berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman Hakim kemudian menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan bualan mereka, katanya, "Sesungguhnya tidak bisa terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka, orang yang berakal tidaklah dia mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah S.W.T. semata. Barang siapa yang mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap tindakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan terpedaya) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari kisah lukman hakim di atas kita bisa mengambil sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'ibrah&lt;/span&gt;, bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan diperbincangkan oleh orang-orang di sekitar kita. So, asalkan kita yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah benar, maka tak usah kita menghiraukan apa kata orang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A'lamu Bissahawab...&lt;/span&gt;!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 24 agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-2634171228724595280?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/2634171228724595280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/biarkan-orang-berkata-apa-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2634171228724595280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2634171228724595280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/biarkan-orang-berkata-apa-saja.html' title='Biarkan Orang Berkata Apa Saja'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1819706495412301460</id><published>2008-08-04T19:26:00.006+03:00</published><updated>2009-06-02T15:17:54.192+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Free Love</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahku bebas dari "CINTA", &lt;br /&gt;perasaan asmarapun tak lagi menjeratnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahku bebas dari "CINTA", &lt;br /&gt;perasaan rindupun tak lagi menggoda&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelahku bebas dari "CINTA", &lt;br /&gt;perasaan gelisahpun tak lagi ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahku bebas dari "CINTA", &lt;br /&gt;perasaan damaipun semakin nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah ilusi belaka&lt;br /&gt;-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah fatamorgana&lt;br /&gt;-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah naluri sesaat&lt;br /&gt;-Yang ada dalam "CINTA" hanyalah  nafsu akal manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karena bukan Qadrat-MU,&lt;br /&gt;aku takkan mau mengenal istilah "CINTA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karena bukan fitrah-MU, &lt;br /&gt;aku takkan mau bermain dengan "CINTA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karena bukan pemberian-MU, &lt;br /&gt;aku takkan mau mengungkapkan perasaan "CINTA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karena bukan ciptaan-MU, &lt;br /&gt;aku takkan mau merasakan getaran "CINTA"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1819706495412301460?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1819706495412301460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/free-love.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1819706495412301460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1819706495412301460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/08/free-love.html' title='Free Love'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6686773907178489417</id><published>2008-07-23T02:58:00.006+03:00</published><updated>2009-06-02T15:19:01.043+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Aroma Wangi Surgawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SIZ1s7vYOyI/AAAAAAAAAQA/h_3SnRsiaq8/s1600-h/05072008651.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SIZ1s7vYOyI/AAAAAAAAAQA/h_3SnRsiaq8/s200/05072008651.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225993832421145378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang wanita cantik terlihat sedang menari-nari di sebuah acara hiburan pesta agung kenegaraan.Di sana terdapat banyak sekali para petinggi negara, sedang asyik menonton tari perut yang sedang dimainkan oleh wanita cantik itu. Mulai dari anggota DPR/A'dla' majlis syu'bi, anggota MPR/ A'dla' majlis syuri, para mentri/wazir, dan para pejabat tinggi negara yang lain. Bisa kita bayangkan, betapa megahnya acara pesta agung itu, karena sebagaimana lazimnya kita tahu bahwa kebiasaan dari para pejabat tinggi negara adalah berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang.Sudah barang tentu, wanita penari perut itu adalah bukan sembarang wanita penghibur. Dia adalah wanita penari perut terbaik yang biasa dipanggil untuk sekedar menari ke berbagai negara, khususnya jazirah arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata kebanyakan para lelaki, wanita adalah penghibur hati mereka yang lelah karena berbagai persoalan yang mereka hadapi.Seringkali, mereka merasa bahwa wanita adalah obat dari berbagai kesedihan dan kepenatan mereka. Karena wanita memang tercipta untuk itu, qurratul 'uyun bagi para lelaki.Wanita memang dicipta dengan dipenuhi oleh keindahan, mulai dari kulit tubuhnya yang berbeda dengan kulit laki-laki yang cenderung kasar, kemolekan tubuh mereka yang menggoda setiap lelaki yang memandangnya, dan sikap mereka yang lemah lembut. Itulah yang membuat kaum adam menjadi merasa membutuhkan mereka kaum hawa.Selain itu, keberlangsungan hidup ummat manusia juga takkan terwujud tanpa adanya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat para petinggi negara itu sedang asyik menikmati segala sisi keindahan dari penari itu, tiba-tiba wanita itu menjerit sekeras-kerasnya, lalu kemudian jatuh pingsan. Spontan mereka yang sedang konsen menonton wanita itu menari, terkejut melihat kejadian yang mengagetkan itu. Kemudian salah seorang dari mereka ada yang berteriak memanggil petugas keamanan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada penari itu.Petugas keamanan itu langsung membawa tubuh penari itu ke sebuah ruangan untuk menunggu penari itu siuman.Sedang di luar sana orang-orang pada ribut sendiri-sendiri, dan saling bertanya kenapa bisa terjadi hal yang seperti itu. Karena mereka hampir tak percaya dengan kejadian itu. Bukan karena mereka melihat penari itu tiba-tiba pingsan, karena pingsan adalah hal yang wajar menimpa seseorang. Akan tetapi, mereka terkejut karena kata-kata yang keluar dari mulut penari itu saat menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat apa yang membuat para hadirin di situ bertanya-tanya?Kalimat itu adalah "Subhanallah...Masyaallah...". Klo seandainya kita ikut hadir dalam acara itu, kita juga pasti akan ikut keheranan dan bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu, sehingga dia menjerit mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak umum keluar dari mulut seorang wanita penghibur.&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih lima belas menit, salah satu dari mereka memanggil satpam yang tadi membawa tubuh penari tersebut.Kemudian datanglah satpam itu dengan penuh air mata di matanya.Anda kenapa pak satpam?bagaimana kabar penari itu, sudah siuman belum?"tanya sebagian hadirin yang ada di situ dengan penuh penasaran. Satpam itu lalu berjalan menuju podium untuk memberitahukan kepada para hadirin yang ikut menyaksikan kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum, wahai orang-orang yang lupa akan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNYA...Inna lillahi wainna ilaihi Raji'un3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang saya hormati dan dikasihi Allah subhanahu wata'ala...&lt;br /&gt;Baru saja kita menyaksikan kebesaran Allah, yang mana kita belum sadar akan itu. Sebenarnya, penari yang biasa kita jadikan hiburan itu adalah salah satu dari sekian banyak wali Allah yang bertebaran di muka bumi ini. Dia sekarang sudah meninggalkan kita semua, makanya tadi saya mengucapkan kalimat tarji' tiga kali. Dan tadi saya menangis itu bukan karena perempuan itu meninggal, tapi karena saya baru sadar betapa "perbuatan Allah tidak boleh dipertanyakan, namun perbuatan kita lah yang akan ditanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat". Kenapa saya berkata demikan, karena tadi waktu saya sedang menunggu dia siuman saya tertidur, dan dalam tidur saya bermimpi melihat dia, lalu dia mengatakan padaku bahwa dia sudah dipanggil Allah, karena dia sudah mencium aroma wangi surgawi. Langsung seketika itu pula, para pejabat tinggi negara yang hadir di situ mengalirkan air mata, menyayangkan kepergian penari itu, yang tidak lain adalah kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, para pejabat itu baru sadar klo selama ini apa yang mereka lakukan akan dipertanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat. Mereka yang biasanya mencuri uang rakyat, membohongi rakyat, dan mengkhianati janji-janji mereka pada rakyat.Mereka juga akhirnya bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, bahwa kasih sayang Allah jauh lebih luas dari dosa-dosa yang pernah diperbuat hamba-hambaNYa, walaupun sebesar apapun.Kemudian mereka bertobat, dan akhirnya negara menjadi makmur. Tak ada lagi anak-anak yang mati kelaparan, yang putus sekolah, dan gelandangan di jalanan. Tak ada lagi pengangguran, listrik mati, dan semua yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat. Karena para pemimpin mereka sudah bertobat di jalan Allah, mereka tidak lagi menipu rakyat, menghianati rakyat, apalagi mencuri uang rakyat. Wallahu A'lamu Bishshawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mutiara kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perbuatan Allah tidak boleh dipertanyakan, namun perbuatan kita lah yang akan ditanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, selasa 22 juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6686773907178489417?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6686773907178489417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/07/aroma-wangi-surgawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6686773907178489417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6686773907178489417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/07/aroma-wangi-surgawi.html' title='Aroma Wangi Surgawi'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SIZ1s7vYOyI/AAAAAAAAAQA/h_3SnRsiaq8/s72-c/05072008651.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-2602775329283691258</id><published>2008-05-25T02:15:00.006+03:00</published><updated>2009-06-02T15:21:26.152+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Cara Kita Menyikapi Sebuah Kondisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SDii3kffHoI/AAAAAAAAAP4/jKS3ZLwQxFw/s1600-h/25042008490.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SDii3kffHoI/AAAAAAAAAP4/jKS3ZLwQxFw/s200/25042008490.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204088444998852226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Some One&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I don't believe in circumstances. The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and if they can't them, make them."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang proaktif adalah orang yang senantiasa memperluas pengaruhnya kepada orang orang lain. Untuk itu dalam setiap situasi yang anda hadapi&lt;br /&gt;hanya satu pertanyaan yang perlu anda ajukan, yaitu "What" (Apa), "Apa yang dapat saya lakukan dalam situasi seperti ini?" Ajukan pertanyaan tersebut sesering mungkin, dan dalam situasi apapun, anda akan perlahan bergerak maju dan memperbesar lingkaran pengaruh anda.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang reaktif seringkali mengajukan pertanyaan yang berawalan "Why" (Mengapa). Ini seperti cerita dalam buku "Who moved my cheese" yang terkenal itu. Pada suatu pagi kedua ekor tikus Sniff dan Scurry tidak menemukan keju di tempat biasa. Tapi mereka tidak pusing, karena mengajuka sebuah pertanyaan berawalan "What", "Apa yang bisa kita lakukan sekarang?" Tanpa banyak cingcong mereka langsung mencari keju di tempat yang baru. Tapi tidak demikian dengan kedua orang kurcaci kita. Mereka saling menyalahkan dan mengajukan pertanyaan yang berawalan "Why", "Mengapa hal ini terjadi?", "Mengapa kamu tidak memperhatikan kalau cadangan keju kita habis?"Mengapa ada orang yang begitu jahat dan mau mempermainkan kita?" Berhari-hari mereka menganalisa permasalahan ini, akhirnya mereka kelaparan karena tidak berhasil menemukan keju yang dicari. Bagaimana dengan tikus-tikus itu? ternyata, mereka sudah pada tambah gemuk karena  kekenyangan makan keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda senantiasa mengajukan pertanyaan "What", anda membiasakan otak anda untuk bekerja dan mencari solusinya. Anda juga membiasakan diri untuk berpikir realistis dan tidak neko-neko. Seandainya anda mempunyai atasan yang mau menang sendiri, dan tidak perduli dengan kebutuhan orang lain, apa yang terjadi kalau anda mengajukan pertanyaan yang berawalan "Whay". Anda akan makin tak berdaya dan frustasi. Tapi cobalah tanyakan "What", "Apa yang harus saya lakukan agar saya tetap bisa menikmati hari-hari indah dikantor?" Saya yakin ide-ide kreatif anda akan bermunculan, dan kalau anda melakukan ide tersebut secara tulus dan konsisten, suatu ketika anda akan bisa mengubah bos anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perubahan besar senantiasa bermula dari hal-hal yang kecil. Selamat mencoba cara di atas semoga tidak lama lagi anda akan menemukan perubahan yang cukup besar dalam diri anda. Perubahan dari kebiasaan yang jelek menjadi perilaku yang akan memberi manfaat khususnya diri sendiri dan umumnya orang lain. sehinggan akan tercipta sebuah keadaan bahwa hari esok jauh lebih baik dari sekarang. "Future must be better than present!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-2602775329283691258?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/2602775329283691258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/05/cara-kita-menyikapi-sebuah-kondisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2602775329283691258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2602775329283691258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/05/cara-kita-menyikapi-sebuah-kondisi.html' title='Cara Kita Menyikapi Sebuah Kondisi'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SDii3kffHoI/AAAAAAAAAP4/jKS3ZLwQxFw/s72-c/25042008490.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5038030082570289876</id><published>2008-04-20T06:14:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:21:59.946+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Menyegarkan Kembali Pemahaman ‘Cinta’ dalam Kultur Pesantren</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh Mufidul Wara Fawaid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasakan dan mengalami cinta? Kalau belum, cobalah, cinta itu indah, menghibur, menggairahkan, mengajari kebebasan, ketulusan, kedamaian, kasih sayang, penyucian, bahkan keadilan. Cinta itu adalah fitrah manusia, kehadirannya tidak bisa dibendung, kehilangannya tidak bisa ditolak cinta ada bersama adanya fitrah kita sebagai manusia. Cinta tercipta demi kemuliaan manusia, cinta itu suci, tercipta dari yang Maha Suci, tanpa cinta tidak akan pernah ada kehidupan. Dengan sendirinya, cinta itu ada adalah anugerah, menolak cinta sama halnya dengan menolak karunia Tuhan dan menyalahi fitrah, dan itu hukumnya berdosa.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan cinta sama halnya dengan membicarakan Tuhan, karena membicarakan sesuatu yang sifatnya misterius dan abstrak, tetapi getaran dan rasanya bisa dirasakan tanpa direncanakan. Meragukan eksistensi cinta sama halnya dengan meragukan eksistensi Tuhan, dan itu sebuah pengkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rene Descartes, memang pernah mengatakan, De omnibus dubitandum (segala sesuatu harus diragukan), bahkan si Hemlet, “si filosuf peragu” pernah mendesak bahwa meyakini yang ada dalam hidup ini harus dimulai dengan meragukannya, tetapi sayang ia tidak pernah rela cintanya diragukan oleh Ophelia. Suatu saat Hemlet berseru kepada Ophelia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doubt thou the stars are fire;&lt;br /&gt;Doubt the sun doth move;&lt;br /&gt;Doubt truth to be a liar;&lt;br /&gt;But, never doubt I love.&lt;br /&gt;(ragukan bahwa bintang-bintang itu api;&lt;br /&gt;Ragukan bahwa matahari itu bergerak;&lt;br /&gt;Ragukan bahwa kebenaran itu dusta;&lt;br /&gt;Tapi, jangan ragukan cintaku.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan mencintai adalah landasan dan dasar dari eksistensi manusia, mereka yang tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencintai tidak layak disebut manusia. Mati dan lenyapnya cinta di dunia berarti musnahnya manusia dan lenyapnya nilai-nilai kemanusiaan (humanisme values).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran pun mengajari kita untuk hidup karena cinta, dalam cinta, dan untuk cinta. Kalau gambaran dunia—lebih-lebih bangsa Indonesia—dalam dekade ini menampilkan kebengisan, ketidakramahan, kesadisan, kelicikan, penekanan, membatasi kebebasan, kebencian, egoisme, apalagi pemasungan hak-hak kemanusiaan, masihkah ini dinamakan dunia manusia? Lalu, bagaimana jika fenomena-fenomena di atas terjadi dalam dunia pesantren yang dikenal mempunyai kultur Islami dan suci?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah perlunya pesantren menelaah secara kritis, sistematik, holistik dan radikal akan hakikat dan esensi cinta yang sebenarnya. Walaupun harus diakui, bahwa membahas cinta dalam kultur pesantren sama halnya melakukan kajian analisis yang sia-sia, dan tidak pernah akan ada efeknya sedikit pun. Sebab, bagaimana pun konsep yang akan ditawarkan, teori yang akan dimunculkan, dan definisi yang akan diberikan, semuanya akan berakhir hampa dan hambar. Pesantren akan berjalan dalam dunianya, dan cinta akan mengembara dalam ruang dan wilayahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melebur cinta dalam kultur pesantren laksana mencampur barang haram dengan barang halal, atau ibarat barang najis yang jatuh ke tempat yang suci. Padahal, ini tidak berdasar dan tidak benar. Sebab, cinta itu hadir dan dilemparkan Tuhan lewat perasaan dan jiwa manusia. Sedangkan, jiwa merupakan wilayah yang tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, sifat dasar jiwa itu adalah bebas, dan tidak bisa dikuasai apalagi diikat. Pesantren boleh memenjarakan tubuh manusia (baca: santri), boleh merampas hak dan kemerdekaan mereka, tetapi pesantren tidak akan mampu membatasi dan memenjarakan jiwa mereka. Secara otomatis, apapun usaha, undang-undang, dan peraturan yang akan diterapkan, cinta akan selalu singgah dalam jiwa manusia, terutama para remaja, bukankah pesantren merupakan komunitas para remaja tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, bagaimana memahamkan hakikat cinta yang katanya cuci itu kepada masyarakat pesantren? Biar mereka tidak memahami cinta hanya sebatas pacaran, hubungan lawan jenis, dan hubungan cinta-cinta romantik lainnya, seperti surat-suratan, ciuman, pertemuan, pegangan tangan, pelukan, dan saling merindu. Hal yang pada gilirannya kita berharap bahwa cinta akan dipahami dan akan kembali kepada hakikatnya yang sangat esensial—meminjam istilah Sholeh UG—yaitu, cinta sebagai berkah bukan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bercinta itu berawal dari kecenderungan dan ketertarikan perasaan pada sesuatu yang indah, menyenangkan, menyejukkan, dan menggairahkan. Sehingga muncul obyek cinta yang bermacam-macam, ada cinta ketuhanan, cinta kemanusiaan, cinta alam semesta, dan cinta romantik (lawan jenis). Dari semua obyek cinta ini, para sufi, filosuf, sastrawan, dan mistikus Islam, bahkan tokoh-tokoh romatisme pun akhirnya berkesimpulan bahwa cinta kepada Tuhan adalah sumber dan muara dari berbagai bentuk cinta yang ada di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Mozaffer Ozak, seorang pemimpin tarekat Halveti-Jerrahi dari Turki pernah berteriak bahwa 'esensi Tuhan adalah cinta'. Bahkan, cinta adalah sesuatu yang diciptakan Tuhan pertama kali, tegas Jalaluddin Rumi. Dalam salah satu tulisannya, Kahlil Gibran pun pernah berdendang mesra bahwa cinta itu berasal dan akan kembali kepada Tuhan, bahkan cinta berada dalam Tuhan dan merupakan bagian dari diri Tuhan itu sendiri, sehingga Dia dikenal dengan sang Maha Cinta, atau Cintanya Cinta, kata Ahmad Dhani, pentolan grup band Dewa 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan adalah segala-galanya dalam hubungan cinta, maka, mencintai segala sesuatu dalam dunia harus mengarah kepada-Nya, dan harus berada di bawah naungan cinta-Nya. Dalam wilayah kemanusiaan, seseorang pasti tidak terlepas dengan hubungan interaksioanal antarsesama. Tentunya, mereka semua menginginkan hubungan tersebut penuh dengan kasih sayang, kedamaian, keadilan, dan saling menghargai hak sesama. Semua itu akan terwujud jika dilandasi cinta, karena semua keinginan di atas adalah bagian kecil dari nilai-nilai dasar yang ada dalam cinta. Inilah yang semestinya dipahami masyarakat pesantren, sehingga antarsesama warga pesantren—kiai dan santri, pengurus dengan santri, santri dengan santri yang lain, santri dan masyarakat—tidak saling hujat, saling iri, saling caci-maki, dan saling mencari kesalahan. Bagaimana program, kegiatan, dan undang-undang pesantren akan berjalan jika komunitas di dalamnya demikian adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, cinta tidak boleh tidak harus hadir dalam kultur pesantren, sebagai landasan dan pijakan jiwa untuk saling menghormati dan saling menghargai sesama, sehingga pemandangan di dalamnya akan muncul kiai mengelola pesantren karena cinta, santri yang rajin belajar karena cinta, pengurus mengelola pesantren dengan baik dan ikhlas karena cinta, dan komunitas di dalamnya menjalankan undang-undang, program, dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti ibadah, mengaji dan berjamaah serta kegiatan sosial lainnya, ikhlas karena cinta bukan karena terpaksa. Pada akhirnya, pesantren tidak terjebak pada pemahaman bahwa cinta adalah hubungan santri putra dan santri putri an sich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemahaman seperti di atas yang terus terjadi, maka, jangan heran jika masyarakat pesantren akan selalu sibuk dengan urusan mengawasi, mengontrol, dan memberantas hubungan santri. Padahal, ini bukan cinta, tetapi hanya luapan nafsu dan gejolak jiwa remaja karena dorongan libodo seksual yang tak terbendung. Lalu, mengapa hubungan percintaan homoseksual dan lesbian yang menjadi budaya pesantren justru tidak pernah diawasi, dikontrol, dan tidak pernah diberantas? Padahal, semua ini lahir atas luapan dan dorongan yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pesantren dituntut untuk membawa komunitas warganya ke arah pemahaman cinta yang hakiki dan esensi, yaitu cinta ketuhanan dan cinta akan nilai-nilai kemanusiaan (humanisme values). Sebab, cinta kepada Tuhan adalah fitrah manusia, yang akan melahirkan energi ilahiyah untuk berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat. Kata Kahlil Gibran; “The wise men is who loves and reveres God”, (manusia bijaksana ialah manusia yang mencintai dan menghormati Tuhan). Maka, pecinta yang pernah mencium, dan memeluk kekasihnya, kemudian ia tertawa, bahagia dan merasa puas, ini bukan cinta, dan hal ini sangat tidak bijaksana. Sebab, semestinya ia harus menyesal karena telah menodai cinta dan melukai esensi cinta, yaitu, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan nafsu bedanya sangat tipis, maka hati-hatilah berbuat yang diatasnamakan cinta, sebab, jangan-jangan itu nafsu. Dengan demikian, pecinta sejati semestinya berbahagia dan berbangga, karena cintanya akan menjadi penopang kesemangatan belajar, teman berbagi dalam hidup, peramai kesepian, pendorong untuk lebih giat sekolah (kuliah), dan menjadi energi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan justru membuat kurus dan sengsara dan sering merenung. Cinta yang seperti inilah yang seharusnya diajarkan dalam dunia pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pecinta sejati, di mana ia harus berpandangan? Imam Al-Ghazali pernah berurai, bahwa ada lima tabiat yang mendorong manusia untuk mencintai sesuatu, kecenderungan mencintai karena membuatnya mencapai kesempurnaan, karena seseorang telah berbuat baik kepadanya, kekaguman terhadap orang karena telah berbuat baik kepada seluruh manusia, mencintai karena sesuatu itu indah dan cantik, dan mencintai karena adanya kesesuaian dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima kecenderungan di atas, kalau kita mau berpikir jernih dan kritis, obyek yang paling layak dicintai adalah Tuhan. Sebab, kalau kita mau merenung siapa yang akan mampu memberikan kesempurnaan kalau bukan Tuhan? Siapa yang lebih baik dari pada Tuhan? Siapa yang lebih indah dan cantik kalau bukan Tuhan yang Maha Cantik, Maha Indah dan Maha segalanya? Akhirnya, penulis hanya bisa bersuara lantang cintailah Tuhan, cintailah cinta, maka kamu akan mendapatkan dan meraih segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5038030082570289876?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5038030082570289876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/04/menyegarkan-kembali-pemahaman-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5038030082570289876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5038030082570289876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/04/menyegarkan-kembali-pemahaman-cinta.html' title='Menyegarkan Kembali Pemahaman ‘Cinta’ dalam Kultur Pesantren'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3004985567353845481</id><published>2008-04-08T22:21:00.006+02:00</published><updated>2009-06-02T15:23:13.247+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Tujuan Bukanlah Yang Utama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R_vU9XfVT5I/AAAAAAAAAPY/Nl356WOQkdM/s1600-h/02012008256.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R_vU9XfVT5I/AAAAAAAAAPY/Nl356WOQkdM/s200/02012008256.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186973546589802386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan bukanlah yang Utama&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak terasa waktu begitu cepat berlari. Mungkin bukan hanya aku yang menyadari hal itu, tapi aku yakin kebanyakan dari manusia yang berakal tentunya mengerti dan memahami tentang perjalan waktu. Sudah hampir dua bulan ini aku gak aktif nulis lagi untuk mengisi blogku tersayang. Hal itu karena mungkin aku bukanlah tipe orang yang teratur, orang yang disiplin, ataupun teladan. Aku pun menyadari akan hal itu. Meskipun sudah berulang kali diriku diingatkan oleh siapa saja, tapi tetap saja begitu. Yaa hasrotaah....!!! Alangkah meruginya diriku.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nafsuku berkata halaah...! biarin aja hidup berjalan apa adanya, jadi ga usah 'ngoyo' alias nyantai aja lagi. hidup kan proses, nikmati ajah proses itu. Hahahaha... belum apa-apa aku sudah luluh dengan kata-kata. Sehingga aku seperti sekarang-sekarang ini, hidup tak teratur, asal senang, asal enjoy. Nah, kali ini aku akan mencoba memulai lagi kegiatan tulis menulisku setelah sekian lama aku bermalas-malasan di depan komputer dan di dalam selimut, untuk sekedar membuat kesibukan alias buat mengisi waktu luang meskipun sebenarnya tidak ada waktu luang, karena sebentar lagi aku akan menjalani ujian. Tapi tidak apa lah, yang penting aku bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ( tulisanku edisi kali ini) aku ingin berbincang mengenai sebuah kata hikmah yang ada pada lyric lagunya bang iwan fals yaitu; "Keinginan adalah sumber penderitaan, sedang tujuan bukanlah yang utama, tapi yang utama adalah prosesnya."  jika sekilas kita baca kata hikmah itu, maka akan kita dapati seakan kata-kata itu mengendorkan semangat kita untuk meraih berbagai macam keinginan dan impian yang sudah lama kita harap-harapkan tercapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita paham betul-betul kalimat-kalimat di atas dengan memakai kaca mata Tasawwufi, maka kita akan membenarkan pesan-pesan yang disampaikan bang iwan fals yang terkandung dalam kata-kata mutiara di atas. Lalu bagaimana penjelasanya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini lho!! dalam dunia orang-orang sufi ada dikenal istilah hubbuddunya ro'su kulli khotiatin "Cinta Dunia adalah pokok dari segala macam kesalahan". kita tahu bahwa kesalahan apapun bentuknya, pasti akan berbuah penderitaan. bukan begitu?? Nah, jika kita telusuri, kita amati, ternyata kebanyakan dari sekian banyak keinginan dan impian manusia adalah bersifat duniawi dan bersifat memenuhi keinginan nafsu mereka. Seperti misalnya ingin menjadi orang yang kaya raya, mempunyai jabatan yang tinggi, istri/suami yang cantik/ganteng, ingin selalu makan yang enak, dan sebagainya. Padahal, semua itu bukanlah yang akan mebuat kita bahagia, justru akan membuat kita menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yang dibilang sudah sukses katakanlah, tapi mereka tidak pernah merasakan ketenangan jiwa. Mereka sudah berusaha keras sekian lama, tapi setelah mereka mendapatkan yang mereka impi-impikan selama itu, malah mereka tidak pernah bisa tenang. Kebahagiaan manakah yang lebih indah dari ketenangan dan ketentraman? karena apa?? karena kebahagiaan apapun tak akan bisa dirasa, apabila hati kita resah. Oleh karena itulah, bang iwan fals mengatakan bahwan keinginan adalah sumber penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah bahwa tujuan bukanlah yang utama, akan tetapi proses lah yang utama. Agak susah aku memahami maksud dari kata-kata di atas, karena harus memerlukan waktu yang lama untuk bisa memahami dan merenungi kalimat di atas. Setelah sekian lama aku mencoba memahami dan merenunginya, sekarang aku sedikit bisa membuat sebuah kongklusi atau kesimpulan, bahwa ternyata proses itu lebih indah dari tujuan itu sendiri. kesimpulan ini aku dapati dari sebuah perkataan orang-orang shalih terdahulu. begini kata-katanya. "Engkau akan merasakan nikmatnya pertemuan setelah enkau berpisah, Engkau akan merasakan nikmatnya sehat ketika engkau telah sakit, Engkau akan merasakan Enaknya kenyang setelah engkau lapar, dan seterusnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita bisa pahami bahwa tujuan itu tidak akan pernah terasa nikmat jika tak ada proses, berarti proses lebih penting dari pada tujuan itu sendiri. Untuk itulah, mari kita-kita ini yang sedang menjalani sebuah proses hidup, kita nikmati proses ini. Sebab enaknya hidup adalah selalu berubah. Terkadang kita susah, sedih, kemudian senang, bahagia, tersenyum, setelah itu sedih lagi. Kata seorang musisi terkenal Ahmad dhani dalam sebuah lagunya, bahwa "Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti". Asalkan semua yang sedang kita jalani ini kita niatkan untuk beribadah kepada Allah, insyaallah kelak di akhirat kita buakn termasuk orang-orang yang merugi. Amiiin.....!! Wallahu A'lamu Bishshawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 8 april 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3004985567353845481?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3004985567353845481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/04/tujuan-bukanlah-yang-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3004985567353845481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3004985567353845481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/04/tujuan-bukanlah-yang-utama.html' title='Tujuan Bukanlah Yang Utama'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R_vU9XfVT5I/AAAAAAAAAPY/Nl356WOQkdM/s72-c/02012008256.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1682128328606120302</id><published>2008-02-23T13:52:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:23:33.706+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Hobiku Tidur</title><content type='html'>Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam dimana kebanyakan dari makhluk Tuhan yang bernama manusia sedang tertidur lelap, termasuk aku juga ikut memanfaatkan kesempatan yang diberikan Tuhan di saat malam datang, yakni beristirahat. Aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu, karena se-bodoh-bodohnya manusia adalah yang menyia-nyiakan kesempatan. Tuhan menjadikan siang hari untuk bekerja dan beraktifitas untuk mencari ridlaNYA. Sebaliknya, Dia menjadikan malam hari agar untuk manusia beristirahat dengan tenang, tanpa terganggu oleh apapun dan siapapun. manusia sama sekali tidak diberi hak untuk mengganggu dan merusak ketenangan orang lain. Begitulah seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tertidur, berarti aku sudah lepas dari beban hidup karena orang yang tidur tak ada hukum baginya. Aku pun sudah tidak bisa menguasai apapun yang ada pada diriku di saat aku tidur, termasuk jiwaku dan ragaku. Itu artinya, ketika aku tertidur berarti sudah aku pasrahkan seluruh jiwa dan ragaku kepada si-Empunya El-haqiqi. Pada saat itulah aku bisa benar-benar fana' dari diriku sendiri, pun juga bisa benar-benar tawakkal kepadanya. Selain daripada itu, tidurku juga dapat menjagaku dari kedurhakaan yang seringkali menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, pada saat aku terlahir ke panggung dunia ini, seakan-akan aku sudah jijik melihat dunia ini, serasa dunia ini ganas dan menakutkan. Tak ada satu pun manusia yang ada di sekelilingku tahu akan isi hatiku. Mereka hanya bisa tertawa melihatku, senang kalau aku menangis. Padahal aku menangis bukan karena sakit, bukan karena jengkel pada ibuku, tapi karena 'ngeri' menyaksikan geramnya wajah dunia. Hatiku hancur yang pertama kalinya ketika itu, kemudian setelah bertambah hari, bertambah bulan, bertambah tahun, aku mulai terbius oleh kecantikan hidup ini. Hingga aku lupa dengan sakit hatiku itu. karena, orang yang sakit akan lupa dengan sakitnya jika dia diberi minuman/makanan yang bercampur obat bius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama aku lupa dengan janjiku sendiri, janji yang mengikat antara aku dan Tuhanku di alam arwah sana, janji yang disaksikan oleh beribu-ribu bahkan berjuta-juta malaikat. Janji itu seakan hilang dari ingatanku, ketika aku sedang melakukan sebuah kelaliman pada diriku sendiri. Aku bertanya, apakah aku sudah tak lagi punya akal?? ataukah akalku sudah berubah menjadi akal yang lain? kenapa, kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat bisu bangsat! kenapa kau ganggu akal sehatku hah!? Bajingan kau! Aku terpuruk karenamu, aku terjatuh ke dalam jurang olehmu, sebenarnya apa yang kau harapkan dariku ini?&lt;br /&gt;apa kau juga sepertiku, makhluk Tuhan juga? Kalau iya, apa benar kau diperintahkan untuk membuatku lupa??jawab!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang dia masih tetap tutp mulut tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaanku. kalau kata orang jaman sekarang sich, cape' dech!. Oleh karena itulah, kenapa hobiku tidur.&lt;br /&gt;Aku lebih suka tidur daripada mengerjakan sesuatu yang tak jelas arahnya. Memang benar ada orang bilang lebih baik bertindak salah daripada tidak bertindak sama sekali, itu saya mengerti, tapi aku tidak bisa kalau asal-asalan bertindak. Makanya, lebih baik aku tidur. Tak payahlah orang mencaci, menasehati, mengejek-ku, tapi aku kira tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang paling indah adalah ketika kita bebas. Bebas dari segala hal yang mengikat kita. Karena itulah, banyak sekali muncul golongan yang mengatasnamakan kebabasan. Padahal, tidak sedikit dari mereka yang tahu akan arti kebebasan itu sendiri. Kebebasan bukan berarti semaunnya sendiri, atau asal untung sendiri. Kebebasan adalah milik Tuhan. Dia bebas dari segala hal yang bukan sifat Tuhan, dan kita diberi kebebasan yang tidak seperti kebebasan Tuhan. Karena kita makhluk berbeda dengan Dia yang Maha berkuasa. KebebasanNYA mutlak (tak terikat), dan kebebasan yang diberikan kepada kita sebaliknya, yakni muqoyyad (terikat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas kok terikat, apa maksudnya??Nah, pembaca tentunya ada yang sudah tahu apa itu kebebasan yang terikat. semoga tulisan yang diakhiri dengan pertanyaan ini dapat menggugah semangat pembaca untuk selalu mencari apapun yang belum diketahui. Karena, ada pepatah arab mengatakan "Manusia adalah musuhnya sesuatu yang tidak ia ketahui". &lt;br /&gt;Wallohu a'lamu bishowab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: ISTIFHAM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1682128328606120302?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1682128328606120302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/hobiku-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1682128328606120302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1682128328606120302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/hobiku-tidur.html' title='Hobiku Tidur'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3039235946537492300</id><published>2008-02-22T03:50:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:23:57.746+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>She-Sya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, pagi ini mendesirkan udara yang sangat dingin seakan mau hujan salju. Entah berapa drajat celcius aku kurang tahu, tapi yang pasti udara di luar rumah pagi ini sangat dingin hingga membuat hidungku berasap mirip orang sedang merokok. Padahal cuaca hari ini cukup cerah, tidak mendung seperti kemaren. Mungkin masa pergantian musim akan dimulai, dari musim dingin berganti ke musim semi. Seperti biasanya kalo masa-masa kaya gini nih, orang-orang pada jatuh sakit. Misal, sakit flu, batuk, pilek, dan yang sejenis itu lah..!!tapi, alhamdulillah aku ga ikut-ikutan sakit.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya pagi-pagi kaya gini aku masih hidup. Biasanya sih, klo udah selesai shalat subuh aku langsung tidur. Maklum, karena seperti pada umumnya kebiasaan mahasiswa adalah begadang sampai malam, bahkan ada yang sampai tidak tidur, tidurnya entar sehabis subuh. Nah, bangunnya biasanya ntar jam satu siang, atau setengah dua. Tapi hari ini kegiatanku agak beda dari hari-hari biasanya,  setelah semalaman aku tidak tidur. Bukan buat belajar, bukan untuk membaca Al-qur'an, juga bukan untuk diskusi. Tapi aku menghabiskannya untuk bermain-main dengan komputer. Halah udah, langsung aja diterusin tuh ceritanya! ga usah muter-muter kaya gitu dech. Bikin pembaca bingung aja. oke.. oke..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini lho, tadi pagi sehabis shalat subuh perutku kan kosong. Nah, karena di dapur kita ga ada makanan, makanya aku keluar rumah untuk nyari sesuatu yang bisa mengisi perutku. Sebenernya sih aku nyari serabi, lontong, atau apa kek yang indonesia banget gitu lho, tapi ga ada, yang ada cuma 'isy, full, tho'miyah ama salathah. Ya udah langsung aja aku embat itu 'isy dkk, daripada aku dimarahin terus-terusan sama cacing-cacing yang ada di perutku, lebih baek kaya gitu kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku pun ikut berdiri di pinggir jalan bareng sama orang-orang mesir yang lagi pada sarapan. Ismak Eih ya shodik?? tiba-tiba penjual 'isy itu nanyain siapa namamu?? lalu aku pun menjawabnya dengan tegas ismil karim syarif. syarif??tanya penjual full tersebut. Aiwah! jawabku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setekah selesai makan lalu aku kepikiran yang lain. apa itu?? aku sendiri juga lom tahu sebelumnya. tapi setelah aku jalan kurang lebih dua puluh meter dari tempat aku makan itu, terlihatlah di depanku beberapa orang mesir sedang asyik-asyiknya minum teh sambil menghisap rokok 'ala' mesir yakni "shisya". itulah rokok orang-orang mesir. Nah, itu dia yang sedang aku pikirin tadi pagi, aku kepingin sesuatu yang jarang aku nikmati. eih ternyata shiya itulah yang aku cari-cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berpikir panjang aku langsung saja masuk ke kafe itu untuk ikut menikmati bagaimana rasanya rokok mesir, langsung aja aku bilang ke pemilik kafe itu "lau samah! aisy sahlab wa shiya ya rois...!!" (pak saya pesan sahlab sama shiya donk!)&lt;br /&gt;masyi.. ya shodiq! (oke teman) itfadhol ijlis hina..(silahkan duduk sini) syukron..!!&lt;br /&gt;dalam batin aku bergumam 'Hah...akhirnya tercapai juga keinginanku'&lt;br /&gt;Wallahu a'lamu bishowab.......... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: ISTIFHAM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3039235946537492300?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3039235946537492300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/she-sya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3039235946537492300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3039235946537492300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/she-sya.html' title='She-Sya'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-7973444963547052082</id><published>2008-02-05T11:07:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:42:49.407+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Tentang aku...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama&lt;br /&gt;(Tentang sebuah nama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt; antun, ceria, nyantai, dan optimis adalah identitasku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Y&lt;/span&gt; ang rindu akan kasih sayang seorang wanita khususnya ibu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A &lt;/span&gt;da untuk berbagi dan bermanfaat untuk orang lain&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R&lt;/span&gt; idla dengan segala karunia yang telah dianugerahkan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt; khtiar, tawakkal, dan juga do'a adalah senjatanya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F&lt;/span&gt; ikir dan dzikir adalah bagian yang tak bisa lepas dari hidupnya&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;   ndahnya dunia tak membuatnya berpaling dari ingat Allah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt; elalu berpegang pada kebenaran sejati, yakni Qur'an dan sunnah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;T&lt;/span&gt; akut dan harap selalu mewarnai setiap ruang hidup-nya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;  badah pada Tuhan menjadi kendaraan hidup-nya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F&lt;/span&gt; aham dan tau akan kekurangan dan kelemahan diri-nya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt; ayatan Thayyibah selalu menjadi impian hidup-nya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; salkan bisa mendapat Ridlo dari Yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M&lt;/span&gt; ati pun bukanlah hal yang perlu dia takutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua&lt;br /&gt;(Tentang sebuah pondok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; ku tergantung dilangit nan biru&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L&lt;/span&gt; entera kepribadianmu slalu terangi jalanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt; idupku jadi berarti karena diri-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;U&lt;/span&gt; ntuk melangkah lebih pasti bersama-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D&lt;/span&gt; an berfikir lebih jernih untuk kemajuan-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A &lt;/span&gt;kan ku kibarkan selalu panji-panji-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ketiga&lt;br /&gt;(Tentang sebuah sekolah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt; ukmaku melayang melintasi samudera nan luas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; wan dan angin melemparku sampai depan pintu gerbang-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L&lt;/span&gt; ika-liku kehidupan membuatku mengenali diri-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; ku langsung jatuh cinta saat pertama ku melihat-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F&lt;/span&gt; alsafah hidupmu membuatku mengagumi-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;  ngin ku selalu hidup dalam hangat peluk-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Y&lt;/span&gt; ang aku harapkan selalu dari-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; dalah jangan kau coret namaku dari dinding-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt; anya itu kata yang bisa aku sampaikan untuk-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian keempat&lt;br /&gt;(Tentang sebuah kuliah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; ndai suaraku se-merdu suara nabi dawud AS pasti akan aku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L&lt;/span&gt; antunkan sebuah lagu pujian dariku untuk-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; gar engkau tau arti hadirku dalam hidup-mu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Z&lt;/span&gt; abadmu menjadi inspirasi dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt; idup yang penuh warna dan kebahagian&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt; langkah beruntungnya diriku ini, bisa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R&lt;/span&gt; asakan indahnnya hidup dalam pelukan-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************************************&lt;br /&gt;BY: ISTIFHAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-7973444963547052082?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/7973444963547052082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/tentang-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7973444963547052082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/7973444963547052082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/02/tentang-aku.html' title='Tentang aku...'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1442554641065835772</id><published>2008-01-20T03:59:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:24:50.976+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Kupu-kupu senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R5KrXBHmeZI/AAAAAAAAAKk/3OiJ0FMljfY/s1600-h/butterfly.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R5KrXBHmeZI/AAAAAAAAAKk/3OiJ0FMljfY/s200/butterfly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157372935218297234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu senja itu&lt;br /&gt;Ingatkan aku pada seseorang&lt;br /&gt;Saat pertama kali ku kenal dia&lt;br /&gt;Di suatu tempat dekat pondok&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali pertamanya aku melihat&lt;br /&gt;Sesosok wanita umpama rembulan&lt;br /&gt;Rembulan yang kan slalu terangi jalanku&lt;br /&gt;Di saat matahari hatiku hampir terbenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, gadis....&lt;br /&gt;engkau sungguh elok nan mempesona&lt;br /&gt;wangimu bangkitkan gairah hidupku&lt;br /&gt;setelah semangat hidupku hampir pudar&lt;br /&gt;bak biru langit yang hendak pudar senja itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, pelita hatiku....&lt;br /&gt;engkau bagaikan setangkai bunga matahari&lt;br /&gt;sebagai pelambang penerang kagelapan hati&lt;br /&gt;betapa berbingar-bingar hatiku saat kau hadir&lt;br /&gt;mengisi ruang-ruang hampa di batinku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, cantik....&lt;br /&gt;taukah dirimu bahwa bunga-bunga terlihat cemberut&lt;br /&gt;seakan-akan cemburu dengan kecantikan wajahmu&lt;br /&gt;taukah kamu akan wajah langit berubah memerah&lt;br /&gt;seakan malu karena grogi dengan elok pribadimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;desir bayu di sekitarmu seakan berbisik&lt;br /&gt;subhanallah...! alangkah indah makhlukMU ini Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebumen, 14 juni 2004&lt;br /&gt;BY: Istifham&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1442554641065835772?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1442554641065835772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/kupu-kupu-senja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1442554641065835772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1442554641065835772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/kupu-kupu-senja.html' title='Kupu-kupu senja'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R5KrXBHmeZI/AAAAAAAAAKk/3OiJ0FMljfY/s72-c/butterfly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4921673591131323603</id><published>2008-01-17T11:26:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:25:14.348+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Tak sabar ingin memelukmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Sudah sekian lama rasanya kita berpisah&lt;br /&gt;Hingga tak ada lagi yang namanya kisah&lt;br /&gt;Bincang dan canda tawa pun tak pernah&lt;br /&gt;Hingga membuat hati ini penuh gelisah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Bagaimana kabarmu di sana sekarang&lt;br /&gt;Masihkah kebahagiaan setia disisihmu&lt;br /&gt;Masihkah kadamaian hati mengikutimu&lt;br /&gt;Masihkah kau jaga cinta dan  sayangku&lt;br /&gt;Masihkah cinta  kasihmu hanya untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Kini indah wajahmu tak lagi bisa ku tatap&lt;br /&gt;Lembut  tubuhmu  tak lagi bisa  ku dekap&lt;br /&gt;Manis  senyummu tak lagi bisa  ku nikmati&lt;br /&gt;Sentuhan hangatmu tak lagi bisa ku dapati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Biarpun jarak dan waktu memisahkan kita&lt;br /&gt;Ku kan tetap menjaga keutuhan cinta  kita&lt;br /&gt;Walaupun kutahu cinta itu bukan milik kita&lt;br /&gt;Karena itu yang dititipkan Tuhan untuk kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Percayalah...!kasih dan cintaku hanya untukmu&lt;br /&gt;kapanpun, dimanapun do'aku slalu bersamamu&lt;br /&gt;Iyalah semoga cintamu dan cintaku abadi selalu&lt;br /&gt;Sampai takdir Tuhan meminta kita untuk berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang....&lt;br /&gt;Aku sangat rindukan kehadiranmu disisihku&lt;br /&gt;Hasrat ingin bertemu tak bisa redam olehku&lt;br /&gt;Saat ini aku butuh belaian lembut tanganmu&lt;br /&gt;Aku sangat inginkan kecupan mesra darimu&lt;br /&gt;Rasanya tak sabar lagi ku ingin memelukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini aku persembahkan special buat kekasihku yang sedang menungguku&lt;br /&gt;di villa penantian. Meskipun dia tak mungkin membaca puisi ini, namun hatinya&lt;br /&gt;mampu membaca perasaanku saat ini. Karena puisi ini adalah perasaan yang&lt;br /&gt;ada di hatiku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: Istifham&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4921673591131323603?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4921673591131323603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/tak-sabar-ingin-memelukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4921673591131323603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4921673591131323603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/tak-sabar-ingin-memelukmu.html' title='Tak sabar ingin memelukmu'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6227520102007898373</id><published>2008-01-15T10:42:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:25:44.126+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Makhluk Bernama Wanita</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah makhluk Tuhan yang  indah&lt;br /&gt;Wanita tercipta dalam tabiatnya yang lemah&lt;br /&gt;Wanita memiliki satu perasaan yang lembut&lt;br /&gt;Wanita patut mendapatkan sentuhan lembut&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita membuat hidup ini jadi penuh warna&lt;br /&gt;Wanita menjadi hiasan di tiap-tiap tempat&lt;br /&gt;Wanita menjadi keindahan tersendiri bagi&lt;br /&gt;Kaum lelaki pada setiap masa dan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, kasih, dan sayang ada pada  mereka&lt;br /&gt;Untuk siapa saja yang dicintai oleh  mereka&lt;br /&gt;Yaitu orang yang bisa menjaga hati mereka&lt;br /&gt;karena hanya dia yang pantas untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita selalu berharap akan perhatian lebih&lt;br /&gt;Wanita selalu mendamba akan pelipur sedih&lt;br /&gt;Wanita selalu minta pengertian dari laki-laki&lt;br /&gt;Wanita selalu ingin tanggungjawab dari lelaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita di balik kelemahan mereka meyimpan&lt;br /&gt;kekuatan yang sangat dahsyat dan luar biasa&lt;br /&gt;kekuatan itu bersumber dari sebuah perasaan&lt;br /&gt;perasaan itu tumbuh dan bersemi dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah bagi mereka yang memiliki wanita&lt;br /&gt;karena wanita adalah penenang hati kala gundah&lt;br /&gt;karena wanita bisa menjadi teman saat kesepian&lt;br /&gt;karena wanita adalah simpanan paling berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bak mutiara yang berkilauan....&lt;br /&gt;Wanita bak bintang yang bercahaya....&lt;br /&gt;Wanita bak embun sejuk di pagi hari...&lt;br /&gt;Wanita bak udara segar di pagi hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bak ular yang siap menggigitmu...&lt;br /&gt;Wanita bak racun yang siap membunuhmu...&lt;br /&gt;Wanita bak pedang yang siap memotong lehermu...&lt;br /&gt;Wanita bak duri yang siap menusuk tubuhmu....&lt;br /&gt;Hati-hati dengan wanita.........!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: Istifham&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6227520102007898373?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6227520102007898373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/makhluk-bernama-wanita.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6227520102007898373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6227520102007898373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/makhluk-bernama-wanita.html' title='Makhluk Bernama Wanita'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8604857409064178991</id><published>2008-01-14T10:55:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:26:03.005+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>ANTARA AMAL, SURGA, DAN NERAKA</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika ada seorang Alim yang ahli ibadah. Ia sangat tekun sekali dalam beribadah, terutama sekali ibadah-ibadah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tathowwu’&lt;/span&gt;(sunnah), seperti shalat tahajjud di waktu malam, puasa di waktu siang, dan rajin shadaqah kepada faqir miskin. Ia mengerjakan semua itu, karena Allah SWT."Ujar dia". Namun, dalam hatinya dia merasa kalau semua amalnya itu bisa memasukan ia ke dalam surga. Bahkan dalam hatinya pun bergumam “aku pasti masuk surga dengan cepat sekali, karena aku sudah taat beribadah dan menjauhi larangan-larangan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak sadar kalau sejatinyanya yang memasukan seorang hamba ke dalam syurga itu bukanlah amal-amalnya, melainkan atas kehendak Allah. Sedangkan Allah dalam memasukan hambaNYA ke dalam surga itu bukan karena amal-amalnya, melainkan berkat RahmatNYA lah ia dimasukan ke dalam surga. Bahkan nabi Muhammad SAW pun pernah berkata, “Aku masuk surga itu bukan karena amalku, melainkan allah telah meliputiku dengan rahmatNYA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, disinilah letak kesalahan orang tersebut yang nantinya justru akan menyeretnya ke tempat yang tidak pernah terbayangkan oleh dia sebelumnya, yaitu NERAKA. Berarti dia sedang di&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lulu&lt;/span&gt; (jawa red.)oleh Allah atau istidraaj. Karena kadang-kadang seorang hamba di beri karamah oleh allah dalam rangka istidraaj. Semisal bisa terbang, bisa berjalan di atas air, mampu berdialog dengan alam jin dan seabagainya. Semua itu adalah karamah yang dianugerahkan Tuhan kepada para Wali, adakalanya sebagai hadiah dari Tuhan, adakalanya sebagai istidraj dariNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di saat ia sedang menjalankan shalat di suraunya, datanglah seorang pemuda dengan langkah terbata-bata karena kebanyakan minum arak. Langkah kakinya pun tak berarah dan tak beraturan. Karena itu, dia tidak sadar kalau sebenarnya dia sedang masuk ke surau orang Alim tersebut yang kemudian tanpa sengaja dia menginjak kepala orang ‘alim itu ketika sedang sujud. Tak satu orang pun yang tahu kalau ternyata yang menjalankan kaki pemuda itu adalah Allah, untuk menguji kesabaran orang Alim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar!tiba-tiba pada saat kepalanya diinjak oleh pemuda itu, dia marahnya bukan main. Ia berkata “ turunkan kakimu! Wahai orang yang dilaknat oleh allah. Kamu tidak sopan dengan orang yang dimuliakan oleh allah”. Ia berucap seperti itu, karena ia merasa lebih mulia di hadapan Allah dibandingkan dengan pemuda itu. Ia pikir dirinya lebih mulia karena selalu taat kepada allah. Dan sebaliknya, pemuda itu dianggapnya hina karena banyak melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena ia merasa lebih mulia, lantas ia berdo’a dengan suara yang keras “Ya Allah... jangan Engkau kumpulkan aku dengan pemuda ini kelak di akhirat”. Begitulah do’a yang diucapkan orang Alim itu. Kemudian pemuda tersebut di usir keluar dari suraunya, seraya melontarkan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya keluar dari mulut seorang hamba Tuhan yang ahli ibadah. "Pergi kamu! Wahai orang yang ditolak dari rahmat allah, haram tempat peribadahanku diinjak oleh kakimu yang najis penuh dengan bau neraka."bentak orang Alim tersebut pada pemuda jalang yang telah menginjak kepalanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu kah akhlak orang yang dimuliakan oleh Allah? Tanpa ia sadari ia sedang berusaha menyaingi Allah untuk menduduki kursi keagungan yang hanya dimiliki olehNYA. Apakah seorang manusia yang sangat lemah dan hina mampu menandingi atau bahkan sampai mengalahkan Allah? Tidak mungkin. Allah Maha tinggi sekaligus Maha berkuasa, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menandingi kekuasaanNYA. Dan tak ada seorang pun yang sanggup untuk menduduki kursi keagungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengira bahwa surga itu wajib dihuni olehnya, karena ia sudah banyak mengerjakan amal-amal kebajikan. Tapi kesombongan telah memusnahkan seluruh pahala dari amal-amal kebajikan yang pernah ia kerjakan. Sungguh kesombongan yang sangat amat tersembunyi, sehingga tidak ada yang mengetahui selain orang-orang yang memang hatinya jernih. Yaitu orang-orang ahli ma’rifat kepada Allah atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Arifun&lt;/span&gt;. Hanya merekalah yang sanggup melihatnya, karena hati mereka penuh dengan cahaya. Sehingga mampu melihat sesuatu selembut apapun. Mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Allah dan menjadi kekasih-kekasih Allah. Sehingga di dalam dunia pun mereka sudah merasakan bau syurgawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di pojok sana seorang pemuda yang di usir tadi, ia merasa bahwa dirinya itu hina dan dina, sehingga merasa sangat butuh kepada Rahmat Allah. Kemudian ia pun berdo’a dengan suara yang lirih sembari meneteskan air mata dan hatinya pun menjerit keras, bak hati yang sedang hancur karena merasa berdosa kepada Allah SWT. “Ya ghofirodz dzanbi waqobilit taubi, aku bukan orang yang ahli taat kepadaMU, aku pun banyak melakukan dosa. Tapi aku yakin rahmat dan ampunanMU jauh lebih luas dari dosa-dosa yang telah aku perbuat, maka ampunilah semua dosa-dosaku dan masukanlah aku ke syurgamu dengan Rahmat dan KeutamaanMU, bukan dengan sifat adilMU. Hamba tidak sanggup untuk menahan panasnya api nerakaMU, karena hamba adalah makhluk yang lemah. Hamba bukan apa-apa, tak punya apa-apa, dan tak bisa apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah pun mengabulkan do’a kedua orang tersebut. Orang yang ahli ibadah dimasukan kedalam neraka oleh Alloh karena Takabbur. Karena Nabi pernah bersabda: "Barangsiapa yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi/semut budak dari kibr(kesombongan), maka haram baginya masuk syurga". Dengan demikian benar bahwa, do'anya terkabulkan. Yaitu di akhirat tidak dikumpulkan dengan pemuda itu, karena pemuda itu berada di syurga, berkat Rahmat Allah dan semua dosanya diampuni oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada intinya, orang masuk syurga atau neraka itu bukan semata-mata karena amal ibadah. Akan tetapi karena rahmat Allah lah seseorang masuk syurga. Ketika Allah sudah menggunakan sifat fadlol (keutamaan)NYA. Maka tidak mengherankan, jikalau ada orang yang semasa hidupnya sering berbuat dosa kepada Allah, namun sebenarnya hatinya sangat takut dan mengharap kepada Allah dimasukan ke dalam syurgaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena syurga maupun neraka semuanya adalah milik Allah, maka hanya atas kehendaknyalah seorang hamba masuk surga atau neraka. Perbuatan Allah tidak boleh dipertanyakan, dan keputusanya tidak bisa diganggu gugat. Segala yang ada di jagad raya ini adalah kepunyaanNYA dan akan kembali padaNYA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8604857409064178991?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8604857409064178991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/antara-amal-surga-dan-neraka.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8604857409064178991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8604857409064178991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/antara-amal-surga-dan-neraka.html' title='ANTARA AMAL, SURGA, DAN NERAKA'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4176067379325372013</id><published>2008-01-12T07:51:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:26:30.528+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Tak Selamanya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya matahari bersinar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya bulan beredar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya bintang berpijar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya bumi berputar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya waktu bergulir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya angin berdesir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya pantai berpasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya muara berhilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya si kaya tertawa ceria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya si miskin terlunta-lunta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya si pandai berjaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamany si bodoh terpedaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya cinta itu indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya rindu itu gundah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya benci itu salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya hati itu merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya hidup menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya mati menakutkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya suka meng-enakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya duka meresahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak selamanya.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak ada di dunia ini yang selamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tak ada dalam hidup ini yang abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang selamanya hanya ada satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang abadi itu cuma ada satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yaitu Tuhan yang Maha abadi dan selamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kairo, 1 Muharram 1429 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4176067379325372013?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4176067379325372013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/tak-selamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4176067379325372013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4176067379325372013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/tak-selamanya.html' title='Tak Selamanya'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1493367083819210131</id><published>2008-01-10T08:29:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:26:53.619+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Ritme Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobOk2ATpI/AAAAAAAAAbA/rXJPofB3tiQ/s1600-h/24062008608.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobOk2ATpI/AAAAAAAAAbA/rXJPofB3tiQ/s200/24062008608.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245034653248671378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ritme malam mulai berlabuh&lt;br /&gt;Saat kaum sufi bersujud&amp;amp;bersimpuh&lt;br /&gt;Berdialog mesra penuh sahaja dengan Tuhan&lt;br /&gt;Butiran air mata pun kian berjatuhan&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya bisa bermain dengan Imajinasiku&lt;br /&gt;Meluapkan segala apa yang ada di dadaku&lt;br /&gt;Sambil ku goreskan pena di tanganku&lt;br /&gt;Di atas kertas putih buku Diaryku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tahun telah berganti yang baru&lt;br /&gt;Amal mereka tetap tak bisa ku tiru&lt;br /&gt;Masihkah ada sedikit cahaya di hatiku&lt;br /&gt;Untuk sekedar menerangi jalanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak bisa menjadi seperti mereka&lt;br /&gt;Yang selalu dzikir dalam suka&amp;amp;duka&lt;br /&gt;Hatiku tak bisa sebening hati mereka&lt;br /&gt;Yang dari segala kotoran merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb....&lt;br /&gt;Aku iri melihat mereka....&lt;br /&gt;Aku cemburu dengan mereka.....&lt;br /&gt;Aku tak bisa seperti mereka......&lt;br /&gt;Aku ingin seperti mereka.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb....&lt;br /&gt;Meski ku tak setulus mereka.....&lt;br /&gt;Meski ku tak sepatuh mereka....&lt;br /&gt;Aku tetap mendamba cintaMU&lt;br /&gt;Aku tetap berharap ridloMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 1 Muharram 1429 H&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1493367083819210131?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1493367083819210131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/ritme-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1493367083819210131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1493367083819210131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/ritme-malam.html' title='Ritme Malam'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobOk2ATpI/AAAAAAAAAbA/rXJPofB3tiQ/s72-c/24062008608.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1682004917279436130</id><published>2008-01-08T21:50:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:40:19.429+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>ISLAM, MUSLIM, DAN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobykWp8dI/AAAAAAAAAbI/3kbt0sv3LQM/s1600-h/24062008614.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobykWp8dI/AAAAAAAAAbI/3kbt0sv3LQM/s200/24062008614.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245035271592473042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, saya takut. sekarang banyak sekali terjadi dimana-mana kerusuhan dan pertikaian. Bahkan diantara sesama muslim saling terjadi perbedaan yang berujung pada kebencian antara satu dengan yang lain. Saya takut kalau sampai hal tersebuat membuat Tuhan kita marah. Karena bosan dengan ulah mereka. Dan saya pikir kekhawatiran sekarang sudah mulai terlihat di depan mata kita. Buktinya dimana-mana terjadi banyak musibah, entah itu banjir, tanah longsor, gempa, dan yang paling mengerihkan adalah banjir darah. Ironisnya, banjir darah tersebut ditimbulkan hanya karena salah dalam memahami dan menafsiri teks-teks Al-qur’an.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau saya renungi kembali masa Tuhan marah sih? Katanya tidak ada yang bisa mengurangi atau menambah keagunganNYA, baik maksiat ataupun taat. Entah lah…!!! Hanya ada satu kata yang bisa menjawab itu semua, yaitu “Wallahu a’lam bissawab”. Dan saya hanya ada satu puisi buat kita semua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Islam adalah agama yang damai&lt;br /&gt;Bukan malah mengajak bertikai&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang rahmah&lt;br /&gt;Bukan malah membuat resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim adalah makhluk termulia&lt;br /&gt;Tidak tercipta untuk sia-sia&lt;br /&gt;Muslim adalah penebar cinta sejati&lt;br /&gt;Tidak diperintah untuk menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah Negara yang bineka&lt;br /&gt;Percaya pada tuhan yang Esa&lt;br /&gt;Indonesia adalah negri yang makmur sentosa&lt;br /&gt;Jika peghuninya berakhlak dan bertaqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukanlah agama yang kasar dan kaku&lt;br /&gt;Siapa saja bisa seenaknya mengaku-ngaku&lt;br /&gt;Muslim bukanlah NU, MUHAMMADIYAH, atau yang lain&lt;br /&gt;Siapapun bisa mennyalahkan atau mengkafirkan yang lain&lt;br /&gt;Indonesia bukanlah milikku, milikmu, ataupun miliknya&lt;br /&gt;Siapa saja bisa menghukumi Indonesia adalah miliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini saya peruntukan buat seluruh muslim yang ada di negri tercinta Indonesia. Dengan satu harapan semoga kita saling menyadari bahwa sejatinya kita adalah satu, satu perasaan cinta dan cita-cita. Bersama kita buktikan islam yang ramah, islam yang penuh kasih sayang. Sebagaimana yang telah telah dicontohkan Nabi kita shalatullah wasalaamuhu ‘alaih. Biar seluruh dunia tahu, bahwa agama kita adalah agama yang terbaik yang pernah ada di bumi. Marilah kita lepaskan baju perbedaan diantara kita, karena “al-musim ma’a ikhwatihi kal jasadil wahid au kaasnanil musythi”. “muslim diantara saudara-saudarnya adalah bak satu tubuh, atau bak gigi-gigi sisir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1682004917279436130?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1682004917279436130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/islam-muslim-dan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1682004917279436130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1682004917279436130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/islam-muslim-dan-indonesia.html' title='ISLAM, MUSLIM, DAN INDONESIA'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMobykWp8dI/AAAAAAAAAbI/3kbt0sv3LQM/s72-c/24062008614.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5308731666683314847</id><published>2008-01-05T17:47:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:40:00.645+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Pesan Cinta dari Rumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMoc4EqXtKI/AAAAAAAAAbQ/T-pbjUGtqkA/s1600-h/rumi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMoc4EqXtKI/AAAAAAAAAbQ/T-pbjUGtqkA/s200/rumi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245036465676072098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta adalah asas penciptaan alam semesta dan kehidupan. Cinta adalah keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu. Begitulah pesan cinta mistikus Jalaluddin Rumi kepada dunia yang saat ini sedang merayakan 800 tahun kelahirannya."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan sufi pengembara Syamsi Tabriz yang berasal dari Iran menyebabkan Rumi muda begitu terpukau dengan ekstase keruhaniahan. Khutbah-khutbah kharismatik dari si pengembara itu telah merubah pemikiran dan kehidupan spiritualnya. Ke mana saja si pengembara pergi Rumi berada di belakang jejak langkahnya. Rumi haus bimbingan spiritual dari si pengembara yang sekarang telah mengangkatnya menjadi murid. Tiga tahun Rumi berkelana bersama si pengembara. Sampai akhirnya Rumi harus betekur menangisi kehilangan sang guru. Jejak pengembara tak lagi dilihatnya. Kehilangan yang begitu memuncak membuat bibirnya meluncurkan syair-syair indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan kepada sang guru membuatnya menjadi penyair yang kaya dan imajinatif. Lambat laun kerinduan itu berubah menjadi cinta mistikal kepada Tuhan. Puisi-puisi mistis Rumi begitu abadi dan memikat.Kini, 800 tahun sudah masa itu berlalu. Namun Puisi-puisi Rumi tidak lekang dimakan jaman. Bahkan UNESCO menetapkan Jalaluddin Rumi sebagai tokoh tahun 2007. serangkaian acara digelar di seluruh dunia untuk mengenang sang mistikus cinta itu. Dari seminar, peluncuran buku, diskusi, sampai pementasan seni. Di Indonesia, Rumi dirayakan di Gedung Kesenian Jakarta. Acara yang bertajuk Malam Rumi 2007 berisi pembacaan puisi-puisi Rumi, ceramah tentang kehidupan Rumi, dan sumbangannya pada kebudayaan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Rumi 2007 begitu spesial karena penyair kawakan Indonesia seperti Taufik Ismail dan Abdul Hadi WM membacakan puisi-puisinya. Hadir pula tokoh intelektual Indonesia membacakan esai. Mereka adalah Mulyadhi Kartanegara, Anies Baswedan, Haidar Bagir, Komarudin Hidayat. Tidak ketinggalan tarian gangsing yang dibawakan Rabbani Sufi Institute of Indonesia. Menurut sang eksekutif producer Rani A Dewi, acara ini bermaksud mengajak saudara-saudara kita di luar sana untuk sama-sama menghargai fitrah kemanusian kita. Bahwa tidak ada masalah dalam keragaman. Justru keragaman adalah manifestasi Allah. Di dalam keragaman itulah sebenarnya keindahan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Haidar Bagir acara itu adalah langkah bagus dalam memperkenalkan Rumi. Menurutnya Rumi ini lengkap dalam banyak hal. Dia sangat toleran dan sangat terbuka. Dia filosof yang sangat mendalam. Mistikus tapi pada saat yang sama menulis dalam syair-syair. Sehingga lebih banyak orang bisa memahami dan menyukainya. “Saya kira mempopulerkan Rumi ini sangat bagus untuk dakwah Islam. Khususnya ketika banyak orang yang jahil dan tidak tahu tentang Islam dan mengaitkan Islam dengan kekerasan,” kata Haidar Bagir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam dibangun dari cinta. Alam mengerti cinta. Dia bukan benda yang mati. Dia benda hidup bukan karena dirinya sendiri tapi karena diberikan cinta oleh Allah. Karena itu, Maulana Rumi berpesan cintailah alam bila engkau mau diberikan kebaikan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5308731666683314847?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5308731666683314847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/pesan-cinta-dari-rumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5308731666683314847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5308731666683314847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/pesan-cinta-dari-rumi.html' title='Pesan Cinta dari Rumi'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SMoc4EqXtKI/AAAAAAAAAbQ/T-pbjUGtqkA/s72-c/rumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5648472724333482136</id><published>2008-01-03T16:32:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:38:45.664+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Pagiku Di kairo</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring semilirnya angin di pagi hari&lt;br /&gt;Membelai mesra kulit halus tubuhku&lt;br /&gt;Membuatku bangun dari lelap tidurku&lt;br /&gt;Hingga ku tahu matahari sedang menyambutku&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku menggigil kedinginan penuh resah&lt;br /&gt;Saat udara musim dingin menyusup ke jasadku&lt;br /&gt;Hampir saja darahku membeku kedinginan&lt;br /&gt;Tapi sinar mentari menyelimutiku penuh hangat&lt;br /&gt;Seakan jelmaan sentuhan lembut tangan ibuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah penjual-penjual&lt;br /&gt;'isy, ful,tho'miya dan salathoh&lt;br /&gt;Berderetan di pinggir jalan &lt;br /&gt;menunggu pembeli datang mebeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku berjalan menuju mereka &lt;br /&gt;karena tak tahan lapar perutku&lt;br /&gt;Untuk sekedar menenangkan&lt;br /&gt;gelisah cacing-cacing dalam perutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersama para 'amu misr &lt;br /&gt;Aku tak peduli dengan Ocehan&lt;br /&gt;Mereka yang tak suka dengan&lt;br /&gt;Dengan kebiasaan sehari-hariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku sangat rindukan ful&lt;br /&gt;Ketika aku sudah tidak di sini lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 14 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5648472724333482136?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5648472724333482136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/pagiku-di-kairo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5648472724333482136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5648472724333482136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/pagiku-di-kairo.html' title='Pagiku Di kairo'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8208654325575334417</id><published>2008-01-02T05:24:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:38:15.787+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Merenungi Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R3sEGRHmeHI/AAAAAAAAAHo/hNzbk93AzCY/s1600-h/semut-oh-semut.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R3sEGRHmeHI/AAAAAAAAAHo/hNzbk93AzCY/s200/semut-oh-semut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150715104549304434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini bak rumput hijau&lt;br /&gt;Selepas hujan di malam hari&lt;br /&gt;Kemudian menguning lalu mati&lt;br /&gt;Tanpa pernah kita renungi dan sadari&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musim semi begitu mengasikan&lt;br /&gt;Musim gugur begitu menyedihkan&lt;br /&gt;Musim dingin begitu meresahkan&lt;br /&gt;Musim panas begitu menggarangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang badai menerpa alam&lt;br /&gt;Gempa bumi meruntuhkan gedung-gedung&lt;br /&gt;Gunung-gunung meluapkan kemarahanya&lt;br /&gt;guntur pun ikut menunjukan keganasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik segala yang mengerikan itu&lt;br /&gt;Ada cinta dan kasih sayang Tuhan&lt;br /&gt;Berupa hikmah yang terkandung di dalamnya&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang mau memikirkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Mayapada fana ini&lt;br /&gt;Habis gelap terbitlah terang&lt;br /&gt;Hilang terang hadirlah gelap&lt;br /&gt;Berputar tanpa jelas ujung pangkal&lt;br /&gt;Mengisi ruang-ruang hidup ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu hanyalah bak fatamorgana&lt;br /&gt;Begitu mempesona dari kejauhan&lt;br /&gt;Tapi menghilang saat kita dekati&lt;br /&gt;Sungguh tipu daya yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 10 november 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8208654325575334417?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8208654325575334417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/hidup-ini-bak-rumput-hijau-selepas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8208654325575334417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8208654325575334417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2008/01/hidup-ini-bak-rumput-hijau-selepas.html' title='Merenungi Hidup'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R3sEGRHmeHI/AAAAAAAAAHo/hNzbk93AzCY/s72-c/semut-oh-semut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-4996054820356319506</id><published>2007-12-30T01:25:00.004+02:00</published><updated>2009-06-02T15:37:46.077+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Ingin SepertiMU</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hidupku tak se-indah dulu&lt;br /&gt;Kini waktuku tak se-berharga dulu&lt;br /&gt;Kini umurku tak se-muda dulu&lt;br /&gt;Kini diriku tak se-semangat dulu&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini ku menyesal...&lt;br /&gt;Menyesal pun tak ada artinya&lt;br /&gt;Kini ku menangis...&lt;br /&gt;Menangis pun tak membuat semuanya kembali&lt;br /&gt;Kini ku hanya tinggal pasrah&lt;br /&gt;Kini ku hanya bisa berharap Berharap pada takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini….&lt;br /&gt;Bukan kemarin juga bukan besok&lt;br /&gt;Kini adalah kini yang aku berada di sini&lt;br /&gt;Di sini hanya ada aku seorang&lt;br /&gt;Di sini di mana aku berbisik dengan anganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Robb…!&lt;br /&gt;Bolehkah aku bertanya?&lt;br /&gt;Mengapa aku di sini? Pun juga kini?&lt;br /&gt;Bisakah aku lepas dari semua itu?&lt;br /&gt;Karena aku bosan dengan itu semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin seperti diri-MU&lt;br /&gt;Yang bebas dari itu semua&lt;br /&gt;Bebas dari “kini” dan “di sini"&lt;br /&gt;Walau ku tahu takkan pernah ada yang seperti-MU&lt;br /&gt;Karena Engkau tak ada duanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan...!&lt;br /&gt;Mukallafkah aku menginginkan seperti-MU?&lt;br /&gt;Dosakah orang yang mempunyai keinginan sepertiku?&lt;br /&gt;Jika iya maafkanlah karena Engkau Maha Pemaaf&lt;br /&gt;Jika memang demikian ampunilah karena Engkau Maha Pengampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, minggu 30 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-4996054820356319506?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/4996054820356319506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/ingin-sepertimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4996054820356319506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/4996054820356319506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/ingin-sepertimu.html' title='Ingin SepertiMU'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3841097695615532654</id><published>2007-12-29T17:01:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:37:22.989+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Terhalang Sejatinya Pemberian</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada seorang petani yang memiliki lahan pertanian tidak begitu luas. Katakanlah tidak lebih dari satu hektar. Namun si petani ini rajin dan giat dalam bekerja.  Setiap harinya hanya disibukkan oleh mengurusi sawah, sawah, dan sawah. Tidak ada pekerjaan lain selain ke sawah. Pada suatu hari ia dan istrinya ngobrol santai di balai rumahnya yang sederhana. Yaitu ketika tidak ada pekerjaan di sawah. Artinya, pekerjaan di sawah sudah selesai semuanya, tinggal menunggu masa menuai padi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam obrolan tersebut si istri bertanya kepada dia “pak! Bapak kan sekarang sudah tua, apa bapak ngga kepingin naik haji, menjalankan rukun islam yang ke lima? Waaach... kepingin sich kepingin de’, tapi kan haji perlu biaya sedangkan kita hanya punya 1 hektar sawah, itu saja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kita se-hari-hari. Apa bapak tega seandainya bapak meninggalkan kalian dalam keadaan susah? Pastinya ade’ juga tidak mau kan hal itu terjadi kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si istri melanjutkan usulannya dengan disertai argumen-argumen. Kalau begitu bapak kan bisa nyari pekerjaan tambahan untuk ditabung, bukannya bapak pernah kalau kita menginginkan sesuatu, hendaknya kita berusaha terlebih dahulu baru tawakkal kepada Allah? “faidza ‘azmta fatawakkal ‘alallah”. Akhirnya setelah lama petani itu hidup dalam kesederhanaan yang tanpa berusaha untuk membuat hidup yang paling baik. Artinya, Nerimo ing pandum. Akan tetapi tidak pernah terpikirkan olehnya, bahwa sebenarnya dia mampu untuk merubah hidupnya ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya ia mencoba keluar rumah untuk mencari kerjaan tambahan. Kalau biasanya ia keluar rumah menuju ke sawah, namun hari ini ia keluar rumah menuju ke pasar. Kebetulan ia ada kenalan di sana, pak Amin namanya. Nah, pak Amin inilah yang mencarikan pekerjaan untuknya. Pak Amin ini adalah penjual beras di pasar. Setiap harinya yang ada di tanganya adalah kalkulator, karena beliau adalah juragan beras di pasar dorowati. Beliau memiliki banyak pekerja untuk mengelola usahanya, termasuk selip padi di samping rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita akhirnya petani tersebut mendapatkan pekerjaan di tempatnya pak Amin. Di sana ia bekerja sebagai wakil pak Amin pada saat pak Amin sedang tidak ada di rumah, karena pak Amin ini sering keluar kota. Di samping sebagai wakil juragan, ia juga ikut mencarikan siapa saja yang hendak menjual beras dan membeli beras. Karena di situ memang sistemnya antar jemput. Artinya kalau ada orang yang hendak menjual beras, ia yang datang ke rumahnya. Selalu begitu setiap hari pekerjaannya sampai-sampai pekerjaan di sawah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di belakang sang suami si istri diam-diam membantu pekerjaannya di sawah। Inilah contoh istri yang baik, selalu mebantu suami demi terciptanya kebahagiaan dan keberhasilan rumah tangga. Dua tahun sudah sang petani menjalani profesi seperti itu, dan ia terkenal etos kerjanya paling tinggi diantara petani-petani yang lain. Karena kegigihanya lah pak Amin akhirnya memberikan tanda terima kasih kepadanya berupa tiket naik haji. Namun, pada saat ia hendak berangkat haji begitu sampai di bandara ia ketinggalan pesawat. Ia sangat marah, karena semuanya sudah ia persiapkan. Bahkan tahlilan keberangkatan juga sudah diadakanya. Ia benar-benar putus asa, karena usahanya selama ini hanya sampai di bandara sukarno-hatta. Ia kemudian langsung pulang, karena ia tidak betah lama-lama di bandara. Tiba-tiba pada saat dalam perjalanan pulang dari bandara, terdengar berita bahwa pesawat yang baru saja take off mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... ya rabb! Engkau telah menjagaku dari kecelakaan itu. Petani itu menghela nafas panjang-panjang tanda lega seraya mengulangi kata-kata itu berkali-kali. Si istri yang juga ikut mengantarnya ke bandara tersenyum simpul melihat kejadian ini. Seraya beruacap “Terhalang sejatinya pemberian”. Ehm.... benar kamu de’. Kata petani itu sambil mengecup kening istrinya.والله أعلم بالصواب &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3841097695615532654?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3841097695615532654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/terhalang-sejatinya-pemberian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3841097695615532654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3841097695615532654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/terhalang-sejatinya-pemberian.html' title='Terhalang Sejatinya Pemberian'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3519471868735947230</id><published>2007-12-26T00:39:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:36:34.431+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Warna Warni Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah mutiara yang tak terbeli&lt;br /&gt;Cinta adalah kesejukan di kala gersang menerpa&lt;br /&gt;Cinta adalah bintang yang cahayanya paling terang&lt;br /&gt;Cinta adalah putih di antara hitamnya dunia&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah kebahagiaan yang menawarkan derita&lt;br /&gt;Cinta adalah realita yang tak bisa dipungkiri&lt;br /&gt;Cinta adalah pokok kehidupan&lt;br /&gt;Cinta adalah misteri ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah embun di pagi hari&lt;br /&gt;Cinta adalah matahari yang memberi kehangatan&lt;br /&gt;Cinta adalah anugerah terindah&lt;br /&gt;Cinta adalah oase di tengah-tengah padang sahara&lt;br /&gt;Cinta adalah rumah tempat berteduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah virus yang siap menggerogoti para pecinta&lt;br /&gt;Cinta adalah mother fucker&lt;br /&gt;Cinta adalah jancuk…&lt;br /&gt;Cinta adalah anjing…&lt;br /&gt;Cinta adalah…&lt;br /&gt;Cinta adalah…&lt;br /&gt;Cinta adalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha………&lt;br /&gt;I haven’t more word else…&lt;br /&gt;One more!! Don’t be angry!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3519471868735947230?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3519471868735947230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/warna-warni-cinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3519471868735947230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3519471868735947230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/warna-warni-cinta.html' title='Warna Warni Cinta'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-2303493989154169853</id><published>2007-12-24T11:55:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:36:04.860+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Nyanyian Santri</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Orang Terdahulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai poro santri...&lt;br /&gt;Sauwise ono adzan&lt;br /&gt;ojo podho katungkul omong-omongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggal-enggal podho wudlu nuli dandan&lt;br /&gt;Mlebu mesjid lakonono kesunatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat sunat ojo ngasi ketinggalan&lt;br /&gt;Nunggu imam sinambi puji-pujian&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Imame teko diqomati terus sembahyang&lt;br /&gt;Ojo bubar sauwise didongani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku kabeh lakonono kanti ikhlas&lt;br /&gt;Insyaallah gusti Allah nyembadani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma sholli 'ala muhammad&lt;br /&gt;ya robbi sholli 'alaihi wasallim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 24 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-2303493989154169853?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/2303493989154169853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/nyanyian-santri_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2303493989154169853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/2303493989154169853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/nyanyian-santri_24.html' title='Nyanyian Santri'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5790455140439310690</id><published>2007-12-24T11:25:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:35:39.200+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Ternyata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R297_RHmd9I/AAAAAAAAAF4/lW0YrmjVRJc/s1600-h/13112007089.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R297_RHmd9I/AAAAAAAAAF4/lW0YrmjVRJc/s200/13112007089.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147469225965025234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku bodoh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kalo dia jahat padaku&lt;br /&gt;Aku tahu kalo dia tidak suka padaku&lt;br /&gt;Aku tahu kalo dia yang menghancurkan diriku&lt;br /&gt;Aku tahu kalo dia tak pernah percaya padaku&lt;br /&gt;Aku tahu kalo dia selalu menipu dan membohongiku dan,&lt;br /&gt;Aku pun tahu kalo dia takkan pernah membuatku bahagia&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa Aku terus saja mau menjadi budaknya&lt;br /&gt;mengikuti langkah-langkahnya, mematuhi kata-katanya&lt;br /&gt;padahal ada yang selalu menyayangi, melindungi, dan menjagaku&lt;br /&gt;sementara aku tak pernah mempedulikan dan mendengarkan nasihatNYA&lt;br /&gt;Dia lah yang selalu memberiku makan saat aku lapar&lt;br /&gt;Dia lah yang selalu memberiku minum saat aku dahaga&lt;br /&gt;Dia lah yang selalu menyelamatkanku saat aku dalam bahaya&lt;br /&gt;Dia lah yang selalu mencukupi segala kekuranganku dan,&lt;br /&gt;Dia lah yang selalu menutupi segala keburukan perilakuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pula aku menduakanNya dengan sesuatu yang tak bisa apa-apa&lt;br /&gt;selain menyengsarakan dan membuat hidupku hancur dan tak berarti&lt;br /&gt;sudah sekian lama aku berada dalam ketidakmenentuan hati&lt;br /&gt;sudah sekian panjang jalan yang aku tempuh tanpa kebahagiaan&lt;br /&gt;sudah sekian tahun aku berdiri di tepi jurang yang sangat curam&lt;br /&gt;sudah sekian banyak kesalahan dan kealpaanku tanpa aku sadari dan,&lt;br /&gt;sayang sekali aku sudah merasa hebat dan pandai dalam memilih&lt;br /&gt;merasa paling tahu apa yang terbaik dan cocok untukku tapi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata semua itu palsu dan salah besar&lt;br /&gt;Ternyata semua itu hampa dan bohong belaka&lt;br /&gt;Ternyata aku sia-sia dalam memilih hidup dan,&lt;br /&gt;Ternyata aku bodoh...................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kairo, 16 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5790455140439310690?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5790455140439310690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/ternyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5790455140439310690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5790455140439310690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/ternyata.html' title='Ternyata'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R297_RHmd9I/AAAAAAAAAF4/lW0YrmjVRJc/s72-c/13112007089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3003898802464162128</id><published>2007-12-24T11:22:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:35:18.602+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Pangeran Cinta</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial; color: rgb(255, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R2964RHmd8I/AAAAAAAAAFw/3VU5wZNIcbM/s1600-h/cantiknyesc9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R2964RHmd8I/AAAAAAAAAFw/3VU5wZNIcbM/s200/cantiknyesc9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147468006194313154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semerbak aroma fajar menyelinap ke ruang kamarku saat aku sedang asyik bermain game. Saking asyiknya bermain game sampai aku lupa tidur, bahkan teriakan adzan subuh yang begitu keras dari beberapa masjid di sekitar kosku hampir tak kudengar. Kemudian setelah selesai aku bermain game, aku berfikir sejenak “apa ini yang dibilang dengan Mabuk oleh para pecinta?” orang yang sedang mabuk/muskir tidak pernah ingat selain apa yang sedang ia gandrungi, entah itu mabuk game, mabuk khomr, mabuk pekerjaan, atau terlebih lagi mabuk cinta.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita jumpai orang yang sedang dimabuk cinta. Ia tidak ingat makan, minum, tidur, apalagi mandi. Karena itulah, banyak sekali kita jumpai orang-orang kayak mereka badannya tak terurus, kurus, kumuh, dan tak enak dipandang. Mereka juga tidak pernah peduli dengan lingkungan di sekeliling mereka, yang mereka tahu hanya apa yang ia dibuat mabuk olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Susana seperti ini terjadi ketika kita sedang bercumbu dengan tuhan, yakni saat kita shalat (paling tidak), sungguh alangkah indah sekali. Pada waktu kita shalat kita bisa khusyu’ tidak ada yang di ingat melainkan Dia. Sebagai contoh dari sekian banyak orang yang mabuk karena cinta adalah sayyidah robi’ah adawiyah. Seandainya beliau adalah seorang laki-laki, niscaya beliau adalah orang yang paling pantas dengan julukan pangeran cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika beliau pernah ditanya oleh seorang sufi; apakah engkau mencintai allah wahai rabi’ah? Beliau menjawab: iya aku mencintaiNYA, lalu apakah engkau membenci syetan? Jawab beliau: tidak wahai saudaraku. Kemudian orang sufi tersebut bertanya lagi. Kenapa bisa begitu? Jawab beliau: karena di dalam hatiku sudah tidak ada ruang lagi untuk membenci syetan, karena hatiku sudah penuh dengan cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….. !!! begitulah orang yang benar-benar dimabuk oleh cinta. Kalau boleh saya bertasybih (mengibaratkan) cinta itu ibaratnya wiski/khomr dan orang yang meminumnya akan mabuk kepayang, bahkan cinta lebih dahsyat lagi. Yaa tuhan… anugerahilah kami cinta untuk kami teguk walau Cuma setetes dari lautan cintaMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 17 desember 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3003898802464162128?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3003898802464162128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/pangeran-cinta_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3003898802464162128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3003898802464162128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/pangeran-cinta_24.html' title='Pangeran Cinta'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R2964RHmd8I/AAAAAAAAAFw/3VU5wZNIcbM/s72-c/cantiknyesc9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-1117863910951251031</id><published>2007-12-24T11:17:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:32:50.484+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>El-Hoedaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R295nhHmd7I/AAAAAAAAAFo/eH4WPABfUZE/s1600-h/maya.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R295nhHmd7I/AAAAAAAAAFo/eH4WPABfUZE/s200/maya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147466618919876530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu sekitar kurang lebih dua abad yang lalu di daerah kebumen terdapat desa yang dinamai jetis. Namun pada masa itu desa tersebut masih berupa hutan belantara, dan konon ceritanya masih dihuni oleh dedemit-dedemit, gandruwo, dkk. Nah, di desa inilah pondok pesantren Alhuda didirikan oleh seorang 'alim pada zamanya yang bernama syeikh Abdurrahaman. Beliau adalah pendiri sekaligus murobby/pengasuh pertama pondok pesantren Alhuda. Berkat kesaktian beliau, dedemit, gandruwo, dkknya itu lari terbirit-birit meninggalkan desa itu. Kemudian setelah mengusir syetan-syetan tersebut, beliau mendirikan sebuah musholla kecil untuk dijadikan tempat beliau menyebarkan ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pesantren ini mula-mula adalah sebuah tempat suluk (kegiatan ritual orang yang sedang mengamalkan tareqat), karena pendirinya adalah seorang kyai yang beraliran sufi/ahli thoriqoh. Beliau mengikuti thoriqoh gurunya syeikh Sulaiman Zuhdi di jabal qubais mekkah yang dikenal sebagai thoriqoh Naqsabandiyah-qodiriyah yang pada akhirnya, beliau memperoleh murid banyak. Sampai-sampai musholla tempat beliau dan murid-muridnya tawajjuhan (semacam ritual thoriqoh)tidak muat untuk menampung mereka semua. Oleh sebab itulah, beliau dan murid-muridnya bekerjasama untuk membuat bangunan yang sekiranya cukup untuk tempat mereka mengerjakan segala bentuk ritual dan pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu yang terus berjalan, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, santri-santri beliau mulai banyak. Diantara mereka ada yang tidak ingin pulang. Artinya, mereka kepingin selalu di samping mursyid/guru thoriqoh mereka untuk lebih dekat dengan beliau, sehingga bias selalu mendengarkan nasihat-nasihat beliau. Mereka mebuat panggung sendiri untuk tempat mereka tidur, dan di buat di sebelah musholla. Kemudian setelah itu, semakin ramai santri-santri dari berbagai pelosok daerah berduyun-duyun mendatangi tempat tersebut untuk menimba ilmu dari sang syeikh. Tidak lama kemudian, sang syekh kembali ke rahmatullah yang meninggalkan kesedihan di hati murid-murid beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau wafat, kepemimpinan thoriqoh dan pesantren dipegang oleh murid beliau yaitu seseorang yang juga sangat 'alim dan juga wara'. Beliau adalah hadlrotus syeikh Hasbullah Abdurrahaman. Sebagian dari kebiasaan orang arab adalah selalu menambahkan nama mereka di belakang nama anak-anak mereka. Mungkin dari situlah kenapa beliau diberi nama oleh ayahanda beliau dengan di tambahkan abdurahman di akhir nama beliau. demikian juga generasi berikutnya yaitu; kyai Mahfudz Hasbullah, kyai Wahib Mahfudz, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pesantren Alhuda diasuh oleh dua bersaudara yang sama-sama alimnya yaitu; syekhina KH. Wahib Mahfudz dan K. Yazid mahfudz. Mereka berdua berbagi tugas dalam mengurusi pesantren. Yang satu sebagai atas nama pengasuh, dan yang kedua sebagai atas nama direktur madrasah. Mereka berdualah yang mendidik serta membimbing penulis, hingga pada akhirnya, penulis sekarang bisa kuliah di sebuah Universitas tertua di kairo yang akrab di kenal dengan nama Al-Azhar University. Untuk itulah, penulis lewat media maya ini menghaturkan beribu-ribu terimakasih kepada beliau-beliau yang sudi membimbing kami khususnya penulis, sehingga kami memperoleh ilmu yang banyak, baik, dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 18 desember 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-1117863910951251031?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/1117863910951251031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/el-hoedaku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1117863910951251031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/1117863910951251031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/el-hoedaku.html' title='El-Hoedaku'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/R295nhHmd7I/AAAAAAAAAFo/eH4WPABfUZE/s72-c/maya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-6770479002919852183</id><published>2007-12-24T11:14:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:32:29.486+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Kalam Qalbu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis sekali gadis kecil itu tersenyum. Apa adanya, ia terseyum tanpa ada yang harus ditutup-tutupi. Kemudian ia tertawa ceria dan tak menghiraukan sekelilingnya. Aku pikir itu wajar kalau anak kecil tersenyum, kemudian tertawa itu bukanlah luar biasa. Anak kecil masih belum seberapa dosanya. Atau bahkan belum berdosa sama sekali. Justru yang luar biasa adalah aku, kamu, yang kemudian menjadi kita. Kita tertawa puas, sementara dosa kita semakin melangit. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tertawa puas sementara pahala yang kita harap-harapkan itu belum pasti kita dapatkan. Aku berusaha untuk tidak mempedulikan hal-hal itu, aku lelah lalu aku pergi ke taman bunga. Mungkin dengan memandang bunga, hatiku bisa berbunga-bunga. Tidak lagi memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah lama menjadi sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman bunga aku menemukan setangkai bunga yang sangat indah dan menarik. Kemudian kudekati bunga itu, semakin dekat aku dibuatnya semakin tertarik. Kulihat bunga itu berwarna ungu. Aku baru sekali ini menjumpai bunga seperti ini. Dan tentu saja aku tidak tahu nama bunga tersebut. Cantik, indah, menawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku melihat, ia juga memiliki cacat pada tubuhnya, Rantingnya patah dan daunya juga sudah agak menguning. Itu menandakan bahwa ia tidaklah sempurna. Kemudian aku teringat dengan perkataan seorang teman. Dia bilang "Daun yang jatuh tidak akan menjatuhkan hati yang berakar bunga. Jamur pun hidup tanpa daun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, aku kurang mengerti perkataan temanku tersebut. Namun aku berusaha faham sedikit demi sedikit. Aku berusaha memahami, bahwa hidup itu adalah sebuah usaha untuk mencapai kesempurnaan. Ada orang yang pesimis, ada juga orang yang optimis. Kemudian ada sebuah perasaan yang merubah segalanya. Ia dipuja-puja oleh kebanyakan orang. Diagung-agungkan oleh kebanyakan penduduk bumi. apa itu? jawabnya ialah; Cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Cinta. Ia memang dahsyat, mampu mengubah segalanya. Namun, di saat cinta tak mampu lagi menjelaskan suasana. Di saat cinta itu kemudian retak, ia tidak segan-segan menumpahkan air mata pemiliknya. Ya, Kurasa bulir beningnya mampu pecahkan suasana. Perlahan, bulir bening itu mengalir. Tapi justru karena itulah, orang-orang sekitar kemudian merespon. Bukan diam yang tidak bisa ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mengunci diri di dalam kamar seharian. Sendirian di kamar yang relatif kecil. Memasang dialog dengan hati. Namun, tiba-tiba ada perasaan yang tidak aku undang datang membuyarkan pikiranku. Jengkel. Ya, jengkel. Perasaan itu hadir ke dalam diriku secara tiba-tiba, tapi kupikir-pikir kadang perasaan jengkel diperlukan. Bahkan sangat perlu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku tidak tahu kepada siapa aku harus merasa jengkel. Akhirnya, kuambil cermin yang sejak tadi menggantung di kamarku. Kulihat mataku sembab, mukaku pucat, dan keningku berkeringat. Aku bingung, tapi aku berusaha untuk tetap tersenyum. Karena hanya itulah yang bisa aku hadiahkan kepada semua orang. senyum yang paling manis yang pernah aku punya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-6770479002919852183?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/6770479002919852183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/khitobah-qalbu_24.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6770479002919852183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/6770479002919852183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/khitobah-qalbu_24.html' title='Kalam Qalbu'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-5859474752218195179</id><published>2007-12-24T11:08:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:32:01.835+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Mensyukuri Pemberian</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu waktu aku masih kecil, sewaktu aku belum bisa bicara fasih/lancar kakekku sangat menyayangi dan memanjakanku. Beliau selalu memberiku nasihat-nasihat dan berbagai wejangan dengan harapan agar kelak jika aku dewasa bisa seperti kakekku, bahkan kalau bisa lebih hebat dari beliau. Satu pelajaran yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang di telingaku adalah setiap kali beliau memberikan sesuatu untukku, pasti beliau selalu mengajariku mengucapkan kalimat jazakallahu khairal jaza jazaan katsira. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun mengucapkan kalimat itu meskipun, dengan bunyi seperti ini jajakallah khailal jaja jajaan kacila, karena waktu itu aku masih cedal (belum fasih). Waktu itu aku belum paham maksud dari kata-kata itu. Dan kenapa kalau setiap beliau ngasih apa-apa beliau selalu memerintahku untuk mengucapkan kata-kata yang begitu asing tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah aku mondok aku baru tahu apa arti dari kata-kata itu. Namun, aku belum bisa memahami apa sebenarnya pesan-pesan moral dari kata-kata tersebut. Baru setelah aku mulai dewasa dan sudah relatif lama mondok, aku mulai paham apa tujuan kakekku dulu selalu mengajarkan kata-kata tersebut. Ternyata memang ada sebuah hadist yang artinya kurang lebih sebagai berikut: “Barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia juga tidak bersyukur kepada Allah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa kakekku selalu memerintahkanku begitu, meskipun beliau tidak menunjukan dalil-dalilnya. Karena kalau anak kecil sudah dikasih dalil-dalil dan segala macam, ia tidak mau berfikir. Begitulah, orang-orang tua kita dalam mendidik anak-anaknya. Dan aku baru sadar kalau selama ini aku bukan menjadi diriku sendiri, tapi menjadi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada topik kita kali ini yaitu tentang syukur kita kepada Allah yang Maha memberi. Kalau kita berfikir sebentar akan timbul dibenak kita bahwa syukur ini memang fitrah manusia. Kenapa?. Karena setiap orang yang diberi sesuatu oleh orang lain, pasti terbetik di hatinya bagaimana caranya aku bisa membalas pemberian ini. Tapi lain halnya kalau yang memberi adalah Dzat yang tidak butuh apapun dari siapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk memenuhi kebutuhan fitrah itu Allah memerintahkan kita lewat kitab suciNYA untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan. Syukur dalam artian menggunakan segala yang diberikan untuk sesuatu yang disukahi dan diridlaiNYA. Cuma itu yang diminta. Tidak lebih. Itu saja bukan untuk Dia, tapi untuk manusia itu sendiri. Karena barang siapa yang bersyukur pasti akan ditambah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali topik ini. Ada sebuah cerita/hadist bahwa suatu ketika sayyidah Aisyah istri Nabi menjumpai Nabi saat beliau sedang melakukan shalat malam. Siti Aisyah, ia melihat kaki nabi bengkak dikarenakan shalat yang begitu lama shalat. Kemudian setelah Nabi selesai shalat Siti Aisyah, ia bertanya kepada Nabi. Wahai kekasihku engkau sudah diampuni oleh Allah kesalahan yang lalu dan yang akan datang, tapi kenapa baginda masih shalat begitu lama. Apa jawab beliau? Beliau menjawab: apakah aku enggan menjadi hamba yang bersyukur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Mutawally As-Sya’rawi menjelaskan hadits ini sebagai berikut: Alqur’an mengatakan bahwa: “Sungguh apabila kalian bersyukur, pasti akan Aku tambah.” Jadi, kalau melihat ayat ini kita bisa tahu maksud dari ucapan Nabi tersebut. Apakah aku enggan menjadi orang yang mengharapkan tambahan nikmat? Kurang lebih seperti itu maksudnya. والله اعلم بالصواب&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-5859474752218195179?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/5859474752218195179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/mensyukuri-pemberian_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5859474752218195179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/5859474752218195179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/mensyukuri-pemberian_24.html' title='Mensyukuri Pemberian'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-360166450989558047</id><published>2007-12-24T10:59:00.005+02:00</published><updated>2009-06-23T22:03:07.522+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaries'/><title type='text'>Aku dan Sepasang Mubtada khobar</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun tlah berlalu begitu cepat&lt;br /&gt;Bak roda kendaraan dengan kecepatan tinggi&lt;br /&gt;Serasa ku dipermainkan oleh mereka&lt;br /&gt;Mereka sungguh kejam.. pikirku&lt;br /&gt;Memang mereka tidak punya perasaan&lt;br /&gt;Yang mereka tahu hanyalah mamatuhi&lt;br /&gt;Perintah Yang Maha Tinggi&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara sayap-sayap Sang Waktu&lt;br /&gt;Terjadi kisah antara Aku dan Sepasang Mubtada khobar&lt;br /&gt;Ialah Pada Saat aku mengaji kitab Al-jurumiyah&lt;br /&gt;Sampai aku dipertemukan dengan kitab Alfiyyah&lt;br /&gt;Aku dikenalkan dengan sepasang kekasih,&lt;br /&gt;Mubtada dan khobar alias Utawi dan iku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Al-Jurumiyyah  memberitahu sebuah rahasia kepadaku&lt;br /&gt;Rahasia antara hubungan Mubtada dan Khobar,&lt;br /&gt;Bahwa Mubtada dan Khobar tak selamanya bersama&lt;br /&gt;Terkadang Mubtada selingkuh dengan yang lain&lt;br /&gt;Yang ternyata diketahui bernama Fa'il&lt;br /&gt;Dan terkadang Mubtada memilih untuk sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Alfiyyah juga bercerita tentang mereka&lt;br /&gt;Dalam salah satu baitnya itu, bahwa&lt;br /&gt;Yang Membuat Mubtada Mulia adalah keberanian&lt;br /&gt;Keberanian untuk memulai sebuah tindakan&lt;br /&gt;Dan yang Menjadikan khobar bermartabat&lt;br /&gt;Tidak lain kecuali Sang Mubtada dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, rahasia ini aku bocorkan untuk umum&lt;br /&gt;Selamat mebaca……….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 23 desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-360166450989558047?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/360166450989558047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/aku-dan-sepasang-mubtada-khobar_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/360166450989558047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/360166450989558047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/aku-dan-sepasang-mubtada-khobar_24.html' title='Aku dan Sepasang Mubtada khobar'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-3160053351066927107</id><published>2007-12-24T10:31:00.003+02:00</published><updated>2009-06-02T15:29:31.418+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essays'/><title type='text'>Takut vs Harap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pangkal dari semua Kebijaksanaan adalah Takut kepada kepada Allah”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Satu hal yang dapat menjadikan kita bahagia adalah sebuah harapan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Syarif Istifham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pepatah arab mengatakan। Jika kita merenungi mutiara-mutiara makna yang terkandung dalam dua petikan hikmah di atas, maka kita akan menemukan apa yang selama ini dicari-cari oleh mereka yang sedang dilanda kebingungan mencari ketenangan hidup. Sebab hidup bisa tenang apabila kebutuhun jasmani dan rohani terpenuhi. Mungkin sebagian orang ada yang resah karena kebutuhan jasmani belum terpenuhi. Dan sebagian yang lain, meski kebutuhan jasmani sudah terpenuhi bahkan melimpah-melimpah. Namun, kebutuhuhan rohani mereka belum terpenuhi. Kebutuhan rohani di sini bukan yang di maksud kebutuhan rohani yang di minta seorang istri dari suaminya. Atau yang sering kita kenal yaitu kebutuhan akan Sex.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa ketika kita takut terhadap sesuatu, biasanya satu hal yang mesti kita lakukan adalah menghindari sesuatu yang kita takuti tersebut. Namun lain halnya, jika yang kita takuti itu adalah Tuhan kita. Justru kita diperintahkan untuk mendekatinya dengan jalan bertaubat untuk meminta ampunan. Kemudian satu hal lagi yang mesti kita lakukan adalah merubah perilaku jelek kita kepada perilaku yang diridlai dan dicintaiNYA. Tapi juga jangan lupa tanamkanlah dalam hati kita masing-masing sebuah harapan, supaya kita di di dalam usaha kita mencari ridla Allah tidak merasa capek apalagi sampai putus asa. Apabila kita sudah mematri rasa itu dalam dalam, maka kita akan menghadapi segala hal dengan Enjoy atau bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi antara takut dan harap harus bisa beringan secara sinergi. Kita akan berusaha untuk tidak melakukan apa yang tidak disukai oleh hati nurani, namun disukai oleh nafsu. Karena kita takut bahwa kita sendiri yang akan menanggung akibatnya. Kita juga akan berusaha untuk melakukan apa saja demi tercapainya sesuatu yang kita harap-harapkan. Oleh karena itu mari kita tanamkan bersama di relung hati kita persaan takut dan juga persaan harap. Jadi kesimpulannya kita akan memiliki persaan harap-harap cemas. Karena kita tidak ada yang tahu apakah kita ahli surga ataukah sebaliknya. “Semuanya di mudahkan menuju apa yang ia diciptakan karenanya .”  oleh karena itu, pilih dan berjuanglah semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa menanam benih, pasti dia juga yang akan menuainya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-3160053351066927107?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/3160053351066927107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/takut-vs-harap_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3160053351066927107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/3160053351066927107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/takut-vs-harap_24.html' title='Takut vs Harap'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1051985495708833374.post-8071734844245959216</id><published>2007-12-22T02:06:00.005+02:00</published><updated>2009-06-02T15:28:59.590+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poems'/><title type='text'>Santri Jomblo</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Agus Musoffa (Guru Saya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Minggu pun tiba&lt;br /&gt;Di mana kaum adam dan hawa&lt;br /&gt;Memadu cinta menghirup bahagia&lt;br /&gt;Di saat mereka terbuai&lt;br /&gt;Dalam alunan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat mereka bahagia&lt;br /&gt;Dalam hangatnya cinta&lt;br /&gt;Ku di sini sendiri&lt;br /&gt;Dipusingkan tuk membahas &lt;br /&gt;Darah haid wanita &lt;br /&gt;Yang menjijikan itu&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku hanya diperkenalkan&lt;br /&gt;Dengan utawi, iku, apane&lt;br /&gt;Bahkan ku dihajar bila tak tahu&lt;br /&gt;Kaana ashluhu.......?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sempat ku tahu &lt;br /&gt;Arti cinta, sebuah kerinduan&lt;br /&gt;bahkan kasih sayang&lt;br /&gt;Dari seorang kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang...&lt;br /&gt;Aku ini santri 'JOMBLO'&lt;br /&gt;Yang tak sanggup memperjuangkan cinta&lt;br /&gt;Aku LAKI-LAKI yang penuh LIKA LIKU&lt;br /&gt;Yang TAK LAKU-LAKU karena LUKA LUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebumen, in album memory April 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1051985495708833374-8071734844245959216?l=musyarrof.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musyarrof.blogspot.com/feeds/8071734844245959216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/santri-jomblo.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8071734844245959216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1051985495708833374/posts/default/8071734844245959216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musyarrof.blogspot.com/2007/12/santri-jomblo.html' title='Santri Jomblo'/><author><name>bianglala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06600500511295950829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ph1qS9B6EXk/SmDw7vBXuUI/AAAAAAAAAnM/-v9hosBIucc/S220/4653_1087657824321_1012702371_30216566_2618968_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
